Soong May-ling

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Soong May-ling
宋美齡
Soong May-ling wearing China Air Force pin.jpg
Soong May-ling
Ibu Negara Republik Tiongkok
Masa jabatan
20 Mei 1948 – 5 April 1975
PresidenChiang Kai-shek
PenggantiFaina Ipat'evna Vakhreva
Informasi pribadi
Lahir(1898-03-05)5 Maret 1898
Shanghai, Kekaisaran Qing[1]
Meninggal dunia23 Oktober 2003(2003-10-23) (umur 105)
New York City, New York, A.S.
KebangsaanBendera Republik Tiongkok Republik Tiongkok
Bendera Amerika Serikat Amerika Serikat
Partai politikNaval Jack of the Republic of China.svg Kuomintang (KMT)
Afiliasi
politik lain
Partai Republik
PasanganChiang Kai-shek
HubunganCharlie Soong (ayah)
Ni Kwei-tseng (ibu)
AnakChiang Ching-kuo (putra tiri)
Chiang Wei-kuo (anak angkat)
Alma materWesleyan College
Wellesley College
PekerjaanIbu Negara Republik Tiongkok
Tanda tangan

Soong May-ling atau Soong Mei-ling, juga dikenal sebagai Madame Chiang Kai-shek atau Madame Chiang (Hanzi tradisional: 宋美齡; Hanzi sederhana: 宋美龄; Pinyin: Sòng Měilíng; 5 Maret 1898 – 23 Oktober 2003) adalah seorang Ibu Negara Republik China (ROC), istri dari Generalissimo dan Presiden Chiang Kai-shek. Ia adalah seorang politikus, pelukis Lukisan Tionghoa dan ketua Universitas Katolik Fu Jen. Sebagai orang termuda dan yang paling lama masa hidupnya dari tiga Soong bersaudari, serta satu dari hanya dua ibu negara selama Perang Dunia II (bersama dengan Ratu Elizabeth II, 1900–2002) yang hidup hingga abad ke-21. Hidupnya melintasi hitungan tiga abad. Ia memainkan peran berpengaruh dalam politik Republik Tiongkok dan adik ipar dari Sun Yat-sen, pemimpin Republik Tiongkok pendahulu suaminya.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Ia lahir di distrik Hongkou, Shanghai, Tiongkok, pada 5 Maret 1898, meskipun beberapa biografi menyatakan bahwa tahun kelahirannya adalah 1897.[a][2]

Ia adalah anak keempat dari enam bersaudara keluarga Charlie Soong, seorang pengusaha menengah dan mantan misionaris Methodis dari Hainan, dan istrinya Ni Kwei-tseng (倪桂珍; Ní Guìzhēn). Saudara-saudara May-ling adalah saudari Ai-ling, saudari Ching-ling, yang kemudian menjadi Madame Sun Yat-sen, kakak laki-laki Tse-ven (T.V.) dan adik laki-laki Tse-liang (T.L.) dan Tse-an (T.A.)[3]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

May-ling sebagai mahasiswa di Wesleyan College sekitar tahun 1910.

Di Shanghai, May-ling menempuh pendidikan di Sekolah Khusus Perempuan McTyeire bersama dengan saudarinya, Ching-ling. Ayah mereka, yang pernah menuntut ilmu di Amerika Serikat, mengirim mereka untuk melanjutkan pendidikan di AS pada 1907. May-ling dan Ching-ling sekolah di Summit, sebuah sekolah swasta di New Jersey. Pada tahun 1908, Ching-ling yang baru berusia 15 tahun diterima di Wesleyan College yang merupakan almamater kakaknya, Ai-ling. Kedua bersaudari itu pindah ke Macon, Georgia, untuk bergabung dengan Ai-ling. Namun, dia tidak bisa mendapatkan izin untuk tinggal di kampus sebagai anggota keluarga atau menjadi mahasiswa karena dia masih terlalu muda.[butuh rujukan] May-ling menghabiskan waktu setahun di Demorest, Georgia, bersama teman kuliah Ai-ling di Wesleyan College bernama Blanche Moss, yang mendaftarkan May-ling sebagai siswa kelas 8 di Piedmont College. Pada tahun 1909, presiden Wesleyan yang baru ditunjuk, William Newman Ainsworth, memberinya izin untuk tinggal di Wesleyan dan menugaskan tutor untuk membimbingnya. Dia sempat kuliah sebentar di Fairmount College, Monteagle, Tennessee pada tahun 1910.[4][5]

