Vaksin COVID-19

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Vaksin penyakit koronavirus 2019 merupakan vaksin yang nantinya akan digunakan untuk menangani penyakit koronavirus 2019 (COVID-19). Belum ada vaksin yang telah melewati rangkaian uji klinis (disebut uji vaksin). Hingga Maret 2020, terdapat beberapa penelitian yang mengembangkan vaksin COVID-19. Pada akhir Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin untuk menangani virus penyebab COVID-19, SARS-CoV-2 tidak akan tersedia dalam waktu kurang dari 18 bulan.[1] Hingga September 2020, terdapat 321 vaksin uji coba yang sedang dalam pengembangan.[2] Pada bulan September, 39 kandidat vaksin sedang dalam pengujian klinis, 33 dalam pengujian tahap I–II, dan 6 dalam pengujian tahap II–III.[2]

Penelitian vaksin COVID-19 yang lain[sunting | sunting sumber]

Beberapa jenis koronavirus lain yang menyebabkan penyakit pada hewan telah memiliki vaksin tersendiri, seperti koronavirus burung, koronavirus anjing, dan koronavirus kucing.[3]

Upaya-upaya terdahulu dalam pengembangan vaksin virus famili Coronaviridae yang dapat menginfeksi manusia difokuskan untuk penanganan sindrom pernapasan akut berat (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). Vaksin terhadap SARS [4] dan MERS [5] telah diuji pada hewan. Per tahun 2020, tidak ada vaksin untuk pengobatan atau pencegahan SARS terbukti aman dan efektif pada manusia.[6][7] Menurut jurnal ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2005 dan 2006, identifikasi dan pengembangan vaksin dan obat-obatan baru untuk mengobati SARS menjadi prioritas bagi pemerintah di seluruh dunia.[8][9][10]

Selain itu, tidak terdapat vaksin yang terbukti dapat menangani MERS.[11] Ketika pasien MERS mulai meningkat, awalnya peneliti yakin bahwa penelitian SARS terdahulu dapat memberikan gambaran untuk pengembangan pengobatan terhadap MERS-CoV.[6][12] Hingga Maret 2020, terdapat satu vaksin MERS (berbasis DNA) yang telah selesai uji klinis fase I (uji coba pada manusia sehat).[13] Kemudian terdapat tiga vaksin lainnya sedang dalam pengembangan. Ketiga vaksin tersebut adalah vaksin dengan vektor virus, dua vektor adenovirus (ChAdOx1-MERS,[14][15] BVRS-GamVac [16] ), dan satu vektor MVA (MVA-MERS-S[17]).[18]

Penelitian pada tahun 2020[sunting | sunting sumber]

SARS-CoV-2 berhasil diidentifikasi pada akhir tahun 2019. Virus tersebut merupakan penyebab dari penyakit koronavirus 2019. Virus tersebut telah menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2020. Hal tersebut membuat pengembangan vaksin ini dilakukan sesegera mungkin dan dengan investasi yang besar.

Berbagai organisasi menggunakan genom yang diterbitkan untuk mengembangkan vaksin untuk menangani SARS-CoV-2.[19][20] Terdapat kurang lebih 35 perusahaan dan lembaga akademik yang terlibat dalam penelitian ini.[21]

Organisasi yang terlibat dalam pengembangan vaksin antara lain:

Rumor dan misinformasi[sunting | sunting sumber]

