Sirandorung, Tapanuli Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sirandorung
(Peta Lokasi) Kecamatan Sirandorung, Tapanuli Tengah.svg
Peta lokasi Kecamatan Sirandorung
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenTapanuli Tengah
Pemerintahan
 • CamatHarapan Malau
Populasi
 • Total15.308 jiwa
Kode Kemendagri12.01.11 Edit the value on Wikidata
Luas87,72 km²
Desa/kelurahan7 Desa
1 Kelurahan

Sirandorung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di kelurahan Bajamas. kecamatan Sirandorung, terletak 20 km di sebeah Utara Barus atau 100 km dari kecamatan Pandan, ibukota kabupaten Tapanuli Tengah. Perjalanan darat dari Pandan, dapat ditempuh sekitar 3 jam atau sekitar 45 menit perjalanan dari Barus. Kecamatan Sirandorung sebelumnya merupakan bagian dari kecamatan Manduamas, yang kemudian dimekarkan pada tahun 2005.

Penduduk kecamatan ini berjumlah 15.308 jiwa pada tahun 2020, dengan kepadatan 174,51 jiwa/km2, dimana laki-laki berjumlah 7.754 jiwa dan perempuan berjumlah 7.554 jiwa.[1] Penduduk paling banyak berada di kelurahan Bajamas yakni 3.573 jiwa, dan paling sedikit berada di desa Muara Ore yakni 1.070 jiwa.[1]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tapanuli Tengah termasuk salah satu kabupaten yang beragam berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat (SARA). Suku yang mendiami kawasan kecamatan Sirandorung ini kebanyakan merupakan suku Batak Toba dan suku Pesisir.[2] Selain itu adapula sebagian lagi berasal dari suku Batak Angkola, Melayu, Jawa, Nias, Minangkabau, dan sebagian kecil dari suku lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara penduduk berdasarkan agama dalam Badan Pusat Statistik kabupaten Tapanuli Tengah 2020 mencatat bahwa penduduk di kecamatan ini beragam kepercayaan. Mayoritas penduduk Badiri memeluk agama Kristen 72,41%, dimana Protestan 52,28% dan Katolik 20,13%, dan sebagian besar lagi memeluk agama Islam yakni 27,59%. Kemudian untuk sarana rumah ibadah, terdapat 45 bangunan gereja Protestan, 12 masjid, 14 musholah, dan 10 gereja Katolik.[1]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Kehidupan masyarakat Pesisir dan Batak pada umumnya adalah sebagai nelayan, dan saat ini telah bayak bekerja di berbagai sektor pemerintahan dan swasta. Selain itu pada sektor pendidikan juga banyak yang telah berhasil mencapai Universitas. Kehidupan lain yang dijalani oleh masyarakat di kawasan ini adalah sebagai guru, pedagang, wiraswasta dan lain-lain.

Di daerah ini kegiatan utama ekonomi adalah pertanian, seperti pohon Kelapa Sawit, pohon karet, pohon coklat, dan tanaman keras lainnya. Ada sebagian merupakan industri rumah tangga yakni produksi Gula merah yang merupakan industri mayoritas penduduk eks Transmigrasi. Selain itu juga di daerah ini terdapat 2 perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yaitu PT. Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR) dan PT. Nauli Sawit (NS).

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1990 di Sirandorung terdapat Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah, yang melaksakan pendidikan setingkat Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMU). Dan sejak tahun 2004 sekolah tingkat SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) bidang Otomotif, juga dibangun pertama kali di kecamatan ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kecamatan Sirandorung Dalam Angka 2020" (pdf). www.tapanulitengahkab.bps.go.id. hlm. 22. Diakses tanggal 14 Februari 2021. 
  2. ^ "Mengetahui Apa itu Suku Batak Pesisir-Pasisi". www.tobato.com. Diakses tanggal 14 Februari 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]