Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan
Imperfect Karier, Cinta & Timbangan poster.jpeg
SutradaraErnest Prakasa
ProduserChand Parwez Servia
Fiaz Servia
SkenarioErnest Prakasa
Meira Anastasia
BerdasarkanImperfect
karya Meira Anastasia
Pemeran
MusikIfa Fachir
Dimas Wibisana
SinematografiAnggi Frisca
PenyuntingRyan Purwoko
Perusahaan
produksi
DistributorStarvision
iflix
Tanggal rilis
19 Desember 2019
Durasi
113 menit
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Pendapatan kotorRp88 miliar (perkiraan)

Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan adalah film komedi percintaan Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Ernest Prakasa dan dialihwahanakan dari novel Imperfect: A Journey to Self-Acceptance karya Meira Anastasia, istri Ernest sendiri. Film ini dibintangi Jessica Mila dan Reza Rahadian. Film ini ditayangkan pada 19 Desember 2019. Film ini mendapatkan sambutan yang positif baik dari kalangan penonton maupun pengkritik.

Alur[sunting | sunting sumber]

Rara adalah anak perempuan yang memiliki hobi makan dalam jumlah besar, sehingga ia menjadi wanita bertubuh gemuk, berbanding terbalik dengan adiknya yang bertubuh kurus. Pada masa kecil, ayahnya tewas dalam kecelakaan di Tol Jagorawi. Setelah itu, rumahnya dijual ibunya dan keluarganya pindah ke rumah baru. Ketika besar, Rara bekerja di kantor yang dipimpin Kelvin. Rara sempat menjadi guru sukarela bagi anak-anak pemulung. Di Malathi, perusahaan tempat ia bekerja, ia mendapatkan perilaku diskriminatif terkait dirinya yang bertubuh gemuk, termasuk Marsha dan dua kawannya, kecuali sahabatnya. Pada suatu hari, Sheila mengumumkan pengunduran diri. Rara diisi ke jabatan yang ditinggalkan. Perusahaan itu mengalami masalah keuangan, jadi Kelvin membutuhkan pengganti yang bisa mengatasi masalah itu. Ia diminta menggunakan waktu selama sebulan untuk merampingkan tubuhnya. Walaupun terpaksa, ia menuruti permintaan atasannya. Ia melanjutkan sejumlah langkah diet hingga berjaya mengurangi beberapa puluh kilogram. Namun, perilakunya mulai berubah seiring beran tubuhnya. Ia akhirnya diterima dalam jaringan perkawanan Marsha, tetapi harus mengorbankan hubungan dengan kawan lamanya. Ia juga lebih memilih menggunakan taksi alih-alih motor, wapau akhirnya terlambat mengajari anak-anak pemulung.

Ibu Kelvin mendatangi perusahaan Kelvin dan menyebut perusahaan tersebut masih belum berhasil mengatasi keadaan. Kelvin menyebut kinerja perusahaan malah semakin menurun, terdengar Marsha. Marsha berpura-pura merayakan ulang tahun Rara dengan mengajaknya minum anggur. Rara tertidur, sampai hampir melupakan perayaan ulang tahun oleh anak-anak panti. Di sana, anak-anak panti tertidur sedemikian lama menunggu Rara.

Dalam rapat, Kelvin menyalahkan Rara karena kinerja buruk, lalu Rara jatuh pingsan karena kekurangan karbohidrat. Ketika ia pulih, Dika memarahinya karena perilaku Rara sudah berubah total. Ketika pulang, Dika masih mendapati lelaki berambut merah masih mengganggu wanita berjilbab, kemudian masin terlibat perkelahian, sehingga dirinya terluka dan kameranya rusak. Ibunya menasihatinya dengan menyebut Rara hanya berusaha mencari jati dirinya yang sebenarnya. Di rumah Rara, Rara dan Lulu berkelahi karena Rara mengira dirinya kurang mendapat kasih sayang ibunya, ibunya berusaha menenangkan dirinya. Ibunya mengorbankan kariernya sebagai model hanya agar melahirkannya dalam bentuk caesar, memperlihatkan bekas operasi vertikalnya. Mereka akhirnya berdamaian.

