18+

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
18+
Sutradara Nayato Fio Nuala
Produser Chand Parwez Servia
Penulis Ery Sofid
Eka Dimitri Sitorus
Viva Westi
Pemeran Samuel Zylgwyn
Wulan Guritno
Arumi Bachsin
Adipati Koesmadji
Stevani Nepa
Rangga Djoned
Musik oleh Tya Subiakto
Sinematografi Nayato Fio Nuala
Penyunting Tiara Puspa Rani
Distributor PT Kharisma Starvision Plus
Tanggal rilis 26 Januari 2010
Durasi ... Menit
Negara Indonesia

18+ adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 26 Januari 2010 dengan disutradarai oleh Nayato Fio Nuala dan dibintangi oleh Samuel Zylgwyn, Arumi Bachsin, dan lain-lain.

Daftar isi

[sunting] Plot

Topan (Adipati Koesmadji) dan Raka (Samuel Zylgwyn) adalah dua sahabat. Topan mempunyai kekasih bernama Chanisa (Stevani Nepa) yang ternyata menderita kanker paru-paru. Sementara Raka terus mendekati sahabat Chanisa, Helen (Leylarey Lesesne) untuk dijadikan pacarnya. Kehidupan percintaan Topan diganggu terus oleh mantan pacar Topan, Nayla (Arumi Bachsin) sejak mereka berdua putus, termasuk hubungan Topan dengan Chanisa. Dirumahnya, Topan mempunyai seorang ibu bernama Retno (Wulan Guritno) yang kerap bermasturbasi karena sosok suaminya yang sibuk dan tidak peduli akan dirinya, Hilman (Arie Sudarsono). Perlahan, berkat ajakan Chanisa dan Topan, Raka dan Helen akhirnya pacaran. Chanisa diberikan sebuah boks dari seseorang yang ternyata isinya foto-foto Nayla dan Topan. Chanisa meminta Topan agar Topan menjauhkan dirinya dari Nayla. Topan datang ke rumah Nayla, Nayla sangat ingin menjadi pacar Topan lagi, bahkan untuk itu, Nayla nekat memotong urat nadinya sendiri, untungnya hal itu dapat diobati oleh Topan.

Suatu hari, Helen menemukan Chanisa batuk darah lagi. Helen segera menelepon Topan dan Topan membawa Chanisa ke rumah sakit. Ternyata diagnosa kanker paru-parunya sangat lama dan membutuhkan banyak biaya karena Chanisa harus dirawat inap. Raka beritikad membantu biaya tersebut dengan meminjam uang ke sebuah geng rentenir dimana Rommy (Rangga Djoned) menjadi salah satu anggota yang sering berinteraksi dengan Raka. Raka dipinjamkan uang dalam batas waktu seminggu. Raka tidak mampu membayar, tapi mengulur waktu lagi. Raka berusaha meminjam uang kepada kakaknya yang menjadi simpanan pria-pria kaya. Namun kakaknya sedang tidak punya uang. Sementara Topan merawat Chanisa dengan motivasi, dan menjadi serba salah saat diberitahu mengenai tenggat waktu dan ancaman dari geng rentenir itu. Nayla mendatangi Chanisa dan memberikannya uang untuk biaya berobat. Nayla sudah rela melepaskan Topan untuk Chanisa.

Sesuatu mulai terjadi. Topan mengetahui bahwa teman cowoknya sendiri berpacaran dengan Hilman, hal itu diketahui Retno sebenarnya, cuma ia lebih suka diam saja. Selain itu, Helen diculik dan diperkosa oleh geng Rommy. Raka berusaha membahagiakan Helen yang trauma, tetapi tetap tegar. Raka mendatangi anggota rentenir itu dan malah dikeroyok dan disekap. Topan mencari pistol milik Raka dan mengambilnya, lalu mendatangi geng itu yang tengah berkumpul bersama pemimpinnya. Saat Topan dihajar, Topan meninggalkan pistolnya diatas sementara ia dijatuhkan ke tanah oleh geng itu. Raka mengambilnya dan mencoba mengeroyok anggota geng itu kendati jumlahnya tidak seimbang. Ia sampai ke bawah jalan dan ditembak. Para polisi kemudian datang atas laporan Helen dan Chanisa. Chanisa pergi ke Topan yang ternyata masih hidup, namun sekarat. Sementara Raka meninggal dalam pelukan Chanisa.[rujukan?]

