Sem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sam)
Langsung ke: navigasi, cari
Sem
Arti nama Dikenal, Kembali[1]
Usia dalam Alkitab
Nama Umur (Masoret) Umur (LXX)
Metusalah 969 969
Yared 962 962
Nuh 950 950
Adam 930 930
Set 912 912
Kenan 910 910
Enos 905 905
Mahalaleel 895 895
Lamekh 777 753
Sem 600 600
Eber 464 404
Kenan 460
Arpakhsad 438 465
Selah 433 466
Henokh 365 365
Peleg 239 339
Rehu 239 339
Serug 230 330
Ayub 210? 210?
Terah 205 205
Ishak 180 180
Abraham 175 175
Nahor 148 304
Yakub 147 147
Esau 147? 147?
Ismael 137 137
Lewi 137 137
Amram 137 137
Kehat 133 133
Laban 130+ 130+
Debora 130+ 130+
Sara 127 127
Miryam 125+ 125+
Harun 123 123
Ribka 120+ 120+
Musa 120 120
Yusuf 110 110
Yosua 110 110

Sem (שֵׁם "terkenal; kemakmuran; nama", Ibrani Standar Šem, Ibrani Tiberias Šēm; bahasa Yunani Σημ, Sēm; bahasa Arab سام; Ge'ez Sham) adalah salah satu dari anak-anak Nuh di dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Ia biasanya dianggap sebagai anak tertua, meskipun beberapa tradisi menyebutnya sebagai anak yang kedua. Kejadian 10:21 merujuk kepada usia Sem dan saudaranya Yafet, tetapi tidak jelas, sehingga menghasilkan terjemahan yang berbeda-beda. Ayat ini diterjemahkan dalam KJV demikian:

"Unto Shem also, the father of all the children of Eber, the brother of Japheth the elder, even to him were children born."
Bagi Sem pula, bapak dari semua anak Eber, saudara dari Yafet yang lebih tua, bahkan kepadanya dilahirkan anak-anak."

Namun, New American Standard Bible menerjemahkan:

"Also to Shem, the father of all the children of Eber, and the older brother of Japheth, children were born."
Juga bagi Sem, bapak dari semua anak Eber, dan abang dari Yafet, dilahirkan anak-anak."

Kejadian 11:10 mencatat bahwa Sem berumur 100 tahun ketika Arpakhsad dilahirkan, dua tahun setelah air bah, sehingga ketika banjir melanda usianya 98 tahun. Setelah itu, ia hidup 500 tahun lagi, sehingga umurnya pada saat kematiannya adalah 600 tahun. Sem hidup semasa dengan ayahnya, Nuh, selama 448 tahun (1Taw 1:4). Dia hidup semasa dengan Ishak sampai Ishak berumur 110 tahun dan hidup semasa dengan Yakub sampai Yakub berumur 50 tahun. Dia hidup semasa dengan 15 generasi bapa leluhur dari Metusalah (kedelapan) sampai dengan Yakub (ke-20).[2]

Sem disebutkan dalam Kitab Kejadian 5:32, 6:10; 7:13; 9:18,23,26-27; 10; 11:10; juga dalam 1 Tawarikh 1:4.

Menurut sejarah Islam pada masa kerasulan Nabi Isa, dikatakan bahwa Sem pernah dibangkitkan kembali oleh Isa, ketika ada permintaan dari Bani Israel.[3]

Genealogi[sunting | sunting sumber]

Silsilah lengkapnya adalah Sem bin Nuh bin Lamik bin Metusyalih bin Khanukh bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Anak-anak Sem adalah Elam, Asyur, Aram, Arpakhsad dan Lud, selain sejumlah anak perempuan. Abraham adalah masih keturunan Syam, oleh penganut ajaran samawi dianggap sebagai leluhur dari bangsa Ibrani dan Arab. Menurut Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari Ayahnya bahwa Syam menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan berambut indah.