Rara mendapat kiriman dari Dika yaitu foto dirinya yang mengajar, mengisyaratkan permintaan maaf Reza yang sempat terlibat permasalahan dengannya. Perusahaan itu akhirnya kembali untung dan mengadakan pesta syukuran. Rara akhirnya bahagia karena mendapat perhatian dari semua orang yang hadir di pesta.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan adalah film kelima karya Ernest Prakasa.

Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan disutradarai oleh Ernest Prakasa dan menandai akhir kontrak lima tahun antara Ernest dan Starvision.[1] Pada 29 November 2018, Ernest mengumumkan akan mengalih wahana novel Imperfect: A Journey to Self-Acceptance karya istrinya Meira Anastasia.[2] Ernest menyebut naskah film sebagian besar ditulis oleh istrinya alih-alih dirinya.[3] Ernest juga menyebutkan film ini bergenre komedi percintaan.[4] Ia menyebut ilham bagi film ini berasal dari lawatan ke sejumlah kota dalam promosi novel.[5]

Pada 20 Juni 2019, Jessica Mila dan Reza Rahadian diumumkan berperan dalam film ini;[6][7] Ernest mengaku sudah lama mengincar Reza untuk berperan dalam film arahannya.[8]

Film ini juga menjadi film dengan masa pengambilan gambar terlama Ernest, dengan total 30 hari. Ernest mengatakan, proses syuting dibagi menjadi dua fase dan melibatkan banyak pemain. Penggarapan film ini berlangsung sejak akhir Mei hingga akhir September 2019 lalu. Proses syuting dimulai pada 28 Juli 2019 di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi.[9] Soal pembagian dua fase, Jessica Mila dituntut menaikkan berat badan sebanyak 10 kilogram. Dia diberi waktu satu bulan untuk melakukan perubahan drastis pada tubuhnya.[10]

Musik[sunting | sunting sumber]

Fiersa Besari menyumbangkan sebuah lagu berjudul "Pelukku untuk Pelikmu".[11] Lagu itu menempati peringkat ke-13 dari 100 lagu teratas Billboard Indonesia.[12]

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan ditayangkan pada 19 Desember, bersamaan dengan Habibie & Ainun 3. Karena penayangan kedua film secara bersamaan, Reza Rahadian menjadi artis kedua yang membintangi dua film yang ditayangkan pada hari yang sama setelah Tatjana Saphira lewat Hit & Run dan Ghost Writer pada tahun yang sama. Pencapaian Reza disebut Wayan Diananto dari Liputan 6 melampaui Keanu Reeves yang baru membintangi film tahun yang dijadwalkan pada tahun 2021 berjudul John Wick: Chapter 4 dan The Matrix 4.[13][14]

Pemasaran[sunting | sunting sumber]

Teaser trailer diluncurkan pada 19 September 2019,[15] sementara trailer diluncurkan pada 8 November.[16]

Penerimaan[sunting | sunting sumber]

Pencapaian[sunting | sunting sumber]

Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan memperoleh 127.038 penonton pada hari pembukaan.[17] Film ini sudah memperoleh 242.834 penonton hingga hari kedua.[18] Film ini ditonton 227.958 penonton pada akhir pekan pembukaan, sehingga sudah ditonton 365.046 penonton hingga Sabtu dan 470.792 penonton hingga Minggu.[19] Hingga hari kelima, film ini sudah ditonton 630.115 penonton.[20] Hingga hari keenam, film ini ditonton 801.059 penonton,[21] sehingga melampaui perkiraan Ria Theresia Situmorang dari Bisnis Indonesia yang menyebut film ini akan mengulangi pencapaian keempat film arahan Ernest sebelumnya yang mencapai 700 ribu penonton.[22] Hingga hari ketujuh, film ini ditonton 931.129 penonton. Hingga hari kedelapan, film ini ditonton 1,077.528 penonton, sehingga menjadi film Indonesia ke-15 yang berhasil menyentuh sejuta penonton.[23] Hingga hari kesembilan, film ini ditonton 1.200.758 penonton. Film ini ditonton 236.161 penonton pada akhir pekan kedua, sehingga sudah ditonton 1.325.405 penonton hingga hari kesepuluh dan 1.436.919 penonton hingga hari kesebelas.[24] Hingga hari kedua belas, film ini ditonton 1.602.388 penonton, mengalahkan Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018) yang juga disutradarai Ernest dengan perolehan 1.563.188 penonton. Hingga hari ketiga belas, film ini ditonton 1.707.790 penonton. Hingga hari keempat belas, film ini ditonton 1.821.229 penonton.[25] Hingga hari kelima belas, film ini ditonton 1.900.000 penonton. Film ini ditonton 236.161 penonton pada akhir pekan ketiga, sehingga sudah ditonton 2.033.328 penonton hingga hari keenam belas dan 2.119.000 penonton hingga hari ketujuh belas.[26] Hingga hari ke-26, film ini ditonton lebih dari 2,5 juta penonton. Film yang diproduksi oleh rumah produksi tersebut resmi dikalahkan dengan film Dua Garis Biru yang menduduki peringkat ke-2 film Indonesia terlaris 2019. [27]

