Jalur kereta api Secang-Kedungjati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jalur kereta api Secang-Kedungjati
Unknown route-map component "exCONTg"
Jalur kereta api Yogyakarta-Secang
Unknown route-map component "exSTR+c2" Unknown route-map component "exCONT3"
Jalur kereta api Secang-Parakan
Unknown route-map component "exABZg+1" Unknown route-map component "exSTRc4"
Unknown route-map component "exBHF"
Stasiun Secang
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Brangkal
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Candi Umbul
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Grabag Merbabu
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Gemawang
Unknown route-map component "ENDExa"
Station on track
Stasiun Bedono
Stop on track
Stasiun Jambu
Station on track
Stasiun Ambarawa
Station on track
Stasiun Tuntang
Unknown route-map component "ENDExe"
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Bringin
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Gogodalem
Unknown route-map component "exHST"
Stasiun Tempuran
Unknown route-map component "exSTRc2" Unknown route-map component "exSTR3"
Unknown route-map component "CONTgq" Unknown route-map component "eABZq+1" Station on transverse track Unknown route-map component "CONTfq"
Stasiun Kedungjati, Jalur kereta api Brumbung-Gundih
Kondisi Rel Gerigi di lintas Stasiun Bedono - Stasiun Secang.
Kondisi rel gerigi di lintas Stasiun Ambarawa - Stasiun Bedono

Jalur kereta api Secang-Kedungjati adalah jalur kereta api nonaktif yang menghubungkan Stasiun Parakan dan Stasiun Kedungjati. Jalur ini dimiliki oleh Daerah Operasi IV Semarang dan Daerah Operasi VI Yogyakarta. Di petak antara Stasiun Bedono-Stasiun Ambarawa merupakan jalur bergerigi, dikarenakan tanjakan di jalur ini cukup terjal.

Jalur ini dibuka pada tahun 1871, rampung tahun 1905 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Namun jalur ini ditutup pada tahun 1976 karena okupansi penumpang yang menurun. Kini, petak jalan antara Bedono-Ambarawa-Tuntang hanya beroperasi sebagai jalur wisata.

Rencananya PT Kereta Api Indonesia akan mengaktifkan jalur ini untuk keperluan wisata. Petak Kedungjati-Tuntang telah mulai diaktifkan kembali pada tahun 2015 dan bisa dioperasikan pada tahun 2018. Kemudian petak Bedono-Secang diaktifkan kembali pada tahun 2016 dan bisa dioperasikan tahun 2019.

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]