Warga Kehormatan Kapal Selam TNI AL

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pengangkatan dan pengukuhan sebagai Warga Hiu Kencana diberikan kepada orang-orang terpilih untuk diangkat sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam. Didasarkan atas jasa-jasa orang tersebut atas dukungannya terhadap pembinaan kapal selam sebagai salah satu senjata strategis dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Pemberian gelar Warga Kehormatan Kapal Selam dan penyematan Brevet Hiu Kencana kepada putra bangsa yang dinilai berjasa mendukung pembinaan kapal selam telah menjadi tradisi warga kapal selam.[1][2][3][4]

Makna[sunting | sunting sumber]

Dua ekor Ikan hiu saling berhadapan, dengan tekad mempertahankan kehadiran kapal selam di lautan sebagai bentuk kemampuan dan supremasi di laut. Kapal selam dalam keadaan siap tempur pada posisi menyelam lambang kesen-jataan strategis yang ampuh. Periscope yang selalu waspada mengamati setiap jengkal perairan negara. Gambar tujuh gelombang mewakili samudera di du-nia. Serta lima buah garis insang pada leher hiu per-tanda Warga Hiu Kencana bernafaskan Pancasila. Demikian makna lambang yang tersirat pada Brevet Hiu Kencana meliputi makna keseluruhan "De-ngan landasan falsafah hidup Pancasila sebagai Pra-jurit Sapta Marga tugas akan dilaksanakan dengan penuh keberanian dan ketabahan serta sanggup mengemban tugas sampai titik darah penghabisan".

Brevet Hiu Kencana bukan sekadar brevet yang melekat di dada kanan setiap pengawak kapal selam. Pada setiap pemakainya melekat pula kebanggaan, semangat juang pantang menyerah dan dedikasi un-tuk selalu mengabdi kepada Negara Kesatuan Re-publik Indonesia.

Daftar Warga Kehormatan Hiu Kencana[sunting | sunting sumber]

Berikut Daftar Warga Kehormatan Korps Baret Hitam "Korps Hiu Kencana"

No Foto Nama Keterangan Jabatan terakhir
1 - Jenderal Besar TNI
Abdul Harris Nasution
21 Desember 1959 di Perairan Teluk Jakarta dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
2 - Letjen KKO
Ali Sadikin
- -
3 - Jenderal TNI
M. Yusuf
- -
4 - Jenderal TNI
Edi Sudrajat
- -
5 - Jenderal TNI
Try Sutrisno
- -
6 - Laksamana TNI
Widodo AS
- -
7 - Laksamana TNI
Arief Koeshariadi
- -
8 - Laksamana TNI
Slamet Soebijanto
- -
9 - Jenderal TNI
Susilo Bambang Yudhoyono
- -
10 - Jenderal TNI
Djoko Santoso
22 Desember 2006 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
11 - Marsekal TNI
Djoko Suyanto
22 Desember 2006 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
12 - Marsekal TNI
Herman Prayitno
22 Desember 2006 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
13 - Jenderal Pol
Sutanto
22 Desember 2006 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
14 - Marsekal TNI
Soebandrio|
26 Maret 2008 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
15 - Jenderal TNI
Agustadi Sasongko Purnomo
26 Maret 2008 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
16 - Letjen TNI
Sjafrie Sjamsoeddin
26 Maret 2008 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
17 - Jenderal TNI
George Toisutta
27 Agustus 2010 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
18 - Laksamana TNI
Agus Suhartono
27 Agustus 2010 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
19 - Marsekal TNI
Imam Sufaat
27 Agustus 2010 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Cakra (401)
20 - Menteri Pertahanan RI
Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc.,
4 April 2012 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
21 - Jenderal TNI
Pramono Edhie Wibowo
4 April 2012 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
22 - Jenderal Pol
Timur Pradopo
4 April 2012 di Perairan Selat Sunda dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
23 - Laksdya TNI
Marsetio
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
24 - Laksda TNI
Among Margono
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
25 - Laksda TNI
Ade Supandi
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
26 - Laksda TNI
Hari Bowo
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
27 - Laksda TNI
Agung Pramono
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
28 - Laksda TNI
Didit Herdiawan
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
29 - Mayjen TNI (Mar)
M. Alfan Baharudin
26 April 2012 di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Cakra (401)
33 - Jenderal TNI
Ryamizard Ryacudu
9 Desember 2014 di dermaga eksploitasi lepas pantai kontraktor minyak CNOOC, di Pulau Pabelokan, Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Menteri Koordinator Perekonomian
Chairul Tanjung
3 September 2014 di perairan Selat Sunda, dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Mari Elka Pangestu
3 September 2014 di perairan Selat Sunda, dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Armida Salsiah Alisjahbana
3 September 2014 di perairan Selat Sunda, dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo
4 September 2014 di bawah permukaan laut di perairan Selat Sunda, dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Jenderal Pol
Sutarman
4 September 2014 di bawah permukaan laut di perairan Selat Sunda, dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Menteri Sekretaris Kabinet
Dipo Alam
18 Oktober 2014 di bawah permukaan laut perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Menteri Kelautan dan Perikanan
Sharif Cicip Sutardjo
18 Oktober 2014 di bawah permukaan laut perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Menteri Perdangan
Muhammad Lutfi
18 Oktober 2014 di bawah permukaan laut perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi
Azwar Abubakar
18 Oktober 2014 di bawah permukaan laut perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Letjen TNI
Marciano Norman
18 Oktober 2014 di bawah permukaan laut perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
30 - Menko Maritim
Dwisuryo Indroyono Soesilo
5 Desember 2015 di bawah permukaan laut APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
31 - Menteri Perhubungan
Ignasius Jonan
5 Desember 2015 di bawah permukaan laut APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
32 - Sekretaris Kabinet
Andi Widjajanto
5 Desember 2015 di bawah permukaan laut APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya), dengan kapal selam KRI Nanggala (402)
33 - Marsekal TNI (Panglima TNI)
Hadi Tjahjanto, S.Ip.,
10 Januari 2018 di bawah permukaan laut di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, dengan kapal selam KRI Nagapasa (403)[5]
34 - Jenderal Pol (Kapolri)
Tito Karnavian
10 Januari 2018 di bawah permukaan laut di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, dengan kapal selam KRI Nagapasa (403)
35 - Jenderal TNI (Kasad)
Mulyono
10 Januari 2018 di bawah permukaan laut di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, dengan kapal selam KRI Nagapasa (403)
36 - Menteri Luar Negeri RI
Retno Marsudi
10 Januari 2018 di bawah permukaan laut di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, dengan kapal selam KRI Nagapasa (403)
37 - Menteri Perhubungan RI
Budi Karya Sumadi
10 Januari 2018 di bawah permukaan laut di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, dengan kapal selam KRI Nagapasa (403)
38 - Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Susi Pudjiastuti
10 Januari 2018 di bawah permukaan laut di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, dengan kapal selam KRI Nagapasa (403)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]