Call of Duty: Advanced Warfare

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Call of Duty: Advanced Warfare
Advanced Warfare.jpg
PengembangSledgehammer Games
PenerbitActivision
SerialCall of Duty
PlatformMicrosoft Windows, PS4, Xbox One
Tanggal rilis4 November 2014
ModeSingleplayer, Multiplayer, Exo Survival, Exo Zombies

Call of Duty: Advanced Warfare (disingkat Call of Duty: AW, atau AW) adalah permainan tembak-menembak orang-pertama/first-person shooter yang dikembangkan oleh Sledgehammer Games (Xbox One, PS4 dan PC), dibantu oleh High Moon Studios (Xbox 360 dan PS3) dan dipublikasikan oleh Activision. Dirilis pada tanggal 4 November 2014, Advanced Warfare adalah permainan pertama yang dihasilkan dari siklus pengembangan 3 tahun sekali antara Infinity Ward, Treyarch dan Sledgehammer Games.

Gameplay[sunting | sunting sumber]

Permainan ini mengambil kembali tema futuristik dari Black Ops II, ditambah dengan pakaian super atau Exo-skeleton Suit (Exosuit) yang pemain pakai selama permainan. Berbeda dengan permainan sebelumnya yang menampilkan informasi (jumlah granat, peluru di magasin, maupun keseluruhan) melalui HUD, informasi ditampilkan melalui senjata yang dipegang pemain. Exosuit menyediakan banyak fitur baru, seperti Overdrive (melambatkan waktu), Stim (menambah kekuatan pemain), dan Boost (menambah kekuatan fisik pemain). Permainan juga menyediakan senjata baru yang berjenis senjata energi terarah yang tidak membutuhkan isi ulang, tetapi cepat panas. Permainan ini juga menjadi yang pertama dari seri Call of Duty, yang memperbolehkan pemain memilih jenis granat serpihan (Smart, Contact dan Frag berturut-turut) dan granat kejut (Threat, EMP dan Flash berturut-turut).

Permainan[sunting | sunting sumber]

Advanced Warfare mempunyai 3 tipe permainan, yaitu Campaign, Multiplayer dan Exo-Survival. Campaign menceritakan tentang Jack Mitchell, seorang Prajurit Korps Marinir Amerika Serikat yang mengundurkan diri karena dia kehilangan tangan kirinya pada Perang Korea Kedua di Seoul, Korea Selatan. Ia diberikan kesempatan kedua sebagai anggota kelompok tentara bayaran ATLAS oleh CEO ATLAS sendiri, Jonathan Irons.

Pada mode Multiplayer, pemain bisa menentukan penampilan, bahkan jenis kelamin karakter, seperti pada Call of Duty: Ghosts. Mode menangkap bendera dan Hardpoint (mempertahankan tempat tertentu untuk menambah skor) di Black Ops 2 muncul lagi. Pada mode Exo-Survival, 1-4 pemain akan melawan musuh (yang semakin lama semakin sulit tiap ronde) yang dikendalikan oleh komputer, seperti halnya pada mode Survival (MW3) dan Safeguard (Ghosts). Pada peta Riot, pemain akan melawan zombie dengan Exo-Suit sebagai ganti tentara biasa. Pada ronde ke-11 dan seterusnya, jika pemain berhasil lolos, Gideon (salah satu NPC pada Kampanye) akan menyelamatkannya.

Kampanye[sunting | sunting sumber]

Karakter dan Faksi[sunting | sunting sumber]

Pada kampanye, pemain hanya mengasumsikan peran dari Jack Mitchell saja, sang protagonis utama permainan. Pembaruan ditambahkan dalam permainan ini, Mitchell hanya berbicara langsung di dalam cutscene (tidak langsung dalam misi terakhir), disuarakan oleh Troy Baker. Selain Mitchell, ada Pra. William 'Will' Robert Irons (Paul Teller), teman dekat Mitchell, Sersan Cormack (Russel Richardson), pemimpin dari skuat Mitchell di Seoul. Selain karakter dari USMC, juga ada yang dari ATLAS, yaitu Jonathan Irons (Kevin Spacey) dan tangan kanannya, Gideon (Gideon Emery) dan Ilona (Angela Gots), mantan penembak jitu Spetsnaz. Juga ada Knox (Khary Payton), anggota dari Sentinel Task Force, organisasi multi-negara yang dipimpin oleh Jenderal 'Kingpin' McDonell (Matt Riedy).

