Djaja Suparman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Djaja Suparman
Pangkostrad
Masa jabatan
24 November 1999 – 29 Maret 2000
Pendahulu Djamari Chaniago
Pengganti Agus Wirahadikusumah
Informasi pribadi
Lahir 11 Desember 1949 (umur 68)
Sukabumi, Jawa Barat
Pasangan Connie Rahakundini Bakrie
Dinas militer
Pihak  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas 1972–2006[1][2]
Pangkat Pdu letjendtni staf.png Letnan Jenderal TNI
Satuan Infanteri

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djaja Suparman (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 11 Desember 1949; umur 68 tahun) adalah seorang mantan perwira tinggi militer TNI Angkatan Darat berbintang tiga. Ia juga merupakan mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Karier militer[sunting | sunting sumber]

Djaja Suparman merupakan lulusan Akmil tahun 1972 yang berasal dari kesatuan infanteri baret hijau.[3] Penugasan pertamanya adalah di Kediri, sebagai Komandan Peleton (Danton). Beberapa waktu kemudian ia dipercaya sebagai Komandan Yonif 507/Sikatan (Surabaya), yang merupakan pasukan andalan Kodam V/Brawijaya. Sesudahnya, ia dipercaya sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) di Probolinggo. Kemudian ditarik ke Makodam V/Brawijaya, sebagai Waasops Kasdam V. Setelah berdinas di staf, Djaja ditarik kembali ke satuan tempur, sebagai Komandan Brigif 13/Galuh Kostrad (Tasikmalaya).[4]

Kariernya terus semakin menanjak setelah ia dipercaya sebagai Komandan Resimen Taruna Akmil di Magelang. Sesudah menjadi Danmentar, bintang satu diraihnya saat dipercaya sebagai Kasdam II/Sriwijaya. Setelah bertugas di Palembang, ia kembali lagi ke Surabaya, sebagai Pangdam V/Brawijaya, dengan pangkat Mayjen. Kemudian pada akhir Juni 1998, Djaja dipercaya memegang komando sebagai Pangdam Jaya menggantikan Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin.[4]

Pada bulan November 1999, Djaja ditunjuk sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Djamari Chaniago, pangkatnya pun naik menjadi jenderal berbintang tiga atau Letnan Jenderal. Namun ia hanya sebentar menjadi Pangkostrad setelah pada bulan Maret 2000 ia digantikan oleh Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.[5] Setelah itu ia pun menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (Dan Sesko TNI) dan sebelum akhirnya pensiun ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI (Irjen TNI).[6]

Kasus[sunting | sunting sumber]

Pada 26 September 2013, di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, Djaja divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 30 juta atas kasus korupsi senilai Rp 17,6 miliar ketika ia masih menjabat sebagai Pangdam Brawijaya.[7][8] Ia juga masih harus menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 13,3 miliar, jika tidak mampu mengembalikannya ia harus menggantinya dengan hukuman tambahan selama 6 bulan.[7]

Kasus ini bermula pada tahun 1998 ketika ia menerima kompensasi dana sebesar Rp 17,6 miliar dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CNMP) atas tukar guling lahan seluas 8,8 hektar di Dukuh Menanggal, Surabaya milik Kodam V/Brawijaya.[7][8] Dari uang itu, sebesar Rp 4,2 miliar telah digunakan untuk keperluan Kodam dan sisanya sebanyak Rp 13,3 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan.[7][8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan militer
Didahului oleh:
Djamari Chaniago
Pangkostrad
1999–2000
Diteruskan oleh:
Agus Wirahadikusumah
Didahului oleh:
Sjafrie Sjamsoeddin
Pangdam Jaya/Jayakarta
1998–1999
Diteruskan oleh:
Ryamizard Ryacudu
Didahului oleh:
Imam Utomo
Pangdam V/Brawijaya
1997–1998
Diteruskan oleh:
Djoko Subroto