Layanan Over-The-Top

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Layanan Over-The-Top (disingkat OTT) adalah layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet.[1] Bisa dikatakan juga layanan OTT adalah “menumpang” karena sifatnya yang beroperasi di atas jaringan internet milik sebuah operator telekomunikasi.[1] Beberapa contoh perusahaan yang beroperasi di layanan OTT adalah Facebook, Twitter, Youtube, Viber, dan lain-lain.[1] Perusahaan-perusahaan layanan OTT seperti Whatsapp dan lainnya umumnya tidak memiliki bentuk kerjasama resmi dengan para penyelenggara telekomunikasi.[1]

Kontroversi layanan OTT di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Layanan OTT menuai kontroversi bagi perusahaan telekomunikasi di Indonesia hingga pada tahun 2014 Beberapa kalangan seperti pemerintah Indonesia berniat untuk membentuk peraturan mengenai batasan para pemain OTT.[2] Pemerintah Indonesia juga berniat untuk menetapkan pajak bagi pemain OTT.[2] Alasannya, para operator merugi karena jasa SMS atau telepon semakin jarang digunakan, pelanggan lebih sering berkomunikasi via jaringan data.[2] Lain pendapat mengatakan, operator dan penyelenggara OTT semestinya bersinergi meningkatkan pelayanan di ranah konten digital.[3] Selain itu, beberapa asosiasi seperti ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia) menganjurkan para operator untuk mengembangkan layanan OTT masing-masing.[3]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d (Inggris) About.com. "What is OTT". 
  2. ^ a b c (Inggris) Seluler Majalah Online. "Kontroversi Layanan OTT". 
  3. ^ a b "Layanan OTT Ancam Operator Merugi Rp. 555 Triliun". Liputan 6.