Revolusi 1848
| Bagian dari Abad Revolusi | |
Barricade on the rue Soufflot,[1] sebuah lukisan tahun 1848 oleh Horace Vernet yang menggambarkan Pemberontakan Hari-Hari Juni. Bendera merah, menyimbolkan pihak buruh terlihat berlawanan dengan Bendera Triwarna Republik Prancis Kedua. | |
| Tanggal | 12 Januari 1848 – 4 Oktober 1849 |
|---|---|
| Lokasi | Eropa |
| Peserta | Rakyat dan pemerintah Prancis, Konfederasi Jerman, Kekaisaran Austria, negara-negara Italia, Denmark, Irlandia, Moldavia, Wallachia, Polandia, dan lain-lain |
| Hasil | Lihat Negara atau wilayah berdampak
|
| Bagian dari seri artikel mengenai |
| Revolusi |
|---|
Revolusi 1848 atau Revolusi Eropa 1848 adalah rentetan pergolakan politik dan revolusi di seluruh benua Eropa selama lebih dari setahun, mulai dari tahun 1848 hingga 1849. Revolusi ini merupakan salah satu gelombang revolusi yang paling menyebar luas dalam sejarah Eropa hingga saat ini.[2]
Revolusi tersebut pada dasarnya didorong oleh semangat demokrasi dan liberalisme, dengan tujuan untuk menyingkirkan pemerintahan monarki lama dan menciptakan negara-bangsa yang merdeka, sebagaimana yang diimpikan oleh nasionalisme romansa. Revolusi tersebar ke seluruh Eropa setelah revolusi awal terjadi di Sisilia pada bulan Januari.[3][4] Sekitar 50 negara dan wilayah terdampak oleh revolusi tersebut tanpa adanya koordinasi atau kooperasi yang signifikan di antara berbagai kaum revolusioner. Faktor pendorong revolusi tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu ketidakpuasan terhadap kepemimpinan politik, tuntutan untuk partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan terwujudnya demokrasi, tuntutan untuk kebebasan pers, tuntutan dari kelas pekerja untuk hak-hak ekonomi, dan kebangkitan nasionalisme.[5] Selain itu, faktor ekonomi lainnya seperti kegagalan panen kentang Eropa juga menimbulkan bencana kelaparan, migrasi, dan kerusuhan sipil.[6]
Revolusi-revolusi tersebut dipimpin oleh koalisi sementara yang terdiri dari buruh dan reformer kelas menengah dan atas (yang dikenal sebagai kaum borjuis). Namun, koalisi tersebut tidak dapat bertahan lama dan revolusi banyak yang dipadamkan. Sekitar 10.000 orang terbunuh dan banyak lagi dipaksa untuk mengasingkan diri dari negara asal mereka. Meski demikian, upaya reformasi jangak panjang mulai diterapkan di berbagai negara, termasuk penghapusan sistem perbudakan tani di Austria dan Hungaria, diakhirinya monarki absolut di Denmark, dan diperkenalkannya sistem demokrasi perwakilan di Belanda. Revolusi tersebut memiliki dampak penting di Prancis, Belanda, Italia, Kekaisaran Austria, dan berbagai negara di Konfederasi Jerman (yang kemudian membentuk Kekaisaran Jerman pada akhir abad ke-19). Gelombang revolusi berakhir pada bulan Oktober 1849.
