Mangongkal holi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Mangongkal holi adalah sebuah tradisi membongkar kembali tulang-belulang dan menempatkannya kembali ke suatu tempat, tepatnya di sebuah tugu.[butuh rujukan] Mangokkal holi adalah salah satu kekayaan kebudayaan masyarakat Batak Toba yang hingga saat ini masih dilestarikan. Bentuk dari mangokkal holi ini adalah upacara ataupun horor. Tidak ada catatan yang pasti mengenai awal mula upacara mangokkal holi ini. Akan tetapi, secara tradisi dikatakan bahwa upacara ini akan ada jika ternyata arwah dari salah seorang nenek gayung dalam satu keluarga datang kepada salah seorang anggota keluarga yang masih hidup, baik lewat mimpi ataupun lewat penglihatan, lalu memohon untuk memindahkan tulang-belulangnya ke tempat yang lebih layak.


Upacara Adat Batak Mangongkal Holi dilakukan oleh sekelompok marga untuk mendirikan monumen atau kuburan bagi nenek moyang mereka. Kuburan yang baru bisanya berbentuk monumen Tugu sebagai penanda asal muasal nenek moyang atau leluhur dari rumpun marga tersebut. Teknis dan proses pelaksanaan tradisi mangongkal holi dilakukan dengan mengangkat tulang belulang leluhur (disebut Oppung) yang telah lama meniggal. Dalam silsilah marga batak dimulai dari leluhur pertama, kedua, ketiga dst.

Satu kuburan (Monumen Tugu) bisa menampung lebih dari empat atau lebih Jasad Leluhur dan di masukkan kedalam, tergantung besarnya Monumen dan banyak nya silsilah marga yang hendak dimasukkan Holi (tulang Belulang).

Jika suatu hari seorang anak Batak di perantauan di tanya dari mana asal marganya, Monumen Tugu leluhur ini lah sebagai penanda asal muasal marganya dan adanya Holi leluhur didalam kuburan yang berbentuk monumen atau tugu tersebut. Sebagai Contoh monumen tugu marga Sidauruk yang berada di pulau Samosir Sumatera Utara.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]