Perang Salib Keenam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Perang Salib Keenam
Bagian dari Perang Salib
Al-Kamil Muhammad al-Malik and Frederick II Holy Roman Emperor.jpg
Friedrich II (kiri) bertemu dengan al-Kamil (kanan).
Tanggal 1228–1229
Lokasi Siprus, Timur Dekat
Hasil Kemenangan Tentara Salib melalui diplomasi
Perubahan
wilayah
Yerusalem, Nazaret, Sidon, Yafo, dan Betlehem diserahkan ke Tentara Salib
Pihak yang terlibat
Kekaisaran Romawi Suci dan sekutunya Dinasti Ayyubiyyah Kerajaan Siprus
Ibelin
Komandan
Friedrich II
Hermann von Salza
al-Kamil Henri I
John dari Ibelin

Perang Salib Keenam berawal pada tahun 1228 sebagai suatu upaya untuk mendapatkan kembali Yerusalem. Perang ini dimulai setelah kegagalan Perang Salib Kelima dan melibatkan sedikit sekali pertempuran yang sebenarnya. Manuver diplomatik Friedrich II, Kaisar Romawi Suci, menyebabkan Kerajaan Yerusalem kembali memperoleh sebagian kendali atas Yerusalem dalam hampir sepanjang lima belas tahun berikutnya (1229-39, 1241-44)[1] maupun atas daerah lainnya di Tanah Suci.

Friedrich II dan Kepausan[sunting | sunting sumber]

Friedrich II, Kaisar Romawi Suci, telah banyak melibatkan diri dalam Perang Salib Kelima, mengirimkan pasukan dari Jerman, namun ia gagal mendampingi pasukan tersebut secara langsung, walau ada dorongan dari Paus Honorius III dan kemudian Paus Gregorius IX, sebab ia diperlukan untuk mengkonsolidasikan posisinya di Jerman dan Italia sebelum ambil bagian dalam suatu perang salib. Bagaimanapun Friedrich kembali berjanji untuk ikut serta dalam perang salib setelah penobatannya sebagai kaisar pada tahun 1220 oleh Paus Honorius III. Pada tahun 1225 Friedrich menikahi Yolande dari Yerusalem (juga dikenal sebagai Isabelle), putri Jean dari Brienne (penguasa nominal Kerajaan Yerusalem) dan Maria dari Monferrato. Friedrich kini dapat mengklaim takhta kerajaan yang terpecah itu, dan memiliki alasan untuk berusaha memulihkannya. Pada tahun 1227, setelah penobatan Paus Gregorius IX, Friedrich dan pasukannya berlayar dari Brindisi, Italia, menuju Akko (kemudian menjadi ibukota Kerajaan Yerusalem yang terpecah itu), tetapi adanya wabah memaksa Friedrich untuk kembali ke Italia. Paus Gregorius mengambil kesempatan ini untuk mengekskomunikasi Friedrich karena melanggar sumpahnya sebagai tentara salib, kendati hal ini dipandang hanya sebagai alasan sebab Friedrich selama bertahun-tahun telah berusaha untuk mengkonsolidasikan kekuasaan imperialisnya di Italia dengan mengorbankan kepausan.

Paus Gregorius menyatakan bahwa alasan dikeluarkannya sanksi ekskomunikasi tersebut adalah keengganan Friedrich untuk ikut serta dalam perang salib, dengan merujuk pada Perang Salib Kelima. Friedrich berupaya untuk melakukan negosiasi dengan sang paus, tetapi akhirnya memutuskan untuk mengabaikannya, dan berlayar ke Suriah pada tahun 1228 meskipun sedang diekskomunikasi, lalu tiba di Akko pada bulan September.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Sumber
  • Cattaneo, Giulio (1992). Federico II di Svevia. Rome: Newton & Compton. 
Kutipan