Ikan kaleng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ikan makarel dalam kaleng
Hati ikan kod kaleng dari Rusia
Berbagai jenis bentuk kaleng yang digunakan untuk mengalengkan ikan

Ikan kaleng merupakan ikan dan produk ikan yang telah melalui pemrosesan, dikemas dalam kaleng kedap udara, dan diberikan panas untuk mematikan bakteri di dalamnya serta mematangkannya. Pengalengan merupakan salah satu jenis metode pengawetan makanan dan mampu memperpanjang usia simpan makanan hingga lima tahun.

Ikan merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki tingkat keasaman yang rendah (pH cenderung tinggi, lebih dari 4.6) sehingga bakteri dapat tumbuh dengan mudah. Dibutuhkan sterilisasi dengan temperatur yang tinggi, umumnya hingga 130 derajat celcius. Sumber panas dan cara memanaskannya bervariasi, mulai dari penggunaan panci tekan hingga paparan ke uap panas sembari pemindahan dengan konveyor.[1] Sterilisasi dapat dilakukan sebelum maupun setelah kaleng ditutup. Membusuknya daging ikan dikarenakan keberadaan bakteri yang mencerna ikan serta mengeluarkan aroma dan rasa yang tidak sedap bagi daging ikan.[2][3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nicolas Appert merupakan orang yang mengawali pengalengan bahan makanan dengan yang dimulainya pada tahun 1795. Ketika itu ia bereksperimen dengan mengawetkan makanan di dalam toples kaca tertutup dan merebus toples tersebut.[4] Pada masa awal Peperangan Napoleon, pemerintah Prancis menawarkan hadiah kepada mereka yang dapat menemukan cara yang efektif dalam mengawetkan sejumlah besar makanan sebagai suplai dalam peperangan. Nicolas Appert memenangkan hadiah tersebut. Meski Appert memulai metode pengalengan makanan, namun ia sama sekali belum mengetahui apa yang menyebabkan makanan membusuk. 50 tahun kemudian setelah itu, Louis Pasteur menemukan bahwa mikroba menjadi penyebab membusuknya makanan.

Gelas yang menjadi bahan pengalengan ketika itu merupakan hambatan dalam transportasinya karena mudah pecah, sehingga inventor Peter Durand mengganti toples kaca dengan timah sebagai bahan kaleng dan memulai awal baru pengawetan makanan.[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ William Schafer (2009-01-09). "Home Canning Tomatoes". Extension.umn.edu. Diakses tanggal 2010-07-14. [pranala nonaktif]
  2. ^ Huss HH (1988). Quality and quality changes in fresh fish, FAO Fisheries Technical Paper 348, Rome. ISBN 92-5-103507-5. 
  3. ^ "FAO: Preservation techniques". Fisheries and aquaculture department, FAO, Roma. Diakses tanggal 14 Maret 2011. 
  4. ^ Lance Day, Ian McNeil, ed. (1996). Biographical Dictionary of the History of Technology. Routledge. ISBN 0-415-19399-0. 
  5. ^ Klooster, John W (2009). Icons of invention: the makers of the modern world from Gutenberg to Gates. ABC-CLIO. p. 103. ISBN 978-0-313-34745-0.