Chicha Koeswoyo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Chicha Koeswoyo
Chicha koeswoyo 0.jpg
Nama lahir Mirza Riadiani
Nama lain Chicha Koeswoyo
Lahir 1 Mei 1968 (umur 47)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan penyanyi, aktris
Tahun aktif 1976 - sekarang
Pasangan Andi Indra Kesuma
Anak Andi Rahmat Aqil Kesuma dan Andi Kinaya Putri
Orang tua Nomo Koeswoyo, Fatimah Francisca
Agama Islam

Mirza Riadiani Kesuma (lahir di Jakarta, 1 Mei 1968; umur 47 tahun; lebih dikenal dengan nama Chicha Koeswoyo) adalah salah satu penyanyi dan aktris Indonesia. Ia adalah anak tertua dari Nomo Koeswoyo, anggota grup Koes Bersaudara dengan istrinya Fatimah Francisca. Ia memiliki8 2 orang adik yaitu Hellen Koeswoyo dan Reza Wicaksono Koeswoyo. Kini ia lebih dikenal sebagai wanita karier dengan menjadi direktur P.T. Chicha Citra Karya yang bergerak di bidang Interior Design, Enterprise, Grafic Design, dan Landscape.

Masa Kecil dan Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Chicha bersekolah di SD "Ora et Labora" Blok M Kebayoran Baru, Jakarta. Selepas SMP ia melanjutkan sekolah di SMA Yayasan Perguruan Islam Al-Azhar Kebayoran baru, Jakarta Selatan. Setelah tamat di SMU Al Azhar Kebayoran Baru tahun 1987 ia melanjutkan kuliah di Stanford College Australia, Mengambil jurusan Managerial Principples. Selama satu tahun setengah, ia bermukim di negeri kanguru. Setelah lulus D3 dari Stanford College di Australia, ia memutuskan bermukim di Singapura. Di sana ia melanjutkan sekolah di lembaga yang sama, Stanford College Singapore mengambil program manajemen. Setelah selesai studi di Australia dan Singapura, ia melanjutkan studi di John Robert Powers Jakarta, mengambil program Public Relation.


Karier[sunting | sunting sumber]

Penyanyi Cilik[sunting | sunting sumber]

Perjalanan karir bernyanyi Chicha dimulai tahun 1975. Bermula dari seringnya Chicha mengikuti ayahnya Nomo Koeswoyo pimpinan grup No Koes ke studio rekaman. Suatu hari sekitar bulan Agustus tahun 1975, ayahnya memperoleh pesanan membuat iklan tapal gigi Delident. Dicobanya merekam suara puteri sulungnya Chicha. Iklan yang sebetulnya pendek itu, tak terduga seperti petunjuk rahasia menuju ke sumber mata uang. "Ternyata suara Chicha itu kok nyengek tinggi melengking dan nampak komersiil", ujar Nomo pada TEMPO mencoba mengenang awal pengorbitan anaknya. Operator Studio Yukawi di mana rekaman kemudian dikerjakan setuju 100% dengan Nomo. Mereka mendesak. "Sudahlah, rekam saja suara Chicha!" Desakan ini menyebabkan Nomo membiarkan Chicha turut di studio Yukawi. Nomo membuatkan seluruh lagu untuk dinyanyikan Chica dalam sebuah album anak-anak, salah satunya berjudul Helli yang kemudian menjadi hits dan dikenal hingga saat ini. Inspirasi lagu tersebut diperoleh seekor anjing Peking peliharaannya yang bernama Helli, yang usianya setahun lebih tua dari Chicha. Anjing inilah yang memberi ilham lagu Helli yang laris itu. [1]

Waktu album pertama keluar, entah kebetulan atau lewat perhitungan anak-anak sekolah sedang liburan, sehingga mendapat tanggapan pasar yang sangat luar biasa. Kesuksesan album I lalu diikuti dengan rilis album II. Komposer lagu anak-anak terkenal A.T. Mahmud menganggap Chicha punya potensi baik. Album Chicha volume I dan II dianggapnya berhasil, karena memenuhi persyaratan lagu anak-anak. "Sebuah lagu akan digemari anak-anak, apabila setelah mendengar lagunya tubuh si anak akan ikut bergerak", kata Mahmud. Pengasuh acara "Ayo Menyanyi" TVRI, Bu Fat, ketika disodori album-album Chicha mengatakan: "Suara Chicha masih asli, dia tidak mencuri harga nada. Ia tidak banyak menggunakan variasi, lirik-liriknya sederhana, sehingga anak-anak gampang menerimanya".[2]

