Sepuluh siswa utama Buddha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Siswa utama adalah 10 Siswa utama Sang Buddha Siddhartha Gautama biasa di sebut Dhatu-Cetiya. Para Siswa ini telah mencapai tingkat kesucian tertinggi (Arahat), dan memegang peranan penting dalam Agama Buddha. 10 Siswa utama Sang Buddha Siddhartha Gautama adalah:

  1. Sariputta, berasal dari keluarga pendeta agama kuno di India. Menjadi salah satu dari dua siswa utama Buddha. Kebijaksanaanya terbaik kedua setelah Buddha sehingga dijuluki sebagai "Sang Panglima Dhamma" (Dhammasenāpati).
  2. Moggalana, adalah teman Sariputta sejak kecil, juga berasal dari keluarga pendeta. Siswa utama Buddha yang memiliki Kesaktian/kemampuan Batin/ Abbhinna terbaik di antara para siswa Buddha.
  3. Maha Kassapa, gaya hidup pertapaanNya nomor dua paling keras setelah Sang Buddha. Setelah Sang Buddha Parinibanna, Dia yang memprakarsai penyusunan ajaran Buddha yang kita kenal sekarang sebagai Tipitaka (Kitab Ajaran Buddha).
  4. Anurudha, pangeran Anurudha adalah sepupu Sang Buddha. Mempunyai Mata Dewa/Dibbacakkhu terbaik di antara siswa Buddha.
  5. Kondanna, pertapa Kondanna pernah meramalkan Pangeran Siddhartha sewaktu bayi, akan menjadi Buddha. Dia adalah siswa pertama yang mencapai kesucian tertinggi.
  6. Upali, adalah bekas tukang cukur kerajaan Sakya. Menjadi Bhikkhu lebih dulu daripada Tuannya, yaitu Ananda dan Anurudha untuk mengurangi rasa sombong para Tuannya dengan harus menghormat padanya sebagai Bhikkhu senior sebelum mereka. Siswa Buddha yang Terkemuka dalam menjaga Sila/ penerapan Kemoralan.
  7. Rahula, adalah anak pangeran Siddhartha & putri Yasodhara. Dia menjadi pertapa mengikuti jejak ayahNya sejak umur tujuh tahun.
  8. Sivali, adalah anak ratu Suppavasa dari kerajaan Koliya. Terkenal sebagai seorang Bhikkhu yang dengan mudah selalu menerima pemberian berjumlah besar (Murah Rejeki). Sebagai Bhikkhu penerima dana, ia tidak terbandingkan.
  9. Bakkula, adalah Bhikkhu dengan kesehatan dan kemandirian yang sempurna. Tidak pernah sakit dan selama menjadi Bhikkhu tidak pernah menerima atau meminta pelayanan dari orang lain. Pada usia 160 tahun, dengan kesaktianNya, dia menciptakan api yang membakar tubuhnya sendiri, dengan cara itulah Ia Parinibbana.
  10. Ananda, adalah sepupu Sang Buddha. Setelah menjadi Bhikkhu, Dia diangkat menjadi ajudan Sang Buddha. Y.A.Ananda adalah Bendahara Dhamma karena mampu mengingat seluruh Sabda Buddha. Ia juga mengulang seluruh Dhamma dari Sang Buddha dalam Sutta (dengan mengatakan: "''Demikianlah yang telah kudengar''").

Lihat pula[sunting | sunting sumber]