Siti Oetari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Oetari)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Siti Oetari
Utari-istri-pertama-bk.jpg
Lahir Siti Oetari Tjokroaminoto
1905
Bendera Belanda Yogyakarta, Hindia Belanda
Meninggal 1986
(umur 81)
Bendera Indonesia Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Suami/istri Soekarno (m. 1921; c. 1923)
Sigit Bachroensalam (m. 1924; m. 1981)
Pasangan serumah Maia Estianty (cucu)
Anak Ir. Harjono Sigit Bachroensalam
Orang tua

Siti Oetari adalah putri sulung Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam sekaligus merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Soekarno menikahi Oetari usianya belum genap 20 tahun. Siti Oetari sendiri waktu itu berumur 16 tahun. Soekarno menikahi Oetari pada tahun 1921 di Surabaya. Sewaktu itu Soekarno menumpang di rumah HOS Tjokroaminoto ketika sedang menempuh pendidikan di sekolah lanjutan atas. Beberapa saat sesudah menikah, Bung Karno meninggalkan Surabaya, pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di THS (sekarang ITB). Soekarno kemudian menceraikan Oetari secara baik-baik.


Kehidupan Awal[sunting | sunting sumber]

Siti Oetari Tjokroaminoto lahir pada tahun 1905 di Yogyakarta, Hindia Belanda sebagai putri tertua dari lima bersaudara pasangan H. Oemar Said Tjokroaminoto dan Suharsikin. Dia mempunyai empat orang adik termasuk Harsono Tjokroaminoto, mantan menteri dalam beberapa jabatan menteri di Indonesia.

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Oetari menikah sebanyak dua kali.

Pernikahan Pertama[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1921, Oetari, yang berusia 16 tahun, menikah dengan seorang murid ayahnya yang tinggal di rumah mereka, Soekarno Sosrodihardjo yang berusia 20 tahun di Surabaya. Alasan pernikahan mereka adalah karena Soekarno merasa simpati melihat ibu Oetari, Suharsikin yang sakit parah. Akhirnya Soekarno menikahi Oetari, namun tak lama setelahnya Suharsikin meninggal. Setelah itu, Soekarno mulai merasa tidak cocok dengan Oetari yang masih kekanak-kanakan. Soekarno juga tidak pernah menyentuh Oetari dalam artian keperawanannya.

Segera setelahnya, Soekarno meninggalkan Surabaya untuk menempuh pendidikan di THS, Bandung. Pada tahun 1923, Soekarno mendatangi Oetari, H. O. S. Tjokroaminoto, dan keluarganya untuk menceraikan Oetari secara baik-baik.

Pernikahan Kedua[sunting | sunting sumber]

Setelah bercerai di usia 18 tahun, Oetari kembali menikah pada tahun 1924 di usia 19 tahun dengan seorang bernama Sigit Bachroensalam. Pernikahan ini menghasilkan seorang putra:

  • Ir. Harjono Sigit Bachroensalam (lahir 21 September 1939) — dikenal sebagai ayah dari artis Maia Estianty

Pernikahan ini berakhir setelah Sigit meninggal pada tahun 1981 dan meninggalkan Oetari sebagai janda di usia 76 tahun.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Siti Oetari meninggal lima tahun setelah suami keduanya yaitu pada tahun 1986 sekitar usia 81 tahun di Indonesia.