Konflik Mali Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Konflik Mali Utara
Bagian dari
Pemberontakan di wilayah Maghreb (2002–sampai saat ini)
Northern Mali conflict.svg
Peta yang menunjukan wilayah terluas yang sempat dikuasai oleh pemberontak pada Januari 2013, sebelum diambil alih oleh militer Mali dan pasukan Prancis.
Tanggal16 Januari 2012 – 20 Februari 2015
(3 tahun, 1 bulan and 4 hari)
LokasiNorthern Mali
Hasil Gencatan Senjata *Pemberontak Tuareg memukul mundur pasukan Pemerintah Mali dari wilayah Mali Utara pada Januari 2012 [56] *Presiden Mali Amadou Toumani Touré diturunkan dari jabatannya melalui kudeta pimpinan Amadou Sanogo pada tahun 2012[57] *Wilayah Mali Utara dikuasai sepenuhnya oleh pemberontak pada April 2012, Azawad merdeka dideklarasikan oleh MNLA[58] dan didukung oleh Ansar Dine[59] *Kelompok Muslim (Ansar Dine, AQIM[60] dan MOJWA) mengambil alih wilayah Mali Utara dari MNLA dan menerapkan hukum syariah di wilayah tersebut. *Prancis dan sebagian negara Afrika mengintervensi dan memberikan bantuan kepada pasukan Mali untuk mengambil alih wilayah Mali Utara. *Perjanjian damai antara Pemerintah Mali dan pemberontak Tuareg ditandatangani pada 18 Juni 2013[61] *Perjanjian damai berakhir setelah pasukan Mali menembak pengunjuk rasa tak bersenjata[62][63] *Gencatan senjata ditandatangani pada tanggal 20 Februari 2015 antara Pemerintah Mali dan aliansi enam kelompok bersenjata[64] *Pemimpin Mali menolak pilihan otonomi, tetapi berkemauan untuk memberikan kesempatan pada kekuatan lokal
Pihak terlibat
Bendera Mali Government of Mali *Military of Mali  France
ECOWAS ----  Chad[10]
 Burundi[11]
 Gabon[12]
 South Africa[13]
 Rwanda[13]
 Tanzania[13]
 Uganda[14]
 China[15] ---- Supported by:
---- Non-state combatants: * Ganda Iso
(Songhai secular militia) * National Liberation Front of Azawad
(FLNA)[48][49]
Islamists * Al-Mourabitoun * Ansar al-Sharia * Ansar Dine[51] * AQIM * Boko Haram[52] * Macina Liberation Front[53] * MOJWA[54]
(active until 2013, merged with fighters loyal to Belmokhtar to form Al-Mourabitoun)[55]
Tokoh dan pemimpin
Bendera Mali Ibrahim Boubacar Keïta (since September 2013)
Bendera Mali Dioncounda Traoré (since April 2012)
Bendera Mali Amadou Sanogo (since March 2012)
Bendera Mali Amadou Toumani Touré (until March 2012)
Bendera Mali Sadio Gassama (until March)
Bendera Mali El Haji Ag Gamou (until March)
Bendera Prancis François Hollande
Bendera Prancis Édouard Guillaud
Bendera Prancis Colonel Thierry Burkhard
Bendera Prancis Brigade General Gregory de Saint-Quentin
Bendera Nigeria Shehu Usman Abdulkadir
Bendera Niger Yaye Garba
Bendera Chad Mahamat Déby Itno
Bendera Chad Abdel Aziz Hassane Adam  
Bendera Chad Omar Bikomb ---- Mohamed Lamine Ould Sidatt (NLFA)
Housseine Khoulam (NLFA)[48]
Bendera Azawad Mahmoud Ag Aghaly
Bendera Azawad Bilal Ag Acherif
Bendera Azawad Moussa Ag Acharatoumane
Bendera Azawad Ag Mohamed Najem[65]
Algabass Ag Intalla (MIA)[50]
Mokhtar Belmokhtar 
Abdelhamid Abou Zeid [66][67]
Abdelmalek Droukdel[68]
Abou Haq Younousse 
Ahmed al-Tilemsi [55]
Iyad Ag Ghaly[69]
Omar Ould Hamaha [70]
Kekuatan
Bendera Mali 6,000–
7,000[71]
(pre-war: ~12,150)[72]
Bendera Prancis 3,000 [73]
Bendera Chad 2,000[10]
Bendera Nigeria 1,200[1][74]
Bendera Togo 733[45]
Bendera Sierra Leone 650[75]
Bendera Burkina Faso 500[1]
Bendera Pantai Gading 500[45]
Bendera Niger 500[1]
Bendera Senegal 500[1]
Bendera Belanda 450[76]
Bendera Republik Rakyat Tiongkok 395[15]
Bendera Benin 300[1]
Bendera Guinea 144[1]
Bendera Ghana 120[1]
Bendera Liberia ~50[77]
Total: 23,564+ ---- Bendera Uni Eropa 545 (EUTM)[17]
---- ~500 (FLNA)[48]
Bendera Azawad 3,000[81][82] 1,200–3,000[83][84] * Boko Haram: 100[52] * Ansar Dine: 300[82]
Korban
Bendera Mali 164+ killed,[85]
400 captured[86]
Total:
1,000–1,500+ killed, captured or deserted (by April 2012)[81] ---- Bendera Mali 85 killed, 197+ wounded,[87][88] 12 captured[89] (January 2013)
Bendera Chad 38 killed,[90] 74 wounded[91][92][93][94][95]
Bendera Prancis 13 killed[96]
Bendera Togo 2 killed, several wounded[97]
Bendera Burkina Faso 1 killed, 1 wounded[98]
Bendera Niger 28 killed[99]
Bendera Nigeria 4 killed[100][101]
Bendera Belanda 4 killed[102] Bendera Republik Rakyat Tiongkok 1 killed[103]
Bendera Azawad 6–65 killed
(Conflict with Malian Army)[104][105][106] ---- 26–123 killed
(Conflict with Islamists)[107][108][109][110]
---- 60 captured[108][110]
17–19 killed (2013)
115 killed
(Conflict with Tuaregs)
[107][108][109][110] ---- 625 killed
(French intervention)
Displaced:
~144,000 refugees abroad[10]
~230,000 internally displaced persons[10]
Total: ≈374,000[111]