Album Chicha yang pertama itu berisi 11 buah lagu : Helli, Kelinciku, Berhitung, Sepasang Burung, Dang-dang tut, Loncengku, Si Gendut, Nasehat Ibu, Hompimpa, Ke Rumah Paman, Tarik Tambang. Adanya selang-seling yang jelas antara lagu yang iramanya cepat dengan yang iramanya lebih santai, menyebabkan lagu-lagu itu memperoleh posisi yang baik untuk sama-sama menonjol. Volume II Chicha berisi 10 buah lagu : Berbaris, Adikku Manis, Oma, Naik Kelas, Tukang Kue, Salam Bunga, Becak, Mawar Merah, Dunia Binatang, Di Kaki Bukit. Bu Fat juga berkomentar dengan mengatakan bahwa di samping bakat, keuntungan Chicha adalah lingkungan. Ia tumbuh di tengah keluarga Koeswoyo di Cipete yang semuanya mencari nafkah dari musik. Volume III Chicha dengan judul Senam Pagi berisi 10 buah lagu: Senam Pagi, Sha la-la, Kereta Api, Bangun Pagi, Pok Ame-Ame, Kling Klong, Guruku, Jangan Suka Melamun, Di Taman, Sepatu Roda. Album ini seperti meneruskan gaya "bertutur" yang mulai terasa pada volume II. Musiknya terasa tidak semantap album terdahulu. Mungkin karena ada kegoncangan dalam formasi No Koes yang selama ini mengiringi Chicha--dengan keluarnya Usman Bersaudara. Namun hal itu tak berpengaruh banyak pada penggemarnya, mereka tetap menunggu peluncuran album berikutnya. Belasan album kemudian berhasil diluncurkan oleh bintang cilik ini yang semakin memperkokoh popularitasnya dalam dunia tarik suara anak-anak tanah air masa itu.

Chicha Koeswoyo bisa dikatakan sebagai penyanyi cilik pertama yang membuat album rekaman di Indonesia. Keberhasilannya menjadikan pelopor bagi penyanyi cilik lainnya di masa itu seperti Adi Bing Slamet, Yoan Tanamal, Ira Maya Sopha, Dina Mariana, Diana Papilaya, Vien Is Harianto, Bobby Sandhora, Debbie Rhoma Irama, Santi Sardi, Nourma Yunita, Liza Tanzil, Sandra Dewi, Fitria Elvie Sukaesih, Puput Novel, Facrul Rozi, Iyut Bing Slamet, dsb. Jejaknya ini diikuti pula oleh adik kandungnya Hellen Koeswoyo dan sepupunya Sari Yok Koeswoyo.

Kesuksesan album-albumnya menjadikan Cicha terkenal sebagai penyanyi cilik dengan lagu bertema anak-anak. Di masa itu ia menjadi artis cilik yang paling populer dan paling sering tampil di layar televisi nasional saat itu TVRI. Selain bersolo album, Cicha juga pernah berduet dengan Adi Bing Slamet dalam beberapa album dan terakhir dengan Chandra Darusman saat usianya meulai menginjak remaja. Selain itu sejumlah album Pop Natal, Qasidah, dan Operet telah dirilisnya untuk menyenangkan jati penggemarnya. Menginjak remaja kegiatan menyanyi Chicha semakin berkurang. Ia sempat mengeluarkan album remaja, namun tak mendapat respon seheboh sewaktu menjadi penyanyi cilik.

Aktris Film[sunting | sunting sumber]

Selain sukses menjadi penyanyi yang banyak merilis album, Chicha juga terkenal dalam dunia layar lebar. Film-film Chicha laris di pasaran. Salah satu filmnya yang terkenal adalah saat dia bermain bersama Adi Bing Slamet. Diantara film yang dibintanginya adalah Chicha (1976) dimana ia berperan sebagai Chicha. Film Gejolak Kawula Muda (1985) bersama Rico Tampatty. Di sini ia pun berperan sebagai Chicha. Dan fim Idola Remaja (1985), ia juga berperan sebagai Chicha. [3]


Kehidupan pribadi dan sosial[sunting | sunting sumber]

Tahun 1985 Chicha memutuskan menjadi mualaf. Keptusannya masuk Islam sesungguhnya bukan hal yang aneh, karena ayahnya seorang Muslim yang menikah dengan ibunya yang beragama Nasrani. Ia pernah bersekolah di SMA Al Azhar. Pula menurut silsilah keluarga besar Koeswoyo, ia masih termasuk generasi ke delapan keturunan (trah) Sunan Muria di Tuban, Jawa Timur. Keputusannya menjadi mualaf diikuti oleh saudara sepupunya, Sari Yok Koeswoyo pada tahun 1986. Kemudian pada awal tahun 1989, adik kandungnya, Hellen, mengikuti jejaknya berikrar mengucapkan dua kalimah syahadat. Terakhir oleh ibunya Fatimah Francis Koeswoyo menjadi mualaf pada tahun 2002, empat bulan sebelum wafat di Magelang, Jawa Tengah pada hari Rabu 18 Desember 2002.[4] Sementara adik bungsunya Reza Wicaksono Koeswoyo telah memeluk Islam mengikuti ayahnya sejak kecilnya.

