Lompat ke isi

Ihram

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Muhrim)

Dalam konsep Islam, Ihram (Bahasa Arab: إحرام Ihrām) adalah keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang melakukan ihram disebut dengan istilah tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". Calon jamaah haji dan umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat dan diakhiri dengan tahallul.

Pakaian ihram

[sunting | sunting sumber]

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat). Warna pakaian ihram disunatkan putih.

Keutamaan ihram

[sunting | sunting sumber]
  1. Ketaatan kepada Allah: Ihram adalah salah satu rukun utama dalam ibadah haji dan umrah. Dengan mengenakan ihram, seorang muslim menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada perintah Allah. Ini adalah langkah awal yang penting dalam melaksanakan ibadah haji atau umrah.
  2. Kesederhanaan dan persaudaraan: Saat memasuki status ihram, semua jamaah haji atau umrah memakai pakaian ihram yang serupa, tanpa perbedaan kelas sosial, kekayaan, atau status. Hal ini membangun rasa persaudaraan dan kesederhanaan di antara semua jamaah. Tidak ada perbedaan di antara mereka, semua sama di hadapan Allah.
  3. Penyucian diri: Ihram melibatkan ritual penyucian dan membersihkan diri sebelum memasuki keadaan ihram. Hal ini mencerminkan keinginan untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebelum beribadah. Dalam ihram, seseorang diharuskan menjauhi hal-hal yang diharamkan dan berkonsentrasi pada ibadah semata.
  4. Fokus pada ibadah: Ketika seseorang memasuki ihram, ia memasuki keadaan yang melarang berbagai hal, seperti mencukur rambut, memakai parfum, berburu, berperang, dan melakukan tindakan-tindakan tertentu. Hal ini membantu seseorang untuk fokus sepenuhnya pada ibadah dan meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap tindakan dan pikiran.
  5. Kesempatan untuk memperbaiki diri: Ihram adalah saat yang baik untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Dalam keadaan ihram, seseorang dilarang melakukan tindakan-tindakan yang biasanya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini memberikan kesempatan bagi seseorang untuk merefleksikan perilaku dan kebiasaan mereka, serta memperbaiki diri dengan meningkatkan kesalehan dan kebaikan.
  6. Penerimaan ampunan dan pahala: Melakukan ibadah haji dan umrah sunnah dengan ikhlas dan tulus hati dalam keadaan ihram merupakan ibadah yang sangat dianugerahi oleh Allah. Menyelesaikan ibadah ini dengan benar dapat mendatangkan ampunan Allah dan pahala yang besar. Dalam Al-Quran, Allah berjanji untuk memberikan balasan yang besar bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dengan sungguh-sungguh.

Penting untuk diingat bahwa ihram adalah status yang harus dijalankan dengan tunduk kepada aturan dan tata cara yang ditetapkan. Ini adalah waktu yang berharga untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan penuh kesadaran, serta memperbaiki diri secara spiritual dan moral.

Pantangan

[sunting | sunting sumber]

Ketika ihram diharamkan baginya melakukan perbuatan tertentu seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala (bagi lelaki) dan muka (bagi perempuan), bersetubuh, menikah, melontarkan ucapan kotor, membunuh binatang dan tumbuhan, memotong rambut/ kuku, dan lain-lain.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]