Kapal Borobudur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ukiran kapal pada relief Borobudur

Kapal Borobudur adalah kapal layar bercadik ganda terbuat dari kayu yang berasal dari abad ke-8 di Nusantara yang digambarkan dalam beberapa relief Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia. Kegunaan cadik adalah untuk menyeimbangkan dan memantapkan perahu. Perahu kano bercadik tunggal atau kembar adalah perahu khas bangsa bahari Austronesia yang digunakan dalam penjelajahan dan penyebaran mereka di Asia Tenggara Oseania, dan Samudra Hindia. Jenis perahu besar bercadik kembar yang ditampilkan di Borobudur kemungkinan besar adalah jenis kapal yang sama yang digunakan oleh dinasti Sailendra dan Kemaharajaan bahari Sriwijaya yang menguasai perairan Nusantara pada kurun abad ke-7 hingga ke-13.

Desain[sunting | sunting sumber]

Panjang lunasnya adalah 17,29 m dan lambungnya sekitar 19 m (secara keseluruhan) dengan lebar 4,25 m dan tinggi lambung 2,25 m. Dalam sarat air saat berlayar adalah sekitar 1,5 m. Kapal ini didorong oleh dua layar tanja' ("layar persegi panjang yang miring"). Papan lambung dibuat dari bungur (kadang disebut "benteak") dan deknya terbuat dari kayu jati.[1]

Ekspedisi Kapal Borobudur[sunting | sunting sumber]

Bas relief Borobudur diketahui banyak menampilkan adegan kehidupan sehari-hari Jawa Kuno abad ke-8, mulai dari adegan kehidupan bangsawan di keraton hingga rakyat kebanyakan di pedesaan. Menampilkan candi, pasar, arsitektur, satwa dan tumbuhan, perhiasan, pakaian, termasuk kendaraan seperti joli (tandu), kereta kuda, gajah tunggang, dan perahu. Pada tahun 1982, Philip Beale seorang mantan anggota Angkatan Laut Britania Raya berkebangsaan Britania, mengunjungi Borobudur untuk mempelajari perahu tradisional dan tradisi bahari Nusantara. Ia terpikat dengan sepuluh relief di dinding Borobudur yang menggambarkan perahu kuno. Sejak saat itu ia berencana untuk membangun kembali kapal kuno ini dan melakukan napak tilas perjalanan perdagangan bahari purba. Dengan hanya membawa data terbatas — lima gambar relief — Philip Beale berencana untuk menggelar ekspedisi napak tilas pelayaran purba dari Jakarta, Indonesia menuju Madagaskar, dan kalau memungkinkan akan diteruskan hingga melampaui Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika hingga menyusuri pantai barat Afrika.

Hasil rekonstruksi kapal Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa

Penelitian cermat dan perancangan gambar kapal dilakukan oleh kelompok pengrajin galangan kapal tradisional Indonesia yang berpengalaman. Tim ini dibentuk dan dilatih untuk membangun kapal dengan menggunakan teknologi dan teknik perkapalan tradisional. Galangan kapal tradisional ini terletak di Kepulauan Kangean, yang terletak sekitar 60 mil (96,5 km) sebelah utara Bali. Nick Burningham, seorang pakar perahu tradisional Indonesia dan arkeologi kelautan mengawasi dan menjadi konsultan pembuatan kapal ini. Kapal ini dibuat oleh Assad Abdullah al-Madani dan rekan-rekannya, ia adalah seorang pembuat perahu tradisional Indonesia yang berpengalaman, dengan hanya berbekal beberapa gambar dan model skala kecil kapal Borobudur dari kayu balsa yang dibuat Nick Burningham, ia berhasil menciptakan kembali kapal kuno ini. Kapal ini dinamai Samudra Raksa (pembela samudra) dan diresmikan di Pelabuhan Benoa, Bali pada 15 Juli 2003 oleh Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia I Gede Ardika bersama dengan Philippe Delanghe, Spesialis budaya kantor UNESCO perwakilan Jakarta.

Ekspedisi ini memakan waktu selama 6 bulan sejak Agustus 2003 sampai Februari 2004. Perjalanan dimulai di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 30 Agustus 2003, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarnoputri, dan tiba di pelabuhan Tema, Accra, Ghana pada 23 Februari 2004. Pelayaran epik ini membuktikan hubungan perdagangan bahari purba antara Indonesia dan Afrika (khususnya pesisir Afrika Timur dan Madagaskar). Jalur perdagangan komoditas kayu manis ini mengambil jalur melintasi Samudra Hindia dan singgah di Seychelles, Madagaskar, Afrika Selatan, hingga Ghana.

Kini Kapal Samudra Raksa dipamerkan dan tersimpan di Museum Samudra Raksa, terletak hanya beberapa ratus meter di sebelah utara candi Agung Borobudur, masih dalam kompleks taman purbakala Borobudur. Museum Kapal Samudra Raksa diresmikan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia Prof.Dr. Alwi Shihab pada tanggal 31 Agustus 2005. Museum ini menjadi tonggak sejarah untuk mengenang dan menghargai seluruh kru dan semua pihak yang berjasa dalam keberhasilan Ekspedisi Kapal Borobudur.

Pada perangko[sunting | sunting sumber]

Kapal ini telah digambarkan pada perangko: Salah satunya menggambarkan relief di candi Borobudur, dan satunya lagi untuk mengenang ekspedisi kapal Borobudur tahun 2003-2004.

Penggambaran[sunting | sunting sumber]

Penggambaran dari 5 kapal bercadik di relief candi Borobudur (dari total 7 kapal) pada buku Conradus Leemans Boro-Boedoer (1873). Perhatikan bahwa bentuk kapalnya berbeda-beda.[2]

Kapal dengan 1 tiang dan tangga 
Kapal dengan 2 tiang tripod dan layar bowsprit (layar cucur) 
Kapal dengan 2 tiang bipod dan layar cucur 
Kapal dengan 2 tiang dan tangga 
Kapal dengan 2 tiang dan tangga 

Replika[sunting | sunting sumber]

  • Replika yang paling terkenal ada di museum Samudra Raksa, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.
  • Satu replika ada pada Marine March di Resorts World Sentosa, Singapura.[3]
  • Relief Borobudur juga menjadi dasar pembangunan kapal "Spirit of Majapahit", sebuah replika kapal Majapahit.

Di media[sunting | sunting sumber]

  • Kapal Borobudur dan reliefnya ada dalam permainan komputer Age of Empires II Rise of the Rajas.
  • Kapal Borobudur menjadi referensi dalam membuat model Jong Majapahit pada permainan Civilization VI. Ia memiliki 2 cadik, 2 kemudi samping, dan memiliki pendayung.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Beale, Philip (April 2006). "From Indonesia to Africa: Borobudur Ship Expedition". Ziff Journal: 22.
  2. ^ Haddon, A.C. (1920). The Outriggers of Indonesian Canoes. London, Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland. 
  3. ^ "I ship it! Historic Ship Harbour at RWS". S.E.A. Aquarium at Resorts World Sentosa (dalam bahasa Inggris). 2014-06-04. Diakses tanggal 2018-07-29. 
  • Pareanom, Yusi Avianto (2005). Cinnamon Route, The Samudraraksa Borobudur Expedition. Yogyakarta: PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Ministry of Culture and Tourism of Republic of Indonesia, Lontar Foundation. ISBN 979-8083-58-X. 
  • Borobudur Ship Expedition