Liga Primer Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Liga Primer Indonesia
Logo-lpi copy.png
Negara  Indonesia
Dibentuk 2010
Musim pertama 2011
Dibubarkan 2011
Divisi 1
Jumlah tim 19
Tingkatan 1
Stasiun televisi
penyiar
Indosiar[1]
Metro TV[2]
Trans TV[3]
Trans7[4]
Situs web ligaprimerindonesia.co.id
Liga Primer Indonesia
Musim 2011
Jumlah pertandingan 171
Jumlah gol 488 (2.85 per pertandingan)
Pencetak gol
terbanyak
Juan Manuel Cortes,
Fernando Gaston Soler,
Laakkad Abdelhadi
(13 gol)
Menang kandang terbesar Bogor Raya 5−0 Bandung FC
(5 Maret 2011)
Menang tandang terbesar Minangkabau FC 0−5 Persebaya 1927
(5 Februari 2011)
Skor terbesar Solo FC 7−3 Manado United
(10 April 2011)
IPL

Liga Primer Indonesia, disingkat LPI (bahasa Inggris: Indonesia Premier League) adalah kompetisi sepak bola antar klub di Indonesia yang diselenggarakan pada 2011. LPI dimulai pada 8 Januari 2011 dan selesai pada bulan Mei 2011 setelah menyelesaikan putaran pertama kompetisi. LPI diselenggarakan oleh Konsorsium PT Liga Primer Indonesia yang dimotori oleh pengusaha Arifin Panigoro dan tidak berafiliasi dengan PSSI, sehingga menjadi ajang tandingan terhadap Liga Super Indonesia (LSI) yang diselenggarakan oleh PSSI. Seiring dengan kisruh di tubuh PSSI dan dibentuknya Komite Normalisasi (KN) PSSI oleh FIFA, KN kemudian memutuskan untuk mengakui secara resmi LPI sebagai liga yg berjalan di bawah pengawasan PSSI.[5] LPI berakhir setelah menyelesaikan putaran pertama kompetisi dan klub-klub LPI kemudian bergabung ke dalam klub-klub LSI untuk bermain dalam Liga Prima Indonesia.[6]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dasar hukum[sunting | sunting sumber]

PSSI menganggap penyelenggaran LPI ilegal karena tidak memiliki izin dari asosiasi sepakbola tersebut.[7] Akan tetapi pihak LPI menyatakan bahwa penyelenggaraan LPI tidak melanggar hukum karena sesuai dengan rekomendasi Kongres Sepak Bola Nasional yang dilaksanakan di Malang pada Maret 2010.[8][9] Konsorsium LPI juga menyatakan sudah beberapa kali mencoba berkoordinasi dan meminta izin kepada PSSI,[10][11][12][13] namun PSSI bersikap menutup diri terhadap penyelenggaraan LPI.[14] PSSI memaparkan secara panjang lebar alasan mengapa LPI melawan hukum,[7], namun tidak pernah menjelaskan alasan mengapa mereka tidak merestui LPI, kecuali menyebut LPI sebagai "kompetisi ecek-ecek",[15] "tarkam",[16] dan "banci."[17] LPI akhirnya mendapatkan izin dari pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.[18] Dengan dibentuknya Komite Normalisasi (KN) oleh FIFA, KN memutuskan PSSI membawahi kompetisi tersebut di bawah PSSI dan LPI secara resmi diakui PSSI sebagai liga yg berjalan di bawah pengawasan PSSI.[5]

Sanksi PSSI[sunting | sunting sumber]

PSSI mengancam menghukum berat semua klub, pemain, dan perangkat pertandingan yang terlibat di liga ini. Di antara ancaman yang dilontarkan PSSI, klub Liga Super Indonesia yang terlibat LPI akan didegradasi ke divisi satu.[19] dan diminta mengembalikan aset-aset PSSI.[20] Empat klub LPI yang diancam menyatakan tidak takut dengan ancaman PSSI tersebut.[21][22][23][24]

