Hantu Jeruk Purut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hantu Jeruk Purut
Hantu Jeruk Purut.jpg
Sutradara Koya Pagayo
Produser Shankar RS
Penulis Ery Sofid
Pemeran Angie
Sheila Marcia Joseph
Samuel Z. Heckenbucker
Musik Teguh Pribadi
Sinematografi Dharma You
Penyunting Azis Natandra
Distributor Indika Entertainment
Durasi 90 menit
Negara Indonesia


Hantu Jeruk Purut adalah judul film horor Indonesia yang ditayangkan pada tanggal 29 November 2006 dan dibintangi oleh Angie, Sheila Marcia Joseph, dan Samuel Z. Heckenbucker.

Plot[sunting | sunting sumber]

Film dimulai dengan tiga remaja;Alvin, Adam, dan Icha yang pulang dari klub malam ke sebuah kuburan bernama TPU Jeruk Purut. Disana banyak isu adanya penampakan hantu pastor kepala buntung yang akan bisa terlihat apabila sekelompok orang yang berjumlah ganjil mengelilingi komplek perkuburan tersebut sebanyak tujuh kali. Alvin, Adam, dan Icha lega karena selesai mereka melakukan hal itu, mereka tidak menemui apapun. Tapi benda-benda mulai bergerak terhadap mereka dan membuat ketiganya mati dengan tragis.

Anna Karenina (Renny Umari) adalah seorang penulis wanita berbakat yang buku-bukunya selalu laris di pasaran. Kali ini ia ingin menulis novel non-fiksi horor sebagai variasi dari novel percintaan yang ia tulis selama ini. Anna ingin menulis tentang Hantu Jeruk Purut. Menurut temannya, sang pastor yang menjadi gentayangan sekarang ini, dulunya disukai seorang wanita bernama Lasmi. Lasmi kemudian diperkosa dan dibunuh oleh seorang pria yang menyukai Lasmi, tapi cintanya tidak kesampaian. Pastor yang mengetahui hal itu mencegah pria itu berbuat, tapi pastor malah dipenggal kepalanya. Itulah asal usul yang dihimpun berdasarkan opini warga. Anna di tengah penulisannya kerap dihantui hantu jeruk purut dan kuntilanak yang bernama Lasmi. Ia meminta agar Anna tidak menulis kebohongan.

Airin (Angie), Nadine (Sheila Marcia Joseph), dan Cessa (Valia Rahma) adalah tiga sahabat sedari SMP. Di SMA, Nadine berpacaran dengan Valen (Samuel Zylgwyn) yang juga menyukai Airin, tapi tidak ditanggapi Airin. Airin sendiri adalah seorang gadis yang hidup bersama ibunya, Rona, sejak orangtuanya bercerai. Airin dan Cessa bersama menemui Anna, penulis favorit mereka. Airin yang dekat dengan Anna, bahagia karena Anna akan memberikan naskah novel Airin ke penerbit. Sepulangnya Anna dari pertemuan itu, Anna diserang dan terbunuh oleh kekuatan hantu jeruk purut. Sebelum meninggal, Anna mengamanatkan kepada Airin lewat telepon di ponsel untuk melanjutkan tulisan Anna. Airin lalu pergi ke rumah Anna dan melihat mayat Anna yang tewas mengenaskan.

Airinpun meminta bantuan kepada Cessa dan Nadine untuk membantunya menulis lanjutan tulisan Anna dengan berbagai riset yang telah Anna himpun semasa ia hidup. Karena penasaran, Airin mengajak dua sahabatnya untuk pergi ke makam Jeruk Purut saat malam hari. Sebuah alasan dan kejadian, mengakibatkan Cessa tidak bisa pergi dan digantikan Valen. Ketika berada disana, Nadine bertemu dengan hantu tanpa kepala dan mengajak yang lainnya untuk pulang. Airin semakin giat dalam meneruskan tulisannya, ia merasa mulai dihantui oleh hantu tanpa kepala dan sesosok kuntilanak.

