Nisfu Sya'ban

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Nisfu Sya'ban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari kalender Islam. Hari ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban di dunia Arab, dan sebagai Shab-e-barat[1][2] di Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran dan India. Nama-nama ini diterjemahkan menjadi "malam pengampunan dosa", "malam berdoa" dan "malam pembebasan", dan seringkali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah.[3] Di beberapa daerah, malam ini juga merupakan malam ketika nenek moyang yang telah wafat diperingati.[3]

Nama lain[sunting | sunting sumber]

  • Lailat al-Baraa (bahasa Arab: ليلة البراءة, Malam Pengampunan Dosa),
  • Lailat al-Du'a (bahasa Arab: ليلة الدعاء, Malam Berdoa),
  • Nim Sha'ban di Afghanistan dan Iran,
  • Nisf Sha'ban (bahasa Arab: نصف شعبان, Pertengahan Sya'ban) di negara-negara berbahasa Arab,
  • Nisfu Sya'ban di negara-negara berbahsa Melayu,
  • Shab e Baraat di India, Pakistan, dan Bangladesh, berarti Malam Pengampunan Dosa,
  • Berat Kandili di Turki.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dinesh Bihari Trivedi, A. H. M. Zehadul Karim, Law and order in upper India: a study of Oudh, 1856-1877, Northern Book Centre, 1990, ISBN 978-81-85119-83-0, "... The first significant religious occasion shabe-barat (lailat- ul-barat or the night of deliverance) is held in the middle of Shaban (eighth month of the Islamic calendar) ..." 
  2. ^ Clare M. Wilkinson-Weber, Embroidering lives: women's work and skill in the Lucknow embroidery industry, SUNY Press, 1999, ISBN 978-0-7914-4088-9, "... Shab-barat is observed with nightlong prayer and recitation (in the mosque for men, and at home for the women)." 
  3. ^ a b Jamal J. Elias, Islam: Religions of the world, Psychology Press, 1999, ISBN 978-0-415-21165-9, "... Laylat al-bara'a ... fortune for the coming year is popularly believed to be registered in Heaven ... prayer vigils and by feasting and illumination ... oblations are made in the name of deceased ancestors ..."