Pemain yang terlibat LPI juga diancam tidak dapat memperkuat timnas.[25] Keputusan tersebut ditentang oleh beberapa pihak, termasuk Menpora,[26] Anggota Komisi X DPR RI Angelina Sondakh,[27] dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung.[25] Meski PSSI mengeluarkan ancaman tersebut, Badan Tim Nasional tetap memanggil beberapa pemain dari klub-klub anggota LPI untuk seleksi timnas U-23 yang disiapkan untuk Sea Games 2011 dan kualifikasi Olimpiade 2012.[28]

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl juga menyatakan tidak akan memanggil pemain yang bermain di LPI dengan alasan "pemain yang tampil di kompetisi yang tidak diakui oleh FIFA, tidak bisa tampil di timnas."[29] Padahal statuta FIFA hanya menyatakan bahwa "setiap orang yang memegang kewarganegaraan permanen yang tidak tergantung pada masa tinggal di negara tertentu memenuhi syarat untuk bermain mewakili tim nasional asosiasi negara itu."[30]

Tidak cukup dengan klub dan pemain, pelatih klub-klub LPI diancam dicabut lisensinya.[31] Selain itu, PSSI juga mengancam wasit yang terlibat dalam penyelenggaraan LPI dengan sanksi FIFA dan pencabutan lisensi.[32][33] [34]

Izin penyelenggaraan pertandingan[sunting | sunting sumber]

Pertandingan perdana di Stadion Manahan Solo antara Solo FC melawan Persema hampir tidak dapat dilangsungkan karena tidak mendapat izin dari Polri.[35] Menurut UU, segala macam acara yang berpotensi pada kericuhan massa harus mendapat izin tertulis dari Polri, termasuk penyelenggaraan pertandingan sepakbola. Polri beralasan mereka tidak dapat memberi izin pertandingan LPI karena PSSI tidak memberikan rekomendasi.[35] Desakan publik membuat Menpora mengadakan mediasi dengan mengundang PSSI, LPI, dan Polri,[36] akan tetapi tidak satu pun perwakilan PSSI hadir di pertemuan tersebut.[37] Menpora kemudian menyatakan penyelenggaraan LPI tidak membutuhkan izin PSSI, melainkan hanya membutuhkan izin Badan Olahraga Profesional Indonesia. Polri akhirnya memberikan izin pertandingan setelah BOPI memberikan rekomendasi.[18] Belakangan diketahui bahwa PSSI cabang Kota Solo yang diketuai oleh F.X. Hadi Rudyatmo (sekaligus ketua Persis Solo) memberikan rekomendasi kepada Polresta Surakarta untuk memberikan izin pertandingan LPI, meskipun hal tersebut bertentangan dengan pengurus PSSI pusat.[38]

Format kompetisi[sunting | sunting sumber]

LPI menggunakan format kompetisi penuh. Setiap tim akan menghadapi tim lawan yang sama sebanyak 2 kali dalam 1 musim melalui pertandingan kandang dan tandang. Pemenang akan ditentukan dari jumlah poin paling banyak selama 36 pertandingan.

Televisi penyiar[sunting | sunting sumber]

LPI pertama kali disiarkan oleh Indosiar.[1] Indosiar akan menyiarkan secara langsung 68 pertandingan pada setiap hari Sabtu dan Minggu sore.[39] MetroTV juga sempat menyiarkan 1 pertandingan pada pekan pertama.[40] Pada pertengahan Februari 2011, Trans TV dan Trans7 menyusul diumumkan sebagai televisi pemegang hak siar kedua. Trans TV dan Trans7 akan menyiarkan 68 pertandingan pada setiap hari Sabtu dan Minggu malam. Akan tetapi pada pertengahan Maret 2011, Trans Corp (Trans TV dan Trans7) memutuskan kontrak dengan pihak LPI karena alasan persaingan bisnis sponsor LPI dan Transcorp[butuh rujukan].

Klub[sunting | sunting sumber]

Terdapat 19 klub yang berpartisipasi sebagai peserta.

