Pesantren & Rock n' Roll Season 2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Pesantren & Rock n' Roll Season 2
Format Sinetron
Pemeran Aulia Sarah
Ali Syakieb
Ramzi
Wawan Wanizar
Mario Maulana
Ferry Gustian
Tatang Gepeng
Udin Sedunia
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Produksi
Durasi 90 menit (21:30 - 23:00)
Rumah produksi Screenplay Productions
Distributor Screenplay Productions
Siaran
Stasiun televisi SCTV
Siaran sejak Senin, 14 November 2011  Jum'at, 9 Desember 2011
Kronologi
Diawali oleh Pesantren & Rock n' Roll
Dilanjutkan oleh Pesantren & Rock n' Roll Season 3

Pesantren & Rock n' Roll Season 2 adalah sinetron produksi Screenplay Productions yang ditayangkan SCTV setiap hari pukul 21:30 - 23:00 WIB.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Aldo, Rere, dan Openk berhasil membujuk Wahyu untuk menemui Galang, seorang produser musik terkenal yang berpenampilan eksentrik namun budek. Saat bertemu Galang, Wahyu mengatakan bahwa dia hanya mau membawakan lagu-lagu rock Islami. Keruan saja Aldo, Rere, dan Openk shock mendengar permintaan Wahyu. Mereka khawatir kalau Galang menolak permintaan tersebut. Nyatanya kekhawatiran tersebut tidak beralasan, karena Galang menyetujui ide Wahyu sekaligus mengontrak grup musik Wahyu yang bernama The Subuh.

Galang mengizinkan The Subuh untuk rekaman di kantor cabang Yogyakarta. Kegembiraan Wahyu dirasakan pula oleh Nada yang sangat mendukung karier suaminya itu. Bahkan, Nada ingin menjadi backing vokal untuk grup musik The Subuh. Reaksi Nada itu membuat Wahyu dan kawan-kawannya kaget lantaran sifat Nada terlihat lebih ekspresif dan lebih ceria tidak seperti biasanya.

Nada juga secara terang-terangan memperlihatkan kecemburuannya lantaran takut ada fans cewek yang mendekati Wahyu. Namun Wahyu selalu meyakinkan bahwa hatinya hanya untuk Nada seorang. Tidak hanya itu, Nada juga gemar menyanyi lagu rock. Alhasil, Aisyah dan Nissa yang melihat perubahan sikap Nada menjadi terheran-heran. Sementara Nada Berpikir kalau perubahan yang dialaminya itu lantaran bawaan jabang bayi dalam kandungan.

Di bagian lain, Kyai Abdullah menerima kabar bahwa Ahmad, anak sulungnya, akan segera pulang dari Mesir. Kyai Abdullah pun menyuruh Najib untuk menjemput Ahmad di stasiun kereta. Fuad dan Rohim lantas memanas-manasi Najib dengan mengatakan bahwa Ahmad bisa saja memberi usul kepada Kyai Abdullah agar posisi pemimpin pesantren dialihkan kepada Wahyu, adik ipar Ahmad.

Dalam segala hal, Najib selalu berusaha menyaingi Wahyu, hingga akhirnya kedua pria itu bertengkar hebat. Kejadian tersebut dipergoki oleh Kyai Abdullah dan Ahmad. Akhirnya Kyai Abdullah memutuskan agar Ahmad menjadi pemimpin pesantren untuk menggantikan Najib.

Di lain waktu, Najib yang penasaran ingin melihat studio rekaman, meminta izin Kyai Abdullah agar diperbolehkan datang ke kantor milik Galang di Yogyakarta untuk melihat Wahyu yang sedang rekaman. Kedatangan Najib, Fuad, dan Rohim kontan membuat Wahyu dan kawan-kawannya syok. Mereka pun mengusir Najib dan kawan-kawannya. Siapa sangka, gara-gara ulah Najib yang tidak disengaja itu, Galang malah meminta Najib dan kawan-kawannya untuk rekaman.

Galang lantas mendapat demo rekaman yang disangka demo dari Najib dan kawan-kawannya. Padahal, demo rekaman tersebut adalah milik orang lain. Sementara Wahyu dan kawan-kawannya berusaha meyakinkan Galang bahwa Najib dan kawan-kawannya tidak bisa bermain musik. Najib pun menuduh Wahyu takut tersaingi oleh dirinya. Untuk menghindari perselisihan, Galang akhirnya memutuskan agar The Subuh dan grup musik Najib dan kawan-kawannya yang bernama The Maghrib memperlihatkan penampilan mereka di hadapannya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]