May-ling secara resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru di Wesleyan pada tahun 1912 pada usia 15 tahun. Dia kemudian dipindahkan ke Wellesley College dua tahun kemudian supaya lebih dekat dengan kakak lelakinya, T.V., yang pada waktu itu sedang kuliah di Harvard. Pada saat itu, kedua saudara perempuannya telah lulus dan kembali ke Shanghai. Dia lulus dari Wellesley sebagai salah satu dari 33 "Durant Scholars" (Gelar kehormatan Latin|Summa cum laude) pada 19 Juni 1917, jurusan Sastra Inggris dan minor di jurusan filsafat. Dia juga anggota Tau Zeta Epsilon, Wellesley's Arts and Music Society. Karena mengenyam pendidikan dalam bahasa Inggris seumur hidupnya, ia fasih berbicara bahasa Inggris dengan aksen Georgia yang membuatnya dapat berhubungan dengan publik Amerika.[6]

Nyonya Chiang[sunting | sunting sumber]

Foto pernikahan Chiang-Soong.

Soong May-ling bertemu Chiang Kai-shek pada 1920. Karena usianya sebelas tahun lebih tua, sudah menikah, dan beragama Buddha, ibu May-ling dengan keras menentang pernikahan mereka, tetapi akhirnya setuju setelah Chiang menunjukkan bukti perceraiannya dan berjanji untuk pindah agama menjadi seorang Kristen. Chiang memberi tahu calon mertuanya bahwa ia tidak dapat segera bertobat, karena agama perlu diserap secara bertahap, bukan langsung ditelan seperti pil. Mereka menikah di Shanghai pada 1 Desember 1927.[7] Walaupun penulis biografi menganggap pernikahan mereka karena disebabkan oleh berbagai unsur seperti kemitraan, cinta, politik dan kompetisi, faktanya pernikahan mereka bertahan selama 48 tahun. Pasangan ini tidak memiliki anak. Pada tahun 1928, ia diangkat menjadi anggota Komite di Pemerintahan Yuan Shikai oleh Chiang.[8] Mereka memperbaharui janji pernikahan mereka pada 24 Mei 1944 di Gereja St. Bartholomew di New York City.[9] Polly Smith menyanyikan Doa Bapa Kami dalam upacara itu.

Madame Chiang memprakarsai Gerakan Hidup Baru dan aktif terlibat dalam politik Tiongkok. Dia adalah anggota Legislatif Yuan dari tahun 1930 hingga 1932 dan Sekretaris Jenderal Komisi Urusan Aeronautika Tiongkok dari tahun 1936 hingga 1938. Pada tahun 1945 dia menjadi anggota Komite Eksekutif Pusat Partai Nasionalis Tiongkok Kuomintang. Ketika suaminya menjadi Generalissimo dan pemimpin Kuomintang, Nyonya Chiang bertindak sebagai penerjemah, sekretaris, dan penasihat bahasa Inggrisnya. Dia adalah sumber inspirasi, mata, telinga, dan juara paling setia bagi Chiang. Selama Perang Dunia II, Nyonya Chiang mencoba mempromosikan perjuangan Tiongkok dan membangun warisan untuk suaminya kelak jika meninggal yang setara dengan Roosevelt, Churchill and Stalin. Sangat fasih dalam budaya Tiongkok maupun Barat, ia menjadi populer baik di Tiongkok maupun di luar negeri. Ketenarannya membuat Joseph Stilwell menyindir bahwa ia seharusnya diangkat menjadi menteri pertahanan.[butuh rujukan]

Pada tahun 1931, Soong Mei-ling membangun sebuah vila untuk dirinya sendiri di bagian timur Nanjing. Terletak beberapa ratus meter di sebelah timur Paviliun Sifangcheng yang merupakan bagian dari kompleks Mausoleum Ming Xiaoling, vila ini masih ada sampai sekarang, umumnya dikenal sebagai Meilinggong (美龄宫), "Istana May-ling".[10]

Anak-anak yatim korban perang[sunting | sunting sumber]

Soong May-ling di sampul depan majalah Sahabat Muda, April 1938, sebagai Wakil Komandan Angkatan Udara Tiongkok.

