Lompat ke isi

Wi-Fi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari WiFi)
Wi-Fi
DiperkenalkanSeptember 21, 1998; 27 tahun lalu (1998-09-21)
Perangkat keras yang kompektibelKomputer pribadi, konsol permainan, televisi, pencetak, ponsel
Router Wi-Fi 6 TP-Link AX1500

Wi-Fi (/ˈwf/, juga ditulis Wifi atau WiFi) adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan area lokal nirkabel (WLAN) apa pun yang didasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".[1] Meski begitu, karena kebanyakan WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah "Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim "WLAN".

Wi-Fi adalah merek dagang Wi-Fi Alliance, yang membatasi penggunaan panggilan "Wi-Fi Certified" ke produk-produk Wi-Fi yang menyelesaikan uji coba sertifikasi interoperabilitas.[2][3][4] Perangkat keras yang tidak menaatinya hanya disebut sebagai WLAN, dan mungkin atau mungkint tidak berfungsi dengan perangkat "Wi-Fi Certified". Per 2017, Wi-Fi Alliance terdiri atas 800 perusahaan di seluruh dunia.[5] Per 2019, lebih dari 3,05 miiliar perangkat dengan Wi-Fi dikirim secara global setiap tahun.[6]

Wi-Fi menggunakan beberapa bagian keluarga protokol IEEE 802 dan didesain bekerja sama dengan saudaranya, Ethernet. Sebuah alat yang dapat memakai Wi-Fi dapat terhubung satu sama lain, serta perangkat berkabel dan Internet, melalui titik akses nirkabel. Versi Wi-Fi yang berbeda ditentukan oleh berbagai standar protokol IEEE 802.11, dengan teknologi radio yang berbeda menentukan pita radio, jangkauan maksimal, dan kecepatan yang dapat dicapai. Wi-Fi umumnya menggunakan pita radio UHF 2,4 gigahertz (120 mm) and SHF 5 gigahertz (60 mm); SHF 6 gigahertz digunakan pada generasi terbaru; pita tersebut dibagi menjadi beberapa saluran (channel). Saluran dapat dibagi antar jaringan, namun, di dalam jangkauan, hanya satu pemancar yang dapat memancarkan pada satu saluran yang bersamaan.

Pita radio Wi-Fi bekerja terbaik untuk penggunaan garis pandang. Halangan umum, seperti dinding, tiang, peralatan rumah tangga, dll., dapat sangat mengurangi jangkauan, namun ini juga membantu mengurangi gangguan antara jaringan yang berbeda dalam lingkungan yang padat. Titik akses (atau hotspot) mempunyai jangkauan sekitar 20 m (66 ft) di dalam ruangan, sementara beberapa titik akses mengklaim jangkauan luar ruangan hingga 150 m (490 ft). Cakupan hotspot dapat mencakup wilayah seluas kamar dengan dinding yang memblokir gelombang radio atau beberapa kilometer persegi—ini bisa dilakukan dengan memakai beberapa titik akses yang saling tumpang tindih dengan roaming diizinkan di antara mereka. Seiring waktu, kecepatan dan efisiensi spektral Wi-Fi meningkat. Hingga 2025, beberapa versi Wi-Fi, yang berjalan pada perangkat yang sesuai pada jarak dekat, dapat mencapai kecepatan 23 Gbit/s (gigabit per detik).[7]

Wi-Fi mempunyai sejarah keamanan yang berubah-ubah. Sistem enkripsi pertamanya, WEP, terbukti mudah ditembus. Protokol berkualitas lebih tinggi lagi, WPA dan WPA2, kemudian ditambahkan. Tetapi, sebuah fitur opsional yang ditambahkan tahun 2007 bernama Wi-Fi Protected Setup (WPS), memiliki celah yang memungkinkan penyerang mendapatkan kata sandi WPA atau WPA2 router dari jarak jauh dalam beberapa jam saja.[8] Sejumlah perusahaan menyarankan untuk mematikan fitur WPS. Wi-Fi Alliance sejak itu memperbarui rencana pengujian dan program sertifikasinya untuk menjamin semua peralatan yang baru disertifikasi kebal dari serangan AP PIN yang keras.

Sejarah

Sejarah teknologi 802.11 berawal pada putusan Komisi Komunikasi Federal AS tahun 1985 yang merilis pita GSM untuk pemakaian tanpa lisensi.[9] Pada tahun 1991, NCR Corporation bersama AT&T menemukan pendahulu 802.11 yang ditujukan untuk sistem kasir. Produk-produk nirkabel pertama berada di bawah nama WaveLAN.

Vic Hayes dijuluki "Bapak Wi-Fi". Ia terlibat dalam perancangan standar pertama IEEE.[10][11]

Sejumlah besar paten oleh banyak perusahaan memakai standar 802.11.[12] Pada tahun 1992 dan 1996, organisasi Australia CSIRO mendapatkan paten untuk sebuah metode yang kelak dipakai di Wi-Fi untuk menghapus gangguan sinyal.[13] Pada bulan April 2009, 14 perusahaan teknologi setuju membayar $250 juta kepada CSIRO karena melanggar paten-paten mereka.[14] Ini mendorong Wi-Fi disebut-sebut sebagai temuan Australia,[15] meski hal ini telah menjadi topik sejumlah kontroversi.[16][17] CSIRO memenangkan gugatan senilai $220 juta atas pelanggaran paten Wi-Fi tahun 2012 yang meminta firma-firma global di Amerika Serikat membayar hak lisensi kepada CSIRO senilai $1 miliar.[14][18][19]

Tahun 1999, Wi-Fi Alliance dibentuk sebagai sebuah asosiasi dagang untuk memegang merek dagang Wi-Fi yang digunakan oleh banyak produk.[20]

Etimologi dan terminologi

Istilah Wi-Fi, pertama dipakai secara komersial pada bulan Agustus 1999,[21] dicetuskan oleh sebuah firma konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. Wi-Fi Alliance mempekerjakan Interbrand untuk menentukan nama yang "sedikit lebih menarik daripada 'IEEE 802.11b Direct Sequence'".[22][23][24] Menurut Phil Belanger, salah satu pendiri Wi-Fi Alliance, istilah Wi-Fi dipilih dari daftar sepuluh nama yang diusulkan oleh Interbrand.[25] Interbrand juga menciptakan logo Wi-Fi. Logo Wi-Fi berwarna yin-yang menandakan sertifikasi produk untuk interoperabilitas.[26] Namanya sering ditulis sebagai WiFi, Wifi, atau wifi, namun penulisan tersebut tidak disetujui oleh Wi-Fi Alliance.

Nama Wi-Fi bukan merupakan singkatan dari 'Wireless Fidelity',[27] walaupun Wi-Fi Alliance pernah menggunakan slogan iklan "The Standard for Wireless Fidelity" untuk beberapa saat setelah nama merek tersebut diciptakan,[25][26][28] dan Wi-Fi Alliance juga disebut sebagai “Wireless Fidelity Alliance Inc.” dalam beberapa publikasi.[29] IEEE, yang merupakan organisasi yang terpisah namun terkait, menyatakan bahwa “WiFi adalah singkatan dari Wireless Fidelity” di situs web mereka.[30][31] Nama Wi-Fi dipilih, sebagian karena terdengar mirip dengan Hi-Fi dan merupakan plesetan darinya, yang diartikan para konsumen sebagai fidelitas tinggi atau kualitas tinggi. Interbrand berharap para konsumen menganggap bahwa nama ini menarik dan protokol nirkabel ini memiliki fidelitas tinggi karena namanya.

Teknologi nirkabel lainnya yang ditujukan untuk titik tetap, termasuk Motorola Canopy, merupakan jaringan nirkabel tetap. Teknologi nirkabel alternatif meliputi Zigbee, Z-Wave, Bluetooth, dan standar telepon seluler.

Untuk terhubung ke jaringan Wi-Fi LAN, komputer harus dilengkapi dengan pengendali antarmuka jaringan nirkabel. Kombinasi antara komputer dan pengendali antarmuka disebut stasiun. Stasiun diidentifikasi oleh satu atau lebih alamat MAC.

Node Wi-Fi sering beroperasi dalam mode infrastruktur, di mana semua komunikasi melalui stasiun basis. Mode ad hoc merujuk pada perangkat yang berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa melalui titik akses.[32]

Service set (set layanan) adalah kumpulan semua perangkat yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi tertentu. Perangkat dalam sebuah set layanan tidak harus berada pada pita gelombang atau saluran yang sama. Sebuah service set dapat bersifat lokal, independen, extended, mesh, atau kombinasi dari beberapa jenis. Setiap set layanan memiliki identifikasi yang terkait, yaitu pengidentifikasi set layanan (SSID atau service set identifier) berukuran 32 byte, yang mengidentifikasi jaringan tersebut. SSID dikonfigurasi pada perangkat-perangkat yang menjadi bagian dari jaringan. Set layanan dasar (BSS) adalah kelompok stasiun yang berbagi saluran nirkabel, SSID, dan pengaturan lain yang sama, yang terhubung secara nirkabel, biasanya ke titik akses yang sama.[33]:3.6 Setiap BSS diidentifikasi oleh alamat MAC yang disebut BSSID.

Sertifikasi Wi-Fi

Logo sertifikasi Wi-Fi

IEEE tidak menguji peralatan untuk memenuhi standar mereka. Badan nirlaba Wi-Fi Alliance didirikan tahun 1999 untuk mengisi celah ini—untuk menetapkan dan mendorong standar interoperabilitas dan kompatibilitas mundur, serta mempromosikan teknologi jaringan area lokal nirkabel. Hingga 2010, Wi-Fi Alliance terdiri dari lebih dari 375 perusahaan di seluruh dunia.[34][35] Wi-Fi Alliance mendorong pemakaian merek Wi-Fi kepada teknologi yang didasarkan pada standar IEEE 802.11 dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Ini meliputi koneksi jaringan area lokal nirkabel (WLAN), konektivitas alat-ke-alat (seperti Wi-Fi Peer to Peer atau Wi-Fi Direct), jaringan area pribadi (PAN), jaringan area lokal (LAN), dan bahkan sejumlah koneksi jaringan area luas (WAN) terbatas. Perusahaan manufaktur dengan keanggotaan Wi-Fi Alliance, yang produknya berhasil melewati proses sertifikasi, berhak menandai produk tersebut dengan logo Wi-Fi.

