Sopir bus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sopir bus di Melbourne, Australia

Sopir bus atau pramudi dalah orang yang bekerja dan bertanggung jawab atas operasional bus di perjalanan.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Di banyak yurisdiksi, sopir bus wajib memiliki surat izin mengemudi. Sopir bus biasanya mengendarai kendaraan mereka antar terminal bus atau halte. Pengemudi bus sering mengantar dan menjemput penumpang pada jadwal/rute yang telah ditentukan. Dalam bahasa Inggris, istilah yang berbeda, coach driver, digunakan untuk pengemudi pada rute jarak jauh yang dipesan secara pribadi, pariwisata, dan perjalanan sekolah.

Ada berbagai jenis sopir bus, termasuk sopir transit, sopir bus sekolah, dan sopir bus pariwisata. Pengemudi bus dapat bekerja di pemerintah kota, publik (negara bagian dan nasional/federal), sekolah, dan perusahaan swasta, seperti perusahaan persewaan bus pariwisata. Sopir bus pariwisata dapat berupa kontraktor lepas yang bekerja di banyak perusahaan. Sopir bus juga perlu memiliki keterampilan sosial untuk berinteraksi dengan penumpang mereka, yang merupakan kejadian sehari-hari.

Menurut negara[sunting | sunting sumber]

Australia[sunting | sunting sumber]

Di Australia, pengemudi bus dan wajib memiliki SIM (dikeluarkan di negara bagian atau wilayah Australia) menurut kelas kendaraan yang mereka kendarai.

Selain itu, mereka diharuskan memiliki izin khusus mengemudikan bus (semacam akreditasi yang dikeluarkan oleh negara bagian atau teritori). Ini memiliki nama yang berbeda di negara bagian yang berbeda, misalnya, Driver Authorisation di Queensland, Driver Accreditation di Victoria, General Driver Authorisation di New South Wales, Public Passenger Vehicle Ancillary Certificate di Tasmania dan sebagainya. Otorisasi ini memerlukan tinjauan berkala tentang riwayat mengemudi, riwayat kriminal (semacam SKCK), dan rekam medis untuk kemampuan mengemudi.

Pada 2012, Australia memiliki armada 90.599 bus [1] dan secara kolektif menempuh jarak sekitar 2,0 miliar km. Usia rata-rata armada nasional adalah 11,0 tahun. [2]

Pada 2011, ada 40.900 pengemudi bus umum dan bus pariwisata yang dipekerjakan di industri ini. Mereka bekerja rata-rata 41,7 jam/minggu dan usia rata-rata adalah 54 tahun. Industri yang banyak mempekerjakan sopir bus adalah sektor transportasi, pos dan pergudangan 87,4%, dan sisanya termasuk perawatan kesehatan dan bantuan sosial 4%, pendidikan dan pelatihan 3,1%, dan jasa akomodasi 2,7%. [3]

Selandia Baru[sunting | sunting sumber]

Pengemudi bus umum dan bus pariwisata wajib memiliki SIM kelas 2 atau kelas 4 yang sesuai dengan berat dan jumlah sumbu kendaraan mereka. Pada 1 Oktober 2017, sopir tidak wajib untuk memegang P (penumpang) dukungan untuk mengambil penumpang yang membayar ongkos.[4] Perubahan undang-undang dilihat oleh perusahaan layanan penumpang ketika pemerintah menyetujui pengemudi ojek daring Uber mengabaikan persyaratan Badan Transportasi Selandia Baru meskipun meningkatkan pemberitahuan pelanggaran pada pengemudi yang tidak patuh dalam beberapa bulan terakhir dalam memenuhi persyaratan persetujuan P. [5]

Sopir bus sekolah untuk anak berkebutuhan khusus harus mematuhi persyaratan SESTA. [6]

Britania Raya[sunting | sunting sumber]

Di Britania Raya, para pengemudi harus telah lulus dari ujian Passenger Carrying Vehicle (PCV) [7], baik teori maupun praktik. Driver PCV juga harus memiliki kartu Certificate of Professional Qualification yang membutuhkan pelatihan tambahan. Sopir bus umum di Inggris tidak tunduk pada batasan jam kerja yang dirancang oleh Uni Eropa jika perjalanan mereka tidak melebihi radius 30 mil, tetapi diatur oleh Peraturan Jam Sopir Bus Britania Raya yang tidak terlalu ketat. Misalnya, seorang pengemudi bus umum dapat berkendara selama 5,5 jam tanpa istirahat di Britania Raya. [8]

Orang dengan kondisi medis tertentu tidak boleh menjadi menjadi sopir bus. Beberapa kondisi ini termasuk migrain (jika itu mempengaruhi penglihatan), kecanduan minuman keras, dan epilepsi. [9]

Secara tradisional, sebelum diperkenalkannya bus satu sopir di banyak rute perkotaan, sopir bus tidak memiliki kontak dengan penumpang, tiketnya dijual oleh kondektur bus. Sekarang, sopir bertanggung jawab juga untuk menjual tiket, mengikuti jadwal dan menyediakan layanan pelanggan.

Karena banyaknya beban kerja yang dialami sopir, banyak bus dilengkapi dengan kamera CCTV.[10]

Amerika Serikat[sunting | sunting sumber]

Hingga 2016, ada sekitar 687.200 pengemudi bus yang dipekerjakan di AS.[11] Salah satu pekerjaan paling umum di Amerika Serikat untuk supir bus adalah bekerja di sekolah umum, mengangkut siswa naik bus sekolah dari dan ke gedung sekolah. Pada 2004, 71% pengemudi bus di AS dipekerjakan oleh sekolah.[12] Di negara lain, transportasi sekolah sering disediakan oleh perusahaan yang sama yang beroperasi di jalur bus lain di daerah tersebut, sehingga pengemudi bus sekolah tidak memiliki posisi yang khusus.

Di Amerika Serikat, bekerja sebagai sopir bus mengharuskan adanya SIM komersial dan pelatihan khusus untuk kendaraan tersebut. Berbagai pelatihan pendidikan dan kejuruan lainnya mungkin diperlukan, tetapi ini bervariasi dari satu tempat ke tempat lain.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]