Penyebab
[sunting | sunting sumber]Revolusi 1848 muncul dari berbagai penyebab, terutama terkait dengan transformasi sosial dan ekonomi masyarakat Eropa yang ditimbulkan oleh industrialisasi dan warisan politik pasca-Revolusi Prancis. Dampak dari transformasi ini beragam, di mana Eropa Barat menerima dampak transformasi yang signifikan dibandingkan dengan Eropa Timur. Eric Hobsbawm berpendapat bahwa gelombang revolusi tahun 1848 sebagai akibat dari "krisis dalam perkembangan masyarakat baru" yang dimulai dari revolusi-revolusi yang sebelumnya terjadi pada tahun 1830. Krisis ini muncul dari pertemuan proses-proses dari Revolusi Industri dan Revolusi Prancis (yang Hobsbawm sebut sebagai "revolusi ganda"), termasuk peningkatan industrialisasi dan urbanisasi proliferasi pemikiran kaum liberal dan radikal, kemunculan kaum borjuis yang menggantikan kaum aristokrat sebagai kelas paling berkuasa di Eropa, serta persaingan kedua kaum dengan kelas pekerja yang semakin lama semakin berkembang.[7] Selain itu, krisis ekonomi pada tahun 1845 hingga 1847, yang diakibatkan oleh kombinasi krisis pangan dan resesi industri,[8][9] menyebabkan kerusuhan sipil dan meningkatkan agitasi revolusioner. Menurut Jonathan Sperber, kegagalan pemerintah untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan reformasi dari masyarakatnya setelah terjadinya krisis menjadi pemicu langsung revolusi 1848. Ia juga berpendapat bahwa syarat-syarat meletusnya revolusi ini telah terpenuhi setidaknya pada akhir tahun 1847.[10]
Negara atau wilayah berdampak
[sunting | sunting sumber]Italia
[sunting | sunting sumber]Dimulai dari Revolusi Kemerdekaan Sisilia 1848, meluas menjadi pemberontakan di negara-negara semenanjung Italia dan Sisilia yang dipimpin oleh kaum intelektual dan agitator yang menginginkan pemerintahan liberal. Menandai dimulainya penyatuan Italia.
Prancis
[sunting | sunting sumber]Dikenal sebagai Revolusi Februari 1848 (dalam bahasa Prancis: révolution de février), mengakhiri Monarki Juli (1830–1848) dan mengakibatkan penciptaan Republik Prancis Kedua.
Jerman
[sunting | sunting sumber]Revolusi negara-negara Jerman 1848 atau Revolusi Maret (Märzrevolution). Serangkaian demonstrasi dan kerusuhan di beberapa negara bagian anggota Konfederasi Jerman (Deutscher Bund) yang berlangsung mulai Maret 1848 sampai dengan akhir musim panas 1849. Pengaruh revolusi ini menggema pula hingga ke negara-negara tetangga seperti Hungaria, Italia utara, dan bagian Polandia (Poznan). Peristiwa ini menandai dimulainya proses perlahan-lahan menuju terbentuknya negara Jerman dan Austria modern.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]- ↑ Rapport 2009, hlm. 201.
- ↑ Sperber 2005, hlm. 2.
- ↑ "Revolutions of 1848 | Causes, Summary, & Significance | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 10 November 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 July 2015. Diakses tanggal 19 November 2023.
- ↑ Mack Smith, Denis (2002). "The Revolutions of 1848–1849 in Italy". The Revolutions in Europe, 1848–1849. Oxford Academic. hlm. 55–82. doi:10.1093/acprof:oso/9780199249978.003.0004. ISBN 978-0-19-924997-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 November 2023. Diakses tanggal 19 November 2023.
- ↑ R. J. W. Evans and Hartmut Pogge von Strandmann, eds., The Revolutions in Europe 1848–1849 (2000) pp. v, 4
- ↑ Ó Gráda, Cormac; Vanhaute, Eric; Paping, Richard (August 2006). The European subsistence crisis of 1845–1850: a comparative perspective. XIV International Economic History Congress of the International Economic History Association, Session 123 Diarsipkan 22 February 2020 di Wayback Machine.. Helsinki. Archived from the original Diarsipkan 17 April 2017 di Wayback Machine. on 17 April 2017.
- ↑ Hobsbawm 1962, hlm. 111–12.
- ↑ Berger & Spoerer 2001, hlm. 294–95.
- ↑ Clark 2023, hlm. 44.
- ↑ Sperber 2005, hlm. 116.
Sumber
[sunting | sunting sumber]Survei
[sunting | sunting sumber]- Breunig, Charles (1977). Gilbert, Felix (ed.). The age of revolution and reaction, 1789-1850. The Norton history of modern Europe (Edisi 2.). New York: Norton Publishing. ISBN 978-0-393-09143-4.