Meskipun Soong May-ling pada awalnya menghindari sorotan publik setelah menikah dengan Chiang, ia segera memulai proyek kesejahteraan sosial yang ambisius dengan mendirikan rumah yatim piatu sekaligus sekolah untuk anak-anak yatim dari tentara Tiongkok yang gugur. Rumah-rumah yatim piatu dibangun dengan sangat baik: ada taman bermain, hotel, kolam renang, gimnasium, ruang kelas model, dan asrama. Soong May-ling sangat terlibat dalam proyek ini dan bahkan memilih sendiri semua gurunya. Ada dua sekolah - satu untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan - dibangun di atas lahan seluas ribuan hektar di kaki Gunung Ungu (Gunung Zijin), di Nanjing. Dia menyebut anak-anak ini sebagai "anak-anak yatim akibat perang" miliknya dan menjadikan mereka sebagai urusan pribadinya.[11] Nasib anak-anak tentara yang gugur menjadi masalah yang jauh lebih penting di Tiongkok sejak awal perang dengan Jepang pada tahun 1937. Supaya lebih baik lagi bagi anak-anak ini, ia mendirikan Perhimpunan Bantuan Perang Nasional Wanita Tiongkok.[12]

Kunjungan ke Amerika Serikat[sunting | sunting sumber]

Pada 18 Februari 1943, ia berbicara kepada kedua kamar majelis Kongres AS.

Soong May-ling melakukan beberapa kali perjalanan ke Amerika Serikat untuk melobi dukungan bagi upaya perang kaum Nasionalis yang dipimpinan suaminya. Di sana dia menarik perhatian setidaknya 30.000 orang dan pada tahun 1943 tampil di sampul depan majalah TIME untuk yang ketiga kalinya. Yang pertama pada 26 Oktober 1931 bersama suaminya dan kemudian 3 Januari 1937 juga dengan suaminya, kali ini sebagai "Man and Wife of the Year".[13][14]

Mungkin karena dampak dari kunjungannya, maka pada tahun 1943, Korps Tentara Wanita Amerika Serikat membentuk satu unit yang dinamakan "Madame Chiang Kai-Shek unit Air WAC", di mana unit ini merekrut wanita Tiongkok-Amerika untuk bekerja di Angkatan Udara Angkatan Darat sebagai "Air WACs".[15]

Soong May-ling dan suaminya berhubungan baik dengan editor senior dan co-founder majalah Time, Henry Luce, yang sering berusaha mengumpulkan dana dan dukungan dari publik Amerika untuk pembentukan negara Republik Tiongkok. Pada 18 Februari 1943, ia menjadi warga negara Tiongkok pertama dan wanita kedua yang berpidato di kedua kamar Kongres AS. Setelah kekalahan pemerintahan suaminya dalam Perang Saudara Tiongkok pada tahun 1949, Nyonya Chiang mengikuti suaminya ke Taiwan, sementara saudara perempuannya Soong Ching-ling tinggal di Tiongkok Daratan, berpihak kepada Komunis. Nyonya Chiang terus memainkan peran internasional yang menonjol. Dia adalah Pelindung Komite Palang Merah Internasional, Ketua Kehormatan British United Aid to China Fund, dan Anggota Kehormatan Pertama dari Perhimpunan Peringatan Hak Asasi Manusia.[16]

Kehidupan selanjutnya[sunting | sunting sumber]

Soong Mei-ling dan Chiang Kai-shek di Taipei, Taiwan.

Setelah kematian suaminya pada tahun 1975, Nyonya Chiang dinilai sebagai orang yang rendah hati. Dia pertama kali didiagnosis menderita kanker payudara pada tahun 1975 dan menjalani dua kali mastektomi (operasi pengangkatan payudara) di Taiwan. Dia juga telah menjalani pengangkatan tumor ovarium pada tahun 1991.[17]

