Fridtjof Wedel-Jarlsberg Nansen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Fridtjof Nansen
Fridtjof Wedel-Jarlsberg Nansen
Lahir Fridtjof Wedel-Jarlsberg Nansen
10 Oktober 1861
Toko Frøen, Christiania, Norwegia
Meninggal 13 Mei 1930 (umur 68)
Polhøgda, Lysaker, Norwegia
Pendidikan Universitas The Royal Frederick
Pekerjaan Scientist, penjelajahan, kemanusiaan
Agama tdk ada (agnostic ateisme)
Pasangan Eva Sars (meninggal 1 Desember 1907)
Sigrun Munthe
Anak 2 anak perempuan, 3 anak laki-laki
Orang tua Baldur Nansen dan Adelaide (née Wedel-Jarlsberg) Nansen
Penghargaan Penghargaan Nobel Perdamaian (1922)
Kerajaan Orde Norwegia Olav
Orde yang Dannebrog
Légion d'honneur
Ordo Santo Stanislaus
Medal Geografis Cullum (1897)
Tanda tangan
Fridtjof Nansen (signature).svg

Fridtjof Nansen (/ˈfrɪd.tjɒf ˈnænsən/ FRID-choff NAN-sən; lahir 10 Oktober 1861 – meninggal 13 Mei 1930 pada umur 68 tahun) adalah seorang penjelajah, ilmuwan, diplomat, humanitarian dan penerima Nobel Perdamaian Norwegia. Pada masa mudanya, ia menjadi juara lomba ski dan selancar es. Ia memimpin tim yang membuat perlintasan pertama bagian dalam Greenland pada 1888, menjadikan pulau tersebut tempat ski lintas negara. Ia meraih ketenaran mancanegara setelah mencapai rekor ketinggian utara 86°14′ dalam ekspedisi Kutub Utara pada tahun 1893–96. Meskipun ia pensiun dari penjelajahan setelah ia pulang ke Norwegia, teknik perjalanan kutubnya dan inovasinya dalam peralatan dan busana mempengaruhi generasi penjelajahan Arktik dan Antartika pada masa selanjutnya.

Nansen belajar zoologi di Universitas Kerajaan Frederick di Christiania (berganti nama menjadi Oslo pada 1925), dan kemudian bekerja sebagai kurator di Museum Bergen dimana penelitiannya tentang sistem tekanan pusat pada makhluk-makhluk laut dalam membuatnya meraih gelar dokerandes dan membantu pendirian teori-teori neurologi modern. Setelah tahun 1896, peminatan saintifik utamanya beralih ke oseanografi; dalam rangka risetnya, ia membuat beberapa penjajap saintifik, utamanya di Atlantik Utara, dan berjasa atas pengembangan peralatan oseanografi modern. Sebagai salah satu warga utama di negaranya, pada 1905 Nansen menyerukan agar penyatuan antara Swedia dan Norwegia diakhiri, dan tokoh penting dalam mendorong Pangeran Carl dari Denmark untuk menerima tahta dari Norwegia yang baru merdeka. Antara 1906 dan 1908, ia menjabat sebagai perwakilan Norwegia di London, dimana ia membantu negosiasi Traktat Integritas yang memandu status kemerdekaan Norwegia.

Pada dekade akhir hidupnya, Nansen utamanya mencurahkan dirinya pada Liga Bangsa-Bangsa, setelah ia diangkat menjadi Komisioner Tinggi Liga untuk Pengungsi pada 1921. Pada 1922, ia dianugerahi Nobel Perdamaian atas karyanya menengahi para korban terusir dari Perang Dunia Pertama dan konflik-konflik terkait. Salah satu inisiatif yang ia perkenalkan adalah "paspor Nansen" bagi orang-orang tak bernegara, sebuah sertifikat yang diakui oleh lebih dari 50 negara. Ia bekerja menengahi para pengungsi sampai ia wafat mendadak pada 1930, setelah Liga mendirikan Jawatan Internasional Nansen untuk Pengungsi dengan tujuan melanjutkan karyanya. Jawatan tersebut meraih Nobel Perdamaian pada 1938. Nansen dihormati oleh beberapa negara, dan namanya dikenang dalam sejumlah fitur geografi, terutama di kawasan-kawasan kutub.