Tanggapan[sunting | sunting sumber]

Penilaian profesional
Nilai pendapat
Sumber Penilaian
Cultura 8/10 stars[28]

Menulis untuk Kompas, Ira Gita Natalia Sembiring menyebut film ini menjadi sangat menyentuh bagi siapapun yang pernah mengalami hal yang sama dengan Rara, sembari mengibaratkan film ini seperti surat cinta bagi mereka yang dipandang tidak sempurna.[29] Wayan Diananto dari Liputan 6 menyebut film ini adalah jenis yang membesarkan hati, membangkitkan optimistis dengan sesekali menjewer sanubari.[30] Maria Cicilia yang mengulas untuk Antara menyebut film ini mampu membawa isu peka dengan gaya yang ringan, penuh celotehan dan tawa, sehingga isu itu hadir dan membentuk sudut pandang baru bagi penonton.[31] Windy Eka Pramudya dari Pikiran Rakyat menyebut penonton akan dibuat tertawa dan terharu secara bergantian ketika menonton film ini.[32] Erlina Sukmasari yang menulis untuk Cultura menyebut film ini adalah salah satu film Indonesia terbaik tahun ini dan sangat tepat menjadi film penutup tahun.[28] Irma Garnesia dari Tirto menyebut lewat film ini semakin menekankan Ernest adalah pencerita yang pandai membawakan kisah-kisah yang lekat dengan kehidupan sehari-hari melalui perantara film.[33]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Disebut sebagai Anak Emas Starvision, Ernest Prakasa: Terserah". Tabloid Bintang. 3 September 2017. Diakses tanggal 21 Desember 2019. 
  2. ^ Aditia, Andika (29 November 2018). Pangerang, Andi Muttya Keteng, ed. "Ernest Prakasa Akan Angkat Isu Body Shaming ke Layar Lebar". Kompas. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  3. ^ Sembiring, Ira Gita Natalia (11 Maret 2019). Kistyarini, ed. "Meira Anastasia Lebih Dominan untuk Skenario Film Baru Ernest Prakasa". Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  4. ^ Sembiring, Ira Gita Natalia (11 Maret 2019). Kistyarini, ed. "Ernest Prakasa Pilih Komedi Romantis untuk Film Barunya". Kompas. Diakses tanggal 11 Maret 2019. 
  5. ^ "Ernest Prakasa Akan 'Berburu' Inspirasi Selama Roadshow Imperfect". Kompas. 2 April 2019. Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  6. ^ "Reza Rahadian dan Jessica Mila Jadi Tokoh Utama Film Imperfect". Kompas. 20 Juni 2019. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  7. ^ Sembiring, Ira Gita Natalia (21 Juni 2019). Maullana, Irfan, ed. "Jessica Mila Dituntut Selalu Tampil Sempurna". Kompas. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  8. ^ "Sudah Sejak Lama Reza Rahadian Jadi Incaran Ernest Prakasa". Kompas. 22 Juni 2019. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  9. ^ Media, Kompas Cyber. "Ernest Prakasa Capek Otak Saat Persiapkan Imperfect". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-10-20. 
  10. ^ developer, medcom id (2019-07-26). "Dibagi Dua Fase, Imperfect Jadi Film Terberat Ernest Prakasa". Medcom. Diakses tanggal 2019-10-20. 
  11. ^ "Fiersa Besari Ungkap Inspirasi Lagu 'Pelukku untuk Pelikmu'". Kumparan. 29 Oktober 2019. Diakses tanggal 12 Desember 2019. 
  12. ^ Kusumapradja, Alex (28 November 2019). "Billboard Indonesia TOP 100: Fiersa Besari Menjadi Pendatang Baru Terbaik dengan "Pelukku Untuk Pelikmu"". Billboard Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2019. 
