Kelulus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kelulus atau kalulus adalah salah satu jenis perahu yang digunakan di Indonesia. Biasanya berukuran kecil, tidak berlunas, dan digerakkan menggunakan dayung. Jenis perahu ini biasanya digunakan untuk perjalanan jangka pendek di perairan terlindung. Perahu ini tidak sama dengan perahu kalulis dari bagian Barat nusantara.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Laporan awal mengenai kelulus adalah dari Hikayat Raja-Raja Pasai dari abad ke-14, kelulus dikatakan sebagai salah satu jenis perahu yang digunakan Majapahit. Meskipun tidak terdeskripsikan dengan baik, kelulus adalah salah satu jenis perahu utama Majapahit setelah jong dan malangbang.[1]

Dari catatan portugis, mereka ditulis sebagai calaluz (calaluzes untuk bentuk jamaknya). Portugis melaporkannya sebagai "Suatu jenis kapal dayung cepat yang digunakan di Kepulauan Hindia".[2]

Tome Pires pada tahun 1515 melaporkan bahwa pati (duke) dari Jawa memiliki banyak calaluz untuk menjarah, dan dijelaskan bahwa:

"...tetapi mereka tidak cocok untuk pergi jauh dari daratan. Kelulus adalah kapal khas Jawa. Mereka diukir dalam seribu satu cara, dengan gambaran ular/naga, dan emas; mereka berornamen. Masing-masing dari mereka (para pati) memiliki banyak dari mereka, dan mereka dicat dengan indah, dan mereka pasti terlihat baik dan dibuat dalam cara yang sangat elegan, dan mereka adalah untuk raja-raja untuk menghibur diri mereka sendiri, jauh dari orang-orang biasa. Mereka didayung dengan dayung pendek."

"... Mereka pergi dengan kereta kencana, and jika mereka pergi lewat laut mereka pergi dengan calaluz yang dicat, sangat bersih dan ornamental, dengan banyak sekali kanopi sampai-sampai pendayungnya tidak bisa dilihat oleh tuannya; "[3]

Perahu perang Dayak Iban di sungai Skerang

Pada tahun 1537, kelulus Jawa yang ditemui di Patani digambarkan memiliki dua baris dayung: salah satunya adalah dari dayung pendek, yang lain adalah "seperti galley" (dayung panjang); mereka membawa 100 prajurit, dengan banyak artileri dan senjata api. Gonçalo de Souza, di Coriosidades menulis bahwa mereka memiliki 27 dayung (54 pendayung?) dan 20 tentara dan bersenjata dengan meriam putar (falconselhos) pada haluan dan buritan.[4]

Kamus Spanyol menulis mereka sebagai "perahu kecil yang digunakan di Hindia Timur".

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Kelulus digunakan sebagai perahu angkut atau perahu perang. Ekspedisi laut Majapahit biasanya melibatkan kelulus, dengan jumlah yang tak terhitung.[1] Para adipati Jawa memiliki banyak kelulus perang untuk menyerang desa-desa pesisir. Pada serangan Kesultanan Demak ke portugis di Malaka pada tahun 1513, kelulus digunakan sebagai angkutan pasukan bersenjata untuk mendarat ke pantai bersama penjajap dan lancaran, karena jung Jawa terlalu besar untuk mendekati pantai.[5]

Ratu Kalinyamat dari Jepara menyerang Melaka Portugis pada 1574 dengan 300 kapal, 220 diantaranya adalah kelulus dan sisanya adalah jong. Serangan ini berakhir dengan kegagalan.[6]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Hikayat Raja-Raja Pasai, 3: 98
  2. ^ Pinto, Fernão Mendes (2013). The Travels of Mendes Pinto. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0226923231. 
  3. ^ Pires, Tome. Suma Oriental. The Hakluyt Society. ISBN 9784000085052. 
  4. ^ Coriosidades de Gonçalo de Souza, manuscript in the Biblioteca da Universidade de Coimbra, Ms. 3074, fol. 38vo.
  5. ^ Winstedt, Sir Richard (1962). A History of Malaya. Marican. 
  6. ^ Sumatra, 431. William Marsden, Cambridge University Press (2012). The History of Sumatra: Containing an Account of the Government, Laws, Customs, and Manners of the Native Inhabitants.