Divisi Tiga Liga Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Divisi Tiga Liga Indonesia
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Konfederasi AFC
Dibentuk 2005
Tingkatan 5
Promosi ke Divisi Dua
Kejuaraan domestik Piala Indonesia
Juara bertahan Perseba Bangkalan (2013)
Situs web http://blai.co.id
Soccerball current event.svg 2013

Divisi Tiga Liga Indonesia adalah divisi terbawah dalam Liga Indonesia. Divisi Tiga dikelola oleh Badan Liga Amatir Indonesia. Status klub dan pemain yang bermain di divisi ini adalah amatir. Pada musim kompetisi 2008 regulasi tentang pemain Divisi Tiga dibatasi untuk kelompok umur 21 tahun dan diperbolehkan hanya memakai 3 pemain yang berusia bebas. Tidak ada degradasi dalam kompetisi Divisi Tiga, tetapi ada beberapa tim peringkat teratas yang akan promosi ke Divisi Dua.

Divisi Tiga mulai diadakan pada tahun 2005, dengan juara musim pertama adalah PSIR Rembang. Pertandingan Divisi Tiga dimulai dengan pertandingan level provinsi atau regional tertentu untuk memperebutkan jatah berlaga di babak nasional. Jatah tersebut berbeda-beda masing-masing provinsi tergantung jumlah tim Divisi Tiga di provinsi tersebut.

Setelah lolos dari babak provinsi, tim yang lolos akan berhadapan dengan tim asal provinsi lain dalam satu wilayah zona (pulau). Biasanya terbagi atas Zona Sumatera 1 dan 2, Jawa 1 dan 2, Kalimantan, Sulawesi 1 dan 2, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Setelah babak tersebut, maka tim yang lolos akan berhadapan dengan tim dari zona lain dalam babak nasional.

Liga Nusantara[sunting | sunting sumber]

Perhelatan Divisi Tiga musim 2013 akan menjadi perhelatan sepakbola terakhir di divisi terbawah persepakbolaan Indonesia. Mulai tahun 2014, Divisi Dua dan Divisi Tiga akan dilebur ke dalam Liga Nusantara. Liga Nusantara babak provinsi akan dilanjutkan ke babak nasional. Masing-masing provinsi akan diwakili oleh klub juara di provinsi tersebut, dengan jumlahnya tergantung pada slot nasional yang telah diatur. Slot yang dimaksud adalah, setiap 10 klub yang berlaga di babak provinsi, berhak mengirimkan satu klub juara provinsi ke babak nasional. Hal tersebut berlaku kelipatannya. Apabila jumlah klub yang berlaga di suatu provinsi kurang dari 10 klub, maka klub juara provinsi diharuskan mengikuti babak play-off dengan wakil provinsi lainnya.

Pada tahun 2015, Divisi Satu akan turut digabungkan dengan Liga Nusantara 2014 (dengan Divisi Tiga dan Divisi Dua yang telah digabungkan sebelumnya). Dengan demikian, pada tahun 2014, hanya ada empat tingkatan dalam persepakbolaan Indonesia, yaitu:

  1. Indonesia Super League
  2. Divisi Utama
  3. Divisi Satu
  4. Liga Nusantara

Kemudian pada tahun 2015, hanya ada tiga tingkatan dalam persepakbolaan Indonesia, yaitu:

  1. Indonesia Super League
  2. Divisi Utama
  3. Liga Nusantara

Juara[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]