Globalisasi perdagangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Globalisasi perdagangan adalah salah satu jenis globalisasi ekonomi dan cara (indikator ekonomi) pelaksanaan integrasi ekonomi. Di tingkat nasional, globalisasi perdagangan secara kasar mewakili proporsi seluruh produksi yang melintasi batas negara, serta jumlah lapangan pekerjaan di negara yang bergantung pada perdagangan luar negeri. Di tingkat global, globalisasi perdagangan mewakili proporsi seluruh produksi dunia yang digunakan untuk impor dan ekspor antarnegara.

  • Untuk satu negara, globalisasi perdagangan adalah proporsi total volume perdagangan negara tersebut terhadap produk domestik brutonya (PDB):[1]
\frac {Impor+Ekspor} {PDB}
  • Untuk dunia secara keseluruhan, globalisasi perdagangan adalah pangsa total perdagangan dunia di dalam total produksi dunia (PDB) dan jumlahnya (sum) mencakup seluruh negara:[2]
\frac {\sum Ekspor} {\sum PDB}

Definisi[sunting | sunting sumber]

Preyer dan Bös memberi operasionalisasi sederhana tentang globalisasi perdagangan, yaitu "proporsi seluruh produksi dunia yang melintasi perbatasan internasional".[2] Chase-Dunn et al. menulis bahwa globalisasi perdagangan adalah salah satu jenis globalisasi ekonomi, dan mendefinisikan globalisasi perdagangan sebagai "meningkatnya (atau berkurangnya) pertukaran komoditas jarak jauh dan global relatif terhadap pertukaran komoditas di dalam perbatasan negara", dan dengan tepat mengoperasionalisasikannya sebagai "gabungan seluruh ekspor internasional dalam bentuk persentase produk global yang merupakan jumlah seluruh produk domestik bruto (PDB) nasional."[3] Erreygers dan Vermeire mendefinisikan globalisasi perdagangan sebagai "tingkatan ketidaksamaan antara persebaran aktual arus perdagangan bilateral dan patokan gravitasinya yang hanya ditentukan oleh ukuran dan jarak." [4] Mereka menulis bahwa globalisasi perdagangan dapat dimaksimalkan ketika ukuran dan jarak turut memengaruhi intensitas arus perdagangan bilateral, artinya dapat dimaksimalkan ketika baik batasan perdagangan maupun faktor lainnya tidak berpengaruh.[4]

Babones menulis bahwa globalisasi perdagangan adalah indikator tingkat globalisasi negara yang sering digunakan dalam literatur empiris.[5] Data untuk sebagian besar negara di era modern dapat dilihat di basis data Indikator Pembangunan Dunia Bank Dunia.[5]

Tren[sunting | sunting sumber]

Chase-Dunn et al. berpendapat bahwa ada beberapa gelombang siklus globalisasi perdagangan, dan penurunan globalisasi perdagangan terjadi akibat perang dan depresi ekonomi. Mereka juga berpendapat bahwa ada tren peningkatan globalisasi perdagangan yang stabil selama beberapa abad.[3] Mengacu pada zaman modern, globalisasi perdagangan meningkat sampai 1880, lalu menurun sampai 1905, kemudian naik lagi sampai 1914, turun selama Perang Dunia I, naik sampai 1929, turun sampai akhir Perang Dunia II, dan sejak itu naik dengan stabil.[3] Mereka melihat bahwa faktor-faktor utama yang dapat menjelaskan tren ini adalah menurunnya biaya transportasi dan komunikasi, serta kestabilan yang dimiliki "sistem hegemoni" yang mendukung perdagangan dalam sistem dunia saat ini.[3] Penurunan tingkat globalisasi perdagangan bisa saja diakibatkan oleh peperangan, periode konflik, dan ketegangan. Aktor-aktor internasional tidak dapat mencapai konsensus mengenai perjanjian perdagangan dan biasanya langsung menerapkan proteksionisme.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Brady, David (19 July 2011). Comparing European Workers: Policies and Institutions. Emerald Group Publishing. hlm. 231–. ISBN 978-0-85724-932-6. Diakses 1 February 2013. 
  2. ^ a b Preyer, G.; Mathias Bös (31 March 2002). Borderlines in a Globalized World: New Perspectives in a Sociology of the World-System. Springer. hlm. 18–. ISBN 978-1-4020-0515-2. Diakses 1 February 2013. 
  3. ^ a b c d e Chase-Dunn, Christopher; Yukio Kawano; Benjamin D. Brewer. 2000. "Trade globalization since 1795: Waves of integration in the world-system," American Sociological Review 65 (1): 77-95.
  4. ^ a b Erreygers, Guido; Mieke Vermeire (9 December 2012). Macroeconomics and Beyond: Essays in Honour of Wim Meeusen. Maklu. hlm. 165–. ISBN 978-90-441-2855-0. Diakses 1 February 2013. 
  5. ^ a b Babones, Salvatore (15 April 2008). "Studying Globalization: Methodological Issues". In George Ritzer. The Blackwell Companion to Globalization. John Wiley & Sons. hlm. 147–149. ISBN 978-0-470-76642-2. Diakses 1 February 2013. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]