Konflik Mali Utara, Perang Saudara Mali atau Perang Mali adalah konflik bersenjata yang dimulai dari bulan Januari 2012 yang melibatkan antara Mali bagian utara dan selatan. Pada 16 Januari 2012, beberapa kelompok-kelompok pemberontak mulai berjuang melawan pemerintah Mali untuk mendapatkan kemerdekaan atau otonomi lebih besar untuk wilayah bagian utara Mali, sebuah area yang dikenal sebagai Azawad. Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad (MNLA), sebuah organisasi yang berjuang untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi wilayah Azawad dan membuatnya menjadi tanah air bagi orang-orang Tuareg, yang telah memegang kontrol wilayah tersebut sejak bulan April 2012.

Pada 22 Maret 2012, Presiden Amadou Toumani Touré dilengserkan dalam kudeta terkait kegagalan penanganan krisis yang dilakukan olehnya, tepat sebulan sebelum pelaksanaan pemilihan presiden.[112] Tentara pemberontak, yang menyebut dirinya sebagai Komite Nasional untuk Pemulihan Demokrasi dan Negara (CNRDR), mengambil kontrol dan menangguhkan konstitusi dari Mali.[113] Sebagai akibat dari ketidakstabilan setelah terjadinya kudeta, tiga kota terbesar di utara Mali—Kidal, Gao dan Timbuktu—dikuasai oleh pemberontak[114] selama tiga hari berturut-turut.[115] Pada 5 April 2012, setelah pendudukan Douentza, MNLA mengatakan bahwa mereka telah mencapai tujuannya dan menghentikan tindakan penyerangan. Pada hari berikutnya, mereka menyatakan kemerdekaan Azawad dari Mali.[116]

MNLA pada awalnya didukung oleh kelompok Islam Ansar Dine. Setelah militer pemerintah Mali dipukul mundur dari Azawad, Ansar Dine dan sejumlah kecil kelompok Islam mulai memaksakan hukum syariah secara ketat. MNLA dan kelompok muslim mencoba mencari titik tengah terkait dengan perbedaan visi untuk negara baru.[117] Setelah itu, MNLA mulai berperang melawan Ansar Dine dan kelompok muslim lainnya, termasuk Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MOJWA/MUJAO), pecahan kelompok Al-Qaeda di Maghreb Islam. Sejak 17 Juli 2012, MNLA telah kehilangan kontrol dari sebagian besar dari kota di bagian utara Mali kepada kelompok muslim.[118]

Pemerintah Mali meminta bantuan militer asing untuk mengambil alih wilayah Mali bagian utara. Pada tanggal 11 Januari 2013, Militer Prancis memulai operasi melawan kelompok muslim.[83] Pasukan lain dari Uni Afrika dikerahkan sesaat setelah itu. Sejak tanggal 8 Februari, wilayah yang dikuasai kelompok muslim telah kembali diambil oleh militer Mali, dengan bantuan dari koalisi internasional. Separatis Tuareg terus melawan kelompok muslim juga, meskipun pada saat yang sama MNLA juga telah dituduh melaksanakan serangan terhadap militer Mali.[119]

Sebuah kesepakatan damai antara pemerintah dan pemberontak Tuareg ditandatangani pada 18 Juni 2013[61] tetapi pada tanggal 26 September 2013 pemberontak menarik diri dari perjanjian perdamaian dan menyatakan bahwa pemerintah tidak menghormati kesepakatan untuk gencatan senjata.[120] Pertempuran masih terus berjalan meskipun pasukan Prancis dijadwalkan untuk ditarik dari wilayah tersebut.[121] Perjanjian gencatan senjata telah ditandatangani pada tanggal 19 februari, 2015 di Aljazair, Aljazair tapi serangan teroris masih terjadi secara sporadis.[122]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pada awal tahun 1990an Tuareg dan masyarakat nomaden Arab membentuk Mouvement Populaire de l'Azaouad/Gerakan Orang-Orang Azawad (MPA) dan menyatakan perang untuk meraih kemerdekaan Azawad.[123] Meskipun telah ada perjanjian damai dengan pemerintah Mali pada tahun1991 dan 1995, tumbuh ketidakpuasan di antara para mantan pejuang Tuareg, yang telah terintegrasi ke dalam Militer dari Mali, yang menyebabkan peperangan baru pada tahun 2007.[124] Meskipun secara historis mengalami kesulitan mempertahankan aliansi antara kelompok sekuler dan Islam, Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad mencoba bersekutu dengan kelompok Muslim pimpinan Ansar Dine dan Al-Qaeda di Maghreb Islam dan memulai konflik di bagian Utara Mali pada tahun 2012.[123]