Sem adalah leluhur beberapa bangsa di Timur Tengah; ia adalah nenek moyang Elam, Asyur, Arpakhshad atau Arpakhaxad (menurut Yosefus, Khaldea, yang kemudian menurunkan bangsa Ibrani dan Arab), Lud (Lidia) dan Aram (Suriah).

Semit[sunting | sunting sumber]

Istilah seperti "Semit" dan "Hamit" kini tidak banyak digunakan, dan kadang-kadang bahkan dianggap ofensif, karena mengandung konotasi "rasial". Bentuk-bentuk adjektiva "Semit" dan "Hamit" lebih lazim, meskipun istilah 'Hamit' yang kabur telah ditinggalkan di kalangan akademik arus utama pada 1960-an. Istilah Semit masih lazim digunakan untuk Bahasa-bahasa Semit, sebagai sub-kelompok dari bahasa Afro-Asia, yang merujuk kepada warisan linguistik yang sama dari bahasa Arab, Aram, Akkadia, Ethiopia, Ibrani dan Fenisia.

Istilah Semit juga digunakan dalam ungkapan "anti-Semit" untuk merujuk kepada prasangkat rasial, etnis, atau budaya yang semata-mata ditujukan kepada orang Yahudi.

Catatan tradisi[sunting | sunting sumber]

Menurut sejumlah tradisi Yahudi (mis., B. Talmud Nedarim 32b; Bereshit Rabbah 46:7; Bereshit Rabbah 56:10; Vayikrah Rabbah 25:6; Bamidbar Rabbah 4:8.), Sem diyakini sebagai Melkizedek, raja Salem yang dikatakan pernah ditemui oleh Abraham setelah pertempuran melawan empat raja.

Keturunan Elam dan Asyur[sunting | sunting sumber]

Mengenai Elam dan Asyur, Isaac Asimov mencatat, "kedua anak laki-laki pertama Sem adalah Elam dan Asyur, asal usul nama dari suku bangsa Elam dan suku Asyur yang merupakan suku bangsa terkuat di dunia "Semit" (Semitic world) pada zaman ditulisnya Kitab Kejadian".[4]

Silsilah menurut "Kitab Yasir"[sunting | sunting sumber]

Sebuah buku yang dinyatakan telah hilang "Kitab Yasir" yang muncul sekitar tahun 1625, dan secara luas dianggap sebagai kitab palsu, memberikan sejumlah nama yang tidak ditemukan dalam sumber lainnya manapun. Sebagian orang telah merekonstruksikan silsilah yang lebih lengkap berdasarkan informasi berikut:

Sem. Juga Sem. Arti harafiahnya adalah dinamai atau dikenal (bapak dari ras Semit). Anak-anak Sem adalah:

  • Elam "kekekalan" (anak-anaknya adalah Shushan, Makhul dan Harmon) - (suku Elam)
  • Asyur "sebuah langkah" atau "kuat" (anak-anaknya adalah Mirus dan Mokil) - (bangsa Asyur dan bangsa Irak Utara);

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi dan pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kamus Alkitab
  2. ^ Abraham Park. D. Min.,D.D., Silsilah Di Kitab Kejadian. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo). Hal.162. ISBN 9789790812352
  3. ^ Bani Israil datang kepada Isa memohonnya sambil berkata: “Sam anaknya Nuh dikuburkan di sini, tidak jauh. Mohonlah kepada Allah untuk menghidupkannya kembali. Isa kemudian memanggilnya dengan satu teriakan dan Sam keluar dari kubur dengan rambut beruban. Orang-orang berseru: “Ia meninggal ketika ia masih muda, mengapa rambutnya jadi putih?” Sam menjawab: “Ketika aku mendengar suara Isa, aku pikir ‘satu teriakan’”. Suyuti mengulas ayat Al-Qur’an Surah Ali 'Imran 3:48 - 49.
  4. ^ Isaac Asimov, Asimov's Guide to the Bible, Vol. 1. New York: Avenel. Hal.53
Orang tua:
Nuh
Sem
600 tahun
Anak:
Arpakhsad