Tya Subiakto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tya Subiakto
Tya Subiakto.jpg
Nama lahir Tya Sulestyawati
Nama lain Tya Subiakto Satrio
Lahir 2 Maret 1979 (umur 35)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan komposer, sutradara
Pasangan Rudy Saputra Hamid (cerai)
Candy Satrio
Anak Pernikahan dari Rudy Saputra Hamid: Muhammad Satrio Wibisono dan Srikandi Larasati
Orang tua Subiakto Priosoedarsono (ayah) dan Aan Anggraini Subiakto (ibu)
Situs resmi [1]

Tya Sulestyawati (lahir di Jakarta, Indonesia , 2 Maret 1979; umur 35 tahun) atau lebih dikenal sebagai Tya Subiakto adalah seorang komposer, dirigen, penata lagu film dan sutradara film Indonesia.

Pendidikan musik[sunting | sunting sumber]

Sekolah musik[sunting | sunting sumber]

Pada umur 3 tahun, Tya disekolahkan di Yayasan Musik Indonesia untuk belajar electone. Setahun kemudian, Tya tertarik dengan alat musik piano, dan akhirnya mengambil piano class.

Kemudian, di usia 6 tahun, Tya ke Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik Jakarta (SMYPM) untuk belajar piano klasik kepada Nirda Syafri dan Lucky Chandranata mulai dari tingkat elementer sampai dengan tingkat 6 (selama 7 tahun). Selama di tingkat 5 dan 6, saya juga diajar clarinet dan alto saxophone oleh Eddy S. Partadinata.

Selain menguasai alat musik, Tya juga belajar olah vokal. Sejak berumur 3 tahun pula saya belajar menyanyi bersama Pranadjaja di Bina Vokalia Pusat. Tetapi karena harus berkonsentrasi untuk mengikuti ujian akhir sekolah, saya berhenti dari Bina Vokalia. Setelah itu dilanjutkan dengan belajar vokal pada Richard Awuy pada saat saya duduk di kelas 1 SMP. Kegiatan ini hanya berlangsung selama beberapa bulan karena Richard Awuy pindah ke Singapura untuk menjadi pendeta disana.

Setelah lulus dari sekolah musik, Tya sempat pula belajar dengan beberapa musisi terkemuka Indonesia, yaitu Elfa Secioria dan Indra Lesmana. Tetapi karena kesibukan mereka, Tya tidak dapat belajar lebih lama sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk belajar sendiri (otodidak).

Ketika bersekolah di SMUN 34 Jakarta, Tya mengikuti kegiatan paduan suara sekolah yang kemudian selalu berprestasi sebagai juara pertama lomba paduan suara baik itu tingkat Jakarta Selatan maupun DKI Jakarta dengan posisi sebagai dirigen selama 2 tahun berturut-turut. Pada saat itu pula Tya menciptakan lagu "Hymne & Mars SMU 34". Selama aktif di paduan suara tersebut, Tya banyak belajar tentang harmonisasi suara manusia serta menganggap perlu untuk sekolah musik kembali. Berangkat dari kegiatan ini, saya bersama beberapa teman akhirnya membentuk grup acapellla yang kami namakan Gravo 6 (Grazia Voalista Six).

Membentuk T & T Orkestra[sunting | sunting sumber]

Ketika itu juga, T&T mulai terbentuk. Awalnya bernama Bazel-B yang berdiri pada tanggal 15 April 1995 di Bandung pada saat saya bersama kedua adik Tya; Dion Wardyono (Dion) dan Sati Setiawati (Sati) dibantu pula oleh seorang pemain gitar yang tak lain adalah saudara sepupunya Wishnu Laksmana, memainkan aliran fusion di Elfa's Music School Concert. Lalu pada awal Januari 1996, Bazel-B berganti nama menjadi T&T X-plosion. T&T diambil dari singkatan Tya, Dion, Sati, sedangkan X-Plosion berarti hasil musik T&T.

Mulai dari bulan Juli 1996, T&T mengikuti beberapa event diantaranya ARH-Jamz Session dan Jakarta Jazz Festival 1996 dengan hasil yang cukup memuaskan. Lalu pada awal tahun 1997, T&T menambah 3 orang anggota yang kami ambil dari Bulldozer Marching Band terdiri dari 2 trumpet dan 1 trombone. Sejak itu, T&T banyak membuat karya-karya instrumental serta menambah aliran latin dalam bandnya.

Kegiatan Tya setelah itu diantaranya 2 kali mengikuti Konser Betawi atas ajakan Elfa Secoria dan juga Orchestra Kartini di bawah pimpinan Widya Kristianti pada bulan April 1997.