Klub Kabupaten/Kota Stadion Kapasitas Musim 2009–10
Atjeh United Banda Aceh, Aceh Harapan Bangsa 40.000 -
Bali Devata Gianyar, Bali Ngurah Rai 25.000 -
Bandung FC Bandung, Jawa Barat Siliwangi 25.000 -
Batavia Union Jakarta Utara, DKI Jakarta Tugu 20.000 -
Bintang Medan Medan, Sumatera Utara Teladan 10.000 -
Bogor Raya Bogor, Jawa Barat Persikabo 25.000 -
Cendrawasih Papua Jayapura, Papua Mandala 30.000 -
Jakarta FC 1928 Jakarta Selatan, DKI Jakarta Lebak Bulus 12.500 -
Manado United Manado, Sulawesi Utara Klabat 10.000 -
Medan Chiefs Medan, Sumatera Utara Teladan 10.000 -
Minangkabau FC Padang, Sumatera Barat Haji Agus Salim 28.000 -
Persebaya 1927 Surabaya, Jawa Timur Gelora 10 November 30.000 Peringkat ke-17 LSI,
degradasi ke Divisi Utama
Persema Malang, Jawa Timur Gajayana 30.000 Peringkat ke-10 LSI
Persibo Bojonegoro, Jawa Timur Letjen H. Soedirman 15.000 Juara Divisi Utama
PSM Makassar, Sulawesi Selatan Mattoangin 30.000 Peringkat ke-13 LSI
Real Mataram Sleman, DIY Maguwoharjo 30.000 -
Semarang United Semarang, Jawa Tengah Jatidiri 25.000 -
Solo FC Surakarta, Jawa Tengah Manahan 35.000 -
Tangerang Wolves Tangerang, Banten Benteng 25.000 -

Pembukaan[sunting | sunting sumber]

Laga perdana Liga Primer Indonesia di Stadion Manahan, Solo

Kick-off pertama LPI dilakukan pada tanggal 8 Januari 2011 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah antara Solo FC melawan Persema Malang. Pada pertandingan pembukaan tersebut, Solo FC dipaksa tunduk 1-5. Pertandingan yang dihadiri 22 ribu orang tersebut berjalan dengan aman tanpa insiden. Pertandingan diawali dengan tari-tarian yang dibawakan oleh 1.050 penari dengan mengenakan busana batik dan dibuka oleh Joko Widodo dan F.X. Hadi Rudyatmo.[41][42]

Hasil pertandingan[sunting | sunting sumber]