Kekuasaan Chiang Kai-shek oleh dilanjutkan putra sulungnya Chiang Ching-kuo, satu-satunya anak biologis Chiang dari pernikahan sebelumnya, dengan siapa Nyonya Chiang memiliki hubungan yang sulit. Pada tahun 1975, ia beremigrasi dari Taiwan ke tanah milik keluarganya seluas 14,6 hektar di Lattingtown, New York, di sana ia menyimpan potret almarhum suaminya dengan pakaian militer lengkap di ruang tamunya. Dia juga memiliki rumah di Wolfeboro, New Hampshire, tempat ia berlibur di musim panas. Nyonya Chiang kembali ke Taiwan setelah kematian Chiang Ching-kuo pada tahun 1988, untuk saling memberi dukungan di antara para sekutu lamanya. Namun, pengganti Chiang Ching-kuo, Lee Teng-hui, terbukti lebih mahir dalam berpolitik daripada dirinya, dan berhasil mengkonsolidasikan posisinya. Dia kembali lagi ke AS dan membuat penampilan publik yang langka pada tahun 1995 ketika dia menghadiri undangan yang diadakan di Capitol Hill untuk memperingati perayaan ulang tahun ke-50 berakhirnya Perang Dunia II. Madame Chiang melakukan kunjungan terakhirnya ke Taiwan pada tahun 1995. Dalam Pemilihan Presiden Taiwan tahun 2000, Partai Kuomintang konon kabarnya mendapat surat darinya yang menyebutkan bahwa dia lebih mendukung kandidat dari Kuomintang Lien Chan daripada kandidat independen James Soong (namanya tidak ada hubungan kekeluargaan). James Soong tidak pernah membantah keaslian surat itu. Soong menjual rumah miliknya di Long Island pada tahun 2000, sebuah rumah dengan konsep terbuka yang memiliki pemandangan perkebunan itu menarik banyak ekspatriat Taiwan. Ia menghabiskan sisa hidupnya di apartemen Gracie Square di Upper East Side Manhattan milik keponakannya. Ketika Nyonya Chiang berusia 103 tahun, dia mengadakan pameran Lukisan Tionghoa di New York.[18]

Kematian[sunting | sunting sumber]

Nyonya Chiang meninggal dalam tidurnya di apartemennya di Manhattan, Kota New York, tanggal 23 Oktober 2003, pada usia 105 tahun.[19] Jenazahnya dimakamkan di Kuburan Ferncliff di Hartsdale, New York, sambil menunggu pemakaman terakhirnya dengan almarhum suaminya yang dimakamkan di Cihu, Taiwan. Ada rencana dan upaya untuk membuat mereka berdua dimakamkan di daratan Tiongkok setelah perbedaan politik berhasil diselesaikan.[20][21]

Setelah kematiannya, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan:

Nyonya Chiang adalah teman dekat Amerika Serikat sepanjang hidupnya, dan terutama selama perjuangan yang menentukan di abad kemarin. Generasi orang Amerika akan selalu mengingat dan menghormati kecerdasan dan kekuatan karakternya. Atas nama rakyat Amerika, saya menyampaikan belasungkawa kepada anggota keluarga Nyonya Chiang dan para pengagumnya di seluruh dunia. George W. Bush[22]

Penilaian oleh pers internasional[sunting | sunting sumber]

Soong and Chiang di sampul depan majalah TIME, 26 Oktober 1931.

Berita kematian The New York Times menulis:

Sebagai seorang penutur bahasa Inggris yang fasih, sebagai seorang Kristen, dan sebagai contoh yang diharapkan oleh banyak orang Amerika supaya Tiongkok bisa menjadi seperti itu, Nyonya Chiang mempengaruhi emosi publik Amerika ketika dia melakukan perjalanan ke seluruh negeri, mulai tahun 1930-an, mengumpulkan dana dan melobi untuk mendapatkan dukungan bagi pemerintahan suaminya. Bagi kebanyakan orang Amerika dia adalah simbol orang Tiongkok modern, berpendidikan, dan pro-Amerika Tiongkok yang mereka dambakan untuk muncul — bahkan ketika banyak orang Tiongkok sendiri menganggapnya sebagai simbol korupsi, dan haus kekuasaan di masa lalu yang ingin mereka hindari.[19]

Dalam kebudayaan populer[sunting | sunting sumber]