Antagonis pertama permainan adalah Joseph 'Hades' Chkheidze (Sharif Ibrahim), mantan anggota tentara separatis Chechnya, ketua organisasi KVA yang anti-teknologi dan anti-Barat, menginginkan manusia untuk lepas dari ketergantungan terhadap alat-alat. Antagonis kedua dan utama permainan adalah Jonathan Irons, CEO ATLAS sendiri, ia mengumumkan perang terhadap Amerika Serikat karena merasa negara tersebut, sebagai negara demokrasi, gagal menerapkan ideologi tersebut, juga karena putranya tewas dalam Perang Korea Kedua. Irons menganggap lebih baik jika masalah dunia diselesaikan dengan tangan besi, dan masalah tersebut berawal dari keberadaan negara-negara dunia itu sendiri.

Faksi protagonis pertama dalam permainan adalah Korps Marinir AS, yang dikirim ke Korea Selatan berdasarkan perjanjian AS-Korsel pada akhir Perang Korea. Yang kedua adalah ATLAS, kelompok tentara bayaran yang terinspirasi oleh Blackwater. Faksi protagonis ketiga adalah Sentinel Task Force yang ditugaskan untuk merespon serangan teroris global KVA, namun berganti fokus untuk menyelidiki ATLAS. Antagonis pertama permainan adalah Tentara Rakyat Korea yang menyerbu Seoul, Korea Selatan pada tahun 2054, antagonis kedua adalah KVA, organisasi teroris yang berawal dari gerakan separatis Chechnya yang menolak semua teknologi futuristik karena dianggap terlalu mengendalikan manusia.

Plot[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2054, Mitchell, Will, Cormack dan Jackson berhasil mendarat di sebuah bangunan di Seoul, Korea Selatan (yang diserang oleh Korea Utara pada Perang Saudara Korea Kedua) setelah hampir terjatuh dari tempat peluncuran mereka. Mereka berempat sampai ke markas Marinir dan ditugaskan untuk membantu Tim Peledak 1 yang akan menghancurkan Havoc tentara Korut. Tetapi ketika mereka sampai, Tim Peledak 1 sudah tewas, maka Mitchell dan Will berusaha menghancurkan bom dengan menaruh peledak. Saat Will selesai meletakkannya, pintu Havoc tertutup, menjepit Will dan kendaraan mulai terbang. Meskipun berusaha ditolong oleh Mitchell, WIll mendorongnya dan segera, Havoc meledak, menewaskannya dan memutus tangan kiri Mitchell yang segera ditolong oleh Cormack.

Saat upacara pemakaman Will, ayahnya, Jonathan Irons, CEO ATLAS, sebagai rasa hormat terhadap sahabat putranya, menawarkan Mitchell kesempatan kedua untuk menjadi tentara di ATLAS. Setelah latihan penyelamatan yang gagal karena tangan buatan Mitchell yang belum beradaptasi, Mitchell, ditemani oleh Gideon bertemu dengan Irons yang sepanjang jalan menjelaskan bahwa ATLAS adalah 'kekuatan besar yang bisa disewa'. Setelah mengenali peralatan ATLAS dan membetulkan tangannya, Mitchell mengikuti 2 latihan dengan memakai exosuit, kemudian melakukan latihan penyelamatan lagi yang berbuah kesuksesan.