Unggahan di media sosial mendorong penyebaran teori konspirasi yang mengklaim bahwa vaksin sudah tersedia. Padahal hingga saat ini, vaksin masih dikembangkan dan belum tersedia untuk masyarakat. Beberapa nomor paten yang dikutip di beberapa unggahan media sosial sebenarnya merupakan paten untuk sekuens genetik dan vaksin untuk koronavirus jenis lain seperti SARS-CoV dan bukan untuk SARS-CoV-2.[43][44]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Grenfell, Rob; Drew, Trevor (17 February 2020). "Here's Why It's Taking So Long to Develop a Vaccine for the New Coronavirus". ScienceAlert. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 February 2020. Diakses tanggal 26 February 2020. 
  2. ^ a b Le, Tung Thanh; Cramer, Jakob P.; Chen, Robert; Mayhew, Stephen (2020-09-04). "Evolution of the COVID-19 vaccine development landscape". Nature Reviews Drug Discovery. doi:10.1038/d41573-020-00151-8. ISSN 1474-1776. PMID 32887942. 
  3. ^ Cavanagh, Dave (2003). "Severe acute respiratory syndrome vaccine development: Experiences of vaccination against avian infectious bronchitis coronavirus". Avian Pathology. 32 (6): 567–582. doi:10.1080/03079450310001621198. PMID 14676007. 
  4. ^ Gao, Wentao; Tamin, Azaibi; Soloff, Adam; d'Aiuto, Leonardo; Nwanegbo, Edward; Robbins, Paul D.; Bellini, William J.; Barratt-Boyes, Simon; Gambotto, Andrea (2003). "Effects of a SARS-associated coronavirus vaccine in monkeys". The Lancet. 362 (9399): 1895–1896. doi:10.1016/S0140-6736(03)14962-8. PMID 14667748. 
  5. ^ Kim, Eun; Okada, Kaori; Kenniston, Tom; Raj, V. Stalin; Alhajri, Mohd M.; Farag, Elmoubasher A.B.A.; Alhajri, Farhoud; Osterhaus, Albert D.M.E.; Haagmans, Bart L. (2014). "Immunogenicity of an adenoviral-based Middle East Respiratory Syndrome coronavirus vaccine in BALB/C mice". Vaccine. 32 (45): 5975–5982. doi:10.1016/j.vaccine.2014.08.058. PMID 25192975. 
  6. ^ a b Jiang, Shibo; Lu, Lu; Du, Lanying (2013). "Development of SARS vaccines and therapeutics is still needed". Future Virology. 8 (1): 1–2. doi:10.2217/fvl.12.126. 
  7. ^ "SARS (severe acute respiratory syndrome)". National Health Service. 5 March 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 March 2020. Diakses tanggal 31 January 2020. 
  8. ^ Greenough, Thomas C.; Babcock, Gregory J.; Roberts, Anjeanette; Hernandez, Hector J.; et al. (15 February 2005). "Development and Characterization of a Severe Acute Respiratory Syndrome–Associated Coronavirus–Neutralizing Human Monoclonal Antibody That Provides Effective Immunoprophylaxis in Mice". The Journal of Infectious Diseases. 191 (4): 507–14. doi:10.1086/427242. PMID 15655773. 
  9. ^ Tripp, Ralph A.; Haynes, Lia M.; Moore, Deborah; Anderson, Barbara; et al. (September 2005). "Monoclonal antibodies to SARS-associated coronavirus (SARS-CoV): Identification of neutralizing and antibodies reactive to S, N, M and E viral proteins". Journal of Virological Methods. 128 (1–2): 21–8. doi:10.1016/j.jviromet.2005.03.021. PMID 15885812.  Parameter |dead-url=Smith tidak valid (bantuan)
  10. ^ Roberts, Anjeanette; Thomas, William D.; Guarner, Jeannette; Lamirande, Elaine W.; et al. (March 2006). "Therapy with a Severe Acute Respiratory Syndrome–Associated Coronavirus–Neutralizing Human Monoclonal Antibody Reduces Disease Severity and Viral Burden in Golden Syrian Hamsters". The Journal of Infectious Diseases. 193 (5): 685–92. doi:10.1086/500143. PMID 16453264. 
  11. ^ Shehata, M.M., Gomaa, M.R., Ali, M.A. et al. Middle East respiratory syndrome coronavirus: a comprehensive review. Front. Med. 10, 120–136 (2016). doi:10.1007/s11684-016-0430-6
  12. ^ Butler, Declan (October 2012). "SARS veterans tackle coronavirus". Nature. 490 (7418): 20. Bibcode:2012Natur.490...20B. doi:10.1038/490020a. PMID 23038444. 
  13. ^ "Safety and immunogenicity of an anti-Middle East respiratory syndrome coronavirus DNA vaccine: a phase 1, open-label, single-arm, dose-escalation trial". doi:10.1016/S1473-3099(19)30266-X. PMID 31351922. 
  14. ^ "Safety and Immunogenicity of a Candidate MERS-CoV Vaccine (MERS001)". Diakses tanggal 18 March 2020. 
  15. ^ "Safety and Immunogenicity of a Candidate MERS-CoV Vaccine (MERS002)". Diakses tanggal 18 March 2020. 
  16. ^ "Study of Safety and Immunogenicity of BVRS-GamVac". Diakses tanggal 18 March 2020. 
  17. ^ "Safety, Tolerability and Immunogenicity of Vaccine Candidate MVA-MERS-S". Diakses tanggal 18 March 2020. 
  18. ^ "Recent Advances in the Vaccine Development Against Middle East Respiratory Syndrome-Coronavirus". doi:10.3389/fmicb.2019.01781. PMID 31428074. 
  19. ^ a b Steenhuysen, Julie; Kelland, Kate (24 January 2020). "With Wuhan virus genetic code in hand, scientists begin work on a vaccine". Reuters. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2020. Diakses tanggal 25 January 2020. 
  20. ^ Lee, Jaimy (7 March 2020). "These nine companies are working on coronavirus treatments or vaccines — here's where things stand". MarketWatch. Diakses tanggal 7 March 2020. 
  21. ^ By Laura Spinney, Wed 18 Mar 2020 06.32 EDT "When will a coronavirus vaccine be ready?" The Guardian
  22. ^ "China CDC developing novel coronavirus vaccine". Xinhua News Agency. 26 January 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 January 2020. Diakses tanggal 28 January 2020. 
  23. ^ Jeong-ho, Lee; Zheng, William; Zhou, Laura (26 January 2020). "Chinese scientists race to develop vaccine as coronavirus death toll jumps". South China Morning Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 January 2020. Diakses tanggal 28 January 2020. 
  24. ^ Cheung, Elizabeth (28 January 2020). "Hong Kong researchers have developed coronavirus vaccine, expert reveals". South China Morning Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 January 2020. Diakses tanggal 28 January 2020. 
  25. ^ CVR 29979812, <a href="/sund-sites/sundhovedsites/sund-ku-dk/om-sund/praktisk/">EAN numre</a>
    (2020-03-06). "KU-forskere får EU-bevilling til vaccine mod coronavirus". sund.ku.dk (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 2020-03-19.
     