Secara spesifik, proses sertifikasi memerlukan pemenuhan standar radio IEEE 802.11, standar keamanan WPA dan WPA2, dan standar autentikasi EAP. Sertifikasi opsionalnya meliputi pengujian standar draf IEEE 802.11, interaksi dengan teknologi telepon seluler pada peralatan konvergen, dan fitur-fitur keamanan, multimedia, dan penghematan tenaga.[36]

Tidak semua peralatan Wi-Fi dikirim untuk mendapatkan sertifikasi. Kurangnya sertifikasi Wi-Fi tidak berarti bahwa sebuah alat tidak kompatibel dengan alat Wi-Fi lainnya. Jika alat tersebut memenuhi syarat atau setengah kompatibel, Wi-Fi Alliance tidak perlu berkomentar terhadap penyebutannya sebagai sebuah alat Wi-Fi,[butuh rujukan] meskipun secara teknis hanya alat yang bersertifikasi yang disetujui. Istilah seperti Super Wi-Fi, yang dicetuskan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS untuk mendeskripsikan rencana jaringan pita TV UHF di Amerika Serikat, dapat disetujui atau tidak.

Versi dan generasi

Generasi Wi-Fi
Gen.[37] Standar
IEEE
Adopsi Kec. link
(Mbit/s)
FR (GHz)
2.4 5 6
802.11 1997 1–2 Yes
802.11b 1999 1–11 Yes
802.11a 6–54 Yes
802.11g 2003 Yes
Wi-Fi 4 802.11n 2009 6,5–600 Yes Yes
Wi-Fi 5 802.11ac 2013 6,5–6.933 [a] Yes
Wi-Fi 6 802.11ax 2021 0,49.608 Yes Yes
Wi-Fi 6E[b] Yes Yes Yes
Wi-Fi 7 802.11be 2024 0,423.059 Yes Yes Yes
Wi-Fi 8[38][39] 802.11bn TBA Yes Yes Yes

Perangkat Wi-Fi sering mendukung banyak versi Wi-Fi. Untuk berkomunikasi, perangkat harus menggunakan versi Wi-Fi yang sama. Versi-versi tersebut berbeda dalam hal rentang gelombang radio yang mereka gunakan, bandwidth radio yang mereka tempati, kecepatan data maksimum yang dapat mereka dukung, dan detail lainnya. Beberapa versi memungkinkan penggunaan dua atau lebih antena, yang memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi dan interferensi yang lebih rendah.

Sebelumnya, perangkat Wi-Fi mencantumkan versi Wi-Fi yang didukung menggunakan nama standar IEEE. Pada 2018, Wi-Fi Alliance memperkenalkan penomoran generasi Wi-Fi yang disederhanakan untuk menandakan perangkat yang mendukung Wi-Fi 4 (802.11n), Wi-Fi 5 (802.11ac) and Wi-Fi 6 (802.11ax). Generasi tersebut memiliki tingkat kompatibilitas mundur yang tinggi dengan versi sebelumnya. Aliansi telah menyatakan bahwa tingkat generasi 4, 5, atau 6 dapat ditampilkan di antarmuka pengguna ketika terhubung, bersama dengan kekuatan sinyal.[40]

Standar Wi-Fi yang paling penting adalah: 802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n (Wi-Fi 4), 802.11h, 802.11i, 802.11-2007, 802.11–2012, 802.11ac (Wi-Fi 5), 802.11ad, 802.11af, 802.11-2016, 802.11ah, 802.11ai, 802.11aj, 802.11aq, 802.11ax (Wi-Fi 6), 802.11ay, 802.11be (Wi-Fi 7), dan 802.11bn (Wi-Fi 8).

Penggunaan

Agar terhubung dengan LAN Wi-Fi, sebuah komputer perlu dilengkapi dengan pengontrol antarmuka jaringan nirkabel. Gabungan komputer dan pengontrol antarmuka disebut stasiun. Semua stasiun berbagi satu saluran komunikasi frekuensi radio. Transmisi di saluran ini diterima oleh semua stasiun yang berada dalam jangkauan. Perangkat keras tidak memberi tahu pengguna bahwa transmisi berhasil diterima dan ini disebut mekanisme pengiriman terbaik. Sebuah gelombang pengangkut dipakai untuk mengirim data dalam bentuk paket, disebut "bingkai Ethernet". Setiap stasiun terus terhubung dengan saluran komunikasi frekuensi radio untuk mengambil transmisi yang tersedia.

Akses Internet

Contoh set layanan (service set/SS) bernama WiFi Wikipedia yang terdiri dari dua set layanan dasar (BSS). Para klien merantau secara otomatis antar kedua BSS tanpa intervensi eksplisit pengguna.

Sebuah alat Wi-Fi dapat terhubung ke Internet ketika berada dalam jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang terhubung ke Internet. Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi)—disebut hotspot—dapat mencakup wilayah seluas beberapa kamar hingga beberapa mil persegi. Cakupan di wilayah yang lebih luas membutuhkan beberapa titik akses dengan cakupan yang saling tumpang tindih. Teknologi Wi-Fi umum luar ruangan berhasil diterapkan dalam jaringan mesh nirkabel di London, Britania Raya.

Wi-Fi menyediakan layanan di rumah pribadi, jalanan besar dan pertokoan, serta ruang publik melalui hotspot Wi-Fi yang dipasang gratis atau berbayar. Organisasi dan bisnis, seperti bandara, hotel, dan restoran, biasanya menyediakan hotspot gratis untuk menarik pengunjung. Pengguna yang antusias atau otoritas yang ingin memberi layanan atau bahkan mempromosikan bisnis di tempat-tempat tertentu kadang menyediakan akses Wi-Fi gratis.

Router yang melibatkan modem jalur pelanggan digital atau modem kabel dan titik akses WI-Fi, biasanya dipasang di rumah dan bangunan lain, menyediakan akses Internet dan antarjaringan ke semua peralatan yang terhubung dengan router secara nirkabel atau kabel. Dengan kemunculan MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portabel), pengguna bisa dengan mudah membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri yang terhubung ke Internet melalui jaringan seluler. Sekarang, peralatan Android, Bada, iOS (iPhone), dan Symbian mampu menciptakan koneksi nirkabel.[41] Wi-Fi juga menghubungkan tempat-tempat yang biasanya tidak punya akses jaringan, seperti dapur dan rumah kebun.

Wi-Fi kota

Titik akses Wi-Fi terbuka

Pada awal 2000-an, banyak kota di seluruh dunia mengumumkan rencana membangun jaringan Wi-Fi sekota. Contoh usaha yang berhasil yaitu Mysore pada tahun 2004 menjadi kota Wi-Fi pertama di India dan kedua di dunia setelah Jerusalem. Perusahaan WiFiyNet mendirikan beberapa hotspot di Mysore, yang mencakup seluruh kota dan desa-desa sekitarnya.[42]

Tahun 2005, Sunnyvale, California, menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang menyediakan Wi-Fi gratis dengan cakupan satu kota,[43] dan Minneapolis memperoleh penghasilan $1,2 juta per tahunnya untuk penyedia jasanya.[44]

Pada bulan Mei 2010, Wali kota London, Britania Raya, Boris Johnson berjanji akan membangun jaringan Wi-Fi yang mencakup seluruh London tahun 2012.[45] Sejumlah borough, termasuk Westminster dan Islington[46][47] sudah memiliki cakupan Wi-Fi terbuka yang luas.

Para pejabat di ibu kota Korea Selatan, Seoul, berusaha menyediakan akses Internet gratis di lebih dari 10.000 lokasi di seluruh kota, termasuk ruang terbuka publik, jalan utama, dan kawasan permukiman padat penduduk. Seoul akan menyerahkan pengoperasiannya kepada KT, LG Telecom dan SK Telecom. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menginvestasikan $44 juta untuk proyek ini, yang akan rampung tahun 2015.[48]

Wi-Fi kampus

Banyak kampus tradisional di Amerika Serikat memiliki cakupan Internet Wi-Fi nirkabel yang setengah-setengah. Carnegie Mellon University membangun jaringan Internet sekampus pertama bernama Wireless Andrew di kampus Pittsburgh-nya tahun 1993 sebelum merek Wi-Fi muncul.[49][50][51]

Pada tahun 2000, Drexel University di Philadelphia menjadi universitas besar pertama di Amerika Serikat yang memiliki akses Internet nirkabel di seluruh kampusnya.[52]

Komunikasi langsung antarkomputer

Wi-Fi juga memungkinkan komunikasi langsung dari satu komputer ke komputer lain tanpa melalui titik akses. Ini disebut transmisi Wi-Fi ad hoc. Mode jaringan ad hoc nirkabel ini dipopulerkan oleh konsol permainan genggam multipemain, seperti Nintendo DS, Playstation Portable, kamera digital, dan peralatan elektronik konsumen lainnya. Sejumlah alat juga dapat berbagi koneksi Internetnya menggunakan ad-hoc, menjadi hotspot atau "router virtual".[53]

Sama halnya, Wi-Fi Alliance mempromosikan sebuah spesifikasi bernama Wi-Fi Direct untuk transfer berkas dan berbagi media melalui metodologi pencarian dan keamanan yang abru.[54] Wi-Fi Direct diluncurkan bulan Oktober 2010.[55]

Deteksi gerak

Wi-Fi sensing digunakan untuk aplikasi deteksi gerak dan pengenalan gestur.[56]

Prinsip operasi

Stasiun Wi-Fi berkomunikasi dengan saling mengirimkan paket data, yaitu blok data yang dikirim dan diterima satu demi satu melalui gelombang radio pada berbagai saluran. Seperti semua sistem radio, ini dilakukan melalui modulasi dan demodulasi gelombang pembawa. Wi-Fi menggunakan teknik yang berbeda berdasarkan versi Wi-Fi. 802.11b menggunakan direct-sequence spread spectrum pada satu gelombang pembawa, sedangkan 802.11a, Wi-Fi 4, 5, dan 6 menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing.[57]

Saluran beroperasi dalam mode half-duplex[58][59] dan dapat dibagi waktu oleh beberapa jaringan. Setiap paket yang dikirim oleh satu komputer akan diterima secara lokal oleh stasiun yang terhubung ke saluran tersebut, walaupun informasinya ditujukan hanya untuk satu tujuan.[c] Stasiun biasanya mengabaikan informasi yang tidak ditujukan kepada mereka.[d] Penggunaan saluran yang sama juga berarti bandwidth (lebar pita) data dibagi, sehingga misalnya, throughput yang tersedia untuk setiap perangkat berkurang setengah ketika dua stasiun sedang aktif mengirim data.

