Alih keluar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Alih keluar (bahasa Inggris: Offshoring) adalah peprpindahan proses bisnis dari sebuah negara ke negara lain—biasanya proses operasi seperti manufaktur atau proses penopang seperti akuntansi. Istilah ini umumnya mengacu pada bisnis perusahaan swasta, namun pemerintah kadang-kadang juga melakukan alih keluar.[1] Alih keluar belakangan ini dikaitkan dengan alih daya jasa teknis dan administratif yang membantu operasi domestik dan global dari luar negara markas ("alih daya keluar") dengan model pengiriman interal (penarikan) atau eksternal (alih daya).[2]

Istilah ini digunakan dalam beberapa kesempatan yang berbeda namun sangat berhubungan satu sama lain. Istilah ini secara luas berarti penggantian jasa dari dalam perusahaan dengan jasa dari sumber asing manapun. Dalam beberapa kasus, hanya jasa impor dari perusahaan anak atau pemasok terkait yang termasuk dalam lingkup istilah ini. Barang menengah seperti komputer yang setengah selesai tidak masuk lingkup istilah ini.[3]

Alih keluar dapat dipandang dalam konteks produksi atau jasa. Setelah bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun 2001, Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara tujuan alih keluar produksi utama. Bidang industri lain yang dialihkan keluar adalah industri perangkat lunak sebagai bagian dari pengembangan perangkat lunak global dan perkembangan sistem informasi global. Karena kemajuan telekomunikasi meningkatkan kesempatan perdagangan jasa, India menjadi negara terbesar yang menjadi tujuan alih keluar telekomunikasi.[butuh rujukan] Beberapa negara juga mulai dijadikan tujuan alih keluar.

Alasan ekonomi alih keluar adalah untuk mengurangi biaya (disebut arbitrase kerja) dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Lapangan pekerjaan bertambah di negara tujuan yang menyediakan barang atau jasa (umumnya negara berbiaya kerja rendah), namun berkurang di negara berbiaya kerja tinggi. Peningkatan biaya jaring pengaman pengangguran ditangani oleh pemerintah (pembayar pajak) di negara berbiaya tinggi atau perusahaan yang melakukan alih keluar. Eropa mengalami lebih sedikit alih keluar dibandingkan Amerika Serikat karena kebijakan yang membebankan lebih banyak biaya kepada perusahaan dan hambatan budaya.[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Menurut sektor:

Bahan bacaan[sunting | sunting sumber]