Cicha menikah dengan seorag laki-laki berdarah Makassar Andi Indra Kesuma dan mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Andi Rahmat Aqil Kesuma, Andi Kinaya Putri serta anak ketiga yang masih dalam kandungan.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Chicha Koeswoyo - OST "Idola Remaja"[sunting | sunting sumber]

  1. Idola Remaja
  2. Dari Waktu Ke Waktu
  3. Gerbang Negeriku
  4. Tiada Lagi Yang Lain
  5. Merekalah Aku
  6. Pergi Lagi Pergi
  7. Putih Pun Gelap
  8. Nilai Hidup
  9. Ilusi
  10. Ahaa

Chicha Koeswoyo - OST "Gejolak Kawula Muda"[sunting | sunting sumber]

  1. Gejolak Kawula Muda
  2. Dia Dan Aku
  3. Dansa Briko
  4. Jangan Lagi
  5. Wajah Wajah Bicara
  6. Apa Yang Kau Mau
  7. Bunga Dihatiku
  8. Kesan Pertama
  9. Nusantara
  10. Bintang Yang Tertinggi

Album Chicha Koeswoyo[sunting | sunting sumber]

Album Chihca Koeswoyo
  • Helli
  • Si Paul
  • Turut Kata Mama da Papa
  • Jagung Bakar
  • Merpati
  • Satu + Satu
  • Ulang Tahun
  • Si Manis
  • Hop Titah
  • Adikku Yang Lucu
  • Menari
  • Ulang Tahun ciptaan (chicha koeswoyo)
  • Selamat Pagi
  • Bakso Aha-aha
  • Nusantara-Ku
  • Barisan Topi
  • Cuaca Terang
  • Kasih Ibu
  • Bangunlah Kawan
  • Belajar Do Re Mi
  • Kampung Halaman
  • Bunga Anggrek
  • Bunyi Lonceng
  • Hari Esok Menanti
  • Indahnya Pagi Ini
  • Jakarta
  • Jangan Berdusta
  • Nusantara Indah
  • Perasaan Hati
  • Si Miskin
  • Kursi Goyang
  • Taman Mini
  • Lobi-Lobi

Chicha duet dengan Adi Bing Slamet[sunting | sunting sumber]

Album dengan Adi Bing Slamet[sunting | sunting sumber]

  1. Mama Tersayang
  2. Kakek dan Nenek
  3. Nyanyi Bersama
  4. Penyanyi Cilik
  5. Ayam Berkokok
  6. Pantun Sederhana
  7. Ngedot
  8. 1-2-3
  9. Suka dan Duka
  10. Dua Lolo
  11. Mau Kemana
  12. Mandi
  13. PR

Album Chicha dan Adi Volume 4 (1979) diproduksi Purnama Record[sunting | sunting sumber]

  1. Neng Chicha Bang Adi
  2. Rajin dan Pandai
  3. Nusantara Indah II
  4. Bangun Bangun
  5. Onde Onde
  6. Memancing Ikan
  7. Bagi Dua

Chicha dengan iringan Candra Darusman[sunting | sunting sumber]

  1. Rinduku
  2. Bersamanya
  3. Adikku
  4. Jelang Remaja
  5. Dalam Rasa Kita
  6. Benahi Hidup Ini
  7. Kusimpan Hasrat
  8. Surat Penggemar
  9. Pukul Dua Belas
  10. Sapa Pertiwi


Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://josechoalinge-situs.blogspot.com/2012/12/chicha-koeswoyo.html#!/tcmbck
  2. ^ http://www.kapanlagi.com/indonesia/c/cicha_koeswoyo/
  3. ^ http://otobiografitokohdunia.blogspot.com/2012/12/profil-biodata-chicha-koeswoyo.html
  4. ^ http://www.sctv.co.id/infotainment/chica-koeswoyo-ikhlas-melepas-kepergian-sang-ibu_8004.html