Yon Koeswoyo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Yon Koeswoyo
Latar belakang
Nama lahir Koesyono Koeswoyo
Lahir 27 September 1940
Bendera Indonesia Tuban, Indonesia
Jenis musik Pop, Rock
Pekerjaan Penyanyi, Pencipta lagu
Instrumen Rhythm Guitar, Vocal
Tahun aktif 1962 - Sekarang
Perusahaan rekaman Dimita Moulding Company, Ltd, Remaco
Dipengaruhi The Beatles, The Everly Brothers
Pasangan Damiana Susi (cerai), Bonita Angelia
Anak Gerry, David Koeswoyo, Bela Aron, dan Kenas
Orang tua Raden Koeswoyo, Rr. Atmini
Agama Islam

Koesyono Koeswoyo (lahir di Tuban, Jawa Timur, 27 September 1940; umur 74 tahun) adalah anggota band legendaris Indonesia, Koes Plus yang sebelumnya bernama Koes Bersaudara.

Koes Bersaudara[sunting | sunting sumber]

Yon Koeswoyo mulai aktif bermusik sejak awal dibentuknya grup musik bersama saudara kandungnya keluarga Koeswoyo yakni :(Jon Koeswoyo pada Bass, Tonny Koeswoyo pada gitar, Nomo Koeswoyo pada drum, Yon Koeswoyo pada vokal, dan Yok Koeswoyo pada vokal) dan seorang dari luar keluarga Koeswoyo yang bernama Jan Mintaraga sebagai gitaris awalnya. Pada mulanya mereka menamakan grup ini Kus Brothers di tahun 1958. Sebetulnya inspirasi duet Yon dan Yok itu adalah Kalin Twins, dua penyanyi Amerika bersaudara yang kembar. Namun dalam perkembangannya grup ini meniru pola Everly Brothers di Amerika, karena menggunakan 2 penyanyi kakak beradik yakni Yon dan Yok. Mereka merekam album pertama di tahun 1962. Setelah Jan Mintaraga mengundurkan diri, grup ini berganti nama menjadi Kus Bersaudara pada tahun 1963.

Beberapa waktu kemudian kakak tertua mereka Jon Koeswoyo pun mengundurkan diri, sehingga menyisakan 4 personil kakak beradik yang dipimpin oleh Tonny Koeswoyo. Grup ini kemudian kembali mengganti namanya menjadi Koes Bersaudara. Dalam formasi yang baru ini Yon tetap sebagai penyanyi utama disamping memegang alat musik rhythm gitar, disamping adiknya Yok yang juga masih menjadi penyanyi dengan memegang alat musik bass gitar. Grup ini meraih kesuksesan dalam beberapa album rekaman berikutnya selama beberapa tahun sebelum dipenjarakan oleh rezim Orde Lama Soekarno di Penjara Glodok pada tanggal 29 Juni 1965. Yon dimasukkan satu sel bersama saudara-saudaranya, Tony, Nomo, dan Yok. Mereka dianggap memainkan lagu-lagu ngak-ngik-ngok (kebarat-baratan) yang terlarang masa itu karena dianggap musik yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia pada tahun 1965. Mereka akhirnya dibebaskan pada tanggal 29 September 1965 (tepat sehari sebelum pecahnya Gerakan 30 September PKI). Selepas itu karir bermusik mereka kembali berjalan.


Koes Plus[sunting | sunting sumber]

Meski meraih kesuksesan dalam bermusik, namun kehidupan anggota grup ini tetap dalam kesulitan ekonomi. Nomo Koeswoyo berinisiatif meninggalkan posisinya sebagai penabuh drum pada tahun 1969. Ia memilih berusaha sampingan di luar bidang musik sebagai pedagang untuk menghidupi keluarganya. Oleh Tonny Koeswoyo ia disuruh memilih untuk fokus pada musik di Koes Bersaudara atau keluar. Nomo bersikap lebih pragmatis dan memiliki prinsip yang berbeda dengan sang kakak, karena saat itu ia telah menikah dan telah memiliki 1 orang anak. Posisi drummer yang ditinggalkan Nomo Koeswoyo kemudian digantikan oleh Kasmuri (dikenal dengan panggilan Murry). Masuknya Murry adalah rekomendasi dari Yon kepada Tonny. Yon dikenalkan kepada Murry lewatnya temannya Tommy Darmo.