Mitchell bersama dengan Gideon dan Joker (Jeremy Kent Jacson) diutus oleh Irons menuju Lagos untuk menyelamatkan Perdana Menteri Nigeria, Samuel Abidoyo yang bersama beberapa orang ditawan oleh KVA dan Hades sendiri. Dengan bantuan tentara Nigeria yang dipimpin oleh Kapten Ajani (Adetokumboh M'Cormack), Perdana Menteri berhasil diselamatkan, tetapi tentara KVA, termasuk Hades dan target KVA sebenarnya, seorang ilmuwan, telah kabur. Mitchell dan Gideon berhasil menyelamatkannya setelah pertarungan sengit di jalan raya dan menarik ilmuwan dari truk yang tenggelam. Setelah Mitchell, GIdeon dan Joker berpesta kecil bersama Irons (yang berbicara dengan sang ilmuwan sebelumnya), Hades mengirim ultimatum secara global yang isinya adalah misi KVA untuk menghapus teknologi dan mengembalikan dunia kembali seperti semula.

Irons mengutus Mitchell, bersama dengan kedua temannya dan tentara ATLAS lainnya untuk mencegah serangan KVA di sebuah PLTN di Seattle, Amerika Serikat. Tetapi KVA berhasil dan Seattle, London, Moskow dan kota-kota besar di seluruh dunia yang mempunyai PLTN terkontaminasi radioaktif, mengakibatkan 50 ribu jiwa tewas dan melemahkan negara-negara besar. Kemudian ATLAS bangkit menjadi kekuatan utama dunia, membantu semua orang di seluruh dunia, dan mulai menekan KVA. 4 tahun setelah serangan teroris di Detroit, Mitchell, dan Gideon berjalan melalui kamp ATLAS yang berisi para penduduk kota dan bertemu dengan Joker. Mereka bertiga bersama dengan 2 tentara lain menangkap Doktor Pierre Danois, tangan kanan Hades dan selamat setelah diselamatkan oleh 2 tentara lain dari organisasi yang tidak diketahui dan sampai ke markas ATLAS.

Ilona menginterogasi Danois, mengungkapkan lokasi di mana segera, Hades akan melakukan pertemuan di Santorini, Yunani. Irons kemudian menyuruh Mitchell, Gideon dan Ilona (serta 2 tentara ATLAS lainnya) menyusup menuju lokasi pertemuan, meskipun Kingpin melarang Irons melakukan penyerangan di negara lain. Di Santorini, Mitchell dan Ilona, berpura-pura sedang berbulan madu, mencari anggota KVA dan menemukannya. Mereka kemudian memasuki bangunan kecil KVA dan mengawasi pertemuan Hades dengan membunuh beberapa penjaga. Ketika Gideon dan 2 tentara lainnya menggrebek tempat pertemuan dan membunuh Hades, ternyata ia hanyalah tiruan, dan dipasangi bom. Gideon dan salah satu tentara selamat sementara yang satunya tewas setelah merebahkan diri ke bom tersebut. Mitchell dan Ilona mengejar Hades (dan membunuh penembak jitu di menara gereja) dan berhasil mengacaukan konvoinya. Tetapi ketika Mitchell berusaha mencapai Hades, sebuah mobil KVA menabraknya, dan Hades keluar, bertarung dengan Ilona. Mitchell menyelamatkan Ilona dengan memotong leher Hades, tetapi sebelum tewas, Hades menyerahkan sebuah chip dan mengatakan, "Dia tahu, Irons tahu (tentang isi chip tersebut).", lalu tewas.

