Daging anjing

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Masakan daging anjing dari Hanoi, Vietnam.
Warga Cowa, Balibo, sedang memanggang anjing (k. 1968-1970).

Daging anjing adalah daging pangan yang diproduksi dari anjing yang disembelih. Selain sebagai binatang peliharaan, anjing masih diternakkan dan disembelih sebagai sumber protein di beberapa tempat di dunia. Di negara-negara yang menyayangi anjing sebagai hewan peliharaan, memakan daging anjing merupakan tindakan tabu dan melawan kebiasaan sehingga konsumsi daging anjing biasa mendapat kecaman keras.

Di beberapa daerah di Indonesia, daging anjing disantap sebagai sumber protein baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Di Manado dan Minahasa, daging anjing dikenal dengan istilah RW (dibaca: erwe), singkatan dari rintek wuuk (bahasa Manado: "bulu halus"), suatu eufemisme untuk anjing.[1][2] Masakan Batak mengenal masakan daging anjing yang diberi kode B1, dari kata biang (bahasa Batak: "anjing"),[2] meskipun bukan makanan terpopuler dalam kuliner Tapanuli. Di beberapa kota di Jawa seperti Solo dan Yogyakarta, sate daging anjing disamarkan dengan sebutan "sate jamu";[3] sedangkan sebutan tongseng daging anjing adalah sengsu, singkatan dari tongseng asu (bahasa Jawa: "tongseng anjing").[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gall, Timothy L. (2009). Worldmark encyclopedia of cultures and daily life, Gale, ISBN 1414448821, 9781414448824. Hlm. 653.
  2. ^ a b Lonely Planet, Ryan Ver Berkmoes, Celeste Brash, Muhammad Cohen, Mark Elliott, Guyan Mitra, John Noble, Adam Skolnick, Iain Stewart, Steve Waters (2010). Lonely Planet Indonesia, Lonely Planet, ISBN 1742203485, 9781742203485. Hlm. 80.
  3. ^ 80 Ekor Anjing Terjaring Operasi Subuh, edisi Kamis, 17 Oktober 2002, ©1996 Suara Merdeka. Diakses 26 Juli 2013.
  4. ^ Apriyantono, Anton, Nurbowo (2003). Panduan Belanja dan Konsumsi Halal, Khairul Bayaan. Hlm. 126.

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Kim, Rakhyun E. (2008). "Dog Meat in Korea: A Socio-Legal Challenge". Animal Law 14 (2): 201–236. SSRN 1325574 
  • Colting, Fredrik; Carl-Johan Gadd (2005-07-10). In Magnus Andersson Gadd. The Pet Cookbook: Have your best Friend for dinner. Canada: Nicotext. ISBN 91-974883-4-8. 
  • Yong-Geun Ann, Ph.D. Dog Meat (dalam bahasa Korean and English). Hyoil Book Publishing Company.  (contains some recipes)
  • Dressler, Uwe; Alexander Neumeister (2003-05-01). Der Kalte Hund (dalam bahasa German). Dresden: IBIS-Ed. ISBN 3-8330-0650-1. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]