Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman merupakan poros utama kota Jakarta, Indonesia yang membentang dari utara ke selatan sejauh 8 km. Poros ini mulai dikembangkan oleh pemerintahan Soekarno sebagai pusat kota Jakarta pada tahun 1950-an, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara yang telah berkembang sejak abad ke-18. Poros ini merupakan pusat bisnis Jakarta atau kawasan segitiga emas bersama Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jendral Gatot Subroto, dan Jalan Profssor Dokter Satrio. Kantor pusat perusahaan nasional serta multinasional banyak yang bertempat di poros ini.

Jantung Jakarta[sunting | sunting sumber]

Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman merupakan jantung kota Jakarta, dimana pada poros tersebut terdapat bangunan-bangunan penting serta sarana vital negara, seperti Istana Merdeka, RRI, Museum Nasional, Monumen Nasional, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, serta Gelora Bung Karno. Pada poros ini pula terdapat pusat perbelanjaan prestisius, seperti Grand Indonesia Shopping Town, Sarinah, Plaza Indonesia, Plaza Semanggi, Pacific Place, Plaza FX, dan Plaza Senayan.

Seni, ornamen, dan bangunan[sunting | sunting sumber]

Sepanjang poros, yakni dari simpang empat Harmoni, Jakarta Pusat di utara hingga Bundaran Senayan, Jakarta Pusat di selatan, banyak terdapat karya-karya seni. Diantaranya adalah Patung Arjuna Wiwaha di dekat gedung Bank Indonesia, Patung Mohammad Hoesni Thamrin di depan Jalan Medan Merdeka Selatan, Tugu Selamat Datang dengan Bundaran Hotel Indonesia di depan Grand Indonesia, Patung Jenderal Sudirman di depan Wisma BNI, Tugu Gelora Pemuda dengan Bundaran Senayan di depan Panin Centre. Sepanjang poros ini terdapat pula bangunan dengan arsitektur unik, seperti Apartemen Da Vinci, Intiland Tower, dan Wisma 46 yang menjadi ikon kota Jakarta. Di persimpangan Jalan Sudirman dengan Jalan Gatot Subroto terdapat jembatan layang Semanggi, yang ruas jalannya menyerupai daun semanggi. Berikut adalah daftar bangunan yang berada di sepanjang poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman

Jalan Medan Merdeka Barat
Sisi Barat Sisi Timur
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Istana Merdeka
Radio Republik Indonesia Monumen Nasional
Mahkamah Konstitusi RI
Kementerian Perhubungan RI
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Museum Nasional Indonesia
Kementerian Pertahanan RI
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison)
Jalan MH Thamrin
Sisi Barat Sisi Timur
Bank Indonesia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI
Indo Surya Finance Center
Bangkok Bank
Kementerian Agama RI Wisma Mandiri
Thamrin 10
Gedung BPPT (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Badan Standarisasi Nasional)
Menara Thamrin (Lintasarta) Sari Pacific Hotel
Gedung Jaya Menara Cakrawala (Skyline Building)
Badan Pengawas Pemilihan Umum RI Gedung Sarinah
Menara Topas
Lippo Thamrin Kedutaan Besar Prancis
Lahan Kosong Sinarmas Land Plaza
Menara Kembar Indonesia One Tower Lahan Kosong (Sebelumnya berdiri Wisma Kosgoro, namun dirobohkan akibat kebakaran hebat pada tahun 2015)[1]
Kedutaan Besar Jepang Pertamina Lubricants
Plaza IndonesiaThe Plaza

The Keraton Grand Hyatt Hotel Jakarta

Plaza Bank Index
Pullman Hotel Jakarta
Wisma Nusantara
Jalan Jenderal Sudirman
Sisi Barat Sisi Timur
Grand IndonesiaMenara BCAHotel Indonesia Kempinski Mandarin Oriental Hotel Jakarta
Kedutaan Besar Jerman
Thamrin Nine Complex

