Lompat ke isi

Pesimisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Seorang optimis dan seorang pesimis, Vladimir Makovsky, 1893

Pesimisme merupakan suatu sikap mental yang mencerminkan pengharapan akan hasil yang tidak diinginkan dari suatu keadaan tertentu. Para pesimis cenderung memusatkan perhatian pada sisi negatif kehidupan secara umum. Sebuah pertanyaan umum yang diajukan untuk menguji pesimisme adalah "apakah gelas ini setengah kosong atau setengah penuh?"; dalam situasi ini, seorang pesimis dianggap memandang gelas tersebut sebagai setengah kosong, atau dalam kasus ekstrem kosong sepenuhnya, sementara seorang optimis dianggap memandang gelas tersebut setengah penuh. Sepanjang sejarah, disposisi pesimistik ini telah memberikan pengaruh pada seluruh ranah pemikiran utama.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Bennett, Oliver (2001). Cultural Pessimism: Narratives of Decline in the Postmodern World (dalam bahasa Inggris). Edinburgh: Edinburgh University Press. ISBN 978-0-7486-0936-9.