Ci Buni

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sungai Cibuni)
Lompat ke: navigasi, cari
Ci Buni
Sungai cibuni.jpg
Sungai Ci Buni
Sumber aliran Gunung Patuha
Mulut sungai Samudera Hindia
Negara Indonesia
Panjang 109 km
Ketinggian mata air 2.200 Mdpl
Daerah aliran sungai 1.434,70 km2

Ci Buni adalah sungai yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sungai ini memiliki panjang sekira 109 Km melewati Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Sungai Cibuni berhulu di lereng barat Gunung Patuha II di daerah Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung dan bermuara ke Samudera Hindia di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Anak Sungai Cibuni juga berasal dari Gunung Kendeng dan Gunung Buleud.

Daerah Aliran Sungai[sunting | sunting sumber]

Sungai Cibuni merupakan sungai induk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibuni seluas 1.434,70 km2 mencangkup tiga kabupaten yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sukabumi. Secara administratif, Sungai Cibuni berhulu di daerah Rancabali, Kabupaten Bandung lalu mengalir ke baratdaya menuju Kecamatan Pasirkuda di Kabupaten Cianjur, kemudian mengalir ke Kecamatan Tanggeung, Kandupandak, Agrabinta dan mengalir terus ke arah tenggara menuju wilayah Sindangbarang dan berakhir di muara pantai selatan di Samudra Indonesia.[1]. Anak sungai terbesar Sungai Cibuni antara lain:

  1. Sungai Cijampang
  2. Sungai Cilumut
  3. Sungai Cibangoah
  4. Sungai Cidolog
  5. Sungai Cikarang
  6. Sungai Cibalapulang

Pamanfaatan[sunting | sunting sumber]

Jembatan Ci Buni

Dengan luas daerah aliran sungainya yang luas dan debit air yang besar, Sungai Cibuni merupakan potensi sumber daya air yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan oleh penduduk, antara lain untuk air minum, irigasi, dan penggelontoran.[2] Curah hujan setiap tahunnya cukup tinggi yaitu antara 2239 mm sampai 5779 mm.

Flora dan fauna[sunting | sunting sumber]

Di sepanjang aliran Sungai Cibuni, terdapat hutan tropis yang masih perawan, dan dengan keanekaragaman hayatinya, masih banyak dijumpai satwa-satwa liar, seperti ular sanca, terutama sanca bodo, biawak, burung, elang, babi hutan, monyet, lutung, macan tutul, dan macan kumbang. Aliran sungai yang jernih dan deras dengan bebatuan, cocok digunakan untuk olahraga air seperti arung jeram. Di sepanjang aliran sungai ini banyak ditemui lubuk atau leuwi (bahasa Sunda) yang banyak dihuni oleh ikan air tawar, seperti tawes, nila, ikan sas, belut sawah, dan ikan-ikan kecil lainnya. Di muara aliran sungai semakin melebar hingga mencapai lebar hampir 200 m, dan arus air semakin melambat. Muara sungai ini menjadi habitat buaya muara .

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]