Seperti jaringan LAN IEEE 802 lain, stasiun sudah diprogram dengan alamat MAC 48-bit yang unik secara global.[e] Alamat MAC digunakan untuk menentukan sumber dan tujuan setiap paket data. Saat menerima transmisi, penerima memakai alamat tujuan untuk menentukan apakah transmisinya relevan dengan stasiun tersebut atau dapat diabaikan.

Skema carrier-sense multiple access with collision avoidance (CSMA/CA) mengelola cara stasiun berbagi saluran. Dengan CSMA/CA, stasiun berusaha menghindari tabrakan dengan memulai transmisi hanya setelah saluran terdeteksi idle/kosong,[60][61] lalu mengirim data paket. CSMA/CA tidak dapat sepenuhnya mencegah tabrakan, karena dua stasiun mungkin mendeteksi bahwa salurannya kosong pada waktu yang sama dan memulai transmisi secara bersamaan. Tabrakan terjadi ketika stasiun menerima sinyal dari stasiun lain di saluran yang sama pada waktu yang sama. Ini merusak isi transmisi dan dapat memaksa stasiun untuk mengirim ulang. Data yang hilang dan waktu pengiriman ulang mengurangi throughput, dalam beberapa kasus secara parah.

Pita gelombang

Standar 802.11 menyediakan beberapa rentang frekuensi radio untuk penggunaan komunikasi Wi-Fi: pita 900 MHz, 2.4 GHz, 3.6 GHz, 4.9 GHz, 5 GHz, 6 GHz and 60 GHz.[62][63][64] Setiap rentang dibagi menjadi beberapa saluran. Pada standarnya, saluran diberi nomor dengan selisih 5 MHz dalam satu rentang (kecuali rentang pita 60 GHz, di mana selisihnya 2,16 ), dan nomor tersebut merujuk pada frekuensi pusat saluran. Walaupun saluran diberi nomor dengan selisih 5 MHz, pemancar umumnya menempati setidaknya 20 MHz, dan standarnya memungkinkan penggabungan saluran tetangga untuk membentuk saluran yang lebih besar untuk meningkatkan throughput.

Negara-negara menerapkan peraturan mereka sendiri untuk saluran yang diizinkan, penggunaan yang diizinkan, dan tingkat daya maksimum, untuk rentang frekuensi tersebut. 802.11b/g/n dapat menggunakan pita 2,4 GHz, beroperasi di Amerika Serikat di bawah peraturan FCC Part 15. Dalam rentang frekuensi ini, perangkat mungkin kadang-kadang mengalami gangguan dari oven microwave,[65] telepon nirkabel, hub USB 3.0,[66] Bluetooth, dan perangkat lain.[67]

Penempatan spektrum dan batasan operasional tidak konsisten di seluruh dunia: Indonesia, Australia, dan Eropa membolehkan dua saluran tambahan (12, 13) di samping 11 saluran yang diperbolehkan di Amerika Serikat untuk pita 2,4 GHz, sementara Jepang memiliki tiga channel tambahan (12–14).

802.11a/h/j/n/ac/ax/be/bn dapat menggunakan pita 5 GHz U-NII, yang memberikan 14 saluran 20 MHz tidak tumpang tindih di Indonesia. Ini berbeda dengan pita frekuensi 2,4 GHz di mana salurannya hanya selebar 5 MHz. Secara umum, frekuensi rendah memiliki jarak yang lebih jauh namun kapasitasnya lebih sedikit. Pita 5 GHz lebih diserap oleh bahan bangunan umum daripada pita 2,4 GHz dan biasanya memberikan jangkauan yang lebih pendek.

802.11a/h/j/n/ac/ax dapat menggunakan pita 5 GHz U-NII, yang, untuk sebagian besar dunia, menawarkan setidaknya 23 saluran 20 MHz yang tidak tumpang tindih. Hal ini berbeda dengan pita frekuensi 2,4 GHz di mana saluran hanya selebar 5 MHz. Secara umum, frekuensi yang lebih rendah memiliki jangkauan yang lebih jauh tetapi kapasitas yang lebih kecil. Band 5 GHz diserap lebih banyak oleh bahan bangunan umum dibandingkan band 2,4 GHz dan biasanya memberikan jangkauan yang lebih pendek.

Seiring dengan perkembangan spesifikasi 802.11 untuk mendukung throughput lebih tinggi, protokol-protokol tersebut menjadi jauh lebih efisien dalam penggunaan bandwidth (lebar pita) mereka. Selain itu, mereka mendapatkan kemampuan untuk menggabungkan saluran untuk meningkatkan throughput di mana bandwidth untuk saluran tambahan tersedia. 802.11n memungkinkan penggandaan bandwidth spektrum radio (40 MHz) per saluran dibandingkan 802.11a atau 802.11g (20 MHz). 802.11n dapat disetel untuk membatasi diri ke bandwidth 20 MHz untuk mencegah gangguan di komunitas padat. Pada pita 5 GHz, saluran 20 MHz, 40 MHz, 80 MHz, dan 160 MHz diperbolehkan dengan beberapa batasan, memberikan koneksi yang jauh lebih cepat.

Contoh spektrum Wi-Fi 2.4 GHz
Contoh spektrum Wi-Fi 5 GHz
Router Wi-Fi Netgear ini memiliki dua pita (dual band) untuk memancarkan sinyal 2,4 dan 5 GHz dan mendukung MIMO.
Modem Wi-Fi 4G+ seluler dual-band oleh Huawei

Suit komunikasi

Generic 802.11 Frame

Wi-Fi merupakan bagian dari keluarga protokol IEEE 802. Data disusun menjadi bingkai 802.11 yang sangat mirip dengan bingkai Ethernet pada lapisan tautan data, namun dengan tambahan kolom alamat. Alamat MAC digunakan sebagai alamat jaringan untuk perutean/routing melalui LAN.[68]

Spesifikasi MAC dan lapisan fisik (PHY) Wi-Fi didefinisikan oleh IEEE 802.11 untuk memodulasikan dan menerima satu atau lebih gelombang pembawa untuk mentransmisi data pada pita frekuensi infrared, 2,4, 3,6, 5, 6, atau 60 GHz. Spesifikasi tersebut dibuat dan dipelihara oleh Komite Standar IEEE LAN/MAN (IEEE 802). Versi dasar standar ini dirilis pada 1997 dan telah memiliki banyak amandemen selanjutnya. Standar dan amandemen tersebut menjadi dasar bagi produk jaringan nirkabel menggunakan merek Wi-Fi. Walaupun setiap amandemen dicabut secara resmi ketika dimasukkan ke dalam versi terbaru standar, dunia korporat cenderung memasarkan berdasar revisi tersebut karena revisinya secara ringkas menggambarkan kemampuan produk mereka.[69] Oleh sebab itu, di pasaran, setiap revisi cenderung menjadi standar tersendiri.

Selain 802.11, keluarga protokol IEEE 802 memiliki ketentuan khusus untuk Wi-Fi. Ketentuan ini diperlukan karena media kabel Ethernet biasanya tidak dibagi, sedangkan untuk komunikasi nirkabel, semua transmisi diterima oleh semua stasiun dalam jangkauan yang menggunakan saluran radio tersebut. Walaupun Ethernet memiliki angka kesalahan yang sangat kecil, media komunikasi nirkabel rentan terhadap gangguan signifikan. Oleh karena itu, transmisi yang akurat tidak dijamin, sehingga pengiriman dilakukan dengan mekanisme pengiriman best-effort (usaha terbaik) yang tersedia. Karena ini, untuk Wi-Fi, Kontrol Taut Logika (LLC) yang ditentukan oleh IEEE 802.2 menggunakan protokol kendali akses media (MAC) Wi-Fi untuk mengelola pengulangan tanpa bergantung pada suit protokol yang lebih tinggi.[70]

Untuk tujuan interkoneksi jaringan, Wi-Fi biasanya ditetapkan sebagai lapisan tautan[f] di bawah lapisan internet dari Protokol Internet (IP). Ini berarti setiap node memiliki alamat internet yang terkait dan, dengan konektivitas yang memadai, ini memungkinkan akses Internet sepenuhnya.

Mode

Infrastruktur

Jaringan Wi-Fi dalam mode infrastruktur. Perintah cetak dikirim dari komputer melalui titik akses ke printer.

Dalam mode infrastruktur (mode yang paling sering digunakan), semua komunikasi melewati stasiun pangkalan. Untuk komunikasi di dalam jaringan, ini menimbulkan peningkatan penggunaan gelombang udara, namun memiliki keuntungan bahwa dua stasiun yang dapat berkomunikasi dengan stasiun pangkalan juga dapat berkomunikasi melalui stasiun pangkalan, yang membatasi masalah yang terkait dengan masalah node tersembunyi dan menyederhanakan protokol.