Latar belakang keluarga dan masa kecil[sunting | sunting sumber]

Nansen pada usia empat tahun

Keluarga Nansen berasal dari Denmark. Hans Nansen (1598–1667), seorang pedagang, adalah seorang penjelajah awal dari kawasan Laut Putih di Samudera Arktik. Pada masa berikutnya, ia bermukim di Copenhagen, menjadi borgmester di kota tersebut pada 1654. Generasi-generasi berikutnya dari keluarga tersebut tinggal di Copenhagen sampai pertengahan abad ke-18, saat Ancher Antoni Nansen pindah ke Norwegia (saat itu dikuasai oleh Denmark). Putranya, Hans Leierdahl Nansen (1764–1821), adalah seorang magistrat mula-mula di distrik Trondheim, kemudian di Jæren. Setelah Norwegia terpisah dari Denmark pada 1814, ia masuk kehidupan politik sebagai perwakilan untuk Stavanger dalam Storting pertama, dan menjadi advokat kuat dari penyatuan dengan Swedia. Setelah terserang stroke paralitik pada 1821, Hans Leierdahl Nansen wafat, meninggalkan seorang putra berusia empat tahun, Baldur Fridtjof Nansen, ayah dari penjelajah tersebut.[1]

Baldur adalah seorang pengacara tanpa ambisi untuk kehidupan publik, yang menjadi Wartawan untuk Pengadilan Tinggi Norwegia. Ia menikah dua kali, yang kedua dengan Adelaide Johanne Thekla Isidore Bølling Wedel-Jarlsberg dari Bærum, seorang kemenakan dari Herman Wedel-Jarlsberg yang membantu pembuatan konstitusi Norwegia tahun 1814 dan kemudian menjadi Raja muda Norwegia dari raja Swedia.[2] Baldur dan Adelaide bermukim di Store Frøen, sebuah lahan di Aker, beberapa kilometer dari utara ibukota Norwegia, Christiania (kemudian berganti nama menjadi Oslo). Pasangan tersebut memiliki tiga anak: yang pertama wafat saat masih bayi, yang kedua, lahir pada 10 Oktober 1861, adalah Fridtjof Nansen.[3][4]

Sekitaran pedesaan Store Frøen membentuk alam masa kecil Nansen. Pada musim panas singkat, kegiatan-kegiatan utamanya adalah memancing dan berenang, sementara di musim gugur, paruh waktu utamanya dipakai untuk berburu di hutan-hutan. Bulan-bulan musim dingin yang panjang biasanya dicurahkan untuk bermain ski, yang Nansen mulai praktikkan pada usia dua tahun, menggunakan alat bantu ski.[4] Pada usia 10 tahun, ia didorong orangtuanya untuk melakukan lompat ski di dekat instalasi Huseby. Hal ini hampir menimbulkan bencana, karena pendaratan ski tepat berada di dalam salju, membuat bocah tersebut terlempar dari bagian depan: "Aku, mula-mula kepala, membentuk lengkungan sempurna di udara ... Saat aku datang lagi, aku terjatuh ke salju sampai aku terpelanting. Anak-anak menganggapku patah leher, namun kemudian mereka menyaksikan bahwa aku masih hidup ... sebuah tawa besar pun timbul."[3] Keantusiasan Nansen terhadap permainan ski tak sampai disitu, sesuai dengan yang ia catat, upaya-upayanya dinaungi oleh para pemain ski dari kawasan pegunungan Telemark, dimana gaya baru ski dikembangkan. "Aku anggap itu adalah satu-satunya jalan", tulis Nansen.[5]

Di sekolah, Nansen bekerja tanpa menunjukan penonjolan apapun.[4] Studi-studinya ditempatkan pada tempat kedua setelah olahraga, atau dengan ekspedisi ke hutan-hutan dimana ia hidup "seperti Robinson Crusoe" sepanjang berpekan-pekan pada masa itu.[6] Melalui pengalaman-pengalaman semacam itu, Nansen mengembangkan tingkat pertahanan diri. Ia menjadi pemain ski handal dan peselancar es tingkat tinggi. Pada musim panas 1877, kehidupan terganggu saat Adelaide Nansen wafat mendadak. Menjadi tertekan, Baldur Nansen menjual properti Toko Frøen dan pindah dengan dua putranya ke Christiania.[7] Semangat olahraga Nansen masih berkembang; pada usia 18 tahun, ia memecahkan rekor selancar satu mil (1.6 km), dan pada tahun berikutnya, memenangkan kejuataan ski lintas negara nasional, sebuah nasib yang ia pertahankan 11 kali berturut-turut.[8]

Pelajar dan petualang[sunting | sunting sumber]

Nansen saat menjadi pelajar di Christiania

Pada 1880, Nansen menyelesaikan seluruh ujian universitasnya, examen artium. Ia memutuskan untuk mempelajari zoologi, mengklaim bahwa ia memilih mata pelajaran tersebut karena ia menganggap hal tersebut menawarkan pandangan hidup di alam terbuka. Ia memulai studi-studinya di Universitas Kerajaan Frederick di Christiania (berganti nama menjadi Oslo pada 1925) pada awal 1881.[9]