Kandang \ Tandang[1] ATJU BLDV BNDG BTVU BNMD BGRY CDWS JKRT MNDU MDCH MGKB PSBY PSMA PBOJ PSM RLMA SMGU SLFC TRGW
Atjeh United 0–2 2–0 0–2 0–1 1–0 2–0 1–3 2–2 0–1 0–1 0–4 1–0 1–1 0–3 2–1 2–0 3–0 4–2
Bali Devata 2–0 1–0 0–1 2–2 0–2 3–1 1–1 1–0 2–0 1–1 2–1 0–1 1–1 2–3 1–0 0–1 1–0 2–2
Bandung FC 0–2 0–1 2–3 2–2 0–5 2–1 1–3 1–1 1–1 1–0 1–2 0–1 0–1 1–1 5–3 3–1 1–3 1–2
Batavia Union 2–0 1–0 3–2 2–1 2–1 3–2 1–1 4–1 2–2 1–1 0–0 1–1 2–0 1–1 2–3 0–2 1–2 3–3
Bintang Medan 1–0 2–2 2–2 1–2 3–0 2–3 0–1 3–0 1–1 1–0 1–1 1–4 1–2 1–4 1–3 2–3 2–1 3–1
Bogor Raya 0–1 2–0 5–0 1–2 0–4 2–1 0–3 0–1 2–4 0–0 0–2 1–2 1–1 2–0 3–0 2–1 0–1 1–1
Cendrawasih Papua 0–2 1–3 1–0 2–3 3–2 1–2 2–2 0–3 0–0 1–3 0–0 1–5 1–2 1–5 2–4 1–2 0–0 0–2
Jakarta FC 1928 3–1 1–1 3–1 1–1 1–0 3–0 2–2 3–0 1–2 2–2 2–3 0–1 2–1 4–1 1–1 0–1 1–0 3–2
Manado United 2–2 0–1 1–1 1–4 0–3 1–0 3–0 0–3 1–2 1–4 1–3 0–0 2–1 0–0 2–2 0–2 3–7 0–1
Medan Chiefs 1–0 0–2 1–1 2–2 1–1 4–2 0–0 2–1 2–1 2–0 0–0 1–2 1–5 1–2 3–0 1–0 2–1 2–0
Minangkabau FC 1–0 1–1 0–1 1–1 0–1 0–0 3–1 2–2 4–1 0–2 0–5 1–1 0–0 1–0 2–1 1–2 1–0 3–1
Persebaya 1927 4–0 1–2 2–1 0–0 1–1 2–0 0–0 3–2 3–1 0–0 5–0 4–0 4–0 0–4 6–2 1–0 2–0 4–0
Persema Malang 0–1 1–0 1–0 1–1 4–1 2–1 5–1 1–0 0–0 2–1 1–1 0–4 1–1 2–1 5–2 2–0 5–1 2–1
Persibo Bojonegoro 1–1 1–1 1–0 0–2 2–1 1–1 2–1 1–2 1–2 5–1 0–0 0–4 1–1 0–2 2–1 3–1 2–1 2–0
PSM Makassar 3–0 0–2 1–1 1–1 4–1 0–2 5–1 1–4 0–0 2–1 0–1 4–0 1–2 2–0 1–1 2–0 4–1 2–0
Real Mataram 1–2 0–1 3–5 3–2 3–1 0–3 4–2 1–1 2–2 0–3 1–2 2–6 2–5 1–2 1–1 0–1 1–1 2–1
Semarang United 0–2 1–0 1–3 2–0 3–2 1–2 2–1 0–1 2–0 0–1 2–1 0–1 0–2 1–3 0–2 1–0 0–0 1–0
Solo FC 0–3 0–1 3–1 2–1 1–2 1–0 0–0 0–1 7–3 1–2 0–1 0–2 1–5 1–2 1–4 1–1 0–0 0–0
Tangerang Wolves 2–4 2–2 2–1 3–3 1–3 1–1 2–0 2–3 1–0 0–2 1–3 0–4 1–2 0–2 0–2 1–2 0–1 0–0

Diperbarui hingga pertandingan tanggal 28 Mei 2011.
Sumber: LPI, goal.com
1Tim tuan rumah berada di kolom sebelah kiri.
Warna: Biru = tim tuan rumah menang; Kuning = seri; Merah = tim tamu menang.

Klasemen akhir[sunting | sunting sumber]

Pos
Tim
Main
M
S
K
MG
KG
SG
Poin
1 Persebaya 1927 18 12 4 2 42 13 +29 40
2 Persema Malang 18 12 4 2 35 17 +18 40
3 PSM Makassar 18 10 4 4 36 18 +18 34
4 Jakarta FC 1928 18 9 5 4 33 20 +13 32
5 Medan Chiefs 18 9 5 4 26 20 +6 32
6 Batavia Union 18 8 7 3 32 23 +9 31
7 Bali Devata 18 8 5 5 22 17 +5 29
8 Persibo Bojonegoro 18 8 5 5 25 22 +3 29
9 Semarang United 18 9 1 8 18 21 −3 28
10 Minangkabau FC 18 7 6 5 21 19 +2 27
11 Atjeh United 18 8 2 8 23 24 −1 26
12 Bintang Medan 18 6 4 8 29 30 −1 22
13 Bogor Raya 18 6 3 9 22 24 −2 21
14 Solo FC 18 4 4 10 19 29 −10 16
15 Bandung FC 18 4 4 10 22 23 −1 16
16 Real Mataram 18 4 4 10 27 41 −14 16
17 Manado United 18 3 6 9 19 36 −17 15
18 Tangerang Wolves 18 2 5 11 19 35 −16 11
19 Cendrawasih Papua 18 1 4 13 18 44 −26 7

Diperbarui hingga pertandingan tanggal 28 Mei 2011.
Sumber: LPI, goal.com, futbol24.com
Aturan pengurutan: 1. nilai; 2. selisih gol; 3. jumlah gol yang dicetak.
(J) = Juara; (D) = Degradasi; (P) = Promosi; (O) = Pemenang play off; (A) = Maju ke babak selanjutnya.
Hanya berlaku ketika musim belum selesai:
(Q) = Memenuhi syarat ke tahap turnamen yang diindikasikan; (TQ) = Memenuhi syarat untuk turnamen, tetapi belum sampai ke tahap tertentu yang diindikasikan; (RQ) = Memenuhi syarat untuk turnamen degradasi yang diindikasikan; (DQ) = Didiskualifikasi dari turnamen.

Pencetak gol terbanyak[sunting | sunting sumber]

Urutan Pencetak gol Klub Gol[43]
1 Bendera Argentina Juan Manuel Cortes Batavia Union
13
Bendera Maroko Laakkad Abdelhadi Medan Chiefs
13
Bendera Argentina Fernando Gaston Soler Real Mataram
13
4 Bendera Argentina Emanuel De Porras Jakarta FC 1928
10
Bendera Indonesia Samsul Arif Persibo Bojonegoro
10
Bendera Indonesia Irfan Bachdim Persema Malang
10
Bendera Rumania Cosmin Vancea Bintang Medan
10
Bendera Suriname Marwan Sayedeh PSM Makassar
10
9 Bendera Liberia Perry N Somah Bandung FC
9
10 Bendera Brasil Wallace Rodrigues Da Silva Tangerang Wolves
8
Bendera Indonesia Rahmat PSM Makassar
8
Bendera Indonesia Andi Oddang PSM Makassar
8
Bendera Australia Andrew Barisić Persebaya 1927
8
Bendera Montenegro Ilija Spasojević Bali Devata
8
Bendera Australia Fred Agius Cendrawasih Papua
8
16 Bendera Brasil Jardel Santana Manado United
7
Bendera Indonesia Sansan Fauzi Husaeni Jakarta FC 1928
7