Ad hoc dan Wi-Fi direct

Wi-Fi juga memungkinkan komunikasi secara langsung antara satu komputer dengan komputer lain tanpa perantara titik akses. Ini disebut transmisi Wi-Fi ad hoc. Ada berbagai jenis jaringan ad hoc. Dalam kasus paling sederhana, node jaringan harus berkomunikasi langsung satu sama lain. Dalam protokol yang lebih kompleks, node dapat meneruskan paket, dan node melacak cara mencapai node lain, bahkan jika node tersebut berpindah-pindah

Mode ad hoc pertama kali dideskripsikan oleh Chai Keong Toh dalam paten dia tahun 1996 tentang perutean nirkabel ad hoc,[71] yang diterapkan pada jaringan nirkabel Lucent WaveLAN 802.11a di IBM ThinkPad dalam skenario dengan sejumlah node yang mencakup wilayah lebih dari 1 mil (1,6 km). Keberhasilan ini dicatat dalam majalah Mobile Computing (1999)[72] dan nantinya diterbitkan secara resmi dalam IEEE Transactions on Wireless Communications, 2002[73] dan ACM SIGMETRICS Performance Evaluation Review, 2001.[74]

Mode jaringan nirkabel ad hoc populer pada permainan video multipemain pada konsol permainan genggam, seperti PlayStation Portable dan Nintendo DS . Mode ini juga populer pada kamera digital dan perangkat elektronik konsumen lainnya. Beberapa perangkat dapat berbagi koneksi Internet mereka menggunakan mode ad hoc, menjadi hotspot atau router virtual.[5]

Serupa dengan itu, Wi-Fi Alliance mempromosikan spesifikasi Wi-Fi Direct untuk transfer file dan berbagi media melalui metode penemuan dan keamanan baru.[75] Wi-Fi Direct diluncurkan pada Oktober 2010.[76]

Mode komunikasi langsung melalui Wi-Fi lainnya adalah Tunneled Direct Link Setup (TDLS), yang memungkinkan dua perangkat di jaringan Wi-Fi yang sama untuk berkomunikasi secara langsung, bukan melalui titik akses.[77]

Multi titik akses

Titik akses mengirim bingkai suar untuk mengumumkan kehadiran jaringan.

Sebuah Extended Service Set dapat dibentuk dengan mengerahkan beberapa titik akses yang dikonfigurasi dengan pengaturan SSID dan keamanan yang sama. Perangkat klien Wi-Fi biasanya terhubung ke titik akses yang memancarkan sinyal terkuat dalam set layanan tersebut.[78]

Menambah jumlah titik akses Wi-Fi dalam suatu jaringan memberikan redundansi, jangkauan yang lebih baik, dukungan untuk perpindahan cepat, dan peningkatan kapasitas jaringan secara keseluruhan dengan menggunakan lebih banyak saluran atau membangun sel yang lebih kecil. Kecuali implementasi terkecil (seperti jaringan rumah atau kantor kecil), penerapan Wi-Fi telah beralih ke titik akses tipis, dengan semakin banyak kecerdasan jaringan yang disimpan dalam perangkat jaringan terpusat, sehingga titik akses individu hanya berfungsi sebagai transceiver bodoh. Penerapan luar ruangan dapat menggunakan topologi mesh.[79]

Kinerja

Jangkauan operasional Wi-Fi bergantung pada faktor seperti pita frekuensi, teknik modulasi, kekuatan daya pemancar, sensitivitas penerima, jenis dan gain antena, dan karakteristik perambatan dan interferensi di lingkungan. Pada jarak yang lebih jauh, kecepatan biasanya berkurang.

Daya pemancar

Dibandingkan dengan telepon seluler dan teknologi yang serupa, pemancar Wi-Fi merupakan perangkat berdaya rendah. Umumnya, daya maksimal yang dapat dipancarkan oleh perangkat Wi-Fi dibatasi oleh peraturan lokal, seperti Permenkominfo No. 2 Tahun 2023 di Indonesia. Daya effective isotropic radiated power (EIRP) di Indonesia untuk perangkat dalam ruangan dibatasi hingga 27 dBm (500 mW) untuk 2,4 GHz, sementara untuk 5 GHz dibatasi hingga 23 dBm (200 mW).[80]

Namun, Wi-Fi memiliki daya lebih tinggi daripada standar lain yang didesain untuk mendukung aplikasi jaringan area pribadi nirkabel. Misalnya, Bluetooth memiliki jangkauan perambatan yang lebih pendek, antara 1 dan 100 meter, dan oleh karena itu, umumnya mengonsumsi lebih sedikit daya. Teknologi berdaya rendah lainnya seperti Zigbee memiliki jangkauan yang cukup jauh, tetapi kecepatan datanya jauh lebih rendah. Konsumsi daya Wi-Fi yang tinggi membuat kekhawatiran lamanya daya tahan baterai pada beberapa perangkat mobile.

Antena

Pada router nirkabel dengan antena yang dapat dilepas, jangkauan bisa diperpanjang dengan memasang antena yang lebih mumpuni. Titik akses yang kompatibel dengan 802.11b atau 802.11g, menggunakan antena segala arah/omnidirectional mungkin memiliki jangkauan 0,1 km. Radio yang sama dengan antena semi-parabola eksternal (gain 15 dB) dengan penerima yang sama pada sisi lain mungkin memiliki jangkauan hingga 32 km.

Rating gain yang lebih tinggi (dBi) menunjukkan penyimpangan dari radiator isotropik teoretis yang sempurna menuju antena arah, sehingga antena dapat memancarkan atau menerima sinyal yang dapat digunakan lebih jauh ke arah tertentu, dibandingkan dengan daya output yang serupa untuk antena yang lebih isotropik.[81] Misalnya, antena 8 dBi dengan driver 100 mW memiliki jangkauan horizontal yang sama dengan antena 6 dBi yang ditenagai 500 mW, Ini menganggap bahwa radiasi arah vertikal tidak berguna untuk komunikasi.

Antena parabola lebih terarah dan dapat menjangkau lebih jauh daripada antena omnidirectional.
Antena Yagi–Uda, umum digunakan untuk antena televisi, relatif kecil pada panjang gelombang Wi-Fi.
Antena dari pengontrol antarmuka jaringan nirkabel Gigabyte GC-WB867D-I. Antena sederhana berbentuk tongkat memiliki penerimaan segala arah dan jangkauan yang relatif pendek (kira-kira 20 meter).

MIMO (multiple-input and multiple-output)

Standar Wi-Fi 4 dan seterusnya memungkinkan perangkat memiliki lebih dari satu antena pada pemancar dan penerima. Antena tambahan memungkinkan perangkat memanfaatkan perambatan multijalur pada band frekuensi yang sama, mempercepat kecepatan dan memperluas jangkauan lebih dari dua kali lipat.[82]

Standar Wi-Fi 5 hanya menggunakan pita frekuensi 5 GHz, dan mampu mencapai throughput WLAN multi-stasiun setidaknya 1 gigabit per detik, serta throughput stasiun tunggal setidaknya 500 Mbit/s. Standar ini menggunakan beberapa teknik pemrosesan sinyal, seperti MIMO multi-pengguna dan aliran multipleks spasial 4×4, serta bandwidth yang luas (160 MHz) untuk mencapai kecepatan gigabit.

Perambatan radio

Dengan sinyal Wi-Fi, berada di garis pandang biasanya bekerja terbaik, tetapi sinyal dapat terserap, terpantul, terbias, terdifraksi, dan melemah melalui dan di sekitar struktur, baik buatan manusia maupun alami. Sinyal Wi-Fi sangat dipengaruhi oleh struktur logam (termasuk besi tulangan dalam beton, lapisan low-e pada kaca), struktur batu (termasuk marmer), dan air (seperti yang ada dalam tumbuhan).

Karena sifat kompleks penyebaran radio pada frekuensi Wi-Fi umum, terutama di sekitar pohon dan bangunan, algoritma hanya dapat memperkirakan kekuatan sinyal Wi-Fi secara kasar untuk area tertentu relatif terhadap pemancar.[83] Performa Wi-Fi jarak jauh lebih mudah diprediksi, karena koneksi jarak jauh umumnya memiliki garis pandang langsung ke menara yang memancar di atas tumbuhan sekitar.

Rekor jarak

Rekor jarak (menggunakan perangkat non-standar) mencakup 382 km (237 mi) pada Juni 2007, dipegang oleh Ermanno Pietrosemoli and EsLaRed dari Venezuela, mentransfer data sekitar 3 MB/detik antara puncak gunung El Águila dan Platillon.[84] Badan Antariksa Nasional Swedia mentransfer data sejauh 420 km (260 mi), menggunakan penguat 6 watt untuk mencapai balon stratosfer di atas.[85]

Gangguan

Rencana alokasi frekuensi jaringan untuk Amerika Utara dan Eropa. Menggunakan jenis alokoasi frekuensi tersebut dapat membantu mengurangi gangguan saluran bersama dan berdekatan.
Pada pita gelombang 2,4 GHz dan yang lain, pemancar mencakup lebih dari satu saluran. Saluran yang tumpang tindih dapat mengalami gangguan kecuali jika gangguannya hanya merupakan sebagian kecil dari total daya yang diterima.

Koneksi Wi-Fi dapat terblokir atau kecepatan jaringan dapat berkurang jika ada perangkat lain di area yang sama. Protokol Wi-Fi dirancang membagi bandwidth radio secara adil. Untuk mengurangi tabrakan dengan perangkat Wi-Fi dan non-Wi-Fi lain, Wi-Fi menggunakan carrier-sense multiple access with collision avoidance (CSMA/CA), di mana pemancar mendengarkan ruang sekeliling sebelum mengirim data dan menunda pengiriman paket jika mendeteksi bahwa perangkat lain aktif di saluran tersebut, atau jika mendeteksi derau dari saluran tetangga atau sumber non-Wi-Fi. Namun, jaringan Wi-Fi tetap rentan terhadap masalah node tersembunyi dan node terpapar.[86]

Sinyal Wi-Fi berkecepatan standar menempati lima saluran dalam pita 2,4 GHz. Gangguan interferensi dapat disebabkan oleh saluran yang tumpang tindih. Dua nomor saluran yang berbeda lima atau lebih, seperti 2 dan 7, tidak bertumpang tindih (tidak ada gangguan saluran berdekatan). Oleh karena itu, pepatah bahwa saluran 1, 6, dan 11 adalah satu-satunya saluran yang tidak tumpang tindih, tidak akurat. Saluran 1, 6, dan 11 adalah satu-satunya kelompok tiga saluran yang tidak tumpang tindih di Amerika Utara. Namun, apakah tumpang tindih tersebut berpengaruh tergantung pada jarak fisik. Saluran yang berjarak empat saluran berinterferensi sangat sedikit – jauh lebih sedikit daripada penggunaan ulang saluran (yang menyebabkan gangguan saluran bersama) – jika pemancar berjarak setidaknya beberapa meter.[87] Di Eropa, Jepang, dan Indonesia, di mana saluran 13 tersedia, dianjurkan menggunakan saluran 1, 5, 9, dan 13 untuk 802.11g dan 802.11n.

