Wukuf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Wukuf adalah kegiatan utama dalam ibadah haji.

'Standing' is the main activity in worship pilgrimage. Bahkan, inti ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. In fact, the core of the pilgrimage was before staying at Padang Arafah. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jamaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah ibadah hajinya. When the series of Haj pilgrims can not execute before staying well, it is not legitimate pilgrimage. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah. Standing carried out only on the day (during the day) on the 9th Hijjah on the calendar AH. Cara pelaksanaan ibadah wukuf ini adalah dengan berdiam diri (dan berdoa) di padang luas di sebelah timur luar kota Mekkah, [[A is to worship before staying silent (and pray) in the vast desert to the east outside the city of Mecca, Saudi Arabia. Di daerah terbuka yang gersang tanpa bangunan inilah, lebih dari dua juta umat Islam dari berbagai pelosok dunia selalu berkumpul tiap tahunnya melaksanakan wukuf. In arid open areas without building is, more than two million Muslims from all over the world gather each year always execute before staying. Wukuf adalah puncaknya haji. Standing is the peak pilgrimage. Secara fisik, wukuf Arafah adalah puncak berkumpulnya seluruh jamaah, yang berjumlah jutaan, dari penjuru dunia dalam waktu bersamaan. Physically, wukuf Arafah is the peak gathering of all pilgrims in the millions, from all over the world at the same time. Secara amaliah, wukuf Arafah mencerminkan puncak penyempurnaan haji. In amaliah, reflecting the peak of perfection wukuf Arafah Hajj. Di Arafah inilah Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada' atau khutbah perpisahan, karena tak lama setelah menyampaikan khutbah itu beliaupun wafat. At Arafat is the Messenger of Allah delivered a sermon known as the Farewell Sermon 'or farewell sermon, because shortly after delivering the sermon beliaupun died. Di saat itu, ayat Al-Qur'an, surat al-Maa'idah ayat 3 turun sebagai pernyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Muhammad saw. In that time, the verses of the Qur'an, Surat al-Maa'idah verse 3 down as the statement is complete and the full teachings of Islam that Allah conveyed through Muhammad. Firman Allah SWT : “..Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu….” (Al-Maa'idah:3) Arafah merupakan gambaran padang Mahsyar, yang nantinya semua makhluk dikumpulkan disana sebelum melangkah ke surga atau neraka. Allah SWT says: ".. This day have I perfected for you your religion and I have both ends meet My favor unto you and have Ku-ridhai Islam being the religion for you ...." (Al-Maa'idah: 3) Arafat is description desert Mahsyar, which will all creatures gathered there before going on to heaven or hell. Kehadiran di Arafah memberi arti dan nuansa akhirat dengan Mahsyarnya, sekaligus merenunginya untuk bersiap-siap menghadapi hal itu. Attendance at Arafat gave the sense and feel of the afterlife with Mahsyarnya, as well as contemplate to be prepared for it. Arafah juga merupakan tempat bertemunya Adam dan Hawa setelah beratus tahun saling mencari di muka bumi. Arafat is also a meeting place for Adam and Eve after hundreds of years of each other looking at the face of the earth. Wukuf artinya hadir dan berada di Arafah pada waktu tertentu antara waktu dzuhur dan ashar. Standing means present and Arafat were at any given time between Dhuhr and Asr time. Disini masing-masing jamaah dipersilahkan untuk mengkondisikan dirinya berkonsentrasi kepada Allah, melakukan perenungan atas dirinya, apa yang telah dilakukan selama hidupnya, merenungi kebesaran Allah melalui Asmaul Husna-Nya, merenungi hari akhirat. Here each congregation are welcome to condition himself to concentrate on God, do reflection on him, what he has done during his life, contemplate the greatness of God through His Beautiful Names, contemplating the hereafter. Bentangkan dosa-dosamu di padang Arafah ini, ingatlah satu persatu dosa-dosa yang pernah engkau lakukan, ingatlah betapa waktumu selama ini habis terbuang sia-sia karena lebih banyak digunakan untuk memperindah kehidupan duniamu. Expand your sins in the desert this Arafat, remember one by one ever sins you do, remember how far out of your time is wasted because it is widely used to beautify the life of your world. Pengakuan yang jujur dan ikhlas, tanpa rasa sombong dan takabur, di hadapan Allah adalah puncak amaliah haji. Honest and sincere confession, without feeling overbearing and arrogant, in the sight of God is the peak pilgrimage amaliah. Itulah Arafah, wukuf adalah untuk mendefinisikan hakikat keberadaan manusia dihadapan Allah, sekalipun sebenarnya Allah telah mengetahui itu semua. That Arafat, wukuf is to define the nature of human existence before God, even though God had actually knows it all. Pandanglah langit Arafah. Look at the sky Arafat. Renungilah bahwa pada hari yang mulia itu Allah SWT sedang memanggil para malaikatnya berkumpul di langit Arafah, dan membangga-banggakan umatnya yang sedang wukuf di Arafah di hadapan para malaikatnya di langit. Renungilah that glorious day that God is calling angels gather in the sky Arafat and his people boast being before staying at Arafat in the presence of the angels in the sky. Disebutkan dalam hadits qudsi bahwa Allah berfirman bahwa :“Lihatlah kepada hamba-Ku di Arafah yang lesu dan berdebu. Mentioned in the hadith Qudsi that Allah says: "Behold my servant at Arafat which lackadaisical and dusty. Mereka datang kesini dari penjuru dunia. They come here from all over the world. Mereka datang memohon rahmat-Ku sekalipun mereka tidak melihatku. They come begging My mercy even if they did not see me. Mereka minta perlindungan dari azab-Ku, sekalipun mereka tidak melihat Aku” Allah sangat memuliakan hari wukuf di Arafah. They asked for protection of my doom, though they do not see me "God is glorified day before staying at Arafah. Hari itu, Allah mendekat sedekat-dekatnya kepada orang-orang yang wukuf di Arafah untuk mendengarkan ungkapan dan keluhan hati mereka, menatap dari dekat wajah dan perilaku mereka. That day, God came as close to people who before staying at Arafat to listen to their expression and liver complaints, staring from the near face and their behavior. Nabi Muhammad saw bersabda : “ . Prophet Muhammad said: ". . . . . Ia (Allah) mendekat kepada orang-orang yang di Arafah. He (Allah) closer to the people at Arafat. Dengan bangga Ia bertanya kepada para malaikat, Apa yang diinginkan oleh orang-orang yang sedang wukuf itu ?“ Pada hari itu, Allah senang sekali jika mereka berdoa kepada-Nya. He proudly said to the angels, what is desired by those who are wukuf it? "On that day, God is happy when they pray to Him. Ia mengabulkan semua doa mereka disana, sebagaimana tersebut dalam hadist yang lain : Sabda Rasullullah saw : “Di antara berbagai jenis dosa, ada dosa yang tidak akan tertebus kecuali dengan melakukan wukuf di Arafah” (disinadkan oleh Ja'far bin Muhammad sampai kepada Rasulullah saw). He hears all their prayers there, as mentioned in another hadith: Word Rasullullah saw: "Among the various types of sin, any sin will not be redeemed unless the conduct before staying at Arafah" (disinadkan by Ja'far ibn Muhammad came to the Messenger of Allah ). Bahkan Allah murka ketika manusia tidak yakin dosanya diampunkan di Arafah, seperti sabda Rasullullah saw : “Yang paling besar dosanya di antara manusia adalah seseorang yang berwukuf di Arafah lalu berprasangka bahwa Allah tidak memberinya ampun” (Al Khatib dalam kitab Al-Muttafaq wal Muftaraq) Demikian agung dan mulianya hari Arafah ini, meski wukuf hanya beberapa jam saja. Even God is angry when people do not believe his sins forgiven in Arafat, as the word Rasullullah saw: "The greatest sin among men is someone who berwukuf in Arafat and prejudice that God does not give mercy" (Al Khatib in the book Al-muttafaq wal Muftaraq) Thus the great and glorious day of Arafah is, even before staying only a few hours. Sungguh sangat penting berdoa di Arafah, disaksikan dari dekat oleh Allah SWT dan dibangga-banggakan-Nya di depan para malaikatnya. It is very important to pray in Arafat, seen from close by Allah and His proud in front of his angels. “Hai malaikat-Ku ! "Hi my angel! Apa balasan (bagi) hamba-Ku ini, ia bertasbih kepada-Ku, ia bertahlil kepada-Ku, ia bertakbir kepada-Ku, ia mengagungkan-Ku, ia mengenali-Ku, ia memuji-Ku, ia bershalawat kepada nabi-Ku. What reply (for) My servants, he glorify Me, he bertahlil to me, he bertakbir to me, he glorifies me, he recognized me, he praised me, he shalawat to my prophets. Wahai para malaikat-Ku ! O my angels! Saksikanlah, bahwasanya Aku telah mengampuninya, Aku memberi syafaat (bantuan) kepadanya. Bear witness that I have forgiven him, I intercede (help) him. Jika hambaku memintanya tentu akan Kuberikan untuk semua yang wukuf di Arafah ini.” Alhamdulillah:)

If I gave my servant will certainly ask for all this before staying at Arafat. "Alhamdulillah :)