Irons menjadi terkenal dan diwawancarai di Markas Besar ATLAS di Bagdad Baru, Irak. Ia menolak memasuki karier politik setelah kesuksesan ATLAS membangun Bagdad (yang selama 40 tahun lebih hancur) juga seluruh dunia dan membunuh Hades. Ilona yang penasaran dengan kata-kata terakhir Hades menganalisis chip tersebut, dan memanggil Gideon dan Mitchell. Ilona menampilkan hologram percakapan sang ilmuwan (yang Mitchell selamatkan) dengan Irons, ia memperingatkan Irons tentang serangan KVA yang segera dilakukan di seluruh dunia dan KVA memintanya untuk meretas sistem keamanannya. Irons berbohong, mengatakan bahwa dia akan memberitahu seluruh dunia, tetapi malah membunuh sang ilmuwan. Gideon yang merasa tidak percaya bahwa Irons membiarkan serangan KVA marah, mempertanyakan keaslian hal tersebut. Ilona menjelaskan bahwa hologram itu terekam oleh kamera ATLAS sendiri dan mereka bertiga harus kabur, sebelum ATLAS menemukan mereka.

Tetapi, pasukan ATLAS yang dipimpin oleh Irons sendiri menggrebek dan menahan Ilona dan Mitchell, yang mengecewakan Irons dengan mengacungkan pistol ke Irons sendiri. Gideon pergi setelah mengatakan bahwa hal itu (hologram) adalah bohong, tetapi orang tak dikenal menghubungi Mitchell dan Ilona, kemudian membebaskan mereka. Mitchell dan Ilona berhasil menaiki perahu setelah mengalahkan AST (Armored Support Transport), dan mengambil alat pengait. Setelah Mitchell dan Ilona lolos dan sampai ke puncak sebuah bangunan, orang tersebut dan 2 temannya bertemu dengan mereka berdua, ternyata ia adalah Cormack, mantan pemimpin skuat Mitchell di Korsel. Tetapi sebuah VTOL (Warbird) muncul, Gideon dan Joker keluar, tetapi setelah melihat keteguhan Ilona tentang Irons, Gideon membebaskan mereka berlima.

Cormack menjelaskan bahwa ia adalah anggota Sentinel Task Force, sebuah unit multi-negara yang dibentuk oleh Amerika Serikat dan dipimpin oleh Jenderal 'Kingpin' McDonnell sendiri. Tugas mereka adalah untuk menyelidiki serangan global KVA, tetapi setelah ATLAS menjadi kekuatan utama dunia, bahkan menguasai banyak infrastruktur penting negara-negara diseluruh dunia, Sentinel ditugaskan untuk menyelidiki tentang Manticore setelah menyadari bahwa Irons mengambil keuntungan dari serangan KVA. Pada tanggal 3 Januari 2060, Mitchell dan Ilona yang bergabung dengan Sentinel, bersama dengan Cormack dan Letnan Knox (orang yang membantu Mitchell di Detroit), menyelinap ke rumah pribadi Irons di Bangkok, Thailand di mana Irons sedang menggelar sebuah pesta. Mitchell dan Cormack, setelah lolos dari pengawasan ATLAS, menyelinap ke pertemuan Irons dengan Danois (yang mengambil alias sebagai Bellamy), yang sekarang bekerja untuk ATLAS, membuat Manticore. Irons mengirimkan paket Manticore ke markas ATLAS di Argentina, tetapi Mitchell berhasil memasang pelacak tepat sebelum Warbird pergi.

Sentinel lalu berhasil menjatuhkan Warbird tersebut di Antartika dan berusaha mengambil sampel Manticore, tetapi ATLAS mengirimkan pasukan melalui stasiun luar angkasa ATLAS dan berhasil mengalahkan pasukan Sentinel. Mitchell, Ilona dan Cormack yang terjatuh kedalam jurang berhasil keluar dan menemukan Gideon dan 2 tentara ATLAS yang menangkap mereka bertiga. Tetapi Gideon membunuh kedua temannya, bergabung dengan Sentinel setelah menyadari tujuan Irons dan membantu Sentinel menjatuhkan Warbird musuh yang membawa pergi paket Manticore. Mitchell berhasil menyelamatkan satu sampel dan mereka berempat berhasil lolos dari longsoran salju yang mengubur Warbird.