  13. ^ Diananto, Wayan (13 Desember 2019). "Tak Kalah Dengan Keanu Reeves, 19 Desember 2019 Hari Reza Rahadian Nasional". Liputan 6. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  14. ^ Diananto, Wayan (29 Mei 2019). "Dijuluki Ratu Lebaran, Begini Reaksi Tatjana Saphira". Liputan 6. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  15. ^ Sadino, Anissa (19 September 2019). Noor, ed. "Jessica Mila Bikin Pangling di Teaser Trailer 'Imperfect'". Kumparan. Diakses tanggal 19 September 2019. 
  16. ^ Setiawan, Tri Susanto (8 November 2019). "Trailer Imperfect, Kisah Jessica Mila yang Alami Body Shaming". Kompas. Diakses tanggal 8 November 2019. 
  17. ^ Diananto, Wayan (20 Desember 2019). "Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan Kumpulkan 127 Ribu Penonton di Hari Pertama". Liputan 6. Diakses tanggal 20 Desember 2019. 
  18. ^ Rahman, Abdul (22 Desember 2019). Salbiah, Nurul Adriyana, ed. "2 Film Reza Rahadian Laris Manis di Penghujung 2019". Jawapos. Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  19. ^ Diananto, Wayan (23 Desember 2019). "Habibie dan Ainun 3 Tembus Sejuta Penonton, Film Imperfect Membayangi". Liputan 6. Diakses tanggal 23 Desember 2019. 
  20. ^ Diananto, Wayan (24 Desember 2019). "Habibie dan Ainun 3 Tembus Sejuta Penonton, Film Imperfect Membayangi". Liputan 6. Diakses tanggal 24 Desember 2019. 
  21. ^ Abas, Dhaifurrakhman (26 Desember 2019). "Raih 800 Ribu Penonton, Film Imperfect 'Tempel' Habibie & Ainun 3". Medcom. Diakses tanggal 26 Desember 2019. 
  22. ^ Situmorang, Ria Theresia (14 Desember 2019). "Imperfect : Film yang Sarat Pesan Karier, Cinta & Timbangan". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  23. ^ Wayan, Diananto (27 Desember 2019). "Si Manis Jembatan Ancol Raih 100 Ribu Penonton Di Hari Pertama, Imperfect Tembus Sejuta". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  24. ^ Diananto, Wayan (30 Desember 2019). "Habibie dan Ainun 3 Menggebuk Kuntilanak 2, Imperfect Membayangi Gundala". Liputan 6. Diakses tanggal 30 Desember 2019. 
  25. ^ Diananto, Wayan (2 Januari 2020). "Habibie dan Ainun 3 Tembus 2 Juta Penonton, Peta Box Office Indonesia Berubah". Liputan 6. Diakses tanggal 2 Januari 2020. 
  26. ^ "Film Imperfect Tembus 2 Juta Penonton, Kudeta My Stupid Boss 2". Liputan 6. 5 Januari 2020. Diakses tanggal 5 Januari 2020. 
  27. ^ "Imperfect Resmi Kalahkan Dua Garis Biru, Film NKCTHI Tembus 1,5 Juta". Liputan 6. 16 Januari 2020. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 
  28. ^ a b Sukmasari, Erlinda (22 Desember 2019). "Imperfect Bukan Cuma Soal Timbangan". Cultura. Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  29. ^ Sembiring, Ira Gita Natalia (19 Desember 2019). Kistyarini, ed. "Review Imperfect: Surat Cinta Bagi Mereka yang Dipandang Tak Sempurna". Kompas. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  30. ^ Diananto, Wayan (15 Desember 2019). "Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan, Menjelma Menjadi Cermin Kontemplatif Buat Penonton". Liputan 6. Diakses tanggal 19 Desember 2019. 
  31. ^ Cicilia, Maria (18 Desember 2019). Putri, Maria Rosari Dwi, ed. ""Imperfect", sebuah refleksi untuk mencintai diri". Antara. Diakses tanggal 18 Desember 2019. 
  32. ^ Pramudya, Windy Eka (11 Desember 2019). "Ulasan Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan, Pentingnya Mencintai Diri Sendiri". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 11 Desember 2019. 
  33. ^ Garnesia, Irma (29 Desember 2019). "Imperfect: Tubuh Ideal Bukan Solusi Masalahmu". Tirto. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]