Cinta Pertama (film 2006)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Cinta Pertama (film 2006)
Cinta Pertama.jpg
Sutradara Nayato Fio Nuola
Produser Ody Mulya Hidayat
Penulis Titien Wattimena
Pemeran Bunga Citra Lestari
Ben Joshua
Richard Kevin
Varissa Camelia
Musik Addie MS
Sinematografi Dimas Aji
Penyunting Azis Natandra
Studio Maxima Pictures
Distributor Paramount MNC Films
Durasi 115 menit
Negara Indonesia


Cinta Pertama adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2006. Pemainnya ialah Bunga Citra Lestari, Ben Joshua, Richard Kevin, dan Varissa Camelia

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Film ini bercerita tentang Alya (Bunga Citra Lestari), seorang perempuan

berusia 20-an yang baru saja melangsungkan acara pertunangan dengan Abi
(Richard Kevin), seorang eksekutif muda yang berhasil. Keesokan 

harinya, Abi menemukan Alya tergeletak tidak sadarkan diri dengan darah mengucur dari hidungnya. Abi menduga, Alya mengidap penyakit yang mematikan, dan langsung melarikannya ke rumah sakit.

Dan saat Alya kini tergelatak koma, Abi menemukan buku diari Alya. Sembari menjaga Alya, Abi mulai membaca isi diari tersebut. Begitu terkejutnya ia setelah membaca jika Alya sebenarnya memendam cinta yang mendalam terhadap Sunny (Ben Joshua).

Ternyata dia adalah teman sekolah Alya semasa SMA, yang diakui Alya sebagai cinta pertamanya. Sayangnya, sampai mereka menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, baik Sunny maupun Alya tidak pernah menyatakan

perasaan mereka. Sampai kemudian mereka terpisah, karena Sunny memilih 

untuk meneruskan sekolah di luar Jakarta.

Membaca itu, maka Abi memutuskan untuk mencari Sunny dan mengajaknya untuk menjenguk Alya. Sayangnya, Sunny ternyata telah berumah tangga. Namun, ia tetap setuju untuk menjenguk Alya, setelah dengan berat hati, Sisi (Varissa Camelia), istri Sunny, mengijinkan Sunny menemui Alya. Dari sini ia kembali terkenang akan perasaanya yang mendalam terhadap Alya. Dan ia pun mengakui pada dirinya sendiri kalau Alya pun adalah cinta pertamanya.

Sunny terharu melihat kondisi Alya yang dahulu lincah dan tomboy, nampak

terbaring lemah tak berdaya.

apakah Alya akan sadar dari komanya? bagaimana kelanjutan kisah cinta ini?

Pranala luar[sunting | sunting sumber]