Hantu Jamu Gendong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hantu Jamu Gendong
Hantu Jamu Gendong.jpg
Sutradara Koya Pagayo
Produser Shanker RS Bsc
Penulis Rihanna Prameswari
Pemeran Julia Perez
Dimas Aditya
Fendi Trihartanto
Rina Hasyim
Diah Cempaka Sari
Distributor Indika Entertainment
Durasi 90 menit
Negara Indonesia

Hantu Jamu Gendong adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2009. Film yang disutradari oleh Koya Pagayo ini dibintangi antara lain oleh Julia Perez, Dimas Aditya, Fendi Trihartanto, Rina Hasyim, dan Diah Cempaka Sari.

Film Hantu Jamu Gendong merupakan film yang diangkat dari urban legend yang terjadi di Indonesia

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kafka yang tengah menyusun skripsi tentang fenomena kaum urban yang tertarik mengadu nasib di kota besar. Bersama dengan Meisya, kekasihnya, sesekali Kafka menerima permintaan untuk membantu membuatkan karya tulis, atau skripsi, dari teman-teman sekampus.

Sampai satu ketika, Kafka mendengar kabar tentang musibah yang menimpa teman-temannya, yaitu Rio dan Nadya dimana mereka telah mendatangi tempat angker yang diyakini dihuni oleh arwah gentayangan penjual jamu gendong. Kafka terpancing untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk hantu itu. Ia bermaksud memasukkan hantu jamu gendong sebagai kolom khusus di penulisan skripsinya. Karena, semasa hidupnya, penjual jamu gendong yang aslinya bernama Sri ini, adalah kaum urban yang meyakini kota solusi tepat untuk memperbaiki taraf kesejahteraan, dibandingkan dengan desa.

Kafka, Meisya, dan Andin pun ke tempat yang diyakini sering menjadi tempat penampakkan hantu jamu gendong. Pada malam itu juga, Kafka mencoba mempraktikkan mitos cara untuk menghadirkan hantu itu. Apa yang terjadi kemudian di luar dugaan. Hantu jamu gendong betul-betul menampakkan wujud dirinya. Mereka pun diteror makhluk halus dan mengacaukan ketenangan hidup Kafka. Konsentrasi Kafka menggarap skripsi pun terbengkalai.

Arwah Sri alias hantu jamu gendong sesungguhnya tengah menuntut balas atas sakit hatinya diperlakukan hina oleh siapapun yang mempraktikkan mitos penghadiran dirinya itu. Kafka, Meisya, dan Andin pun bertahan dan memikirkan jalan keluar untuk lepas dari lingkaran gaib hantu jamu gendong tersebut.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]