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b LPI Tayang di Indosiar
  2. ^ Metro TV Siarkan Langsung Laga Ketiga LPI
  3. ^ LPI Tayang di Trans TV
  4. ^ LPI Tayang di Trans TV
  5. ^ a b FIFA Normalisation Committee recognizes Indonesian Premier League
  6. ^ LPI Bantu Klub yang Akan Merger
  7. ^ a b "Kompetisi Di Luar Regulasi PSSI : Ilegal!". PSSI. 2011-01-03. Diakses 2011-01-07. 
  8. ^ "LPI Tak Gentar Dilaporkan PSSI". Kompas. 2011-01-05. Diakses 2011-01-07. 
  9. ^ "Abi: LPI adalah Amanat KSN". Republika. 2011-01-05. Diakses 2011-01-07. 
  10. ^ "PSSI Tolak Surat LPI". Riau Pos. 2011-01-06. Diakses 2011-01-07. 
  11. ^ "PSSI Tidak Berikan Izin". Harian Sumut Pos. 2010-09-20. Diakses 2011-01-07. 
  12. ^ "Upss.. LPI Sudah Sempat Konsultasi dengan Andi Darussalam". Republika. 2011-01-05. Diakses 2011-01-07. 
  13. ^ "LPI Menyiapkan "Fee" untuk PSSI". Kompas. 2011-01-04. Diakses 2011-01-07. 
  14. ^ "PSSI Menutup Diri Soal Liga Primer". Tempointeraktif. 2011-01-06. Diakses 2011-01-07. 
  15. ^ "PSSI Sebut LPI Kompetisi Ecek-Ecek". Tempointeraktif. 2010-10-24. Diakses 2011-01-07. 
  16. ^ "PSSI: "LPI Sama dengan Tarkam"". Yahoo! Indonesia. 2010-10-01. Diakses 2011-01-07. 
  17. ^ "Nugraha: LPI Kompetisi Banci!". Kompas. 2010-12-30. Diakses 2011-01-07. 
  18. ^ a b Andreas Nugroho (2011-01-06). "Pemerintah izinkan Liga Primer". BBC Indonesia. Diakses 2011-01-07. 
  19. ^ "Ikut LPI, Tiga Klub Superliga Didegradasi". Goal.com. 2010-12-30. Diakses 2011-01-07. 
  20. ^ "Persema Malang: Gajayana Milik Kami". Republika. 2011-01-04. 
  21. ^ "Soal Ancaman Sanksi, Persema Jawab Tuntas PSSI". Republika. 2011-01-04. 
  22. ^ "Pengurus PSM: Terserah, Apapun Keputusan PSSI". Republika. 2011-01-04. 
  23. ^ "Abaikan Ancaman, Persebaya Mantap Ikut LPI". Goal.com. 2010-09-27. 
  24. ^ "Demi LPI, Persibo Abaikan Surat PT LI". Goal.com. 2011-01-06. 
  25. ^ a b "Haramkah Pemain LPI Masuk Timnas?". Kompas. 2011-01-04. 
  26. ^ "Menegpora: Irfan Bachdim Tetap Bisa Perkuat Timnas". Liputan 6. 2011-01-04. 
  27. ^ "Angelina: Jangan Politisasi PSSI-LPI, Semakin Banyak Liga Semakin Baik". Republika. 2011-01-06. Diakses 2011-01-07. 
  28. ^ "PSSI Panggil 84 Pemain U-23, Ada Kim & Irfan". Vivanews. 2011-01-04. 
  29. ^ "Alfred Riedl Tak Akan Panggil Pemain Yang Tampil Di Liga Ilegal". PSSI. 2011-01-06. Diakses 2011-01-07. 
  30. ^ "Chapter VII. Eligibility to play for representative teams. Article 15. Principle". FIFA Statutes August 2010 edition. FIFA. hlm. 66. Diakses 2011-01-07. "Any person holding a permanent nationality that is not dependent on residence in a certain country is eligible to play for the representative teams of the Association of that country." 
  31. ^ "PSSI Cabut Lisensi 8 Pelatih Klub Liga Primer". Vivanews. 2011-01-04. Diakses 2011-01-07. 
  32. ^ "PSSI: Wasit LPI Bakal Disanksi FIFA". Berita Jatim. 2010-11-21. Diakses 2011-01-07. 
  33. ^ "Komdis PSSI Hukum Perangkat Pertandingan LPI". Republika. 2010-12-02. Diakses 2011-01-07. 
  34. ^ "Editorial: FIFA Weigh In On Indonesian "Rebel League", But They Are Missing The Point". Goal.com International. 2011-01-18. Diakses 2011-01-19. 
  35. ^ a b "Polri Belum Keluarkan Izin LPI". Tempointeraktif. 2011-01-05. Diakses 2011-01-07. 
  36. ^ "Menpora Siap Mediasi LPI-PSSI". Tempointeraktif. 2011-01-05. Diakses 2011-01-07. 
  37. ^ "Mediasi dengan LPI, eh..PSSI tak Hadir". Republika. 2011-01-06. Diakses 2011-01-07. 
  38. ^ "Ketua PSSI Solo Siap Dipecat". Suara Merdeka. 2011-01-06. Diakses 2011-01-07. 
  39. ^ Indosiar Akan Siarkan 68 Pertandingan Liga Primer Indonesia
  40. ^ Tweet dari twitter resmi LPI
  41. ^ Liga Primer Indonesia dimulai
  42. ^ Akui Ada Kekurangan, LPI Minta Maaf
  43. ^ "Top Skorer LPI". Detiksports.com. Detik. Diakses 5 March 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]