Manduamas, Tapanuli Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Manduamas
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah.svg
Peta lokasi Kecamatan Manduamas
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenTapanuli Tengah
Pemerintahan
 • CamatDespi Erwanto
Luas99,55 km²
Kepadatan6.23 jiwa/km²
Desa/kelurahan8 Desa
1 Kelurahan

Manduamas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di kelurahan Pasar Onan Manduamas. Berdiri berdasarkan PP No 35/1992. Secara geografis Manduamas terletak di sekitar 98,1 BT dan 2,1 LU, berbatasan langsung dengan Kabupaten Singkil, NAD. Manduamas merupakan Kecamatan Induk dari Kecamatan Sirandorung.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Dari aspek geografis, desa-desa yang tercakup dalam Kecamatan Manduamas adalah sebagai berikut: Kelurahan PO Manduamas (landai, sebagian rawa), Desa Manduamas Lama (lereng, punggung bukit, perbukitan), Desa Tumba CA (lereng, punggung bukit, perbukitan, landai, rawa), Desa Binjohara (landai, dataran), Desa Saragih (lereng, punggung bukit, perbukitan), Desa Pagaran Nauli (lereng, punggung bukit, perbukitan), dan Desa Sarma Nauli (landai, dataran).

Kondisi dan sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Kondisi alam[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Manduamas pada umumnya terbagi atas beberapa desa/kel sbb:

  • Kelurahan PO Manduamas
  • Kelurahan Perluasan
  • Kelurahan Binjohara
  • Desa Manduamas Lama
  • Desa Manduamas Baru
  • Desa Lae Monong
  • Desa Tumba Jae
  • Desa Tumba Nauli
  • Desa Tumba
  • Desa Parsihotangan
  • Desa Binjohara Napa
  • Desa Binjohara Uruk
  • Desa Saragih Induk
  • Desa Saragih Barat
  • Desa Saragih Timur
  • Desa Pagaran Nauli
  • Desa Sarma Nauli
  • Desa Tambahan Nanjur
  • Desa Muara Tapus


Penduduk Manduamas adalah masyarakat yang majemuk, terdiri atas berbagai macam suku, di antaranya suku Pakpak, Dairi, Toba, Nias, Melayu/ Pesisir, Simalungun, Karo, Mandailing, Sunda, Jawa, Aceh, Gayo, Alas, dan sebagainya. Mereka hidup rukun meskipun berasal dari suku, agama, budaya yang berbeda. Kerukunan itu sudah berjalan begitu lama, ketika Manduamas masih desa terpencil, kerukunan itu sudah terbina, misalnya, untuk membangun rumah ibadah, orang yang beda agama cukup banyak yang berpartisipasi.

Mata pencaharian penduduk Manduamas terutama adalah bidang agraris; pertanian tanaman pangan, palawija, tanaman keras, dan sekarang sebagain besar sudah memulai dengan perkebunan, terutama kelapa sawit. Di samping itu, mata pencaharian sebagai nelayan juga telah lama digeluti oleh sebagian penduduk Manduamas. Menangkap ikan lele/gabus di rawa-rawa di hulu Lae Tapus (di daerah Saragih/ Lae Mbalno, Situban) bahkan sampai ke daerah Mangkir (Provinsi NAD) sudah dilakoni oleh penduduk Manduamas secara turun temurun. Sampai tahun 1980-an, Manduamas merupakan sentra penghasilan ikan lele yang dikeringkan, yang sangat laku dijual ke Padang Sidempuan dan Medan.

Pada masa keemasannya, Manduamas pernah juga menjadi sentra penghasil minyak nilam sekitar tahun 1970-an.

Khusus untuk Kelurahan PO Manduamas, sekarang ini sudah banyak pemodal (baik pendatang maupun penduduk setempat) yang melakukan investasi di bidang penangkaran burung walet.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]