Cinta Illahi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Cinta Ilahi
CintaIlahi.jpg
Genre Drama Religi
Format Sinetron
Pembuat SinemArt
Skenario Imam Tantowi
Lintang Wardani
Sutradara Chaerul Umam
Pemeran Dude Harlino
Meyda Sefira
Yasmine Wildblood
Wingky Wiryawan
Miller
Indah Indriana
Kenang Mirdad
Atiq Rachman
Lagu pembuka Sayang Lahir Batin, Wali
Lagu penutup Sayang Lahir Batin, Wali
Negara  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah episode 12 (hingga 19 Juli 2013)
Produksi
Produser eksekutif Elly Yanti Noor
Produser Leo Sutanto
Penyunting Heru Hendriyarto
Lokasi Bendera Indonesia Jakarta
Durasi 1 Jam (21:30-22:30)
Rumah produksi SinemArt Production
Siaran
Saluran asli RCTI
Format gambar (SDTV) (480i)
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Penayangan awal Senin, 01 Juli 2013 – sekarang
Pranala luar
http://www.sinemart.com

Cinta Illahi sebuah sinetron yang di tayangkan di stasiun tv ternama yaitu RCTI Mulai Senin, 01 Juli 2013. Sinetron ini diproduksi oleh SinemArt. Sinetron ini tayang Setiap Hari pukul 21:30 WIB.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Nama Peranan Hubungan
Dude Harlino Iqbal Putra Kiai Agil Mashaban
Meyda Sefira Halimah
Yasmine Wildblood Imelda
Miller Zacky
Lucky Perdana Jamil
Wingky Wiryawan Marlon
Indah Indriana Tasya Teman Imelda
Kenang Mirdad Sigit
Ade Surya Akbar Dimas
Jordy Onsu Suryadi
Atiq Rachman Hardi
Yuniza Icha Bawon Putri Sarkam
Meidiana Hutomo
El Manik Kiai Agil Mashaban Ayah Iqbal
Cut Yanti Istri Agil Mashaban Ibu Iqbal
Annie Anwar Mama Imelda
Dwi Yan Herry Ayah Imelda
Johan Jehan Sarkam Ayah Bawon
Nabila Chaerunnisa Nafisa Adik Iqbal
Anwar Fuadi Ayah Marlon
Novia Ardhana Mama Marlon
Gracia Indri Dina Widada

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Imelda (Yasmine Wildblood), gadis cantik masa kini dan juga pintar, sedang melakukan studi lapangan bersama teman-teman kampusnya ke sebuah desa di pinggang gunung. Sebuah desa yang bersih dan teratur dengan pertanian yang cukup maju, tetapi mereka tetap hidup sederhana, cukup, tidak berlebihan.

Sesampainya di desa Kayu Wangi, rombongan mereka disambut dengan ramah oleh kepala desa yang didampingi oleh Iqbal (Dude Harlino), ketua remaja Pesantren Tombo Ati – Kayu Wangi yang cukup dikenal di desa tersebut. Setelah sambutan sederhana, Iqbal menyatakan bahwa rombongan mahasiswi dan mahasiswa akan tinggal di rumah yang terpisah cukup jauh. Mereka pun protes, terutama Sigit (Kenang Mirdad), mahasiswa pemberontak di rombongan tersebut. Tetapi akhirnya mereka terpaksa menerima keputusan Iqbal, karena studi lapangan ini penting untuk kelulusan mereka.

Pada saat melakukan studi lapangan, banyak hal-hal baru yang rombongan mahasiswa-i ini temui. Baik dari pola hidup masyarakat dalam beragama, bekerja, bersosialisasi, dll. Iqbal yang tadinya dipandang sinis oleh Imelda dan teman-temannya, akhirnya mendapatkan simpati, karena Iqbal yang sederhana ternyata juga adalah pria cerdas sarjana teknik pertanian, yang sedang mengerjakan tesis S-2 nya dengan mengembangkan potensi kampungnya.

Semakin mengenal Iqbal, Imelda semakin kagum. Ia pun mulai mencari info detil tentang Iqbal dan keluarganya dari mbok Supinah. Ternyata Iqbal adalah putra dari istri ke-4 Agil Mashaban (El Manik), kiai ternama di desa tersebut.

Ternyata tidak semua warga senang akan kehadiran Imelda dan teman-temannya di desa Kayu Wangi. Imelda bahkan mendapat ancaman dari Bawon, gadis desa yang merasa Imelda telah merebut Iqbal dari dirinya. Imelda pun terpaksa berdamai dan menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud seperti itu. Dari situ ia tahu kalau Iqbal ternyata kabarnya telah dijodohkan dengan Halimah (Meyda Sefira), gadis pesantren yang juga cantik dan pintar. Imelda pun penasaran untuk mengenal Halimah dengan berkunjung ke pesantren putrid. Ia mendapati, ternyata Halimah adalah gadis yang cerdas, dan membantunya memahami alasan mengapa wanita di pesantren diharuskan berbusana muslimah.

“Berjilbab? Kalian ga kegerahan?” tanya Imelda. “Kami juga merasa gerah, tapi karena kami melakukan dengan penuh kepasrahan, gerah ini gak kerasa,” jawab Halimah.

Selama seminggu di sana, Imelda menemukan ketenangan yang tidak ia dapatkan dari rumah. Desa itu begitu damai, tidak penuh intrik seperti yang terjadi dengan keluarganya, dan juga pacarnya, Marlon (Winky Wiryawan). Imelda banyak belajar dari masyarakat Kayu Wangi, terutama Iqbal dan juga Halimah tentang nilai-nilai Islam dan bermasyarakat.

Sebelum balik ke Jakarta, Imelda menyatakan keinginannya untuk mengunjungi pesantren pria dan mengetahui sistem pendidikan di sana. Tetapi Iqbal memberi syarat, kalau ia ingin ke pesantren pria, ia harus menggunakan busana muslim layaknya santri wanita. Awalnya Imelda protes atas permintaan Iqbal. Tetapi setelah mendengar argumentasi Iqbal yang cerdas, Imelda pun mengiyakannya. Imelda pun semakin kagum dengan Iqbal.

Belum lama sampai ke rumahnya, Imelda mulai merasakan kerinduan untuk kembali ke Kayu Wangi. Ia rindu ketentraman suasana di sana, dan juga ia ingin mengenal Iqbal lebih dalam. Walaupun Imelda merasa bahwa Halimah memang pantas buat Iqbal. Imelda mulai menjaga jarak dengan Marlon, karena ia merasa Marlon membawa pengaruh negative padanya. Imelda pun mulai mencoba-coba berbusana muslimah, persiapan untuk kembali mengunjungi desa Kayu Wangi.

Rating[sunting | sunting sumber]

Episode Tanggal Tayang TVR (All) Share (%) Peringkat
1 Senin, 1 Juli 2013 2.8 13.5 #8
2 Selasa, 2 Juli 2013
3 Rabu, 3 Juli 2013
4 Kamis, 4 Juli 2013 3.9 16.7 #4
5 Jumat, 5 Juli 2013

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]