Namun, beberapa titik akses 2,4 GHz 802.11b dan 802.11g secara default menggunakan saluran yang sama saat pertama kali dinyalakan, yang dapat menyebabkan kemacetan di saluran tertentu. Polusi Wi-Fi, atau jumlah titik akses yang berlebihan di dalam suatu area, dapat menghalangi akses dan mengganggu penggunaan titik akses lain oleh perangkat lain, serta menurunkan rasio rasio sinyal-ke-derau (SNR) antara titik akses. Ini dapat menjadi masalah di area padat, seperti kompleks apartemen besar atau gedung kantor dengan banyak titik akses Wi-Fi.[88]

Perangkat lain menggunakan pita 2,4 GHz:[89] oven microwave, perangkat band industri, saintifik, dan medis (ISM), kamera keamanan, perangkat Zigbee, perangkat Bluetooth, pengirim video, telepon nirkabel, alarm bayi,[90] dan, di beberapa negara, radio amatir, yang semuanya dapat menyebabkan gangguan tambahan yang signifikan. Ini juga menjadi masalah ketika pemerintah daerah[91] atau lembaga besar lainnya (seperti universitas) berusaha memberikan cakupan area luas. Pada beberapa pita 5 GHz, ada gangguan dari sistem radar di beberapa tempat. Untuk stasiun pangkalan yang mendukung band tersebut, mereka menggunakan Dynamic Frequency Selection yang mendeteksi radar, dan jika ditemukan, jaringan tidak akan diizinkan dalam band tersebut.

Pita tersebut dapat digunakan oleh pemancar daya rendah tanpa perizinan, dan dengan sedikit pembatasan. Tetapi, walaupun gangguan tidak disengaja sering terjadi, pengguna yang terbukti menyebabkan gangguan disengaja (terutama untuk mencoba memonopoli pita tersebut secara lokal untuk tujuan komersial) telah dikenakan denda besar.[92]

Throughput

Berbagai varian lapisan-2 dari IEEE 802.11 memiliki karakteristik yang berbeda. Pada semua varian 802.11, throughput maksimum yang dapat dicapai ditentukan berdasarknan pengukuran dalam kondisi ideal atau pengukuran kecepatan data lapisan-2. Namun, ini tidak berlaku untuk implementasi umum di mana data ditransfer antara dua titik akhir, di mana salah satu biasanya terhubung ke infrastruktur berkabel, dan yang lain terhubung ke infrastruktur melalui tautan nirkabel.

Ini berarti bahwa umumnya, bingkai/frame data melintasi media 802.11 (WLAN) dan dikonversi menjadi 802.3 (Ethernet) atau sebaliknya.

Karena perbedaan panjang frame (header) kedua media tersebut, ukuran paket sebuah aplikasi menentukan kecepatan transfer data. Ini berarti aplikasi yang menggunakan paket kecil (mis. VoIP) membuat aliran data dengan lalu lintas overhead tinggi (goodput rendah).

Faktor lain yang memengaruhi laju data aplikasi secara keseluruhan adalah kecepatan aplikasi mengirim paket (laju data) dan kekuatan energi sinyal nirkabel yang diterima. Yang terakhir ditentukan oleh jarak dan kekuatan output tersetel pada perangkat yang berkomunikasi.[93][94]

Referensi yang sama berlaku untuk grafik throughput yang tertera, yang menampilkan pengukuran throughput UDP. Setiap grafik mewakili throughput rata-rata dari 25 pengukuran (ada batang kesalahan, namun hampir tidak terlihat karena variasinya kecil), dengan ukuran paket tertentu (kecil atau besar), dan dengan laju data tertentu (10 kbit/s100 Mbit/s). Penanda untuk profil lalu lintas aplikasi umum juga tertera. Kesalahan paket tidak termasuk dalam teks dan pengukuran, namun informasi mengenai hal ini dapat ditemukan di referensi di atas ini. Tabel di bawah menunjukkan throughput UDP (khusus aplikasi tertentu) maksimum yang dapat dicapai pada skenario yang sama (referensi yang sama lagi) untuk berbagai varian WLAN (802.11). Host pengukuran berjarak 25 meter dari satu sama lain; kehilangan paket sekali lagi diabaikan.

Representasi grafik dari batas kinerja khusus aplikasi tertentu untuk Wi-Fi 802.11g, yang menggunakan pita 2,4 GHz
Representasi grafik dari kinerja khusus aplikasi tertentu untuk Wi-Fi 802.11n, menggunakan lebar saluran 40 MHz pada pita 2,4 GHz

Perangkat keras

Sebuah RouterBoard 112 tertanam dengan pigtail U.FL-RSMA dan kartu Wi-Fi mini PCI R52, yang banyak digunakan oleh penyedia layanan Internet nirkabel (WISP) di Republik Ceko

Wi-Fi memungkinkan pengerahan jaringan area lokal (LAN) secara nirkabel. Selain itu, ruang di mana kabel tidak dapat dipasang, seperti area luar ruangan dan bangunan bersejarah, dapat menggunakan jaringan LAN nirkabel. Namun, dinding berbahan tertentu, seperti batu dengan kandungan logam tinggi, dapat menghalangi sinyal Wi-Fi.

Sebuah perangkat Wi-Fiadalah perangkat nirkabel jarak pendek. Perangkat Wi-Fidifabrikasikan pada chip sirkuit terpadu RF CMOS (sirkuit RF).[95]

Sejak awal tahun 2000-an, produsen telah menanam adapter jaringan nirkabel ke dalam sebagian besar laptop. Harga chipset untuk wi-Fi terus menurun, membuatnya menjadi opsi jaringan ekonomis yang ada pada semakin banyak perangkat.[96]

Titik akses dan antarmuka jaringan klien dari merek-merek yang berbeda dapat ber-interoperasi dengan tingkat layanan yang dasar. Produk yang ditandai "Wi-Fi Certified" oleh Wi-Fi Alliance itu kompatibel mundur. Berbeda dengan telepon seluler, perangkat Wi-Fi standar apa pun dapat digunakan di mana saja di dunia.

Titik akses

OSBRiDGE 3GN – titik akses 802.11n dan gerbang UMTS/GSM dalam satu perangkat

Titik akses nirkabel (WAP atau wireless access point) menghubungkan sekumpulan perangkat nirkabel dengan LAN berkabel. Titik akses mirip dengan hub jaringan, meneruskan data antar perangkat nirkabel yang terhubung serta (biasanya) satu perangkat berkabel yang terhubung, umumnya berupa hub atau switch Ethernet, sehingga perangkat nirkabel dapat berkomunikasi dengan perangkat berkabel lainnya.

Adapter nirkabel

Adapter Wi-Fi AirPort, mendukung 802.11g, dari sebuah Apple MacBook
Pengendali antarmuka jaringan nirkabel Gigabyte GC-WB867D-I

Adapter nirkabel memungkinkan perangkat terhubung ke jaringan nirkabel. Adapter tersebut terhubung ke perangkat-perangkat menggunakan berbagai interkoneksi eksternal atau internal, seperti mini PCIe (mPCIe, M.2), USB, ExpressCard dan sebelumnya PCI, Cardbus, dan PC Card. Per tahun 2010, sebagian besar laptop baru dilengkapi dengan adapter internal bawaan.

Router

Router nirkabel mengintegrasikan titik akses nirkabel, switch Ethernet, dan aplikasi firmware router internal yang memberikan perutean IP, NAT, dan penerusan DNS melalui antarmuka WAN terintegrasi. Router nirkabel memungkinkan perangkat Ethernet LAN berkabel dan nirkabel untuk terhubung ke perangkat WAN tunggal (biasanya) seperti modem kabel, modem DSL, atau modem optik. Router nirkabel memungkinkan ketiga perangkat, terutama titik akses dan router, diatur setelannya melalui satu utilitas pusat. Utilitas ini biasanya berupa server web terintegrasi yang dapat diakses oleh klien LAN kabel dan nirkabel, dan seringkali oleh klien WAN (opsional). Utilitas ini juga dapat berupa aplikasi yang dijalankan pada komputer, seperti halnya Apple AirPort, yang dikelola dengan AirPort Utility pada macOS dan iOS.[97]

Bridge

Bridge (jembatan) jaringan dapat menghubungkan dua jaringan untuk membentuk satu jaringan pada lapisan tautan data melalui Wi-Fi. Standar utamanya adalah wireless distribution system (WDS).

Bridge jaringan dapat menghubungkan jaringan berkabel ke jaringan nirkabel. Bridge berbeda dengan titik akses: titik akses biasanya menghubungkan perangkat nirkabel ke satu jaringan berkabel. Dua perangkat bridge nirkabel dapat digunakan untuk menghubungkan dua jaringan berkabel melalui tautan nirkabel, berguna untuk situasi di mana koneksi berkabel mungkin tidak tersedia, seperti antara dua rumah yang terpisah atau untuk perangkat yang tidak memiliki kemampuan jaringan nirkabel (namun memiliki kemampuan jaringan berkabel), seperti perangkat hiburan konsumen; atau, bridge jaringan dapat digunakan untuk memungkinkan perangkat yang mendukung koneksi berkabel beroperasi pada standar jaringan nirkabel yang lebih cepat daripada yang didukung oleh fitur konektivitas jaringan nirkabel (dongle eksternal atau bawaan) yang didukung oleh perangkat (misalnya, memungkinkan kecepatan Wireless-N (hingga kecepatan maksimum yang didukung pada port Ethernet di bridge dan perangkat terhubung, termasuk titik akses nirkabel) untuk perangkat yang hanya mendukung Wireless-G). Bridge nirkabel dual-band juga dapat digunakan untuk mengaktifkan operasi jaringan nirkabel 5 GHz pada perangkat yang hanya mendukung jaringan nirkabel 2,4 GHz dan memiliki port Ethernet.

