Bandar Udara Internasional Hang Nadim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Hang Nadim)
Langsung ke: navigasi, cari
Bandar Udara Internasional Hang Nadim
BTH is located in Indonesia
BTH
Letak Bandar Udara di Indonesia
IATA: BTHICAO: WIDD
Ikhtisar
Jenis bandara Publik
Lokasi Batu Besar, Nongsa, Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Indonesia
Ketinggian 38 m (126 ft)
Koordinat 1°7′15″LU 104°7′7″BT / 1,12083°LU 104,11861°BT / 1.12083; 104.11861
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
04/22 13.256 4.025 Aspal

Bandar Udara Internasional Hang Nadim (IATA: BTH, ICAO: WIDD) adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di kelurahan Batu Besar, kecamatan Nongsa, kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Bandar udara ini mendapatkan nama dari Laksamana Hang Nadim yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.025 meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia. Dengan kondisinya saat ini, Bandara Hang Nadim dapat menampung 18-pesawat berbadan lebar dengan jenis Boeing 767.

Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulau-pulau seberang, termasuk Singapura. Namun, lama kelamaan, penyeberangan menggunakan feri mulai tidak efektif, sehingga dibangunlah Bandara Hang Nadim. Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif Bandara Internasional Changi yang diletak dari Singapura karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung pesawat-pesawat jenis Boeing 747. Namun, bandara ini juga mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari bandara-bandara lain di Wilayah Pertumbuhan Segitiga Sijori seperti: Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara (1 Januari 1984-31 Januari 1985)[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal hari Minggu, 1 Januari 1984 ditandai untuk pertama kalinya melakukan perbaikan yaitu pembuatan landasan pacu (runway) sepanjang 4.025-meter.

Bandar Udara Nasional (1 Februari 1985-4 Januari 1990)[sunting | sunting sumber]

1-bulan kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Jumat, 1 Februari 1985 dengan melayani penerbangan domestik yang melayani rute penerbangan langsung seperti: Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Juanda (Surabaya), Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandar Udara Internasional Polonia (Medan), Pekanbaru, Bandar Udara Tabing (Padang) dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Bandar Udara Internasional (5 Januari 1990-2 Januari 1995)[sunting | sunting sumber]

4-hari kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Jumat, 5 Januari 1990 dengan melayani penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan langsung seperti: Bandar Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari negara Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.

Dibuka Umum (3 Januari 1995-sekarang)[sunting | sunting sumber]

2-hari 18-jam kemudian yang diupacara peresmian secara dibuka untuk umum oleh Presiden Republik Indonesia adalah Bapak Jendral Soeharto sejak pada tanggal hari Selasa, 3 Januari 1995 mulai malam ini sejak sekitar pada pukul 19:00 WIB/20:00 SST untuk meresmikan oleh tanda tangan prasasti, gunting pita dan pukul gong resmi dengan melayani penerbangan bandar udara internasional yang lahir nama "Bandar Udara Internasional Hang Nadim" dengan melayani penerbangan internasional ditandai dengan mendaratnya 12-pesawat udara milik Malaysia Airlines dan 12-pesawat udara milik Singapore Airlines yang melandasan yang masih darurat berupa tanah yang diperusahaan penerbangan dari Malaysia & Singapura serta anak perusahaannya Malaysia Airlines dan Singapore Airlines dibentuk. membuka jaringan penerbangan ke Batam secara berkala.

Maskapai penerbangan dan tujuan[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan Terminal
Riau Airlines Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Pekanbaru-Sultan Syarif Kasim II Domestik
Riau Airlines Johor Bahru-Senai, Singapura-Changi Internasional
Batavia Air Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Palembang-Sultan Mahmud Badaruddin II Domestik
Malaysia Airlines Johor Bahru-Senai Internasional
TransNusa Air Services Majalengka, Denpasar, Mataram, Ende, Ruteng, Mamure, Timikah, Jayapura, New Delhi, Dili Domestik
Singapore Airlines Singapura-Changi Internasional
Garuda Indonesia Bandung-Husein Sastranegara, Denpasar-Ngurah Rai, Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Padang-Minangkabau, Palembang-Sultan Mahmud Badaruddin II, Surabaya-Juanda Domestik
Citilink Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu Domestik
Lion Air Bandung-Husein Sastranegara, Denpasar-Ngurah Rai, Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Padang-Minangkabau, Pekanbaru-Sultan Syarif Kasim II, Surabaya-Juanda Domestik
Sriwijaya Air Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Padang-Minangkabau, Surabaya-Juanda Domestik
Wings Air Palembang-Sultan Mahmud Badaruddin II, Pekanbaru-Sultan Syarif Kasim II Domestik

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]