  • Ashok Deo Bardhan and Cynthia Kroll, "The New Wave of Outsourcing" (November 2, 2003). Fisher Center for Real Estate & Urban Economics. Fisher Center Research Reports: Report #1103. http://repositories.cdlib.org/iber/fcreue/reports/1103
  • Alan E. Blinder, Offshoring: The Next Industrial Revolution?, in: Foreign Affairs, Vol. 85, No.2, March/April 2006, 113-128.
  • Vinaj Couto, Mahadeva Mani, Vikas Sehgal, Arie Y. Lewin, Stephan Manning, Jeff W. Russell, Offshoring 2.0: Contracting Knowledge and Innovation to Expand Global Capabilities Offshoring Research Network 2007 Service Provider Report.
  • Georg Erber, Aida Sayed-Ahmed, Offshore Outsourcing - A Global Shift in the Present IT Industry , in: Intereconomics, Volume 40, Number 2, March 2005, 100 - 112
  • Thomas L. Friedman, The World is Flat: A Brief History of the Twenty-First Century 2005 ISBN 0-374-29288-4
  • Gary Gereffi and Vivek Wadhwa, "Framing the Engineering Outsourcing Debate: Placing the United States on a Level Playing Field with India and China" (2006) http://memp.pratt.duke.edu/outsourcing
  • Ron Hira and Anil Hira, with forward by Lou Dobbs, Outsourcing America: What's behind Our National Crisis and how we can reclaim American Jobs. (May 2005). ISBN 0-8144-0868-0.
  • Bradford Jensen and Lori Kletzer (September 2005), "Tradable Services: Understanding the Scope and Impact of Services Outsourcing", Institute for International Economics Working Paper No. 05-9 Templat:SSRN
  • Mark Kobayashi-Hillary, 'Who Moved My Job?' (2008). ISBN 978-1-4092-7107-9.
  • Mark Kobayashi-Hillary, 'Building a Future with BRICs: The Next Decade for Offshoring' (Nov 2007). ISBN 978-3-540-46453-2.
  • Mark Kobayashi-Hillary & Dr Richard Sykes, 'Global Services: Moving to a Level Playing Field' (May 2007). ISBN 978-1-902505-83-1.
  • William Lazonick, Globalization of the ICT Labor Force, in: The Oxford Handbook on ICTs, eds. Claudio Ciborra, Robin Mansell, Danny Quah, Roger Solverstone, Oxford University Press, (forthcoming)
  • Arie Y. Lewin and Vinaj Couto, Next Generation Offshoring: The Globalization of Innovation Offshoring Research Network 2006 Survei Report.
  • Mario Lewis, IT Application Service Offshoring: An Insider's Guide, Sage Publications, ISBN 0-7619-3525-8, ISBN 978-0-7619-3525-4
  • Catherine Mann, Accelerating the Globalization of America: The Role for Information Technology, Institute for International Economics, Washington D.C., June 2006,[5] ISBN paper 0-88132-390-X
  • Stephan Manning, Silvia Massini and Arie Y. Lewin, "A Dynamic Perspective on Next-Generation Offshoring: The Global Sourcing of Science and Engineering Talent", in: Academy of Management Perspectives, Vol. 22, No.3, October 2008, 35-54.[2]
  • Stephan Manning, Joerg Sydow and Arnold Windeler, "Securing Access to Lower-Cost Talent Globally: The Dynamics of Active Embedding and Field Structuration”, in: Regional Studies, Forthcoming (2011).[6]
  • McKinsey Global Institute; “Offshoring: Is It a Win-Win Game?”, August 2003
  • Bharat Vagadia, "Outsourcing to India: A Legal Handbook", August 2007, Springer, ISBN 978-3-540-72219-9
  • Atul Vashistha and Avinash Vashistha, The Offshore Nation, ISBN 0-07-146812-9
  • Wolfgang Messner, "Intelligent IT Offshoring to India. Roadmaps for Emerging Business Landscapes", Palgrave Macmillan, ISBN 978-0-230-24626-3
  • Toledo Mario, "Outsourcing and Offshoring:Companies and governments immerged in a complex environment" a Research Project for Global Innovation at Hamburg University of Technology, August 2007, [1]
  • Rosemary Coates, '42 Rules for Sourcing and Manufacturing in China (2nd Edition): A practical handbook for doing business in China, special economic zones, factory tours and manufacturing quality' (July 2013). ISBN 978-1-60773-097-2

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Offshoring of American Government", Cornell Law Review, Nov. 2008, available: http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1143044
  2. ^ a b Stephan Manning, Silvia Massini, Arie Lewin (October 20, 2008). "SSRN-A Dynamic Perspective on Next-Generation Offshoring: The Global Sourcing of Science and Engineering Talent". Academy of Management Perspectives. Social Science Electronic Publishing. 22 (3): 35–54. doi:10.5465/amp.2008.34587994. Diakses tanggal 8 April 2014. 
  3. ^ See "Appendix II: Definitions of Offshoring" in General Accounting Office: "International Trade: Current Government Data Provide Limited Insight into Offshoring of Services", September 2004. Imported intermediate goods are included in offshoring in "Swenson, D: "International Outsourcing", in The New Palgrave Dictionary of Economics, 2008.
  4. ^ "Staying put. European jobs are not coming back because few of them went in the first place". The Economist. January 2013. Diakses tanggal 8 April 2014. 
  5. ^ "Accelerating the Globalization of America: The Role for Information Technology - Catherine L. Mann, Jacob Funk Kirkegaard, Peter G. Peterson Institute for International Economics". Bookstore.iie.com. 2010-03-25. Diakses tanggal 2010-05-22. 
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama http