Kesepian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kesepian adalah emosi kompleks dan biasanya tidak menyenangkan, yang merupakan respon isolasi. Kesepian biasanya mencakup perasaan cemas terhadap kurangnya koneksi atau komunikasi dengan makhluk lain, baik di masa sekarang dan berkembang ke masa depan. Dengan demikian, kesepian bisa dirasakan bahkan saat dikelikingi oleh orang lain. Penyebab kesepian bervariasi dan meliputi faktor sosial, mental, emosional dan fisik.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kesepian terjadi di seluruh masyarakat, termasuk orang-orang dalam perkawinan, hubungan, keluarga, veteran, dan mereka yang memiliki karier yang sukses.[1] Kesepian telah menjadi tema yang sering dieksplorasi dalam literatur manusia sejak zaman kuno. Kesepian juga telah digambarkan sebagai rasa sakit sosial - sebuah mekanisme psikologis yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang agar mencari koneksi sosial.[2] Kesepian sering didefinisikan dalam kaitannya dengan keterhubungan seseorang dengan orang lain, atau lebih khusus lagi sebagai "pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika jaringan hubungan sosial orang kekurangan dengan cara yang signifikan".[3]

Sebab umum[sunting | sunting sumber]

Orang dapat mengalami kesepian karena berbagai alasan, banyak kejadian kehidupan dapat menyebabkan kesepian, seperti kurangnya hubungan persahabatan selama masa kecil dan masa remaja, atau ketidakhadiran fisik orang-orang yang berarti di sekitar seseorang. Pada saat yang sama, kesepian mungkin merupakan gejala masalah sosial atau psikologis lain, seperti depresi kronis.

Banyak orang mengalami kesepian untuk pertama kalinya saat mereka ditinggalkan sendirian sebagai bayi. Kesepian juga merupakan konsekuensi yang sangat umum (meskipun biasanya hanya sementara), dari perpisahan, perceraian, atau kehilangan hubungan jangka panjang penting. Dalam kasus ini, kesepian dapat timbul baik dari hilangnya orang tertentu atau dari penarikan diri dari lingkaran sosial yang disebabkan oleh kejadian tersebut atau kesedihan yang terkait.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Peplau, L.A.; Perlman, D. (1982). "Perspectives on loneliness". Dalam Peplau, Letitia Anne; Perlman, Daniel. Loneliness: A sourcebook of current theory, research and therapy. New York: John Wiley and Sons. hlmn. 1–18. ISBN 978-0-471-08028-2. 
  2. ^ Cacioppo, John; Patrick, William, Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection, New York : W.W. Norton & Co., 2008. ISBN 978-0-393-06170-3. Science of Loneliness.com Archived 1 September 2008 di the Wayback Machine.
  3. ^ Pittman, Matthew; Reich, Brandon. "Social media and loneliness: Why an Instagram picture may be worth more than a thousand Twitter words". Computers in Human Behavior. 62: 155–167. doi:10.1016/j.chb.2016.03.084. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]