WiFi repeater dan extender

Repeater/amplifier/extender (pengulang/penguat/pemanjang) nirkabel adalah sebuah perangkat jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang keluar dari router atau access point dan memperluas jangkauan jaringan. Pemerluas jangkauan yang ditempatkan secara strategis dapat memperluas area sinyal atau memungkinkan sinyal menjangkau melewati halangan, seperti koridor berbentuk L. Perangkat nirkabel yang terhubung melalui pemerluas jangkauan mengalami tambahan latensi untuk setiap lompatan, dan mungkin ada pengurangan throughput maksimum. Selain itu, bandwidth jaringan dengan repeater lebih cepat penuh seiring pengguna bertambah. Oleh karena itu, pemerluas jaringan sebaiknya digunakan pada jaringan yang tidak memerlukan throughput yang tinggi, seperti kasus di mana satu pengguna tablet dengan Wi-Fi bergerak antara bagian yang tercakup oleh jaringan asli dan bagian yang tercakup oleh pemerluas jaringan. Selain itu, perangkat nirkabel yang terhubung ke satu repeater dalam rantai memiliiki throughput data yang dibatasi oleh "tautan terlemah" dalam rantai antara titik asal dan titik akhir koneksi. Jaringan yang menggunakan extender nirkabel lebih rawan terhadap degradasi akibat interferensi dari titik akses tetangga yang berbatas dengan bagian jaringan yang diperluas dan kebetulan menggunakan saluran yang sama dengan jaringan yang diperluas.

Antena WiFi

Secara umumnya, fungsi dari antena WiFi adalah untuk menerima sekaligus menyalurkan sinyal WiFi ke gadget, laptop, maupun komputer. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini telah ada beberapa jenis antena WiFi sesuai kebutuhan.

  1. Antena Grid. Secara fisik, bentuk dari antena ini seperti jaring parabolic. Sayangnya, cakupan dari antena ini hanya searah. Selain itu, dibutuhkan antena pemancar yang diletakkan di tempat lain agar antena ini dapat menangkap sinyal WiFi. Saat antena grid diletakkan mengarah pada antena pemancar maka diperoleh sinyal yang kuat. Adapun fungsi dari antena grid adalah menerima sekaligus mengirimkan sinyal data yang diperolehnya dengan menggunakan sistem gelombang radio. Ada tiga frekuensi dari sistem gelombang radio yang digunakan pada antena ini, yaitu 2,4 GHz, 5 GHz dan 6 GHz.
  2. Antena Omni. Untuk antena jenis ini, bentuknya mirip tongkat dengan ukuran lebih kecil. Dibandingkan antena grid, cakupan antena omni lebih luas dan menyebar ke semua arah dengan membentuk semacam lingkaran. Namun, meskipun cakupannya cukup luas, jangkauannya tetaplah pendek. Biasanya, antena ini digunakan oleh sekolah-sekolah, supermarket, perkantoran, bahkan warung tenda yang menyediakan WiFi.
  3. Antena Sectoral Jenis antena pemancar wifi yang mirip dengan antena omni ini mampu menampung 5 klien sekaligus. Antena ini mempunyai cakupan yang tidak begitu luas, tetapi mampu menjangkau jarak lebih jauh. Pada umumnya, antena ini dipasang secara vertikal dengan sectoral sudut hingga 120 derajat. Namun, tak jarang juga yang memasangnya secara horisontal. Antena sectoral ini biasanya digunakan oleh tower GSM HP.
  4. Antena Yagi. Prinsip kerja dari jenis antena pemancar wifi yang mempunyai bentuk seperti susunan tulang ikan ini hampir sama dengan antena grid. Cakupan yang dimilikinya hanya searah sehingga harus diarahkan pada antena pemancar di tempat lain. Perbedaan mencolok antara antena yagi dan grid terletak pada bentuk dan penggunaannya. Tidak seperti antena grid, antena yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu driven, reflector, dan director. Antena yagi juga sangat jarang digunakan dalam sebuah jaringan.
  5. Antena PVC. Jenis antena pemancar wifi ini terbuat dari pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Tak heran jika antena ini tidak akan berkarat meskipun dipasang di luar ruangan. Keunggulan lainnya adalah tahan terhadap berbagai cuaca serta mudah saat dipasang. Sayangnya, antena ini hanya bisa mencakup sinyal dalam jarak dekat, sekitar 200 hingga 300 meter saja.
  6. Antena 8 Quad. Pada dasarnya, jenis antena pemancar wifi ini merupakan bagian dari antena sectoral. Sebab, pola radiasinya masih dalam satu arah jika dibuat sudut arah yang lebar. Biasanya, antena ini sering digunakan untuk antena access point saat klien berada di sebuah area.
  7. Antena Wajan Bolic. Sesuai namanya, jenis antena pemancar wifi mirip parabola, di mana bahan untuk parabolic discnya menggunakan wajan. Antena ini digunakan untuk memperkuat sinyal yang berasal dari hotspot dengan jarak jauh dan susah ditangkap USB wireless adapter.

Keselamatan

World Health Organization (WHO) menyatakan, "tidak ada risiko setelah terpapar jaringan wi-fi tingkat rendah dan jangka panjang," dan United Kingdom Health Protection Agency melaporkan bahwa terpapar Wi-Fi selama setahun "sama seperti terpapar radiasi dari panggilan telepon genggam selama 20 menit".[98][99]

Sejumlah kecil pengguna Wi-Fi telah melaporkan masalah kesehatan setelah berkali-kali terpapar dan memakai Wi-Fi,[100] meski belum ada publikasi mengenai dampak apa pun dalam studi buta rangkap. Sebuah studi yang melibatkan 725 orang penderita hipersensitivitas elektromagnetik mengaku tidak menemukan bukti atas klaim mereka.[101]

Sebuah studi berspekulasi bahwa "laptop (mode Wi-Fi) di pangkuan dekat buah zakar dapat menurunkan fertilitas pria".[102] Studi lainnya menemukan memori kerja yang menurun di kalangan pria saat terpapar Wi-Fi.[103]

Alternatif

Beberapa teknologi nirkabel lain memberikan alternatif untuk Wi-Fi untuk berbagai kasus penggunaan:

  • Bluetooth Low Energy, varian daya rendah dari Bluetooth
  • Bluetooth, jaringan jarak pendek
  • Jaringan seluler, digunakan oleh telepon seluler
  • LoRa, untuk nirkabel jarak jauh berkecepatan rendah
  • NearLink, standar teknologi nirkabel jarak pendek
  • WiMAX, untuk memberikan konektivitas internet nirkabel jarak panjang
  • Zigbee, protokol komunikasi daya rendah, berkecepatan rendah, jarak pendek

Alternatif lain adalah "tanpa kabel baru", memanfaatkan kabel yang sudah ada:

Beberapa teknologi berkabel untuk jaringan komputer, yang memberikan alternatif yang layak untuk Wi-Fi:

Lihat pula

Catatan

  1. 802.11ac hanya menentukan operasi pada pita 5 GHz. Operasi pada pita 2,4 GHz ditentukan oleh 802.11n.
  2. Wi-Fi 6E adalah nama industri yang mengidentifikasi perangkat Wi-Fi yang juga beroperasi pada 6 GHz. Wi-Fi 6 menawarkan fitur dan kemampuan yang sama dengan Wi-Fi 6.
  3. Sifat "satu berbicara, semua mendengar" ini merupakan kelemahan keamanan Wi-Fi medium bersama karena sebuah node pada jaringan Wi-Fi dapat memantau semua lalu lintas jaringan jika diinginkan.
  4. Kecuali disetel ke mode bebas/promiscuous.
  5. Dalam beberapa kasus, alamat yang dipilih oleh pabrik dapat diganti, untuk menghindari perubahan alamat ketika adapter diganti atau untuk menggunakan alamat yang dikelola secara lokal. In some cases, the factory-assigned address can be overridden, either to avoid an address change when an adapter is replaced or to use locally administered addresses.
  6. Lapisan tautan setara dengan lapisan tautan fisik dan data dari model OSI.

Catatan kaki

  1. What is Wi-Fi? - A Word Definition From the Webopedia Computer Dictionary
  2. Beal, Vangie (2 May 2001). "What is Wi-Fi (IEEE 802.11x)? A Webopedia Definition". Webopedia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 March 2012.
  3. Schofield, Jack (21 May 2007). "The Dangers of Wi-Fi Radiation (Updated)". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2019. Diakses tanggal 1 November 2019 via TheGuardian.com.
  4. "Certification". Wi-Fi.org. Wi-Fi Alliance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 May 2020. Diakses tanggal 1 November 2019.
  5. "History | Wi-Fi Alliance". Wi-Fi Alliance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 October 2017. Diakses tanggal 15 September 2020.
  6. "Global Wi-Fi Enabled Devices Shipment Forecast, 2020 – 2024". Research and Markets. 1 July 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 March 2021. Diakses tanggal 23 November 2020.
  7. Weatherbed, Jess (2025-10-13). "Wi-Fi 8 demonstrated with first prototype connection" [Wi-Fi 8 demonstrated with first prototype connection]. The Verge (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-02.
  8. http://sviehb.files.wordpress.com/2011/12/viehboeck_wps.pdf
  9. "Wi-Fi (wireless networking technology)". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2010-02-03.
  10. Ben Charny (December 6, 2002). "CNET Vision series". CNET. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-08-26. Diakses tanggal 2011-10-14.
  11. Olga Kharif (April 1, 2003). "Paving the Airwaves for Wi-Fi". Bloomberg Businessweek. Diakses tanggal 2011-10-14.
  12. IEEE-SA - IEEE 802.11 and Amendments Patent Letters of Assurance
  13. David Sygall. "How Australia's top scientist earned millions from Wi-Fi". The Sydney Morning Herald, December 7, 2009.
  14. 1 2 Moses, Asher (June 1, 2010). "CSIRO to reap 'lazy billion' from world's biggest tech companies". The Age. Melbourne. Diakses tanggal 8 June 2010.
  15. "World changing Aussie inventions - Australian Geographic". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-15. Diakses tanggal 2012-08-21.
  16. How the Aussie government “invented WiFi” and sued its way to $430 million | Ars Technica
  17. "Australia's Biggest Patent Troll Goes After AT&T, Verizon and T-Mobile". CBS News.
  18. Australian scientists cash in on Wi-Fi invention: SMH 1 April 2012
  19. CSIRO wins legal battle over Wi-Fi patent: ABC 1 April 2012
  20. "Wi-Fi Alliance: Organization". Official industry association web site. Diakses tanggal August 23, 2011.
  21. "Statement of Use, s/n 75799629, US Patent and Trademark Office Trademark Status and Document Retrieval" [Pernyataan Penggunaan, s/n 75799629, Status Merek Dagang dan Pengambilan Dokumen Kantor Paten dan Merek Dagang AS]. 23 August 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 April 2015. Diakses tanggal 21 September 2014. first used the Certification Mark … as early as August 1999 [pertama menggunakan Marka sertifikasi … seawal Agustus 1999]
  22. "WiFi isn't short for "Wireless Fidelity"" [Wi-Fi bukan singkatan dari "Wireless Fidelity"]. boingboing.net. 2005-11-08. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-21. Diakses tanggal 2007-08-31.
  23. "Wireless Fidelity' Debunked" ['Wireless Fidelity' Dibantahkan]. Wi-Fi Planet. 2007-04-27. Diakses tanggal 2007-08-31.
  24. "What is the True Meaning of Wi-Fi?" [Apa Arti Sebenarnya dari Wi-Fi?]. Teleclick. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-11. Diakses tanggal 2007-08-31.
  25. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama boing2
  26. 1 2 "Securing Wi-Fi Wireless Networks with Today's Technologies" [Mengamankan Jaringan Nirkabel Wi-Fi dengan Teknologi Hari Ini] (PDF). Wi-Fi Alliance. 6 February 2003. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 Juni 2015. Diakses tanggal 25 Juni 2015.
  27. Corrigan, Hope (2022-12-30). "I just found out what Wi-Fi means and it's sending me" [Saya baru tahu apa arti Wi-Fi dan itu membuat saya (terkejut)]. PC Gamer. Diakses tanggal 2025-05-02.
  28. "WPA Deployment Guidelines for Public Access Wi-Fi Networks" (PDF). Wi-Fi Alliance. 28 October 2004. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 March 2007. Diakses tanggal 30 November 2009.
  29. HTC S710 User Manual [Panduan Pengguna HTC S710]. High Tech Computer Corp. 2006. hlm. 2. Wi-Fi is a registered trademark of the Wireless Fidelity Alliance, Inc. [Wi-Fi adalah merek dagang yang terdaftar dari Wireless Fidelity Alliance, Inc.] Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  30. Varma, Vijay K. "Wireless Fidelity  WiFi" (PDF). Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 August 2017. Diakses tanggal 16 October 2016. (originally published 2006)
  31. Aime, Marco; Calandriello, Giorgio; Lioy, Antonio (2007). "Dependability in Wireless Networks: Can We Rely on WiFi?" (PDF). IEEE Security & Privacy. 5 (1): 23–29. Bibcode:2007ISPri...5a..23D. doi:10.1109/MSP.2007.4. ISSN 1540-7993. S2CID 16415685.
  32. "You May Feel Silly When You Find Out What Wi-Fi Actually Stands For" [Anda Mungkin Merasa Konyol Ketika Anda Mengetahui Apa Sebenarnya Singkatan Dari Wi-Fi]. HuffPost. 2019-04-15. Diakses tanggal 2024-06-19.
  33. "IEEE 802.11-2007: Wireless LAN Medium Access Control (MAC) and Physical Layer (PHY) specifications" [IEEE 802.11-2007: Spesifikasi Kendali Akses Media (MAC) dan Lapisan Fisik (PHY) LAN Nirkabel]. IEEE Standards Association. 8 Maret 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 18 April 2007.
  34. The Wi-Fi Alliance also developed technology that expanded the applicability of Wi-Fi, including a simple set up protocol (Wi-Fi Protected Set Up) and a peer to peer connectivity technology (Wi-Fi Peer to Peer) "Wi-Fi Alliance: Organization" [Aliansi Wi-Fi: Organisasi]. www.wi-fi.org. Diakses tanggal 2009-10-22.
  35. "Wi-Fi Alliance: White Papers" [Aliansi Wi-Fi: Kertas Putih]. www.wi-fi.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-07. Diakses tanggal 2009-10-22.
  36. "Wi-Fi Alliance: Programs" [Aliansi Wi-Fi: Program-Program]. www.wi-fi.org. Diakses tanggal 2009-10-22.
  37. "The Evolution of Wi-Fi Technology and Standards" [Evolusi Teknologi dan Standar Wi-Fi]. IEEE. 2023-05-16. Diakses tanggal 2025-08-07.
  38. Karamyshev, Anton; Levitsky, Ilya; Bankov, Dmitry; Khorov, Evgeny (2025-10-06). "A Tutorial on Wi-Fi 8: The Journey to Ultra High Reliability" [Tutorial Wi-Fi 8: Perjalanan menuju Keandalan Ultra Tinggi]. Problems of Information Transmission. 61 (2). doi:10.1134/S003294602502005X. Diakses tanggal 2025-11-07.
  39. Giordano, Lorenzo; Geraci, Giovanni; Carrascosa, Marc; Bellalta, Boris (November 21, 2023). "What Will Wi-Fi 8 Be? A Primer on IEEE 802.11bn Ultra High Reliability" [Seperti Apa Nanti Wi-Fi 8? Panduan Dasar IEEE 802.11bn Ultra High Reliability]. IEEE Communications Magazine. 62 (8): 126. arXiv:2303.10442. Bibcode:2024IComM..62h.126G. doi:10.1109/MCOM.001.2300728.
  40. "Wi-Fi Alliance Introduces Wi-Fi 6" [Wi-Fi Alliance Memperkenalkan Wi-Fi 6]. Wi-Fi Alliance. 3 Oktober 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 April 2019. Diakses tanggal 24 Oktober 2019.
  41. "Mifi vs Joikuspot". mificlub.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-01. Diakses tanggal 2010-10-09.
  42. The Telegraph - Say hello to India's first wirefree city
  43. "Sunnyvale Uses MetroFi". unstrung.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-27. Diakses tanggal 2008-07-16.
  44. "Minneapolis moves ahead with wireless". The Star Tribune. December 5, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-09. Diakses tanggal December 5, 2010.
  45. "London-wide wi-fi by 2012 pledge". BBC News. 2010-05-19. Diakses tanggal 2010-05-19.
  46. "City of London Fires Up Europe's Most Advanced Wi-Fi Network". www.govtech.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-07. Diakses tanggal 2007-05-14.
  47. "London gets a mile of free Wi-Fi". .zdnet.co.uk. Diakses tanggal 200-04-18.
  48. "Seoul Moves to Provide Free City-Wide WiFi Service". VOANEWS.COM. Diakses tanggal 1 April 2012.
  49. Deb Smit (October 5, 2011). "How Wi-Fi got its start on the campus of CMU, a true story". Pop City Media. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-07. Diakses tanggal October 6, 2011.
  50. "Wireless Andrew: Creating the World's First Wireless Campus". Carnegie Mellon University. 2007. Diakses tanggal October 6, 2011.
  51. Wolter Lemstra; Vic Hayes; John Groenewegen (2010). The innovation journey of Wi-Fi: the road to global success. Cambridge University Press. hlm. 121. ISBN 978-0-521-19971-1. Diakses tanggal October 6, 2011.
  52. "About the University". Drexel.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-19. Diakses tanggal 2011-10-14.
  53. "Wireless Home Networking with Virtual WiFi Hotspot". Techsansar.com. 2011-01-24. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-30. Diakses tanggal 2011-10-14.
  54. "Wi-Fi Direct allows device-to-device links". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-23. Diakses tanggal 2012-08-22.
  55. "Wi-Fi gets personal: Groundbreaking Wi-Fi Direct launches today". WiFi Alliance. 2010-10-25. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-30. Diakses tanggal 2011-01-15.
  56. Khalili, Abdullah; Soliman, Abdel-Hamid; Asaduzzaman, Md; Griffiths, Alison (Maret 2020). "Wi-Fi sensing: applications and challenges" [Wi-Fi sensing: aplikasi dan tantangan]. The Journal of Engineering. 2020 (3): 87–97. arXiv:1901.00715. doi:10.1049/joe.2019.0790. ISSN 2051-3305.
  57. Cisco Systems, Inc. White Paper Capacity, Coverage, and Deployment Considerations for IEEE 802.11g
  58. "Why can't WiFi work as full duplex while 3G and 4G can" [Mengapa Wi-Fi tidak dapat bekerja full-duplex sementara 3G dan 4G bisa]. Meraki Community. 23 January 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Oktober 2021. Diakses tanggal 19 September 2020.
  59. Badman, Lee (26 Agustus 2019). "Bad Info Is Nothing New for WLAN- Don't Believe "Full Duplex" in Wi-Fi 6" [Info Buruk Bukan Hal Baru untuk WLAN- Jangan Percaya "Full Duplex" pada Wi-Fi 6]. Toolbox. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 November 2021. Diakses tanggal 19 September 2020.