Membuat jingle[sunting | sunting sumber]

Setelah lulus SMU di awal bulan Juni 1997, Tya dipekerjakan menjadi jingle maker/jingle supplier di Hotline Advertising. Sementara itu pula T&T X-plotion makin berkembang hingga menjadi big band atas kontribusi beberapa musisi senior yang terdiri dari 1 trombone, 1 tenor saxophone, 2 alto saxophone, dan 2 trumpet. Acara yang mereka ikuti antara lain Prambors Wow Mania dan juga Jakarta Jazz Festival 1997 dimana mereka menambahkan Mini Choir T&T' sebagai pelengkap T&T X-plotion.

Jingle Mega Shalawat[sunting | sunting sumber]

Dimulai pada awal tahun 1998, Tya diserahi cukup banyak pekerjaan dalam membuat jingle seperti jingle iklan layanan masyarakat untuk CMNP dan Indosat yang berisi Shalawat Badar. Pekerjaan inilah yang menjadi cikal saya mengenakan jilbab. Selepas itu Bank Mega juga ingin dibuatkan iklan layanan masyarakat yang memakai jingle Shalawat Badar disertai Neno Warisman sebagai talent player-nya. Lalu Subiakto Priosoedarsono, pencetus acara Mega Shalawat, dari Hotline Advertising mempercayakan saya untuk membuat orchestra hanya dalam waktu 10 hari. Jingle ini yang membuat Tya dikenal oleh masyarakat. Keunikannya sebagai dirigen berjilbab sangat melekat pada masyarakat saat itu, ditambah dengan iklan shalawat yang sama sekali baru saat itu.

Penata musik[sunting | sunting sumber]

Setelah sempat menghilang setelah menikah dan terlibat berbagai persoalan pribadi, Tya mulai produktif lagi pada tahun 2007 dengan menata musik beberapa film. Bahakn pada tahun 2011 Tya mulai berani menyutradai film.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Tya dan Rudy
Tya dan Candy

Pernikahan pertama Tya dilakukan pada 14 Januari 2001 dengan Rudy Saputra Hamid [1]. Pada tahun 2001 Tya sempat menggugat cerai Rudy namun rujuk kembali namun setelah kelahiran anak kedua Tya kembali menggugat Rudy pada tahun 2004 dan dikabulkan. Perselisihan rumah tangga ini sempat menghiasi infotainment terutama karena larangan keluarga Tya pada Rudy untuk menengok putri keduanya yang baru lahir di rumah sakit. [2] Tya menikah lagi dengan Candy Satrio, seorang aktor laga pada bulan Oktober 2009. [3]

Persoalan dengan orang tua[sunting | sunting sumber]

Tya sempat mengalami hubungan yang tidak harmonis dengan ayahnya, Subiakto Priosoedarso. Hal tersebut dikarenakan Sang Ayah berselingkuh dengan adik ipar suami pertama Tya. Akibat ketidakharmonisan itu pula Tya dipecat dari perusahaan ayahnya. [4]

Buka jilbab[sunting | sunting sumber]

Sesaat setelah terkenal dengan iklan Mega Shalawat Badar, Tya mengenakan jilbab. [5] Namun setelah tujuh tahun mengenakan jilbab tepatnya pada tahun 2005 Tya melepas jilbabnya. Belakangan Tya menjelaskan bahwa ia melepaskan jilbab sebagai protes terhadap perselingkuhan ayahnya. [6]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Tahun Film Catatan
2007 Sang Dewi Ilustrasi musik
2008 Pencarian Terakhir Komposer
Doa Yang Mengancam Penata musik
Ayat-Ayat Cinta Penata musik
Mengaku Rasul Penata musik
2009 Perempuan Berkalung Sorban Penata musik
Kata Maaf Terakhir Penata musik
Virgin 2: Bukan Film Porno Komposer
2010 Belum Cukup Umur Penata musik
The Sexy City Penata musik
18+ Penata musik
Bidadari Jakarta Penata musik
Love and Edelweiss Penata musik
D'Love Penata musik
Menebus Impian Penata musik
Sang Pencerah Penata musik
Obama Anak Menteng Penata musik
Susah Jaga Keperawanan di Jakarta Penata musik
2011 Kehormatan di Balik Kerudung Sutradara dan penata musik
Cowok Bikin Pusing Penata musik
Cewek Gokil Penata musik
Virgin 3: Satu Malam Mengubah Segalanya Penata musik
? Penata musik
Purple Love Penata musik
Di Bawah Lindungan Ka'bah Penata musik
Tendangan dari Langit Penata musik
Tarung Penata musik
The Mentalist Penata musik
Hafalan Shalat Delisa Penata musik

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Pemenang pada Festival Film Bandung, Indonesia kategori: Penata Musik Terpuji untuk film "Sang Pencerah".

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]