Daerah Istimewa
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
| Pembagian administratif Indonesia |
|---|
| Tingkat Provinsi |
|
Provinsi |
| Tingkat Kabupaten/Kota |
| Tingkat Kecamatan |
| Tingkat Kelurahan/Desa |
| Lihat pula |
|
Banjar • Dusun |
| sunting |
Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang. Yang dimaksud satuan-satuan pemerintahan daerah istimewa adalah Daerah Istimewa Aceh dan Daerah Istimewa Yogyakarta
[sunting] UU Khusus
Daerah-daerah yang memiliki status istimewa dan diberikan otonomi khusus selain diatur dengan Undang-Undang Pemerintahan Daerah diberlakukan pula ketentuan khusus yang diatur dalam undang-undang lain.
- Di Daerah Istimewa Aceh (Provinsi NAD) telah diberlakukan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh; dan
- Di Daerah Istimewa Yogyakarta belum memiliki UU yang mengatur ketentuan khusus sebagaimana dimaksud[1].
[sunting] Pengakuan Keistimewaan
Pengakuan keistimewaan Daerah Istimewa Aceh didasarkan pada perjalanan ketatanegaraan Republik Indonesia yang menempatkan Aceh sebagai satuan pemerintahan daerah yang bersifat istimewa dan khusus, terkait dengan karakter khas sejarah perjuangan masyarakat Aceh yang memiliki ketahanan dan daya juang tinggi.Ketahanan dan daya juang tinggi tersebut bersumber dari pandangan hidup yang berlandaskan syari’at Islam yang melahirkan budaya Islam yang kuat, sehingga Aceh menjadi salah satu daerah modal bagi perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pengakuan keistimewaan Propinsi Istimewa Yogyakarta didasarkan pada hak asal-usul dan peranannya dalam sejarah perjuangan nasional.
Masa kini
Amt · Arondisemen · Bailiwick · Bakhsh · Baladiyah · Panji · Panji otonom · Barangay · Barrio · Bezirk / Regierungsbezirk · Blok · Borough · County borough · Ibu kota · Ibu kota federal · Kanton · Pembagian sensus · Subdivisi sensus · Lingkaran · Sirkuit · Kota · Kota administratif · Kota otonom · Kota independen · Koloni · Comarca · Persemakmuran · Komune · Komunitas · Komunitas otonom · Komunitas residensial · Konstituensi · County** · County administratif** · County otonom** · County metropolitan · Dewan · Departemen · Wilayah dependensi · Dependensi federal · Distrik · Distrik otonom · Distrik ibu kota (Daerah Khusus Ibu kota) · Distrik kota · Distrik federal · Distrik metropolitan · Divisi · Daïra · Keadipatian · Kepenatuaan · Frazione · Freguesia · Kegubernuran · Daerah insular · Judeţ · Unit administratif lokal · Daerah pemerintahan lokal · Liwa · Località · Munisipalitas / pekotaan · Distrik munisipalitas · Munisipalitas distrik · Munisipalitas regional · Munisipalitas county regional** · Munisipalitas pedesaan · Lingkungan tempat tinggal (kampung) · Oblast · Okrug · Ostān · Paroki · Paroki sipil · Periphery · Prefektur · Prefektur otonom · Kepangeranan · Protektorat · Provinsi · Provinsi otonom · Perempat · Kabupaten · Kabupaten administratif · Daerah · Daerah otonom · Daerah ibukota · Daerah administratif khusus (Daerah istimewa) · Republik otonom · Ranchería · Reservasi Indian · Shabiyah · Shahr · Shahrestān · Shire (Ketuanan) · Negara bagian · Kecamatan · Subprefektur · Suzerainty · Teritorial (Wilayah) · Unit wilayah otonom · Capital territory · Wilayah nasional · Kelurahan · Kelurahan sipil · Desa · Vingtaine · Voivodina · Wilayah Persekutuan · Ward · Ward otonom · Rukun Warga · Rukun Tetangga · Afdeeling · Karesidenan · Nagari · Gampong · Banua · Powiat
Urban (urbanized) area · Condominium · Commune · Croft · Hamlet ·
Historis
Agency · Barony · Burgh · Cantref · Negara kota · Commote · Kota imperial · Seratus · Lingkaran imperial · Provinsi imperial · Mark · Kepresidenan · Residensi · Republik · Riding · Distrik pedesaan · Distrik saniter (perkotaan · pedesaan) · Distrik perkotaan · Viscounty** · Swapraja · Kotamadya · Kotapraja
Cetak tebal menandakan istilah yang digunakan di Indonesia; cetak miring menandakan istilah yang meminjam bahasa asing.
[sunting] Catatan
- ^ Keistimewaan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta "secara tradisional" saat ini diatur dalam pasal 226 ayat (2) UU No 32/2004 yang merujuk pada Pasal 122 UU No 22/1999 (berikut penjelasannya) yang juga merujuk pada pasal 91 sub b UU No 5/1974.