MNLA adalah sebuah pecahan dari sebuah gerakan politik yang dikenal sebagai Gerakan Nasional untuk Azawad (MNA) sebelum pemberontakan.[125] Setelah akhir dari Perang Sipil Libya, sebuah aliran masuk persenjataan yang mengarah kepada mempersenjatai Tuareg demi menuntut untuk kemerdekaan untuk Azawad.[126] kekuatan pemberontakan ini dan dukungan dari penggunaan senjata berat, yang tidak ada dalam konflik sebelumnya, yang dikatakan telah membuat "terkejut" pejabat Mali dan para pengamat.[127]

Meskipun didominasi oleh Tuareg, MNLA menyatakan bahwa mereka mewakili kelompok etnik lain juga,[128] dan dilaporkan bergabung dengan beberapa pemimpin Arab lainnya.[125] Pemimpin MNLA Bilal Ag Acherif mengatakan bahwa pilihan ada pada pemerintah Mali untuk juga memberikan rakyat Sahara kemerdekaan atau mereka akan merebutnya sendiri.[129]

Kelompok lainnya yang di dominasi oleh Tuareg, kelompok muslim Ansar Dine (Pembela Iman), pada awalnya berjuang bersama MNLA melawan pemerintah Mali. Berbeda dengan MNLA, Kelompok ini tidak mencari kemerdekaan melainkan meminta penerapan hukum syariah Islam di seluruh Mali.[130] Pemimpin gerakan Iyad Ag Ghaly adalah juga bagian dari pemberontakan pada awal dekade 1990an dan telah dilaporkan berhubungan dengan sebuah kelompok sayap dari Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) yang dipimpin oleh sepupunya Hamada Ag Hama[131] serta kelompok di Aljazair Département du Renseignement et de la Sécurité (DRS).[81]

Mali telah melewati beberapa krisis secara bersamaan yang menyebabkan mudahnya tumbuh konflik:[132]

  • Krisis pemerintahan: pembentukan negara bagi masyarakat Tuareg adalah tujuan jangka panjang dari MNLA, sejak dimulainya pemberontakan pada tahun 1962. Selanjutnya, Mali selalu berada dalam kondisi yang sulit untuk mempertahankan wilayahnya.
  • Krisis makana: perekonomian Mali yang bergantung dari bantuan luar negeri, yang telah menyebabkan Economic Community of West African States (ECOWAS) untuk memblokir, untuk mengurangi pengaruh junta militer.[133]
  • Krisis politik: pemberontakan yang menyebabkan turunnya presiden dari jabatannya.

Pemberontakan Tuareg (Januari–April 2012)[sunting | sunting sumber]

Serangan pertama dari pemberontak terjadi di Ménaka, sebuah kota kecil di timur jauh Mali, pada tanggal 16 dan 17 Januari 2012. Pada tanggal 17 Januari, serangan di Aguelhok dan Tessalit juga dilaporkan telah terjadi. Pemerintah Mali mengaku telah mengambil kembali kontrol dari semua kota tersebut pada hari berikutnya.[134] Pada tanggal 24 Januari, pemberontak mengambil alih Aguelhok setelah tentara Mali kehabisan amunisi.[81] Pada hari berikutnya tentara Mali sekali lagi merebut kembali kota tersebut.[134] Tentara Mali meluncurkan serangan udara dan darat untuk mengambil kembali wilayah yang dikuasai pemberontak,[135] ditengah adanya protes di Bamako[136] dan Kati.[137] Presiden Mali Amadou Toumani Touré kemudian memerintahkan komandan senior untuk berjuang melawan pemberontak.[138]

Pada tanggal 1 Februari 2012, MNLA mengambil alih kontrol kota Menaka ketika tentara Mali mengambil langkah untuk menarik pasukan. Kekerasan di wilayah utara Mali memicu protes di pusat kota Bamako. Puluhan tentara Mali juga tewas dalam pertempuran di Aguelhok.[136] Pada tanggal 6 Februari, pasukan pemberontak menyerang kota Kidal, ibu kota regional.[139]

Pada tanggal 4 Maret 2012, pertempuran dilaporkan di dekat kota Tessalit yang sebelumya dikuasai oleh pemberontak.[140] Pada hari berikutnya, tiga unit tentara Mali berhenti mencoba untuk membuka pengepungan kota tersebut.[81][141] Angkatan Udara Amerika Serikat menurukan persediaan melalui pesawat C-130 Hercules untuk mendukung tentara Malian yang terkepung.[142] Pesawat C-130 tersebut kemungkinan besar datang dari Ouagadougou, Burkina Faso, atau Mauritania, yang diketahui telah digunakan oleh militer Amerika Serikat.[143] Pada tanggal 11 Maret, MNLA mengambil alih Tessalit dan bandaranya, dan tentara Mali dipaksa melarikan diri ke arah perbatasan dengan Aljazair.[144]

Pemberontak bergerak maju ke sekitar 125 kilometer dari Timbuktu dan pergerakan mereka tidak terkendali ketika mereka masuk kota tanpa pertempuran di kota Diré dan Goundam.[145] Ansar Dine menyatakan bahwa ia memiliki kontrol atas perbatasan Mali-Aljazair.[146]

Kudeta[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 21 Maret 2012, prajurit yang tidak puas dengan perkembangan konflik, menyerang Menteri Pertahanan Sadio Gassama saat ia tiba untuk berbicara dengan mereka. Mereka kemudian melempari mobil menteri dengan batu dan memaksa dia untuk melarikan diri dari kamp.[147] setelah itu, tentara menyerbu istana kepresidenan, memaksa presiden Touré untuk bersembunyi.[148]

