Stasiun Tanggung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Koordinat: 7°05′29″LS 110°36′12″BT / 7,0913586°LS 110,6032223°BT / -7.0913586; 110.6032223

Stasiun Tanggung
  • Singkatan: TGG
Ststanggung.jpg
Stasiun Tanggung
Lokasi
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Grobogan
Kecamatan Tanggungharjo
Desa Tanggungharjo
Sejarah
Dibuka 1867
Informasi lain
Operator Daerah Operasi IV Semarang
Kelas stasiun III/kecil
Ketinggian +20 m
Layanan Hanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur 2 (jalur 2: sepur lurus)


Litografi Stasiun Tanggung berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard (1883-1889)

Stasiun Tanggung (TGG) adalah sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tanggungharjo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Stasiun yang terletak pada ketinggian +20 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api nomor dua tertua di Indonesia dan merupakan stasiun kereta api tertua yang masih operasional di Indonesia. Pada tanggal 10 Agustus 1867, jalur kereta api pertama dibuka antara Tanggung-Samarang yang berjarak 25 kilometer oleh Gubjend. Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele. Bangunan stasiun yang didirikan pertama kali telah dibongkar pada tahun 1910, Pada tahun yang sama, NIS membangun stasiun baru di Tanggung, bergaya arsitektur “Chalet-NIS” yang banyak dipakai ketika NIS merenovasi stasiun-stasiunnya antara 1900-1915. “Chalet” sebenarnya adalah sebutan untuk bangunan berarsitektur tradisional di pegunungan Alpen, seperti lumbung, kandang maupun rumah tinggal. Ciri-ciri gaya bangunan ini adalah konstruksi kayu dengan atap dari sirap batu dan tritisan lebar untuk melindungi bangunan dari hujan dan salju. Dalam perkembangannya gaya arsitektur ini menjadi simbol kesederhanaan, keselarasan dengan alam, kebebasan dan demokrasi[1]. kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru, yang dapat dilihat sampai sekarang. Pada pertengahan tahun 1980-an, stasiun ini pernah hendak dibongkar dan ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Stasiun ini sudah empat kali direnovasi, yakni pertama tahun 1984, kedua setelah banjir 1996 (tepatnya tahun 1997), ketiga kali renovasi pada tanggal 15 Maret 2000 dan terakhir kali banjir pada Desember 2006 (tepatnya pada bulan Februari 2007).

Karena sulitnya moda transportasi umum ke stasiun ini, akhirnya stasiun ini beralih fungsi sebagai stasiun pemantau. Didepan bangunan stasiun didirikan monumen dan tanda "Di Bumi inilah kita bermula", serta Stasiun ini dibuka untuk umum maupun komunitas yang ingin mengetahui sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Saat ini satu-satunya kereta api yang berhenti di stasiun ini adalah KA Bangunkarta tujuan Jakarta (KA 55) untuk bersilang dengan sesamanya tujuan Surabaya (KA 56) yang melintas langsung.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ putudananjaya (2016-06-20). "Stasiun Tanggung - Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-06-10. 
Jalur kereta api Brumbung-Gundih
Stasiun sebelumnya:
Stasiun Brumbung
Stasiun berikutnya:
Stasiun Kedungjati
Jalur kereta api Samarang-Tanggung
Stasiun sebelumnya:
Stasiun Brumbung
Stasiun berikutnya:
-