Manduamas, Tapanuli Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Manduamas
(Peta Lokasi) Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah.svg
Peta lokasi Kecamatan Manduamas
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenTapanuli Tengah
Pemerintahan
 • CamatDespi Erwanto
Populasi
 (2020)
 • Total23.262 jiwa
 • Kepadatan233,67/km2 (605,2/sq mi)
Kode Kemendagri12.01.05 Edit the value on Wikidata
Luas99,55 km²
Desa/kelurahan3 kelurahan
17 desa

Manduamas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di kelurahan Pasar Onan Manduamas. Berdiri berdasarkan PP No 35/1992. Secara geografis Manduamas terletak di sekitar 98,1 BT dan 2,1 LU, berbatasan langsung dengan kabupaten Aceh Singkil, provinsi Aceh. Luas wilayah kecamatan ini 99,55 km², dan memiliki penduduk pada tahun 2020 berjumlah 23.262 jiwa.[1]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Pandan memiliki beragam suku, agama dan adat istiadat, termasuk di kelurahan ini. Masyarakat dari suku Batak (Toba, Pakpak) dan Pesisir merupakan penduduk asli di daerah ini, dan ada juga pendatang seperti suku Jawa, Minangkau, Nias, Aceh dan lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Tapanuli Tengah 2020 mencatat keberagaman penduduk berdasarkan agama yang dianut. Penduduk di kecamatan ini yang memeluk agama Kekristenan berjumlah 71,37%, dimana Protestan 41,92% dan Katolik 29,45%, yang umumnya dipeluk penduduk dari suku Batak dan Nias. Kemudian Islam berjumlah 28,63%, yang umumnya dipeluk penduduk Pesisir, Jawa, Minangkabau, Aceh dan sebagian suku Batak.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Dari aspek geografis, desa-desa yang tercakup dalam Kecamatan Manduamas adalah sebagai berikut: Kelurahan PO Manduamas (landai, sebagian rawa), Desa Manduamas Lama (lereng, punggung bukit, perbukitan), Desa Tumba CA (lereng, punggung bukit, perbukitan, landai, rawa), Desa Binjohara (landai, dataran), Desa Saragih (lereng, punggung bukit, perbukitan), Desa Pagaran Nauli (lereng, punggung bukit, perbukitan), dan Desa Sarma Nauli (landai, dataran).

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Mata pencaharian penduduk Manduamas terutama adalah bidang agraris; pertanian tanaman pangan, palawija, tanaman keras, dan sekarang sebagain besar sudah memulai dengan perkebunan, terutama kelapa sawit. Di samping itu, mata pencaharian sebagai nelayan juga telah lama digeluti oleh sebagian penduduk Manduamas. Menangkap ikan lele/gabus di rawa-rawa di hulu Lae Tapus di daerah Saragih atau Lae Mbalno, Situban bahkan sampai ke daerah Mangkir (Provinsi NAD) sudah dilakoni oleh penduduk Manduamas secara turun temurun. Sampai tahun 1980-an, Manduamas merupakan sentra penghasilan ikan lele yang dikeringkan, yang sangat laku dijual ke Padang Sidempuan dan Medan. Pada masa keemasannya, Manduamas pernah juga menjadi sentra penghasil minyak nilam sekitar tahun 1970-an.

Kondisi dan sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Kondisi alam[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Manduamas pada umumnya terbagi atas beberapa desa/kel sbb:

  • Kelurahan PO Manduamas
  • Kelurahan Perluasan
  • Kelurahan Binjohara
  • Desa Manduamas Lama
  • Desa Manduamas Baru
  • Desa Lae Monong
  • Desa Tumba Jae
  • Desa Tumba Nauli
  • Desa Tumba
  • Desa Parsihotangan
  • Desa Binjohara Napa
  • Desa Binjohara Uruk
  • Desa Saragih Induk
  • Desa Saragih Barat
  • Desa Saragih Timur
  • Desa Pagaran Nauli
  • Desa Sarma Nauli
  • Desa Tambahan Nanjur
  • Desa Muara Tapus

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kabupaten Tapanuli Tengah Dalam Angka 2020" (pdf). www.tapanulitengahkab.bps.go.id. Diakses tanggal 4 Desember 2020. 
  2. ^ "Kecamatan Manduamas Dalam Angka 2020" (pdf). www.tapanulitengahkab.bps.go.id. Diakses tanggal 4 Desember 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]