  26. ^ "Press corner". European Commission – European Commission (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-19. 
  27. ^ Chen, Eli. "Wash U Scientists Are Developing A Coronavirus Vaccine". news.stlpublicradio.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-19. 
  28. ^ Ziady, Hanna (26 February 2020). "Biotech company Moderna says its coronavirus vaccine is ready for first tests". CNN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 February 2020. Diakses tanggal 2 March 2020. 
  29. ^ "Safety and Immunogenicity Study of 2019-nCoV Vaccine (mRNA-1273) to Prevent SARS-CoV-2 Infection – Full Text View – ClinicalTrials.gov". clinicaltrials.gov (dalam bahasa Inggris). National Library of Medicine, National Institutes of Health. Diakses tanggal 17 March 2020. 
  30. ^ "NIH clinical trial of investigational vaccine for COVID-19 begins". National Institutes of Health (NIH) (dalam bahasa Inggris). National Institutes of Health. 16 March 2020. Diakses tanggal 17 March 2020. 
  31. ^ "NIH clinical trial of investigational vaccine for COVID-19 begins". US National Institutes of Health. 16 March 2020. 
  32. ^ Mazumdar, Tulip (30 January 2020). "Coronavirus: Scientists race to develop a vaccine". BBC News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 January 2020. Diakses tanggal 3 February 2020. 
  33. ^ Devlin, Hannah (24 January 2020). "Lessons from SARS outbreak help in race for coronavirus vaccine". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2020. Diakses tanggal 25 January 2020. 
  34. ^ "Saskatchewan lab joins global effort to develop coronavirus vaccine". CBC News. The Canadian Press. 24 January 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2020. Diakses tanggal 25 January 2020. 
  35. ^ Vescera, Zak (6 March 2020). "U of S team gets federal dollars to develop COVID-19 vaccine". Saskatoon StarPhoenix. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 March 2020. Diakses tanggal 7 March 2020. 
  36. ^ Mishra, Manas (29 January 2020). Orr, Bernard, ed. "Johnson & Johnson working on vaccine for deadly coronavirus". Reuters. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 January 2020. Diakses tanggal 19 February 2020. 
  37. ^ "Vaxart (VXRT) – A long shot or perfect shot?". NASDAQ, RTTNews.com. 25 February 2020. Diakses tanggal 1 March 2020. 
  38. ^ Gilgore, Sara (10 March 2020). "Novavax's coronavirus vaccine program is getting some help from Emergent BioSolutions,". Washington Business Journal. Charlotte NC: American City Business Journals. 
  39. ^ "Will take one-and-a-half to two years for India to develop vaccine for COVID-19: Health Ministry". Economic Times. Diakses tanggal 12 March 2020. 
  40. ^ "Pfizer and BioNTech announce joint development of a potential COVID-19 vaccine". TechCrunch. 18 March 2020. Diakses tanggal 18 March 2020. 
  41. ^ Sara Gilgore (March 18, 2020). "Emergent BioSolutions dives into another coronavirus vaccine effort". Washington Business Journal. Diakses tanggal March 18, 2020. 
  42. ^ Ross Lydall (February 7, 2020). "Two groups of British scientists in race to develop coronavirus vaccine". Evening Standard. Diakses tanggal March 19, 2020. 
  43. ^ Kertscher, Tom (23 January 2020). "No, there is no vaccine for the Wuhan coronavirus". PolitiFact. Poynter Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 February 2020. Diakses tanggal 7 February 2020. 
  44. ^ McDonald, Jessica (24 January 2020). "Social Media Posts Spread Bogus Coronavirus Conspiracy Theory". FactCheck.org. Annenberg Public Policy Center. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 February 2020. Diakses tanggal 8 February 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]