  • The Soong Sisters, sebuah film mengenai Soong May-Ling dan saudari-saudarinya, dirilis pada 1997.
  • Madame Chiang tampil sebagai karakter minor dalam novel 2012 The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared karya penulis Swedia, Jonas Jonasson.
  • Novel sejarah Mayling (2012) karya penulis Belanda Lucas Zandberg menggambarkan kehidupan Madame Chiang dari perspektif orang pertama.
  • Kunjungan Madame Chiang ke Washington D.C. pada 1943 adalah bagian sentral pada alur novel misteri pembunuhan karya Elliott Roosevelt 1998 (diterbitkan secara anumerta) berjudul Murder in the Map Room.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Video internet[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hal ini disebabkan karena tradisi perhitungan umur orang Tiongkok, di mana bayi yang baru lahir langsung terhitung berumur 1 tahun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The New York Times menyatakan bahwa tempat kelahirannya di Shanghai, sementara BBC dan Encyclopædia Britannica menyatakan bahwa tempat kelahirannya di kabupaten Wenchang, pulau Hainan (yang kemudian merupakan bagian dari Provinsi Guangdong).
  2. ^ Faison, Seth (October 24, 2003). "Madame Chiang Kai-shek, a Power in Husband's China and Abroad, Dies at 105". New York Times. Diakses tanggal 2008-06-27. 
  3. ^ Tyson Li, Laura (2007). Madame Chiang Kai-shek: China's eternal First Lady. New York: Grove Press. hlm. 5. 
  4. ^ "Southeast Tennessee Tourist Association". Southeast Tourist Tourist Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 3, 2011. Diakses tanggal July 9, 2011. 
  5. ^ Chitty, Arther and Elizabeth, Sewanee Sampler, 1978, p. 106; ISBN 0-9627687-7-4
  6. ^ Profile, wellesley.edu; accessed July 28, 2014.
  7. ^ "CHINA: Soong Sisters". TIME. December 12, 1927. Diakses tanggal May 22, 2011. 
  8. ^ "CHINA: Potent Mrs. Chiang". TIME. November 26, 1928. Diakses tanggal May 22, 2011. 
  9. ^ St. Bartholomew's Church Marriage Registration 1944.
  10. ^ Meiling Villa, synotrip.com; accessed July 28, 2014.
  11. ^ Tyson Li 2006, pp. 87–88
  12. ^ Scott Wong, Kevin (2005). Americans first: Chinese Americans and the Second World War. Harvard University Press. hlm. 93. ISBN 9780674016712. 
  13. ^ TIME Magazine cover
  14. ^ Karon, Tony (October 24, 2003). "Madame Chiang Kai-shek, 1898-2003". Time.com. Diakses tanggal July 27, 2011. 
  15. ^ "Asian-Pacific-American Servicewomen in Defense of a Nation". Women In Military Service For America Memorial Foundation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-08. Diakses tanggal 2013-01-07. 
  16. ^ "Madame Chiang Kai-Shek". Wellesley College. August 14, 2000. Diakses tanggal August 1, 2017. 
  17. ^ Pakula 2009, p. 659
  18. ^ Pakula 2009, p. 670
  19. ^ a b Faison, Seth (October 24, 2003). "Madame Chiang Kai-shek, a Power in Husband's China and Abroad, Dies at 106". New York Times. Diakses tanggal June 27, 2008. Madame Chiang Kai-shek, a pivotal figure in one of the 20th century's great epics — the struggle for control of post-imperial China waged between the Nationalists and the Communists during the Japanese invasion and the violent aftermath of World War II — died on Thursday in Manhattan, the Foreign Ministry of Taiwan reported yesterday. She was 105. ... 
  20. ^ Berger, Joseph (October 30, 2003). "An Epitaph for Madame Chiang Kai-shek: 'Mama'". New York Times. Diakses tanggal April 3, 2015. 
  21. ^ Isogawa, Tomoyoshi; Aoyama, Naoatsu (March 7, 2014). "Chinese Civil War and birth of Taiwan, as told by Leo Soong". The Asahi Shimbun. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 7, 2015. Diakses tanggal April 3, 2015. 
  22. ^ "President's Statement on the Death of Madame Chiang Kai-shek". The White House. Diakses tanggal 4 July 2011. 
  23. ^ Pakula, Hannah. "Chiang Kai-shek". New York Times. Diakses tanggal November 11, 2014. 
  24. ^ Pakula 2009, p. 305
  25. ^ a b Kirkpatrick, Melanie (November 3, 2009). "China's Mystery Lady". Wall Street Journal. Diakses tanggal November 11, 2014. 
  26. ^ Fenby, Jonathan (2009), Modern China, p. 279

Bacaan[sunting | sunting sumber]

  • Laura Tyson Li, Madame Chiang Kai-Shek : China's Eternal First Lady (New York: Atlantic Monthly Press, 2006).
  • Samuel C. Chu, ed., Madame Chiang Kai-Shek and Her China (Norwalk, CT: EastBridge, 2004).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]