Knox yang menyelidiki Manticore menjelaskan hasilnya kepada Mitchell dan Cormack, Manticore adalah senjata biologis yang membunuh siapa saja yang DNA-nya tidak ada dalam data ATLAS, jadi ketika Manticore dilepaskan, pasukan ATLAS selamat sementara pasukan musuh tewas, bahkan jika terkena 1 spora saja bisa berakibat fatal. Gideon mengatakan ada sebuah fasilitas, bekas tempat pengolahan kayu di Bulgaria, di mana ATLAS mengembangkan Manticore disana. Mereka berempat kesana, tetapi Warbird Gideon dan Mitchell ditembak jatuh, mereka berdua berhasil lolos dan bertemu dengan Cormack dan Knox. Mereka berhasil mengunduh data penting dan menghancurkan fasilitas tersebut dan lolos dengan purwarupa tank ATLAS, dan dijemput setelah Gideon meledakkan purwarupa tank tersebut.

Setelah rencananya diketahui, Irons, yang sekarang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, secara tidak langsung menyatakan perang ke seluruh dunia sebagai pemecahan masalah dunia dan dimulai dengan menghancurkan Amerika Serikat atas ketidakefektifan AS dalam menerapkan demokrasi. Knox memperlihatkan rencana ATLAS untuk menghancurkan Armada Ketiga AL Amerika Serikat yang sekarang berada di Teluk San Francisco. Mitchell dan Gideon mengejar sebuah van ATLAS dan berhasil mengalahkan pasukan ATLAS tepat di atas Jembatan Golden Gate dengan bantuan Polisi San Francisco. Tetapi sekumpulan drone keluar dari van, meledakkan kabel suspensi jembatan dan van tersebut meledak, melemparkan Mitchell tepat ke atas sebuah mobil dan meruntuhkan jembatan. Ia dan Gideon selamat, tetapi ATLAS mulai menyerang Armada Ketiga dengan 2 kapal kargo.

Cormack dan Knox sampai dan bertemu dengan Gideon dan Mitchell di Teluk San Francisco, di mana ATLAS berusaha membajak dua buah railgun di sebuah kapal. Setelah Mitchell memasang penghalang sinyal ke kedua senjata, keempat tentara Sentinel berhasil sampai ke anjungan kapal, mengaktifkan kembali kedua railgun dan berhasil menghancurkan kedua kapal kargo ATLAS yang ternyata membawa Manticore. Setelah serangan tersebut, Amerika Serikat, yang segera diikuti oleh seluruh dunia, menyatakan perang terhadap ATLAS dan berhasil mendesak ATLAS sampai ke Baghdad Baru. Sentinel Task Force yang bermarkas dekat Baghdad Baru, meluncurkan serangan besar terhadap kota tersebut, dalam tugas menangkap Irons sendiri. Mitchell, Ilona, Gideon dan Knox berhasil menghancurkan 3 tank dan 3 AST, tetapi ketika berusaha menghancurkan 3 tank lainnya, Irons meluncurkan Manticore (yang berbentuk asap berwarna hijau), membunuh Knox, tetapi Mitchell, Ilona dan Gideon selamat karena mereka adalah mantan anggota ATLAS, yang data DNA-nya masih tersimpan di komputer ATLAS. Mereka bertiga kemudian ditangkap dan dibawa ke penjara di sebuah kota dekat Baghdad Baru.

Sesampainya disana, mereka bertiga, yang melihat penyiksaan brutal yang dilakukan ATLAS kepada para tahanannya, juga bertemu dengan Cormack, yang lolos dari Manticore karena berada di luar jangkauan. Irons mendatangi mereka, melukai Cormack dan merusak tangan kiri Mitchell, menyatakan bahwa Mitchell sama sekali tidak mirip dengan Will. Kemudian, mereka berempat berhasil lolos, tetapi terpisah oleh pintu keamanan, membuat Mitchell dan Gideon mengambil jalan sendiri. Mitchell memasuki AST musuh yang terjatuh, tetapi masih bisa dipakai. Mitchell dan Gideon berhasil lolos (setelah menyuruh Kingpin menghancurkan fasilitas Manticore), bersama dengan Ilona dan Cormack kabur ke markas Sentinel yang sudah hancur. Cormack akhirnya tewas karena kehabisan darah, tetapi ia meyakinkan mereka bertiga untuk tidak berhenti, membuat Mitchell, Gideon dan Ilona bersumpah untuk membunuh Irons.

Dengan 2 AST yang ditangkap dari markas ATLAS, Mitchell dan Gideon menyerbu markas ATLAS dengan bantuan Ilona dan Kingpin, berusaha untuk menghentikan serangan ATLAS ke seluruh dunia dengan meluncurkan roket yang berisi Manticore. Mereka berdua akhirnya berhasil menghancurkan pendorong roket, menghentikan roket tepat beberapa detik sebelum meluncur. Gideon menarik Mitchell yang setengah pingsan dari AST mereka dan berusaha kabur, tetapi Irons menangkap mereka dan mengunci Exosuit mereka. Irons kemudian kabur, setelah tidak membunuh mereka berdua dalam pembuktian bahwa ia bukanlah monster yang dikatakan banyak orang. Mitchell berhasil lepas dari Exosuitnya, tetapi ketika berusaha membebaskan Gideon, Exosuit mengalami malafungsi.

Mitchell kemudian mengejar Irons, melempar tentara ATLAS yang menghalanginya dan berhasil mendorong Irons, mereka berdua tergantung di atas bangunan yang sedang dibom oleh pasukan Sentinel, yang menyerbu Baghdad Baru sebagai usaha terakhir menghentikan Manticore (yang tanpa mereka tahu, sudah dihentikan). Irons, yang bergantung di tangan kiri Mitchell, memohon Mitchell untuk menariknya. Tetapi Mitchell, yang mempunyai pisau, memotong tangan kirinya, dan meskipun Irons memohon, Mitchell berhasil memutuskan tangan kirinya, mengirim Irons jatuh kedalam ledakan di bawah, menewaskannya. Gideon kemudian menyelamatkan Mitchell, dan narasi terakhir Mitchell mengatakan, bahwa Irons benar, bahwa kematiannya hanyalah sebuah awal. Perang terhadap Korporasi ATLAS masih berlanjut.

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Sebelum bekerjasama dengan Infinity Ward, Sledgehammer Games yang telah direkrut oleh Activison mengembangkan seri Call of Duty lainnya yang direncanakan berjudul Call of DUty: Fog of War, yang berkisah di Vietnam dan akan keluar setelah Call of Duty: Black Ops dan sebelum Call of Duty: Modern Warfare 3. Tetapi akhirnya ditunda dan mengembangan Modern Warfare 3 terlebih dahulu. Pada tanggal 8 November 2013, Sledgehammer Games mengumumkan bahwa permainan pertama mereka akan diluncurkan pada November 2014. Permainan tersebut tidak memakai IW Engine yang telah dipakai pada hampir semua permainan seri Call of Duty, tetapi mereka membuat engine sendiri.

Seperti yang ditunjukkan dalam Induction Gameplay di E3, Sledgehammer Games telah mencapai keberhasilan dalam hal animasi. Bahkan menurut Activision, ini adalah permainan pertama yang animasinya foto-realistik (seperti aslinya), sebuah hasil yang bagus dari pengembangan 3 tahun sekali antara Infinity Ward-Treyarch-Sledgehammer Games. Pada edisi 6 Juni 2014 majalah MCVOnline, terlihat bahwa High Moon Studios mengembangkan versi PS3 dan Xbox360 sementara Sledgehammer Games mengembangkan versi PC, PS4 dan Xbox One. Tidak ada versi dari Nintendo dan Wii U dari permainan tersebut. Juga dalam permainan ini (dikonfirmasikan oleh Michael Condrey), ada fitur tentara perempuan sebagai kostumisasi multiplayer.