Pagi berikutnya, Kapten Amadou Sanogo, pemimpin Komite Nasional untuk Pemulihan Demokrasi dan Negara (CNRDR), tampil di televisi di mana ia mengumumkan bahwa junta telah menangguhkan konstitusi Mali dan mengambil alih kendali negara.[149] Para pemberontak menyebut bahwa kegagalan Touré dalam penanganan pemberontakan dan kurangnya peralatan untuk tentara Mali sebagai alasan untuk memberontak.[150] CNRDR akan bertindak sebagai sebuah penguasa sementara sampai kekuasaan bisa dikembalikan ke pemerintahan baru yang dipilih secara demokratis.[151]

Kudeta ini dikutuk oleh komunitas internasional,[152] termasuk oleh Dewan Keamanan Perserikatan bangsa-Bangsa,[153] Uni Afrika,[153] dan Economic Community of West African States (ECOWAS), yang diumumkan pada 29 Maret itu menyatakan bahwa CNRDR memiliki 72 jam untuk melepaskan kontrol sebelum perbatasan Mali akan ditutup oleh negara tetangga,[154] aset-aset negara akan dibekukan oleh Uni Ekonomi dan Moneter Afrika Barat, dan individu dalam CNRDR akan menerima pembekuan aset dan larangan perjalanan.[155] ECOWAS[156] dan Uni Afrika juga akan menangguhkan keanggotaan Mali. AS, Bank Dunia, dan Bank Pengembangan Afrika menangguhkan tambahan bantuan dana untuk mendukung ECOWAS dan Uni Afrika sebagai reaksi atas kudeta tersebut.[157][158]

Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara, yang merupakan ketua ECOWAS, mengatakan bahwa ketika pemerintah sipil telah dipulihkan, maka ECOWAS dengan 2.000 tentara bisa bergerak melawan pemberontakan.[159] Presiden Burkina Faso Blaise Compaore ditunjuk sebagai mediator oleh ECOWAS untuk mengatasi krisis.[155] Sebuah kesepakatan dicapai antara junta dan ECOWAS pada tanggal 6 April, di mana Sanogo dan Touré akan mengundurkan diri, sanksi akan dicabut, para pemberontak akan diberikan amnesti, dan kekuasaan akan diserahkan kepada pemimpin Majelis Nasional Mali Diouncounda Traoré.[160] Setelah pengangkatannya, Traoré berjanji untuk berperang tanpa henti pada pemberontak Tuareg kecuali mereka melepaskan kendali kota di wilayah utara Mali.[161]

Penyerangan terus menerus[sunting | sunting sumber]

Selama ketidakpastian setelah kudeta, para pemberontak melancarkan sebuah serangan dengan tujuan dari menguasai beberapa kota dan kamp-kamp tentara ditinggalkan oleh tentara Mali.[162] Meskipun serangan tersebut melibatkan kelompok MNLA dan Ansar Dine, menurut Jeremy Keenan dari University of London's School of Oriental dan African Studi, kontribusi kelompok Ansar Dine untuk bidang militer adalah sedikit: "Apa yang tampaknya terjadi adalah bahwa ketika mereka masuk ke kota, MNLA mengambil alih pangkalan militer – dimana tidak ada banyak perlawanan – dan Iyad [ag Aghaly] pergi ke kota dan memasang bendera dan mulai berceramah tentang hukum syariah."[163]

Pada tanggal 30 Maret 2012, pemberontak merebut kendali Kidal, ibu kota dari Wilayah Kidal,[164] serta Ansongo dan Bourem di Wilayah Gao.[165] Pada tanggal 31 Maret, Gao jatuh ke pemberontak, dan bendera kelompok MNLA dan Ansar Dine muncul di kota ini.[114] Pada hari berikutnya, pemberontak menyerang Timbuktu, kota besar terakhir yang masih dikuasai oleh pemerintah; dengan sedikit pertempuran.[166] kecepatan dan kemudahan pemberontak dalam mengambil kontrol atas wilayah utara ini disebabkan oleh kebingungan yang terjadi karena kudeta militer.[167]

Pada tanggal 6 April 2012, setelah menyatakan bahwa mereka sudah mengamankan semua wilayah yang diinginkan, MNLA menyatakan kemerdekaan dari Mali. Namun, deklarasi tersebut ditolak sebagai hal yang tidak sah oleh Uni Afrika dan Uni Eropa.[168]

Konflik kelompok muslim - nasionalis (Juni–November 2012)[sunting | sunting sumber]

Setelah penarikan mundur pasukan pemerintah Mali dari daerah konflik, para mantan sekutu ini, Ansar Dine, MOJWA, dan MNLA segera bertempur antar kelompok mereka sendiri.

Pada tanggal 5 April 2012, kelompok muslim, mungkin dari AQIM atau MOJWA, memasuki konsulat Aljazair di Gao dan mengambil sandera.[169] MNLA berhasil dalam negosiasi untuk melepaskan sandera tanpa kekerasan, dan salah satu komandan MNLA mengatakan bahwa gerakan ini telah memutuskan untuk melucuti kelompok-kelompok bersenjata lain.[170] Pada tanggal 8 April, sebagian besar milisi Arab menyebut kelompoknya sebagai Front Pembebasan Nasional Azawad (FNLA) mengumumkan niatnya untuk menentang kekuasaan Tuareg, melawan MNLA, dan "mengembalikan perdamaian dan kegiatan ekonomi"; kelompok ini mengklaim terdiri dari 500 pejuang.[171]

MNLA melawan pengunjuk rasa di Gao pada tanggal 14 Mei, dilaporkan melukai empat orang dan membunuh satu orang.[172] Pada tanggal 6 Juni, penduduk kota Kidal protes terhadap pemaksaan hukum syariah di kota tersebut dan menyatakan dukungan kepada MNLA, yang kemudian dibubarkan secara paksa oleh anggota kelompok Ansar Dine. Pada malam tanggal 8 Juni, MNLA dan kelompok Ansar Dine bertarung melawan satu sama lain di dalam kota dengan menggunakan senjata otomatis, dengan dua korban mati di pertempuran tersebut.[173]

Pada awal Juni, Presiden Nigeria Mahamadou Issoufou menyatakan bahwa pejuang Afghanistan dan Pakistan melatih pasukan pemberontak Azawad.[174]

Pertempuran Gao dan akibatnya[sunting | sunting sumber]

Sebuah pasukan Tuareg di utara Mali
Pejuang muslim di utara Mali

Budaya populer[sunting | sunting sumber]

Mali pertama kali menang pada gelaran kejuaraan sepak bola Piala Afrika 2013 pada tanggal 20 januari 2013 dengan menang 1-0 di Niger. Setelah mencetak satu-satunya gol, Seydou Keita menampilkan T-shirt dengan tanda damai tersemat dalam kaos tersebut.[175] Sejumlah musisi dari Mali datang bersama-sama untuk merekam lagu Mali-ko (yang berarti damai) dan merilis video Suara Bersatu untuk Mali-'Mali-ko'[176] pada awal 2013 sesaat setelah konflik berlangsung di negeri ini. Kolaborasi ini diikuti musisi terkenal Mali, termasuk Oumou Sangaré, Vieux Farka Touré, dan Amadou & Mariam.[177]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i "Les djihadistes s'emparent d'une ville à 400 km de Bamako" (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 14 January 2013. 
  2. ^ "MALI UPDATE 5: Burkina Faso, Nigeria to send troops to Mali". English.ahram.org.eg. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  3. ^ a b c "APA – Int'l Support Mission for Mali to begin operations on Friday". APA. 18 January 2013. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  4. ^ "Ghana agrees to send troops to Mali". Ghana Business News. 14 January 2013. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  5. ^ a b "Mali conflict: West African troops to arrive 'in days'". Mali conflict: West African troops to arrive 'in days'. 15 January 2013. Diakses tanggal 15 January 2013. 
  6. ^ "Ellen: Liberia Will Send Troops to Mali for Peace Mission – Heritage Newspaper Liberia". News.heritageliberia.net. Diakses tanggal 28 January 2013. [pranala nonaktif]
  7. ^ Irish, John (12 January 2013). "Niger says sending 500 soldiers to Mali operation". Reuters. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  8. ^ a b Felix, Bate (11 January 2013). "Mali says Nigeria, Senegal, France providing help". Reuters. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  9. ^ "Aid Pledged to Mali as More Troops Deploy". Wall Street Journal. 17 January 2013. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  10. ^ a b c d "Chad to send 2000 soldiers to Mali". Courier Mail. 17 January 2013. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  11. ^ "AU to hold donor conference on Mali intervention". Africa Review. 18 January 2013. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  12. ^ "WPR Article | Global Insider: Despite Early Successes, France's Mali Challenge is Long-Term". Worldpoliticsreview.com. 8 March 2004. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  13. ^ a b c "Five more African countries pledge to send troops into Mali: Nigerian minister". NZweek. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  14. ^ "Forces capture Gao rebel stronghold – World News". TVNZ. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 January 2013. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  15. ^ a b "Chinese army soldiers conduct first mission as peacekeepers in Mali 1612131 - Army Recognition". Armyrecognition.com. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  16. ^ "EU dilemma over Malian armed forces training". Euronews. 14 January 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 January 2013. 
  17. ^ a b c d e f g "Mali Crisis: EU troops begin training mission". BBC News. 2 April 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2013. 
  18. ^ "Angola: Country Makes Progress in Implementing Vienna Declaration". allAfrica.com. 28 February 2013. Diakses tanggal 6 March 2013. 
  19. ^ Metherell, Lexi. "Australia Tips 10 million in to Mali Effort". ABC News. Diakses tanggal 7 February 2013. 
  20. ^ "Regering keurt steun aan militaire interventie in Mali goed (Belgium sends transport planes, helicopters and military personnel)". De Standaard (dalam bahasa Dutch). 15 January 2012. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  21. ^ "Canada sending C-17 transport plane to help allies in Mali". cbcnews.ca. 14 January 2013. Diakses tanggal 14 January 2013. 
  22. ^ "Canadian special forces on the ground in Mali". National Post. 28 January 2013. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  23. ^ "Mali: Comoros backs military intervention in Mali". Afriquejet.com. 21 January 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 January 2013. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  24. ^ "Czech government approved sending troops to Mali". aktuálně.cz. 6 February 2013. Diakses tanggal 6 February 2013. 
  25. ^ "Danmark sender transportfly ind i kampene i Mali (Denmark confirms sending transport planes to Mali skirmish)". Politiken. 14 January 2012. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  26. ^ Denmark Confirms Sending Transport Planes to Mali Skirmish. Politiken, 2013.
  27. ^ "Germany pledges two transport planes for Mali". Agence France-Presse. 16 January 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 February 2013. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  28. ^ Germany pledges third transport plane, 20m dollars for Mali The Guardian, Tuesday 29 January 2013
  29. ^ "Magyarország tíz kiképzővel járul hozzá a misszióhoz" (dalam bahasa Hungarian). kormany.hu. 14 February 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 July 2013. 
  30. ^ "Defense Minister says Hungary seeking involvement in Mali conflict". politics.hu. 14 February 2013. 
  31. ^ "Irish and British join forces in Mali mission". The Irish Times. January 1970. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 February 2013. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  32. ^ Squires, Nick (16 January 2013). "Mali: Italy to offer France logistical support". The Telegraph. London. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  33. ^ "India pledges $100m for Mali reconstruction". The Times of India. 5 February 2013. Diakses tanggal 6 February 2013. 
  34. ^ "India's reaction to Mali conflict differs from Syrian, Libyan crises". The Times of India. 4 February 2013. Diakses tanggal 6 February 2013. 
  35. ^ "India pledges $1 million to UN-backed mission to Mali". Live Mint. Diakses tanggal 6 February 2013. 
  36. ^ "India pledges USD one million to UN-backed mission to Mali". The Economic Times. 31 January 2013. Diakses tanggal 6 February 2013. 
  37. ^ "India supports efforts at restoring order in Mali". Newstrack India. 5 February 2013. Diakses tanggal 6 February 2013. 
  38. ^ "Japan Offers New Aid to Mali, Sahel Region". Voice of America. 29 January 2013. Diakses tanggal 6 March 2013. 
  39. ^ "Twitter / Zoeken – #afisma". Twitter. Diakses tanggal 6 March 2013. 
  40. ^ "Hilfe für Mali zugesagt". Az.com.na. 31 January 2013. Diakses tanggal 6 March 2013. 
  41. ^ "Nederlands transport voor Franse missie Mali". Nieuws.nl. 17 January 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 January 2013. Diakses tanggal 19 January 2013. 
  42. ^ a b "Militari români, trimiși în misiunea din Mali" (dalam bahasa Romanian). Yahoo! România. 6 February 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 February 2013. 
  43. ^ España confirma que intervendrá en Malí. Cuartopoder, 2013.
  44. ^ Spain provides a transport plane.. ABC, 2013.
  45. ^ a b c "Mali aid offers pour in; Army chief sets sights on Timbuktu". Rappler.com. Diakses tanggal 28 January 2013. 
  46. ^ "UK troops to assist Mali operation to halt rebel advance". BBC. 14 February 2013. Diakses tanggal 14 January 2013. 
  47. ^ "US provide French air transport in Mali". US to provide French air transport in Mali. Al Jazeera. Diakses tanggal 19 January 2013. 
  48. ^ a b c Par Europe1.fr avec AFP. "Mali: nouveau groupe armé créé dans le Nord". Europe1.fr. Diakses tanggal 9 April 2012. 
  49. ^ Felix, Bate; Diarra, Adama (10 April 2012), New north Mali Arab force seeks to "defend" Timbuktu, Reuters 
  50. ^ a b Ediciones El País. "El Ejército francés se detiene ante Kidal, el feudo de la minoría tuareg de Malí". EL PAÍS. Diakses tanggal 17 December 2014. 
  51. ^ "Gunfire breaks out as Tuareg rebels enter northern Mali city". montrealgazette.com. 31 March 2012. Diakses tanggal 1 April 2012. [pranala nonaktif]
  52. ^ a b "Traore readies to take over in Mali". news24.com. 12 April 2012. Diakses tanggal 12 April 2012. 
  53. ^ "Mali's Islamist conflict spreads as new militant group emerges". Reuters. Diakses tanggal 17 November 2015. 
  54. ^ "Tuareg-jihadists alliance: Qaeda conquers more than half of Mali". middle-east-online.com. 4 April 2012. Diakses tanggal 6 April 2012. 
  55. ^ a b "Islamist group claims responsibility for Mali attack that killed 5". reuters.com. 7 March 2015. Diakses tanggal 7 March 2015. 
  56. ^ "Communiqué N°14-04-04-2012- Fin des Opérations Militaires". Mnlamov. Diakses tanggal 12 January 2013. 
  57. ^ Hirsch, Afua (22 March 2012). "Mali rebels claim to have ousted regime in coup". The Guardian. London. 
  58. ^ "Tuaregs claim 'independence' from Mali". Al Jazeera. 6 April 2012. Diakses tanggal 6 April 2012. 
  59. ^ "Mali Tuareg and Islamist rebels "agree on Sharia state". BBC News. 26 May 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 November 2012. Diakses tanggal 27 May 2012. 
  60. ^ Flood, Zoe (29 June 2012). "Trouble in Timbuktu as Islamists extend control". The Daily Telegraph. London. Diakses tanggal 6 July 2012. Ansar Dine ordered the Tuareg MNLA group to leave the historical city of Timbuktu ... backed by al-Qaeda's north African branch 
  61. ^ a b "Mali and Tuareg rebels sign peace deal". BBC. 19 June 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 March 2015.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "peace" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  62. ^ "Mali's Tuareg fighters end ceasefire". AlJazeera. 30 November 2013. Diakses tanggal 28 December 2013. 
  63. ^ "Tuareg separatist group in Mali 'ends ceasefire'". BBC News. BBC. 29 November 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 December 2013. Diakses tanggal 28 December 2013. 
  64. ^ "Mali signs UN ceasefire to end conflict with northern rebels". BBC News. 
  65. ^ MISNA (20 January 2012). "Mali: Fighting In North; The New Touareg War". Eurasia Review. Diakses tanggal 7 March 2012. 
  66. ^ "France confirms death of Islamist commander Abou Zeid". bbc.com. 23 March 2013. Diakses tanggal 23 March 2013. 
  67. ^ "L'Elysée et l'armée française ne confirment pas la mort d'Abou Zeid". lemonde.fr. 28 February 2013. Diakses tanggal 1 March 2013. 
  68. ^ "Facts: Islamist groups present in northern Mali". modernghana.com. 13 January 2013. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  69. ^ "Mali's isolated Junta seeks help to stop Tuareg juggernaut". sbs.com.au. 31 March 2012. Diakses tanggal 26 August 2013. 
  70. ^ "French air strikes kill wanted Islamist militant 'Red Beard' in Mali". reuters.com. 14 March 2014. Diakses tanggal 14 March 2014. 
  71. ^ Laurence, Norman (31 October 2012). "Europe's Response to Mali Threat". Wall Street Journal Blogs. Diakses tanggal 20 January 2013. 
  72. ^ Sylla, Coumba (17 January 2013). "Mali's bruised army plays second fiddle in offensive". Agence France-Presse. Diakses tanggal 20 January 2013. [pranala nonaktif]
  73. ^ "Two French journalists abducted, killed in Mali". The Nation (Pakistan). 3 November 2013. Diakses tanggal 15 December 2013. 
  74. ^ "Mali army retakes key towns from rebels". Al Jazeera. 18 January 2013. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  75. ^ "Mali conflict: Donor conference raises $455m | Inside Africa". Graphic.com.gh. 29 January 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 February 2013. Diakses tanggal 6 March 2013. 
  76. ^ "Dutch special forces in Mali tackle changing threat: minister". Reuters. Diakses tanggal 17 December 2014. 
  77. ^ Liberian legislature approves troop commitment to Mali Voice of America, 25 January 2013
  78. ^ Ediciones El País. "España enviará 30 soldados a Malí para proteger a los instructores europeos". EL PAÍS. Diakses tanggal 17 December 2014. 
  79. ^ "Czech government approves sending troops to Mali". Aktuálně.cz - Víte co se právě děje. Diakses tanggal 17 December 2014. 
  80. ^ it:European Union Training Mission
  81. ^ a b c d e Jeremy Keenan (20 March 2012).
  82. ^ a b Sofia Bouderbala (2 April 2012). "Al-Qaeda unlikely to profit from Mali rebellion: experts". The Daily Star. Diakses tanggal 3 April 2012. 
  83. ^ a b "France begins Mali military intervention".
  84. ^ "Analysis: French early strike shakes up Mali intervention plan". Reuters. 13 January 2013. 
  85. ^ 2 killed (17–19 January),[1] 160 killed (24–25 January),[2] 19 killed (16 February), [3] 16 killed (24 March), 17 killed (26 March) total of 197+ reported killed
  86. ^ "Des prisonniers crient leur détresse" (dalam bahasa French). El Watan. 8 April 2012. Diakses tanggal 9 April 2012. 
  87. ^ Felix, Bate (12 January 2013). "France bombs Mali rebels, African states ready troops". Reuters. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  88. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama frenchstrikes
  89. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama capturetroops
  90. ^ Mali's new president thanks Chad for support against Islamists[pranala nonaktif]
  91. ^ "Ten Chadian soldiers killed fighting Islamists in Mali". Reuters. Diakses tanggal 17 December 2014. 
  92. ^ "Malijet Mali : violents combats dans le massif des Ifoghas, faisant un mort côté tchadien, six côté jihadistes Mali Bamako". Malijet.com. 2013-03-13. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  93. ^ http://www.en.starafrica.com/news/fourth-french-soldier-killed-in-mali.html
  94. ^ "Mali : le scénario de la guérilla commence à se dessiner | La crise malienne | ICI.Radio-Canada.ca". Radio-canada.ca. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  95. ^ "Toute l'actualité du Nord-Mali". Nord-mali.com. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  96. ^ "Un soldat français mort au Mali". Le Monde. November 26, 2015. Diakses tanggal November 26, 2015. 
  97. ^ "Mali Guerre au Mali : Au moins 1 mort dans les rangs des Togolais". Malijet. Diakses tanggal 6 March 2013. 
  98. ^ "Malijet Mali: Le soldat burkinabè, Tounougma Kaboré, conducteur au bataillon Badenya est décédé le mercredi 13 mars 2013 à Diabali (Officiel) Mali Bamako". Malijet.com. 2013-03-14. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  99. ^ http://web.archive.org/web/20130608172052/http://news.yahoo.com:80/niger-attacks-shockwave-mali-conflict-075339499.html. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 June 2013. Diakses tanggal 14 June 2013.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  100. ^ "IRIN Africa | Islamists kill Nigerian soldiers heading to Mali | Nigeria | Conflict | Security". Irinnews.org. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  101. ^ "Official: Nigerian military plane aiding northern Mali operation crashes in Niger; 2 dead". Fox News. 2013-05-06. Diakses tanggal 2014-02-11. 
  102. ^ [4]
  103. ^ [5]
  104. ^ "Fierce clashes between Malian army and Tuareg rebels kill 47". The Daily Telegraph. London. 19 January 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 October 2012. 
  105. ^ "Mali says 20 rebels killed, thousands flee". Reuters. 5 February 2012. Diakses tanggal 7 March 2012. 
  106. ^ "Heavy fighting in north Mali, casualties reported". Reuters. 7 February 2012. Diakses tanggal 11 January 2013. 
  107. ^ a b "Mali: au moins 35 morts dans les affrontements islamistes/Touareg à Gao" (dalam bahasa French). Google News. Agence France-Presse. 30 June 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 January 2013. Diakses tanggal 30 June 2012. 
  108. ^ a b c "Islamists seize north Mali town, at least 21 dead in clashes". Google. 27 June 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 November 2012. Diakses tanggal 12 January 2013. 
  109. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama breaks
  110. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama someunarmed
  111. ^ Tran, Mark (17 January 2013). "Mali refugees flee across borders as fighting blocks humanitarian aid". The Guardian. London. Diakses tanggal 18 January 2013. 
  112. ^ "Mali soldiers say president toppled in coup – Africa".
  113. ^ Associated Press, "Coup Leader Reinstates Mali's Constitution", Express, 2 April 2012. p. 8.
  114. ^ a b Baba Ahmed & Rukmini Callimachi (2 April 2012).
  115. ^ Serge Daniel (4 April 2012).
  116. ^ "Tuareg rebels declare the independence of Azawad, north of Mali".
  117. ^ "Islamists seize Gao from Tuareg rebels".
  118. ^ Nossiter, Adam (18 July 2012).
  119. ^ "Five Malians killed in ambush blamed on Tuareg: army".
  120. ^ Thomson Reuters Foundation.
  121. ^ "France prepares to withdraw Mali troops - Africa".
  122. ^ "Deploring ongoing violence, UN rights expert urges Malian parties to work together towards lasting peace".
  123. ^ a b Backgrounder: Situation in Mali, Ralph Sundberg, 5 June 2012, Uppsala Conflict Data Program, http://uppsalaconflictdataprogram.wordpress.com/2012/06/05/backgrounder-situation-in-mali/
  124. ^ Mali, Uppsala Conflict Data Program Conflict Encyclopedia.
  125. ^ a b Andy Morgan (6 February 2012).
  126. ^ "Mali: 47 Die in Clashes Between Troops, Rebels – Ministry". allAfrica.com.
  127. ^ Adam Nossiter (5 February 2012).
  128. ^ "Dans le nord du Mali, les Touaregs du MNLA lancent un nouveau défi armé à l'Etat".
  129. ^ Ibrahim, Jibrin (26 March 2012).
  130. ^ "Mali: Timbuktu heritage may be threatened, UNESCO says".
  131. ^ "AFP: Islamist fighters call for Sharia law in Mali".
  132. ^ Marc Fonbaustier, Mali: A case study of a complex African crisis, Marcfonbaustier.tumblr.com, June 2012
  133. ^ "West African ECOWAS Leaders Impose Mali Sanctions".
  134. ^ a b "Mali Besieged by Fighters Fleeing Libya".
  135. ^ Rice, Xan (19 February 2012).
  136. ^ a b "Mali capital paralysed by anti-rebellion protests".
  137. ^ "Contre la gestion de la crise du nord: Les élèves ont marché hier à Kati" (in French).
  138. ^ "Mali: Rebellion claims a president".
  139. ^ "Tuareg rebels attack Mali town of Kidal".
  140. ^ "Malian soldiers battle Tuareg rebels in northeast: sources".
  141. ^ "Mali govt forces fail to lift garrison town siege".
  142. ^ "Malian forces battle Tuareg rebels".
  143. ^ Whitlock, Craig (2012-06-13).
  144. ^ "Tuareg rebels take Mali garrison town, say sources".
  145. ^ "Mauritania denies collusion as Mali rebels advance".
  146. ^ AFP – Tue, 20 March 2012.
  147. ^ Dembele, Diakaridia (21 March 2012).
  148. ^ "Mali army claims upper hand over rebels amid coup disarray".
  149. ^ "Renegade Mali soldiers declare immediate curfew | Reuters".
  150. ^ "Renegade Mali soldiers announce takeover".
  151. ^ "Renegade Mali soldiers say seize power, depose Toure".
  152. ^ "Au Mali, le front des putschistes se fragilise".
  153. ^ a b "International condemnation for Mali coup".
  154. ^ "Ecowas gives Mali leaders ultimatum to relinquish power".
  155. ^ a b "Malian coup leader to restore constitution".
  156. ^ "Is Mali heading for a split?"
  157. ^ "International condemnation for Mali coup – Africa".
  158. ^ Bradley Klapper (26 March 2012).
  159. ^ "Tuareg rebels enter key Malian town – Africa".
  160. ^ "Mali awaits next step after president, coup leader resign".
  161. ^ "Mali's new leader threatens 'total war' against Tuareg rebels".
  162. ^ Lewis, David (23 March 2012).
  163. ^ Robyn Dixon & Jane Labous (4 April 2012).
  164. ^ "Mali coup: Rebels seize desert town of Kidal".
  165. ^ David Lewis & Adama Diarra (30 March 2012).
  166. ^ "Mali Tuareg rebels enter Timbuktu after troops flee".
  167. ^ Cheick Dioura & Adama Diarra (31 March 2012).
  168. ^ "Mali Tuareg rebels declare independence in the north".
  169. ^ "Les rebelles touareg en guerre contre Al Qaida au Maghreb islamique ?"
  170. ^ "Pour libérer les otages algériens: des négociations avec Belmokhtar sont en cours" (in French).
  171. ^ Felix, Bate; Diarra, Adama (10 April 2012).
  172. ^ "Mali Separatists Send Group to Talk to Protestors".
  173. ^ "Mali rebel groups 'clash in Kidal'".
  174. ^ "Afghan, Pakistani jihadists 'operating in northern Mali'".
  175. ^ "Mali Gets First African Cup of Nations Win".
  176. ^ Voices United for Mali-'Mali-ko' (Peace / La Paix)-Français sous-titres on YouTube
  177. ^ Kosner, Anthony Wing (19 January 2013).