Tonny Koeswoyo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tonny Koeswoyo
Latar belakang
Nama lahir Koestono Koeswoyo
Lahir 19 Januari 1936
Bendera Indonesia Tuban, Jawa Timur, Indonesia
Meninggal 27 Maret 1987 (umur 51)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Jenis musik Rock and Roll, Pop
Pekerjaan Penyanyi, Komposer
Instrumen Gitar, Drum, Piano, Organ, Vokal, Keyboard, Mellotron
Tahun aktif 1962 - 1987
Perusahaan rekaman Dimita Moulding Company, Remaco
Hubungan Astrid Tobing (cerai), Karen Julie
Dipengaruhi The Beatles, The Everly Brothers, Kalin Twins
Anak Kenny Koeswoyo, Ekky Koeswoyo, Damon Koeswoyo
Orang tua Raden Koeswoyo, Rr. Atmini
Agama Islam
Anggota
Koes Bersaudara, Koes Plus,

Koestono Koeswoyo (lahir di Tuban, Jawa Timur, 19 Januari 1936 – meninggal di Jakarta, 27 Maret 1987 pada umur 51 tahun) atau Tonny Koeswoyo adalah pimpinan dari group Koes Plus. Tony dapat memainkan tiga alat musik yaitu piano, gitar dan keyboard.

Karier[sunting | sunting sumber]

Koes Bersaudara[sunting | sunting sumber]

Di awal tahun 1960-an group musik di Indonesia umumnya lebih bangga menyanyikan lagu asing, namun Koes bersaudara merupakan pelopor mencipta dan merekam lagu berbahasa Indonesia. Oleh karenanya mereka mendekam di Bui tanpa proses pengadilan selama 3 bulan. Sekeluar dari bui, situasi dalam penjara dipotret melalui lagu lagu Koes Bersaudara berikutnya.

Tonny Koeswoyo memulai kisah perjalanannya yang panjang di dunia musik sejak duduk di bangku SMA di Jakarta. Naluri bermusiknya begitu menggelora, sehingga ia membentuk band di sekolahnya, yang diberi nama Gita Remaja. Bersama temannya Jan Mintaraga, membentuk band Teenage’s Voice dan Teruna Ria. Band Teenage’s Voice dibentuknya sekitar tahun 1952. Kemudian band tersebut mengganti namanya menjadi Irama Remaja dengan salah satu anggotanya adalah Sophan Sophian. Band ini pun akhirnya terpaksa dikuburnya. Kemudian pada tahun 1958 ia mencoba menggaet saudara-saudara kandungnya keluarga Koeswoyo yakni (abangnya Jon Koeswoyo pada Bass, Tonny Koeswoyo pada gitar, adiknya Nomo Koeswoyo pada drum, adiknya Yon Koeswoyo pada vokal, dan adiknya Yok Koeswoyo pada vokal). Tonny memberi nama bandnya Koes & Bros. Dalam grup terbaru anak-anak laki-laki Pak Koeswoyo itu terselip pula 2 buah nama dari luar keluarga Koeswoyo, yakni Jan Mintaraga (yang sekarang dikenal sebagai pelukis komik) berposisi sebagai gitaris awalnya. Selain itu juga ada Iskandar, yang bermain drum untuk pertama kalinya pada grup musik ini. Jan dan Iskandar adalah tetangga mereka di Jakarta. Sejatinya Iskandar membantu Nomo karena belum begitu mahir bermain drum, karena ia baru pulang dari berkelana.

Pada tahun 1960 Tonny mengubah nama grup ini menjadi Kus Brothers. Sebetulnya inspirasi Tonny terhadap duet Yon dan Yok itu adalah Kalin Twins, dua penyanyi Amerika bersaudara yang kembar. Namun dalam perkembangannya grup ini meniru pola Everly Brothers di Amerika, karena menggunakan 2 penyanyi kakak beradik.

Tahun 1962, Kus Brothers (Kus Bros) mencoba untuk masuk dapur rekaman. Lewat perusahan PT Irama, milik Suyoso (Mas Yos). Mas Yos bersama Jack Lesmana, menantang Tony untuk menyiapkan lagu dalam waktu dua minggu. Tony menerima tantangan itu. Demi mempunyai banyak waktu untuk mencipta lagu, Tony bahkan memutuskan keluar dari tempatnya bekerja di Perkebunan Negara. Benar ia pun kembali dua minggu kemudian. Melihat hasil lagu yang dibawakannya, mas Yos dan Jack kemudian mengontrak Kus Brothers pada tahun 1962. Kala itu Formasi di Kus Bros yakni Tony (gitar melodi), Jon (bas), Nomo (drum), Jan Mintaraga (gitar) mengiringi duet vokal Yon dan Yok. Namun baru tiga lagu Jan Mintaraga mengundurkan diri, ia lebih memilih melanjutkan sekolahnya di Akademi Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta. Posisi Jan pada gitar kemudian digantikan oleh Jon, dan bas kemudian dimainkan oleh Yok.

Meski sudah memiliki rekaman, kesejahteraan Koes Bersaudara tak berubah. Honor mereka kala itu sangat kecil. Lagu-lagu mereka yang hits seolah tak memberikan pengaruh apa-apa. Mereka pun tetap ngamen sana-sini dan menghibur di acara perkawinan dan sunatan. Hingga beberapa waktu kemudian kakak tertua mereka Jon Koeswoyo pun memutuskan mengundurkan diri. Jon memilih keluar dan memborong keluarganya ke Tuban, di sana dia bekerja menjadi nelayan. Setelah Jon mengundurkan diri, grup ini Band ini pun menyisakan 4 personil kakak beradik yang dipimpin oleh Tonny Koeswoyo. Tonny lalu mengganti nama kelompok musiknya menjadi Kus Bersaudara pada tahun 1963. Dalam formasi yang baru ini Tonny menjadi gitaris utama, Yon tetap sebagai penyanyi utama disamping memegang alat musik rhythm gitar, Yok juga masih menjadi penyanyi dengan memegang alat musik bass gitar, dan Nomo pada drum.

Grup ini meraih kesuksesan dalam beberapa album rekaman berikutnya selama beberapa tahun sebelum dipenjarakan oleh rezim Orde Lama Soekarno di Penjara Glodok pada tanggal 29 Juni 1965. Atas permintaan penonton ketika Koes Bersaudara manggung, mereka "terpaksa" membawakan lagu lagu The Beatles, Kalin Twin dan Everly Brothers. Mereka dituduh Bung Karno sebagai penyebar Musik Ngak Ngik Ngok tak berbudaya Indonesia. Tonny dimasukkan satu sel bersama saudara-saudaranya, Nomo, Yon, dan Yok. Mereka dihukum karena memainkan lagu-lagu ngak-ngik-ngok (kebarat-baratan) yang terlarang masa itu karena dianggap musik yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia pada tahun 1965. Mereka akhirnya dibebaskan pada tanggal 29 September 1965 (tepat sehari sebelum pecahnya Gerakan 30 September PKI). Selepas itu karir bermusik mereka kembali berjalan.


Koes Plus[sunting | sunting sumber]

Meski meraih kesuksesan dalam bermusik, namun kehidupan anggota grup ini tetap dalam kesulitan ekonomi. Adiknya Nomo Koeswoyo berinisiatif meninggalkan posisinya sebagai penabuh drum pada tahun 1969. Ia memilih berusaha sampingan di luar bidang musik sebagai pedagang untuk menghidupi keluarganya. Oleh Tonny Koeswoyo ia disuruh memilih untuk fokus pada musik di Koes Bersaudara atau keluar. Sikap Tonny sangat tegas, karena ia ingin agar seluruh adik-adinya fokus pada musik. Bahkan ia sempat mengusir Nomo yang berbicara masalah bisnis mobil bersama temannya ketika sedang latihan. Nomo bersikap lebih pragmatis dan memiliki prinsip yang berbeda dengan Tonny, karena saat itu ia telah menikah dan telah memiliki 1 orang anak.

Posisi drummer yang ditinggalkan Nomo Koeswoyo kemudian digantikannya dengan Kasmuri (dikenal dengan panggilan Murry). Murry adalah drummer asal Surabaya ex. Band Patas milik Kejaksaan. Murry direkomendasikan dari adiknya Yon Koeswoyo kepada Tonny lewat seorang temannya yang bernama Tommy Darmo. Keptusan Tonny mengeluarkan Nomo, mendapat reaksi keras dari adik laki-laki bungsunya Yok Koeswoyo. Sebagai bentuk simpatinya kepada Nomo, ia pun memilih mengundurkan diri. Bahkan keduanya sempat mengamuk dan melarang Tonny dan Yon untuk menggunakan alat musik drum dan bass milik mereka untuk band di luar mereka. Mereka juga sempat mengatakan agar band dibubarkan saja. Lebih jauh mereka juga sempat mengancam Tommy Darmo karena mengenalkan Murry. Namun Tonny tetap bersikukuh dengan keputusannya.

Di tengah situasi ekonomi sulit, pasca keluarnya Nomo dan Yok, keadaan ekonomi Tony Koeswoyo pun menurun. Ia bahkan sempat menjual radio satu-satunya miliknya untuk membeli becak guna menyambung hidup. Namun Tonny berusaha keras untuk tetap eksis di bidang musik. Ia pun mengambil keputusan cepat. Untuk posisi pemain bass ia kemudian merekrut Totok Adji Rahman yang masih saudara dari drummer band wanita Dara Puspita. Bersama adiknya Yon, ditambah Murry atau Kasmuri, dan Totok AR, ia membentuk group musik baru yang diberi nama sementara FREE AND PEACE. Kemudian ia pun terinspirasi dengan group musik APC PLUS di Amerika, hingga akhirnya memilih nama Koes Plus untuk nama Group band barunya ini. Formasi awalnya terdiri dari Tony, Yon, Totok AR, dan Murry. Maestro musik yang bernama asli KOESTONO ini seperti mendapat energi baru dengan masuknya Murry, sehingga kreatifitasnya tidak terbendung dengan menampilkan irama musik yang lebih bervariasi. Formasi ini berhasil merilis album KOes lus Volume I di tahun 1969 dengan alat musik yang sebagian disewa dari luar.

Pada album Koes Plus volume II di tahun 1970, Tonny berhasil membujuk kembali adik laki-laki terkecilnya Yok untuk bergabung dengan Koes Plus. Sejak itu Yok pun resmi bergabung menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Totok AR. Bersama Murry, mereka berhasil membesarkan grup Koes Plus hingga menghasilkan lebih dari 100 album dan banyak lagu-lagu hits yang melegenda sepanjang hingga saat ini.

Dalam kesempatan itu Tonny memang tidak mengajak adiknya Nomo untuk bergabung kembali. Ia telah menemukan form yang pas dari alur pukulan drum Murry yang sesuai dengan harapannya. Nomo yang sukses dalam bisnisnya, di kemudian hari tertantang kembali ke dunia musik. Ia pun mendirikan grup musik sendiri bersama teman-temannya di luar keluarga Koeswoyo yang diberinya nama No Koes. Group ini pun terbilang sukses dan menjadi salah satu saingan dari kejayaan Koes Plus di era awal tahun 1970an.


Reuni Koes Bersaudara[sunting | sunting sumber]

Tahun 1977, atas desakan keluarga dan penggemar, Tonny Koeswoyo kemudian bersedia menghidupkan kembali group musik Koes Bersaudara yang telah dikuburnya sejak tahun 1969. Bersama adiknya Yon dan Yok, ia memanggil kembali adiknya Nomo untuk kembali bersatu sebagai sebuah grup musik. Kebersatuan mereka ditandai lagu "Kembali" yang direkam di album Koes Bersaudara Seri Perdana tahun 1977. Kesuksesan album ini kemudian diikuti 4 buah album berikutnya hingga tahun 1978. Dalam reuni ini, seluruh personil ikut menyumbangkan lagu dan sebagian menyanyikan sendiri lagu-lagu ciptaannya. Koes Bersaudara mulai era ini mencirikan setiap personilnya membuat lagu dan umumnya menyayikan sendiri lagu ciptaannya. Namun album-album tersebut tak begitu sukses di pasaran. Popularitas grup Koes Plus yang sudah begitu kuat di pasaran era 1970an tak bisa ditandingi oleh kembalinya Koes Bersaudara yang pernah populer di era 1960an. Grup ini akhirnya bubar, Tonny bersama saudaranya Yon dan Yok kembali mengusung Grup Koes Plus bersama Murry .

Tahun 1979 - 1980 Koes Bersaudara mencoba kembali bersatu dengqan dukungan keluarga yang sangat besar. Bahkan kali ini beberapa lagu disumbangkan oleh salah satu adik perempuan mereka Ninoek Koeswoyo. Mereka berhasil melempar 2 buah album ke pasaran. Namun juga tak begitu sukses di pasaran, karena image Koes Plus masih kuat di mata penggemarnya. Grup ini pun kembali vakum selama beberapa tahun kemudian. Yon bersama saudaranya kembali kepada grup Koes Plus, sedangkan Nomo berkarier sebagai penyanyi solo sembari menekuni bisnisnya yang cukup sukses di kala itu.

Pada tahun 1986 Koes Bersaudara kembali bersatu dan mengeluarkan 6 buah album di tahun 1987. Grup ini sempat meraih kesuksesan dengan lagu "Kau Datang Lagi" pada album yang sama yang direkam tahun 1987. Namun kebersamaan mereka tak berlangsung lama, karena pada tahun 1987 itu pula Tonny Koeswoyo menderita sakit parah. Penyakit yang lama diabaikannya karena totalitasnya dalam bermusik. Intensitas bermusik yang tinggi menyebabkan raganya "terlupakan", sehingga pada tanggal 27 Maret 1987 penyakit kanker usus mengakhiri hidupnya. Tony Koeswoyo tutup usia di Jakarta pada umur 51 tahun.

Sepeninggal Tonny, ketiga adik laki-lakinya masih sempat mengeluarkan 8 buah album di tahun 1988 dan 2 buah album di tahun 2000 Koes Bersaudara. Album tersebut sebagian berisi lagu-lagu yang dibuat sebelum Tonny wafat dan belum sempat dikeluarkan dalam album sebelumnya.


Kepioniran Tonny dalam Bermusik[sunting | sunting sumber]

Walau mula mula Koes Bersaudara dan Koes Plus berkiblat musik barat, tetapi suatu waktu Tony Koeswoyo berseru agar musisi Indonesia jangan segan menggali kekayaan seni Musik Tradisional Indonesia. Dan dia benar benar berhasil membuktikan dengan keberhasilannya meramu musiknya dengan warna lokal / tradisional Indonesia. Hingga hari ini belum kita temukan musisi sekonsitensi dia dalam beridealisme. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah album Pop Indonesia, Pop Jawa, Pop Melayu, Pop Keroncong, kemudian "diversifikasi" menjadi Album Anak-anak, Natal, Qosidah, Another Song for You (bahasa Inggris), Album In Hard Beat, Folksong.

Dengan berbekal bacaan filsafat yang bersumber dari Al Qur'an, Injil, Gitanjali, Bhagawad Gita, Vivekananda, dan lain sebagainya, menyebabkan lirik lagu yang dia ciptaan memiliki bobot.

Tidak hanya tema cinta yang diusung oleh Tony Koeswoyo, tetapi merambah pada tema Ke-Tuhan-an, tema Nasionalisme, Keindahan Alam, dan lain-lain.

Walaupun pada waktu itu sempat menimbulkan pendapat miring bagi pengamat musik, konsep mencipta lagu yang berlirik sederhana, dan easy listening, menjadikan lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus bertahan hingga 3 dasawarsa tidak mustahil menjadi "lagu rakyat" sepanjang masa. Ia juga menciptakan lirik yag indah serta penuh makna dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh arti.

Lagu-lagu ciptaannya banyak didaur ulang oleh penyanyi di era setelah kematiannya. Chrisye yang menyanyikan lagu ciptaan Tony koeswoyo "Cintamu tlah Berlalu" dalam salah satu albumnya mengatakan lirik yang dibuat Tony Koeswoyo sangat dalam dan puitis.


Kehidupan pribadi dan sosial[sunting | sunting sumber]

Tonny Koeswoyo adalah anak kelima dari sembilan bersaudara anak dari pasangan Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini asal Tuban Jawa Timur. Sang ayah adalah pensiunan pegawai di Kementrian Dalam Negeri. Pendidikan terakhir yang sempat ditempuh oleh Tonny pada IKIP Jakarta (UNJ) jurusan Sastra Inggris namun tidak selesai, meski sudah tingkat terakhir : Tingkat persiapan. Di tempat kuliah, ia rajin mengikuti berbagai kegiatan kesenian mahasiswa yang diadakan di kampusnya. Dalam situasi negara yang sedang mengalami krisis politik berat di era Orde Lama tersebut, ia pun sempat ikut aktif dalam organisasi kemahasiswaan HMI (Himpunan Mahasiwa Islam) dan juga dalam GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia).

Tonny menikah dua kali. Pertama ia menikah dengan Astrid Tobing, seorang wanita asal Sumatera Utara. Namun pernikahan ini kandas dan berujung perceraian. Tonny kemudian menikah lagi dengan seorang wanita asal Amerika yang bernama Karen Julie. Dari kedua Pernikahan ini Tonny memperoleh 5 orang anak. Salah satu diantaranya bernama (Damon Koeswoyo). Damon mengikuti jejaknya sebagai gitaris dan sempat memperkuat grup Koes Plus formasi baru pada tahun 1994.


Instrumen [sunting | sunting sumber]

Gitar[sunting | sunting sumber]

Organ[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]