[sunting] Pemain

Konferensi pers film 18+.

[sunting] Tanggapan

[sunting] Hal menarik

Satu lagu yang menarik dari Film 18+ yang baru saja diputar di bioskop indonesia selain adegan Masturbasi Wulan Guritno adalah adanya adegan ciuman antara Arumi Bachsin dan Samuel Zyglwyn. Walau cuma sesaat tapi adegan ciuman ini cukup berani mengingat usia arumi yang masih sangat muda.Konon setelah bermain bersama dalam film 18+ ini Arumi Bachsin dan Samuel Zyglwyn semakin dekat dan dikabarkan telah berpacaran[2].

[sunting] Kontroversi

Kehadiran film 18+ hanya bisa dilihat sebagai penanda belum puasnya bos Starvision Plus, Chand Parwez Servia, mengusung genre drama remaja dengan kehidupan yang "gelap". Sebelumnya, Chand Parwez memproduksi Virgin 2, yang digarap Nayato juga. Adapun pada film Virgin banyak mengumbar sisi gelap kehidupan ABG. Begitu pula 18+. Film ini tak jauh-jauh dari sisi gelap anak muda.

"Namun saya lebih menonjolkan tema percintaan. Kan persahabatan sejati ada di umur 18 tahun," ujar Chand Parwez dalam jumpa wartawan di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa lalu.

Tengoklah kisah yang skenarionya digarap Eka D. Sitorus dan Viva Westi ini. Film ini bercerita tentang dua kehidupan remaja keren bernama Raka (Samuel Zyglwyn) dan Topan (Adipati). Raka menjalin kasih dengan Helen (Leylarey Lesesne). Sedangkan Topan berpacaran dengan Chanisa (Stevani Nepa). Raka dan Topan dipertemukan dari nasib yang sama-sama kelam. Topan produk asli keluarga berantakan. Bapaknya gay dan ibunya doyan masturbasi lewat situs porno (diperankan Wulan Guritno). Sebelas-dua belas dengan Raka, pemuda slengean itu punya kakak yang berprofesi sebagai pekerja seks.

Kondisi Chanisa dikisahkan terkena penyakit kanker paru-paru, yang menyebabkan Topan terlilit utang pada seorang rentenir. Utang Rp 50 juta yang dijanjikan Raka kembali dalam seminggu, tak mampu dipenuhi. Hidup mereka pun terancam, hingga kematian bisa saja menjemput keduanya di usia 18 tahun.

"Saya ingin membuat film sebagaimana yang saya mau," ujar Nayato. Tapi, toh, tak ada yang spesial dari filmnya kali ini. Cerita yang ditawarkan datar, bahkan lebih mirip kisah-kisah mellow di layar kaca. Gaya bercerita Nayato lewat pengambilan sudut gambar pun terlalu monoton. Sutradara Ekskul itu hanya mengumbar tembakan wajah jarak dekat (close up), angle atas dan bawah. Tata cahaya yang disajikannya pun dominan suram, seolah kehidupan anak-anak bau kencur itu tak ada yang indah dan normal.

Wulan Guritno, yang berperan sebagai ibu yang ketagihan masturbasi, juga sekadar penambah sensasi. Samuel Zyglwyn hanya seolah mengandalkan rambut gondrongnya untuk tokoh urakan yang diamanatkan kepadanya. Sedangkan pemenang Miss Selebrity 2008 SCTV, Stevani Nepa, sebagai Chanisa, yang sakit parah, juga seolah hanya mengandalkan tata rias pucat.

Banyak pula yang melihat artis cantik pendatang baru Arumi Bachsin, yang berperan sebagai Nayla, mantan pacar Topan, hanya dipasang sebagai jualan. "Saya belum merasa puas, meski tak memungkiri saya juga merasa bangga," ujar Arumi. Ya bangga, meski akting Arumi tak terlihat maksimal[3].

[sunting] Referensi

[sunting] Pranala luar

Akun
Ruang nama

Varian
Tindakan
Navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan