Lompat ke isi

Museum Telekomunikasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Museum Telekomunikasi
Patung Gajah Mada yang berdiri di depan museum
PetaKoordinat: 6°18′9.99619″S 106°53′26.34994″E / 6.3027767194°S 106.8906527611°E / -6.3027767194; 106.8906527611
Didirikan20 April 1991
Dibubarkan2022
LokasiTaman Mini Indonesia Indah, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta
JenisTelekomunikasi
PemilikDepartemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi dan Telkom Indonesia

Museum Telekomunikasi (disingkat Mustel)[1] adalah bekas museum tentang telekomunikasi di Indonesia yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Museum ini dibongkar pada tahun 2022, dan letaknya dahulu berdampingan dengan Museum Olahraga (juga dibongkar di tahun yang sama) dan Museum Bayt al-Quran di dekat pintu utama.

Ciri khas museum ini adalah atap kubah warna biru dengan keberadaan di depannya sebuah Monumen Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada yang berdiri tegak sambil mengacungkan keris. Adegan ini mengingatkan pada satelit komunikasi pertama Indonesia yang diberi nama Palapa, sesuai jiwa Sumpah Palapa yang menyatukan Nusantara.

Seperti sebagian museum lainnya di TMII, Museum Telekomunikasi dikelola oleh kementerian atau lembaga negara lainnya yang terkait. Dalam hal ini, Museum Telekomunikasi sejatinya dikelola oleh Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi. Namun sejak departemen tersebut mengalami perombakan tugas, fungsi, dan nomenklatur, status kepengelolaan museum ini menjadi kurang jelas, walaupun sempat dipegang oleh Telkom Indonesia.[1] Akibatnya, museum ini sudah terbengkalai selama beberapa tahun sebelum akhirnya dibongkar pada tahun 2022, bersamaan dengan revitalisasi TMII. Kini, lahan bekas Museum Telekomunikasi diubah menjadi area plasa publik bernama "Plaza Gajah Mada," dengan tetap mempertahankan patung Gajah Mada yang sudah ada, sehingga plasa itu dinamai demikian.[2][3]

Museum Telekomunikasi dalam sebuah perangko keluaran tahun 2004

Museum Telekomunikasi diresmikan pada tanggal 20 April 1991, oleh Presiden RI Soeharto, bersamaan dengan peringatan dwi windu (enam belas tahun) pendirian Taman Mini Indonesia Indah. Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (Depparpostel) menjadi penanggungjawab operasional Mustel, bersama dengan Telkom dan Indosat.[1]

Semenjak Depparpostel dibubarkan dan dipecah menjadi nomentklatur baru, pengelolaan Mustel diambil alih oleh Telkom dan Indosat. Seiring berjalannya waktu,[kapan?] Indosat berhenti menjadi pengelola Mustel, hanya meninggalkan Telkom saja. Diperkirakan sejak awal 2000an, kondisi Mustel mulai kurang terawat.[1]

Per tahun 2018, kondisi Museum Telekomunikasi sudah memprihatinkan: atap bangunan mengalami bocor, serta bagian dalam dan luar sudah terlihat kusam, berdebu, dan kotor; padahal, koleksi-koleksi di dalamnya masih tersusun rapi, namun juga dalam keadaan memprihatinkan.[1] Hal ini akhirnya mengundang perhatian warganet di dunia maya setelah menjadi viral pada tahun 2021. Pihak TMII sendiri yang saat itu masih dibawah Yayasan Harapan Kita pernah mencoba mengambil alih pengelolaan, tetapi gagal.[2]

Setelah pengelolaan TMII diambil alih oleh negara lewat Kementerian Sekretariat Negara (lalu diserahkan ke PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC)) pada April 2021, Mustel awalnya direncanakan untuk direvitalisasi, tetapi pada akhirnya diputuskan untuk dibongkar. Pada akhir Januari 2022, Museum Telekomunikasi akhirnya mulai dibongkar, bersamaan dengan dimulainya revitalisasi besar kawasan TMII untuk menyambut KTT G20 pada tahun itu. Pihak TWC mengatakan bahwa lahan bekas Mustel akan diubah menjadi ruang publik terbuka hijau yang dinamakan "Plaza Gajah Mada."[4]

Gedung museum yang berlantai empat ini meliputi bangunan induk untuk ruang pameran dan pengelolaan serta ruang penerima tamu di bagian depan. Mustel berdiri di atas lahan seluas 0,5 ha.[1]

Museum Telekomunikasi memamerkan berbagai koleksi dan informasi mengenai perkembangan pertelekomunikasian di Indonesia pada masa sebelum-masa perang-awal kemerdekaan, Orde Baru, dan masa depan telekomunikasi dunia, termasuk alat komunikasi dari masa ke masa. Alat telekomunikasi pra-elektrik antara lain meliputi alat komunikasi tiup, kentongan/gendering, bedug, gong, dan lonceng. Alat telekomunikasi masa elektrik antara lain telegraf morse, sentral telepon manual lokal baterai, dan diorama pemancar radio perjuangan YBJ-6.

Alat komunikasi sekarang dibagi menjadi analog dan digital. Alat komunikasi analog meliputi pesawat teleprinter/teleks, sentral telepon otomat analog, maket jaringan telekomunikasi nasional dan maket SKGM, serta hambur tropos. Alat komunikasi digital meliputi planet konfigurasi STKB konvensional dan STKB cellular, sampel produk PT. INTI, panel STDI-K, panel stasiun bumi kecil, peluncuran satelit, maket GSO (Geo Statistik Orbit) panel konfigurasi SKI, panel Intelsat/Inmarsat, serta Pasopati (Paduan Solusi Pelayanan Teknologi Informasi) atau ISDN (Integrated System Digital Network).

Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat semakin memperpendek jarak. Kehadiran videophone dan internet mempertegas fungsi alat komunikasi yang tidak hanya terbatas sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai multimedia. Museum ini juga menampilkan diorama dan maket pemanfaatan multimedia, meliputi Solution for Enterprise Network, Elektronik Mega Mall (EMM), dan System Satelit Iridium.

Masyarakat umum dapat memanfaatkan museum ini sebagai sarana belajar dengan dilengkapi sarana teater dengan koleksi film dokumenter perkembangan teknologi telekomunikasi dan film animasi si Ponix; ruang elshop, ruang Info dan demo produk barang/jasa telekomunikasi, ruang rapat, perpustakaan, warung telekomunikasi, dan warung internet.[1]

Lahan bekas Museum Telekomunikasi kini menjadi Plaza Gajah Mada, sebuah taman atau area publik terbuka hijau yang didesain menyerong ke arah Tugu Api Pancasila atau membentuk poros barat daya-timur laut. Plasa tersebut dibuat untuk memudahkan akses pejalan kaki dari pintu 1 dan 3, sekaligus memperluas area hijau di kawasan TMII.[4] Patung Gajah Mada, ciri khas utama Mustel yang awalnya terletak di pinggir jalan masuk dari pintu 3, telah dipindahkan ke sisi ujung barat daya dari Plaza Gajah Mada.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 7 "Miris, Museum Telekomunikasi tak terawat". IndoTelko. 14 Juni 2018. Diakses tanggal 24 Juni 2025.
  2. 1 2 "Sayang, Dua Museum di TMII ini Terbengkalai Akibat Masalah ini". Wartakota Travel. 11 April 2021. Diakses tanggal 24 Juni 2025.
  3. "Revitalisasi TMII, Museum Telekomunikasi Dibongkar". tempo.co. 2022-01-26. Diakses tanggal 2025-06-24.
  4. 1 2 Riani, Asnida (2022-01-26). "Nasib Museum Telekomunikasi dan Snowbay TMII yang Sempat Viral karena Terbengkalai". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-06-24.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]