Haji Belajar Ngaji

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Haji Belajar Ngaji
GenreDrama
Religi
PemeranFebby Rastanty
Hardi Fadhillah
Ramzi
Eza Gionino
Lionil Hendrik
Ustadz Cepot
Nadya Arina
Rendy Kjaernet
Hamas Syahid
Evan Marvino
Dafi Thoriq
Ria Probo
Baim Wong
El Manik
Moniq Crasivaya
Edy Oglek
Lagu pembukaHidup Hanya Sementara - Ungu
Lagu penutupHidup Hanya Sementara - Ungu
Negara asal Indonesia
Bahasa asliIndonesia
No. episode64
Produksi
Durasi90 menit (18:30 - 20:00)
Rumah produksiScreenplay Productions
DistributorScreenplay Productions
Rilis
Jaringan penyiarSCTV
Tanggal tayang asliSenin, 22 Februari 2016 –
Selasa, 3 Mei 2016
Kronologi
Didahului olehHalilintar
Dilanjutkan olehAku Jatuh Cinta

Haji Belajar Ngaji adalah sinetron produksi Screenplay Productions yang ditayangkan SCTV setiap hari pukul 18:30 - 20:00 WIB. [1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Febby Rastanty Nurma/Ina
Hardi Fadhillah Ammar
Eza Gionino Gary
Ramzi Akbar
Ustadz Cepot Ustadz Zulfikar
Ria Probo Fatimeh
Lionil Hendrik Dicky "Ceguk"
Nadya Arina Bella
Rendy Kjaernet
Hamas Syahid Ustadz Firman
Bobie Antonio Bama
Ali El Mehdar Ali
Masayu Clara Salwa
Beby regitia Ruby
Mawar Eva de Jongh Indah
Sulistyorini Harsono Fenny
Evan Marvino Tura
El Manik Firdaus
Baim Wong Gito
Moniq Crasivaya Frida
Kevin Royano Roy
Edy Oglek Kang Hasyim
Marini Zumarnis Bu Devi
Dafi Thoriq Faruk
Eko Mulyadi
Agus Melasz
Irene Librawati
Ustadzah Lulu
Nina Zayn

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Amar merupakan preman pasar yang merupakan anak buah dari Pak Victor. Tantenya Amar tidak tahu kalau pekerjaan Amar ternyata peman pasar. Pada suatu hari Amar di pasar terlibat perkelahian dengan kelompok preman lain yang dipimpin oleh Akbar. Anak buah Amar dikalahkan oleh anak buah Akbar. Amar dikejar-kejar oleh Akbar dan anak buahnya. Amar berusaha kabur dengan menyamar memakai sorban dan pakaian ustad. Selanjutnya Amar malah ikut naik bus rombongan istighosah yang ternyata hendak pengajian ke pesantren yang dipimpin Kyai Markub. Sampai di pesantren Amar disambut oleh Kyai Markub dan mengira Amar adalah ustad Zulfikar yang diundang untuk ceramah. Amar kebingungan karena harus memberikan ceramah kepada santri dan jamaah yang ada di pesantren tersebut. Amar di pesantren itu malah jatuh cinta dengan anak Kyai Markub bernama Nurma.

Akbar dan anak buahnya datang juga ke pesantren Kyai Markub. Akbar ini ternyata merupakan anak dari Kyai Markub. Kyai Markub mengira Akbar di Jakarta sedang kuliah. Kyai Markub tidak tahu kalau Akbar menjadi preman di Jakarta. Akbar dan Amar sama-sama memiliki rahasia yang tidak diketahui penghuni pesantren. Keduanya tentu tidak ingin rahasianya diketahui terutama oleh Kyai Markub.

Amar yang jatuh cinta dengan Nurma tetap bertahan di pesantren itu. Ternyata Nurma sedang mencari calon suami di lingkungan pesantren. Satu syarat yang diberikan Nurma adalah pria yang menjadi suaminya harus seorang haji. Berbagai cara pun dilakukan Amar demi meluluhkan hati Nurma. Dalam penyamaran itu Amar mulai mendapatkan hidayah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]