Ibunya turut menjadi aneh dan Airin mulai sadar bahwa orang lain ikut terkena dampak teror. Nadine dan Cessa memperingatkan Airin untuk berhenti menulis karena jiwa lain bisa terancam, namun Airin menjadikan amanat Anna sebagai perisai. Nadine yang pulang ke rumah, merasakan ada yang mengikutinya. Saat ia ingin memasak di dapur. Tabung gas 12 kg yang berada di dalam kompor melayang dan berputar, menghantam kepala Nadine hingga pingsan. Airin mendapat firasat buruk tentang Nadine dan menemukan Nadine.

Di rumah sakit, Nadine meminta Airin untuk berhenti menulis. Malam esoknya, Valen dikejar kuntilanak Lasmi dan hantu kepala buntung hingga ia tersengat listrik. Hal itu tentu membuat Nadine izin dari sekolah dan menjenguk Valen. Saat ia menjaga sendirian, ia menemukan foto Airin di dompet Valen. Nadine segera menanyakan hubungan antara Airin dengan Valen saat Airin dan Cessa tiba di rumah sakit.

Airin dan Cessa berusaha menjelaskannya, tapi Airin pergi duluan, ia dihantui sesosok kuntilanak sementara Nadine dan Cessa dihantui hantu kepala buntung. Mereka bertiga dalam ketakutan akhirnya bertemu di depan bangsal tempat Valen terbaring. Mereka bertiga melihat bagaimana Valen ditusuk oleh suntikan bius dan tercekik hingga mati dengan benda-benda disekitarnya yang bisa bergerak sendiri.

Kemudian roh memasuki tubuh Nadine dan mencekik serta mengejar Airin. Cessa yang jatuh pingsan tidak bisa menolong. Airin kabur dan bersembunyi di kamar mayat saat Nadine yang kerasukan membawa sebuah gunting. Nadine mencari Airin. Cessa tersadar dan berusaha menghentikan Nadine, kemudian Nadine, Cessa, dan Airin bergulat. Saat Cessa dan Airin memiting Nadine, Airin mengambil gunting dan menusukannya ke dada Nadine. Kemudian saat Airin dan Cessa dibawa oleh para perawat bersama mayat Nadine, mayat Nadine terangkat dan menghantam Airin.

Film ini diinspirasi dari kisah nyata di daerah Jakarta, yaitu tentang Pastur Kepala Buntung. Dulu tahun 1986, penjaga kuburan pernah melihat hantu pastur ini, hantu pastur ini menenteng kepalanya sendiri dan diikuti seekor anjing. Konon, pastur ini " salah pulang ", karena dia tersasar ke TPU Jeruk Purut yang untuk umat Muslim, padahal sebenarnya makamnya TPU Tanah Kusir unit Kristen. Hantu Jeruk Purut pertama kali disebutkan di film " Jelangkung " ( film legenda Jakarta lainnya, secara ironis, legenda-legenda Jakarta sebelumnya disebutkan, yaitu Suster Ngesot, Hantu Rumah Kentang Prapanca dan Hantu Lampu Lalu-Lintas Kuningan ).

Airin mendapatkan sebuah kebenaran cerita. Lasmi adalah seorang pelayan pastur, ia sedang berada di hutan untuk memberikan roti gandum kepada pastur. Kemudian, seorang pria datang dan mencoba memerkosa Lasmi, hal itu diketahui oleh sang pastur dan langsung terjadi perkelahian yang menewaskan sang pastur, kemudian Lasmi juga meninggal. Kemudian, pria itu menyamar dengan pakaian pastur untuk mengelabui warga yang tahu perbuatannya. Dengan memakai dandanan pastur itulah, sang pria dipenggal dan dia menjadi hantu kepala buntung. Airin menulis kebenaran cerita di rumah sakit, dan hal itu disaksikan oleh ibunya dan Cessa.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]