  60. "Federal Standard 1037C" [Standar Federal 1037C]. Institute for Telecommunication Sciences. 7 Agustus 1996. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2009. Diakses tanggal 9 September 2012.
  61. "ATIS Telecom Glossary 2007" [Glosarium Telekom ATIS 2007]. Alliance for Telecommunications Industry Solutions. ATIS-0100523.2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2008. Diakses tanggal 9 September 2012.
  62. "Wi-Fi Channels, Frequencies, Bands & Bandwidths" [Saluran, Frekuensi, Pita, dan Lebar Pita Wi-Fi]. Electronics Notes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Februari 2018. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  63. IEEE Standard for Information technology—Telecommunications and information exchange between systems Local and metropolitan area networks—Specific requirements - Part 11: Wireless LAN Medium Access Control (MAC) and Physical Layer (PHY) Specifications [Standar IEE untuk Teknologi informasi—Telekomunikasi dan pertukaran informasi antar sistem Jaringan Lokal dan metropolitan—Persyaratan khusus - Bagian 11: Spesifikasi Kontrol Akses Medium (MAC) dan Lapisan Fisik (PHY) Jaringan Nirkabel LAN]. IEEE. 14 Desember 2016. doi:10.1109/IEEESTD.2016.7786995. ISBN 978-1-5044-3645-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  64. "802.11 WiFi Standards Explained" [Standar WiFi 802.11 Dijelaskan]. Lifewire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Desember 2018. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  65. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama scienceabc
  66. "USB 3.0 Radio Frequency Interference Impact on 2.4 GHz Wireless Devices" [Dampak Gangguan Frekuensi Radio USB 3.0 pada Perangkat Nirkabel 2,4 GHz] (PDF). USB.org. USB Implementers Forum. April 2012. Diakses tanggal 14 Oktober 2019.
  67. "Why Everything Wireless Is 2.4 GHz" [Mengapa Segala Hal Nirkabel Menggunakan 2,4 GHz]. WIRED. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Juli 2018. Diakses tanggal 18 Agustus 2018.
  68. "3.1.1 Packet format" [Format paket 3.1.1] (PDF). IEEE Standard for Ethernet, 802.3-2012 – section one. 28 Desember 2012. hlm. 53. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 July 2014.
  69. Stobing, Chris (14 Februari 2024). "What Does WiFi Stand For? | WiFi Meaning & How It Works" [Apa Kepanjangan dari WiFi? | Arti WiFi & Cara Kerjanya]. GadgetReview. Diakses tanggal 21 Oktober 2025.
  70. Geier, Jim (6 December 2001). Overview of the IEEE 802.11 Standard. InformIT. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 April 2016. Diakses tanggal 8 April 2016.
  71. US 5987011, Toh, Chai Keong, "Routing Method for Ad-Hoc Mobile Networks", diterbitkan tanggal 16 November 1999
  72. "Mobile Computing Magazines and Print Publications". www.mobileinfo.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 April 2016. Diakses tanggal 19 December 2017.
  73. Toh, C.-K; Delwar, M.; Allen, D. (7 Agustus 2002). "Evaluating the Communication Performance of an Ad Hoc Mobile Network" [Mengevaluasi Performa Komunikasi dari Sebuah Jaringan Mobile Ad Hoc]. IEEE Transactions on Wireless Communications. 1 (3): 402–414. doi:10.1109/TWC.2002.800539.
  74. Toh, C.-K; Chen, Richard; Delwar, Minar; Allen, Donald (2001). "Experimenting with an Ad Hoc Wireless Network on Campus: Insights & Experiences" [Bereksperimen dengan Jaringan Nirkabel Ad Hoc di Kampus: Wawasan & Pengalaman]. ACM SIGMETRICS Performance Evaluation Review. 28 (3): 21–29. doi:10.1145/377616.377622. S2CID 1486812. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Desember 2021. Diakses tanggal 8 Oktober 2021.
  75. Cox, John (14 Oktober 2009). "Wi-Fi Direct allows device-to-device links" [Wi-Fi Direct memungkinkan tautan perangkat-ke-perangkat]. Network World. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Oktober 2009.
  76. "Wi-Fi gets personal: Groundbreaking Wi-Fi Direct launches today" [Wi-Fi menjadi lebih personal: Wi-Fi Direct yang inovatif diluncurkan hari ini] (Press release). Wi-Fi Alliance. 25 October 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juni 2015. Diakses tanggal 25 Juni 2015.
  77. "What is Wi-Fi Certified TDLS?" [Apa itu Wi-Fi Certified TDLS?]. Wi-Fi Alliance. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2014.
  78. Edney, Jon (2004), "What is an ESS?", IEEE 802 LAN/MAN Standards Committee Meeting, July 2004, Piscataway, New Jersey: Institute of Electrical and Electronics Engineers, hlm. 8
  79. Mohsin Beg (3 December 2021). "Fix WiFi Connected But No Internet Access On Windows 11/10/8/7" [Perbaiki WiFi Terhubung Tapi Tidak Ada Akses Internet Pada Windows 11/10/8/7]. newscutzy.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Juni 2021. Diakses tanggal 25 Juni 2020.
  80. "Permenkominfo No. 2 Tahun 2023". Database Peraturan BPK. 2023. Diakses tanggal 2026-01-08.
  81. "Somebody explain dBi – Wireless Networking" [Tolong seseorang menjelaskan dBi – Jaringan Nirkabel]. DSL Reports Forums. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Agustus 2014.
  82. "802.11n Delivers Better Range" [802.11n Memberikan Jangkauan Lebih Bagus]. Wi-Fi Planet. 31 Mei 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2015.
  83. "WiFi Mapping Software:Footprint" [Perangkat Lunak Pemetaan Wi-Fi:Jejak Kaki]. Alyrica Networks. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2009. Diakses tanggal 27 April 2008.
  84. Kanellos, Michael (18 Juni 2007). "Ermanno Pietrosemoli has set a new record for the longest communication Wi-Fi link" [Ermanno Pietrosemoli memecahkan rekor baru untuk tautan komunikasi Wi-Fi terjauh]. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2008. Diakses tanggal 10 Maret 2008.
  85. Pietrosemoli, Ermanno (18 Mei 2007). "Long Distance WiFi Trial" [Uji Coba WiFi Jarak Jauh] (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 10 Maret 2008.
  86. Chakraborty, Sandip; Nandi, Sukumar; Chattopadhyay, Subhrendu (22 September 2015). "Alleviating Hidden and Exposed Nodes in High-Throughput Wireless Mesh Networks" [Menangani Node Tersembunyi dan Terpapar pada Jaringan Mesh Nirkabel Throughput Tinggi]. IEEE Transactions on Wireless Communications. 15 (2): 928–937. doi:10.1109/TWC.2015.2480398. S2CID 2498458.
  87. Villegas, Eduard Garcia; Lopez-Aguilera, Elena; Vidal, Rafael; Paradells, Josep (2007). "Effect of Adjacent-Channel Interference in IEEE 802.11 WLANs". 2007 2nd International Conference on Cognitive Radio Oriented Wireless Networks and Communications [Efek Interferensi Saluran Berdekatan pada WLAN IEEE 802.11]. hlm. 118–125. doi:10.1109/CROWNCOM.2007.4549783. hdl:2117/1234. ISBN 978-1-4244-0814-6. S2CID 1750404. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  88. den Hartog, F., Raschella, A., Bouhafs, F., Kempker, P., Boltjes, B., & Seyedebrahimi, M. (November 2017). A Pathway to solving the Wi-Fi Tragedy of the Commons in apartment blocks [Jalur menuju menyelesaikan Tragedi Kepemilikan Bersama dalam blok apartemen] Diarsipkan 13 Juli 2020 di Wayback Machine.. In 2017 27th International Telecommunication Networks and Applications Conference (ITNAC) (pp. 1–6). IEEE.
  89. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama wired
  90. Caravan, Delia (12 September 2014). "6 Easy Steps To Protect Your Baby Monitor From Hackers" [6 Cara Mudah untuk Melindungi Alarm Bayi Anda dari Para Hacker]. Baby Monitor Reviews HQ. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 September 2014.
  91. Wilson, Tracy V. (17 April 2006). "How Municipal WiFi Works" [Bagaimana Cara Kerja Wi-Fi Pemerintah Daerah]. HowStuffWorks. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Februari 2008. Diakses tanggal 12 Maret 2008.
  92. Brown, Bob (10 Maret 2016). "Wi-Fi hotspot blocking persists despite FCC crackdown" [Pemblokiran hotspot Wi-Fi masih berlangsung meskipun ada tindakan tegas dari FCC.]. Network World. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Februari 2019.
  93. Application Level Energy and Performance Measurements in a Wireless LAN [Pengukuran Kinerja dan Energi Tingkat Aplikasi dalam LAN Nirkabel]. 2011 IEEE/ACM International Conference on Green Computing and Communications. doi:10.1109/GreenCom.2011.26. Diakses tanggal 21 Oktober 2025.
  94. Towards Energy-Awareness in Managing Wireless LAN Applications [Menuju Kesadaran Energi dalam Mengelola Aplikasi LAN Nirkabel]. IEEE/IFIP Network Operations and Management Symposium. IEEE/IFIP NOMS. 2012. doi:10.1109/NOMS.2012.6211930. Diakses tanggal 21 Oktober 2025.
  95. Veendrick, Harry J. M. (2017). Nanometer CMOS ICs: From Basics to ASICs [Sirkuit Terpadu CMOS Nanometer: Dari Dasar ke ASIC]. Springer. hlm. 243. ISBN 9783319475974. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2020. Diakses tanggal 26 October 2019.
  96. "Free WiFi Analyzer-Best Channel Analyzer Apps For Wireless Networks". The Digital Worm. 8 June 2017. Diarsipkan dari versi asli pada 8 August 2017.
  97. "Apple.com Airport Utility Product Page". Apple, Inc. Diarsipkan dari versi asli pada 8 June 2011. Diakses tanggal 14 June 2011.
  98. "Q&A: Wi-fi health concerns". BBC News. 2007-05-21. Diakses tanggal 2011-10-14.
  99. "Electromagnetic Hypersensitivity (EMS)" Diarsipkan 2010-09-19 di Wayback Machine., 2011
  100. "Official website". Globalnews.ca. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-15. Diakses tanggal 2011-10-14.
  101. ""Electromagnetic Hypersensitivity: A Systematic Review of Provocation Studies ", 2005". Psychosomaticmedicine.org. 2005-03-01. Diakses tanggal 2011-10-14.
  102. Avendaño C, Mata A, Juarez Villanueva AM, Martinez VS, Sanchez Sarmiento CA (2010) “Laptop expositions affect motility and induce DNA fragmentation in human spermatozoa in vitro by a non-thermal effect: a preliminary report” American Society for Reproductive Medicine, 66th Annual Meeting: O-249.
  103. Papageorgiou CC, Hountala CD, Maganioti AE, Kyprianou MA, Rabavilas AD, Papadimitriou GN, Capsalis CN (2011) “Effects of wi-fi signals on the p300 component of event-related potentials during an auditory hayling task” J Integr Neurosci. 10(2): 189-202; PMID 21714138.

Bacaan lanjutan

Pranala luar