Plaza UOB The Autograph Tower

The City Tower

(Kedutaan Besar Chili)

Stasiun MRT Dukuh Atas BNI Stasiun Sudirman (KRL Commuterline)
Stasiun Sudirman Baru (BNI City) (KAI Bandara)
Wisma 46 (Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI)) The Landmark Center
Menara Taspen (Saat ini sedang dirobohkan untuk dibangun gedung superblok "Oasis Central Sudirman")[2][3] Wisma Indocement
Wisma KEIAI Lahan Kosong
Prince Center Building
Menara Astra Wisma Bumiputera
Wisma Nugraha Santana Indofood Tower
MidPlaza Chase Plaza
Da Vinci
Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta International Financial Center Jakarta
Tamara Center
Lahan Kosong Millennium Centennial Center
Sona Topas Tower
Hotel Le Meridien Jakarta Mayapada Tower 2
Mayapada Tower 1
World Trade Center Jakarta(Kedutaan Besar Kanada)
Intiland Tower Sampoerna Strategic Square
Lahan Kosong
The London Living Sudirman Suites Plaza Sentral

(Kedutaan Besar Kolombia)

Mori Building (The Jakarta Office Tower) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) Plaza SemanggiBalai Sarbini
The Sultan Hotel & Residence Jakarta Markas Polda Metro Jaya
Stadion Utama Gelora Bung Karno Sudirman Central Business District (SCBD)
Bursa Efek Indonesia
Menara Mandiri (sebelumnya bernama Plaza Bapindo)
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI
Sequis Center
Graha CIMB Niaga
Plaza Asia
FX Sudirman Jakarta Menara Sudirman
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Summitmas Tower 2
Summitmas Tower 1
Ratu Plaza Lahan Kosong
Kantor Pusat PaninBank Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI

Lalu lintas[sunting | sunting sumber]

Poros ini merupakan yang tersibuk di Jakarta, sehingga untuk mengurangi kemacetan pada poros tersebut, Pemprov DKI menerapkan sistem ganjil-genap mulai pukul 06:00-10:00 dan 16:00-21:00 WIB. Ganjil Genap mulai diberlakukan sejak 2016 untuk menggantikan sistem 3 in 1 yang sudah diterapkan sejak awal tahun 1990-an. Untuk mengurangi kemacetan, maka sejak tahun 2003 dibangun koridor 1 jalur khusus bus (busway) Transjakarta rute Blok M - Stasiun Jakarta Kota. Untuk mengembangkan sistem transportasi terpadu, maka pada poros ini dibangun stasiun kereta komuter di Dukuh Atas (Stasiun Sudirman). Poros ini juga dilewati oleh MRT Jakarta Jalur Utara-Selatan, dimana Fase pertama (Lebak Bulus-Bundaran HI) sudah beroperasi sejak 2019 dan Fase kedua (Bundaran HI-Ancol Barat) sedang dalam tahap konstruksi. Untuk mengurangi polusi udara, maka pemerintah menerapkan Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) pada hari Minggu mulai pukul 6.00 sampai pukul 12.00.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rahadian, Lalu. "Kebakaran Wisma Kosgoro Pecahkan Rekor Asia". nasional. Diakses tanggal 2022-06-24. 
  2. ^ PENGHANCURAN GEDUNG TASPEN, UNTUK OASIS CENTRAL SUDIRMAN JAKARTA 350 METER, diakses tanggal 2022-06-24 
  3. ^ Media, Kompas Cyber (2021-07-03). "Oasis Central Sudirman, Ambisi Mitsubishi-Taspen Bangun Supertall Tertinggi di Indonesia Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-06-24. 
  4. ^ Jalan Sudirman-Thamrin lengang http://metro.vivanews.com/news/read/86416-jalan_sudirman_thamrin_lengang Diarsipkan 2009-09-02 di Wayback Machine.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]