Pada awal 1882, Nansen mengambil "...langkah fatal pertama yang membuatnya terjauhkan dari kehidupan ilmu pengetahuan yang dekat."[10] Profesor Robert Collett dari departemen zoologi di universitas tersebut meminta agar Nansen melakukan perjalanan laut, untuk belajar zoologi Arktik pada tangan pertama. Nansen menjadi antusias, dan membuat aransemen melalui akutansi terkini, Kapten Axel Krefting, komandan pemegang segel Viking.[10] Perjalanan tersebut dimulai pada 11 Maret 1882 dan berjalan sepanjang lima bulan kemudian. Pada pekan-pekan sebelum pelayaran dimulai, Nansen dapat berkonsentrasi pada studi-studi saintifik.[11] Dari sampel-sampel air yang ia tunjukan, berseberangan dengan asumsi sebelumnya, merupakan bentuk-bentuk es laut pada permukaan air ketimbang bagian bawahnya. Bacaan-bacaannya juga menyatakan bahwa arus-arus Gelombang Teluk membentuk lapisan dingin pada permukaan air.[12] Sepanjang musim semi dan awal musim panas, Viking memutari Greenland dan Spitsbergen dalam pencarian biota-biota laut. Nansen menjadi seorang pakar penanda, dan pada suatu hari bangga menyatakan bahwa timnya telah mendapatkan 200 segel. Pada Juli, Viking terjebak di es yang dekat dengan bagian tak tereksplorasi dari pantai Greenland; Nansen berusaha untuk menjelajahi pesisirnya, namun tidak memungkinkan.[11] Namun, ia mulai mengembangkan gagasan bahwa lapisan es Greenland dapat dijelajahi, atau bahkan dilintasi.[8] Pada 17 Juli, kapal terbebas dari es, dan pada awal Agustus, kembali ke perairan Norwegia.[11]

Nansen tak melanjutkan studi formal di universitas. Sebagai gantinya, atas rekomendasi Collett, ia menerima sebuah jabatan sebagai kurator di departemen zoologi Museum Bergen. Ia menjalani enam tahun berikutnya disana—selain perjalanan keliling Eropa selama enam bulan pada saat cuti—bekerja dan belajar dengan figur-figur utama seperti Gerhard Armauer Hansen, penemu bacillus leprosi,[13] dan Daniel Cornelius Danielssen, direktur museum tersebut yang telah mengubahnya dari koleksi bawah air menjadi pusat riset dan pendidikan saintifik .[14] Ranah studi yang dipilih Nansen adalah bidang neuroanatonim yang relatif belum tereksplorasi, yang secara khusus menyoroti sistem perasaan utama dari makhluk-makhluk laut dalam. Sebelum pergi untuk cuti pada Februari 1886, ia menerbitkan sebuah makalah yang menjelaskan risetnya pada masa itu, dimana ia menyatakan bahwa "anastomose atau persatuan antar sel ganglion berbeda" tak dapat terdemonstrasikan dengan hal tertentu. Pandangan tak ortodoks ini terkonfirmasikan oleh riset-riset embriologis Wilhelm His dan psikiatris August Forel. Nansen dianggap menjadi pembela teori neuron asal Norwegia pertama, yang aslinya diproporsalkan oleh Santiago Ramon y Cajal. Makalah berikutnya, Struktur dan Kombinasi Unsur-Unsur Histologi dari Sistem Perasaan Pusat, diterbitkan pada 1887, menjadi tesis doktoralnya.[15]

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Karya[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Inggris
  • Armenia and the Near East. Publisher: J.C. & A.L. Fawcett, Inc., New York, 1928. (excerpts).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Brøgger and Rolfsen, pp. 1–7, 10–15
  2. ^ Brøgger and Rolfsen, pp. 8–9
  3. ^ a b Reynolds, pp. 11–14
  4. ^ a b c Huntford, pp. 7–12
  5. ^ Scott, pp. 9–10
  6. ^ Scott, pp. 11–12
  7. ^ Huntford, pp. 16–17
  8. ^ a b Ryne, Linn. "Fridtjof Nansen: Man of many facets". Norwegian Ministry of Foreign Affairs. Diakses tanggal 25 August 2010. 
  9. ^ Huntford, pp. 18–19
  10. ^ a b Scott, p. 15
  11. ^ a b c Huntford, pp. 21–27
  12. ^ Reynolds, p. 20
  13. ^ Huntford, pp. 28–29
  14. ^ Reynolds, p. 25
  15. ^ Huntford, pp. 65–69

Sumber[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]