- Chastain, James (2005). "Encyclopedia of 1848 Revolutions". Ohio State University.
- Clark, Christopher (2023). Revolutionary Spring: Europe Aflame and the Fight for a New World, 1848-1849. New York: Crown Publishing. ISBN 978-0-525-57520-7.
- Dowe, Dieter, ed. (2001). Europe in 1848: revolution and reform. New York: Berghahn Books. ISBN 978-1-57181-164-6.
- Evans, Robert John Weston; Pogge von Strandmann, H., ed. (2000). The revolutions in Europe, 1848-1849: from reform to reaction. Oxford; New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-820840-2. OCLC 42622067.
- Pouthas, Charles (1971). "The Revolutions of 1848". Dalam Bury, J. P. T. (ed.). The New Cambridge Modern History. Vol. X. The Zenith of European Power, 1830–70 (Edisi Repr.). Cambridge University Press. hlm. 389–415. ISBN 978-0-521-04548-3.
- Langer, William L. (1969). Political and social upheaval, 1832-1852. New York: Harper & Row.
- Langer, William L. (1971). The revolutions of 1848: chapters from political and social upheaval. Harper torchbooks (Edisi 1.). New York: Harper & Row. ISBN 978-0-06-131582-4. Ch 10–14 of his 1969 book
- Namier, Lewis (1944). 1848; The Revolution Of The Intellectuals. London: Oxford University Press.
- Rapport, Mike (2009). 1848: year of revolution. New York: Basic Books. ISBN 978-0-465-01436-1.
- Robertson, Priscilla (1971). Revolutions of 1848: a social history (Edisi 2. print). Princeton, NJ: Princeton Univ. Pr. ISBN 978-0-691-00756-4., despite the subtitle this is a traditional political narrative
- Sperber, Jonathan (2005). The European Revolutions, 1848–1851 (Edisi 2nd). Cambridge University Press. ISBN 978-1-139-44590-0.
- Stearns, Peter N. (1974). The revolutions of 1848. Revolutions in the modern world. London: Weidenfeld and Nicolson. ISBN 978-0-297-76813-5.
- Weyland, Kurt (July 2009). "The Diffusion of Revolution: '1848' in Europe and Latin America". International Organization (dalam bahasa Inggris). 63 (3): 391–423. doi:10.1017/S0020818309090146. ISSN 0020-8183. JSTOR 40345942.
Prancis
[sunting | sunting sumber]- Clark, Timothy James (1999). Image of the people: Gustave Courbet and the 1848 revolution. Berkeley: University of California Press. ISBN 978-0-520-21745-4.
- Duveau, Georges (1967). 1848: The Making of a Revolution. Diterjemahkan oleh Carter, Anne. Introduction by George Rudé. New York: Vintage Books. ISBN 978-0-394-70471-5.
- Fasel, George (Autumn 1974). "The Wrong Revolution: French Republicanism in 1848". French Historical Studies. 8 (4): 654–677. doi:10.2307/285857. JSTOR 285857.
- Loubere, Leo A. (April 1968). "The Emergence of the Extreme Left in Lower Languedoc, 1848-1851: Social and Economic Factors in Politics". The American Historical Review. 73 (4): 1019–1051. doi:10.2307/1847387. JSTOR 1847387.
- Merriman, John M. (1978). The agony of the Republic: the repression of the left in revolutionary France, 1848-1851. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-02151-6.
Jerman dan Austria
[sunting | sunting sumber]- Deák, István (1979). The lawful revolution: Louis Kossuth and the Hungarians, 1848-1849. New York: Columbia University Press. ISBN 978-0-231-04602-2.
- Hahn, Hans Joachim (2001). The 1848 revolutions in German-speaking Europe. Themes in modern German history series (Edisi 1.). Harlow; Munich: Longman. ISBN 978-0-582-35765-5.
- Hamerow, Theodore S. (October 1954). "History and the German Revolution of 1848". The American Historical Review. 60 (1): 27–44. doi:10.2307/1842744. JSTOR 1842744.
- Hewitson, M. (October 2010). "'The Old Forms are Breaking Up, ... Our New Germany is Rebuilding Itself': Constitutionalism, Nationalism and the Creation of a German Polity during the Revolutions of 1848-49". The English Historical Review (dalam bahasa Inggris). CXXV (516): 1173–1214. doi:10.1093/ehr/ceq276. ISSN 0013-8266.
- Macartney, C.A. (July 1977). "1848 in the Habsburg Monarchy". European Studies Review (dalam bahasa Inggris). 7 (3): 285–309. doi:10.1177/026569147700700303. ISSN 0014-3111.
- O'Boyle, Lenore (December 1961). "The Democratic Left in Germany, 1848". The Journal of Modern History (dalam bahasa Inggris). 33 (4): 374–383. doi:10.1086/238910. ISSN 0022-2801. JSTOR 1877214.
- Robertson, Priscilla Smith (1967). Revolutions of 1848: A Social History. Princeton University Press. hlm. 105–286. ISBN 978-0-691-00756-4.
- Shorter, Eric (1969). "Middle-Class Anxiety in the German Revolution of 1848". Journal of Social History. 2 (3): 189–215. doi:10.1353/jsh/2.3.189.
- Sked, Alan (1979). The Survival of the Habsburg empire: Radetzky, the imperial army and the class war, 1848. London; New York: Longman. ISBN 978-0-582-50711-1.
- Sperber, Jonathan (1991). Rhineland Radicals: The Democratic Movement and the Revolution of 1848-1849. Princeton University Press. ISBN 9780691008660.
- Vick, Brian E. (2002). Defining Germany: the 1848 Frankfurt parliamentarians and national identity. Harvard historical studies. Cambridge, Mass: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-00911-0.
Italia
[sunting | sunting sumber]- Ginsborg, Paul (September 1974). "Peasants and Revolutionaries in Venice and the Veneto, 1848". The Historical Journal (dalam bahasa Inggris). 17 (3): 503–550. doi:10.1017/S0018246X00005276. ISSN 0018-246X. JSTOR 2638387.
- Ginsborg, Paul (1979). Daniele Manin and the Venitian revolution of 1848-1849. London; New York; Melbourne: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-22077-4.
- Robertson, Priscilla (1971). Revolutions of 1848: a social history (Edisi 2.). Princeton, NJ: Princeton University Press. hlm. 309–381. ISBN 978-0-691-00756-4.
Lainnya
[sunting | sunting sumber]- Kilich-Cafer Güler, Selda; Sezer Feyzioğlu, Hamiyet (2009). "Revolutions of 1848 and the Ottoman Empire". Bulgarian Historical Review. 37 (3–4): 196–205.
Historiografi
[sunting | sunting sumber]- Dénes, Iván Zoltán (2010). "Reinterpreting a 'Founding Father': Kossuth Images and Their Contexts, 1848-2009" (PDF). East Central Europe. 37 (1): 90–117. doi:10.1163/187633010X489299. hdl:2437/103081. ISSN 0094-3037.
- Hamerow, Theodore S. (December 1954). "History and the German Revolution of 1848". The American Historical Review. 60 (1): 27–44. doi:10.2307/1842744. JSTOR 1842744.
- Jones, Peter (1991). The 1848 Revolutions. Seminar studies in history (Edisi 2nd). London : New York: Longman. ISBN 978-0-582-06106-4.
- Mattheisen, Donald J. (December 1983). "History as Current Events: Recent Works on the German Revolution of 1848". The American Historical Review. 88 (5): 1219–1237. doi:10.2307/1904890. JSTOR 1904890.
- Rothfels, Hans (December 1948). "1848-One Hundred Years After". The Journal of Modern History (dalam bahasa Inggris). 20 (4): 291–319. doi:10.1086/237220. ISSN 0022-2801. JSTOR 1871060.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- The Revolutions of 1848 begin
- Encyclopedia of 1848 Revolutions Diarsipkan 2005-10-31 di Wayback Machine.
- Civil Liberties gained by the revolutions Diarsipkan 2005-08-30 di Wayback Machine.