Group ini pun mengubah namanya menjadi Koes Plus. Keluarnya sang abang Nomo menimbulkan protes dari adik laki-laki bungsunya yakni Yok Koeswoyo, sehingga ia pun memilih keluar. Keduanya sempat mengamuk dengan melarang Tonny dan Yon memakai alat musik mereka untuk band Koes Plus. Tommy Darmo pun bahkan sempat mau dihajar oleh kedua saudaranya itu gara-gara membawa Murry. Mereka mengatakan agar band dibubarkan saja. Namun Tonny tetap bersikukuh meneruskan kiprahnya bermusik dengan adiknya Yon. Posisi Yok kemudian diganti oleh Totok Adji Rahman. Mereka merekrut Murry dan Totok AR menjadi anggota Koes Plus di luar keluarga Koeswoyo. Mereka menghasilkan album Koes Plus volume I "Dhag-Dheg Plas".

Namun pada album kedua Koes Plus, Yok mengubah pikirannya dan bersedia bergabung dalam Koes Plus sebagai pemain bass dan backing vokal mendampingi Yon.


Reuni Koes Bersaudara[sunting | sunting sumber]

Tahun 1977, atas desakan keluarga dan penggemar, Koes Bersaudara kembali bersatu sebagai sebuah grup musik dengan ditandai lagu "Kembali" yang direkam di album Koes Bersaudara Seri Perdana tahun 1977. Kesuksesan album ini kemudian diikuti 4 buah album berikutnya hingga tahun 1978. Dalam reuni ini, seluruh personil ikut menyumbangkan lagu dan sebagian menyanyikan sendiri lagu-lagu ciptaannya. Koes Bersaudara mulai era ini mencirikan setiap personilnya membuat lagu dan umumnya menyayikan sendiri lagu ciptaannya. Namun album-album tersebut tak begitu sukses di pasaran. Popularitas grup Koes Plus yang sudah begitu kuat di pasaran era 1970an tak bisa ditandingi oleh kembalinya Koes Bersaudara yang pernah populer di era 1960an. Grup ini akhirnya bubar, Yon bersama saudaranya Tonny dan Yok serta Murry kembali mengusung Grup Koes Plus.

Tahun 1979 - 1980 Koes Bersaudara mencoba kembali bersatu dengan melempar 2 buah album yang juga tak begitu sukses di pasaran. Grup ini pun kembali vakum selama beberapa tahun kemudian. Yon bersama saudaranya kembali kepada grup Koes Plus, sedangkan Nomo berkarier sebagai penyanyi solo dan menekuni bisnisnya yang cukup sukses di kala itu.

Pada tahun 1986 Koes Bersaudara kembali bersatu dan mengeluarkan 6 buah album di tahun 1987. Grup ini sempat meraih kesuksesan dengan lagu "Kau Datang Lagi" pada album yang sama yang direkam tahun 1987. Namun kebersamaan itu tak berlangsung lama, karena pada tahun 1987 itu pula kemudian sang kakak Tonny Koeswoyo meninggal dunia karena penyakit kanker yang dideritanya. Sepeninggal Tonny, Koes Bersaudara masih sempat mengeluarkan 8 buah album di tahun 1988 dan 2 buah album di tahun 2000.


Koes Plus pasca Kematian Tonny Koeswoyo[sunting | sunting sumber]

Hingga kini Yon yang bernama asli adalah Koesyono masih aktif bermusik yang telah ditekuninya sejak tahun 1962. Ia menjadi satu-satunya keluarga Koeswoyo masih aktif di pentas-pentas musik nostalgia bersama Koes Plus dengan berbagai formasi yang dibentuk pasca wafatnya Tonny Koeswoyo. Sepeninggal Tony Koeswoyo pada tahun 1987, popularitas Koes Plus sebagai grup musik praktis menyurut. Mulai tahun 1993 terjadi semacam kebangkitan bagi Koes Plus. Saat itu Koes Plus tampil dengan formasi Yon, Yok, Murry, plus personel pendukung yang berganti-ganti dari waktu ke waktu. Yok bergabung untuk beberapa waktu sebelum kemudian mundur. Koes Plus terus bernyanyi digawangi Yon dan Murry plus dua pemain lain. Hingga Murry pun mengundurkan diri di tahun 2004 karena kesehatannya yang semakin menurun. Akhirnya Yon menjadi satu-satunya keluarga Koeswoyo yang masih tersisa dalam Band Koes Plus. Yon kemudian merekrut para pemain muda untuk menggenapi formasi Koes Plus yang ia sebut sebagai Koes Plus formasi milenium. Formasi ini masih eksis hingga saat ini.


Kehidupan pribadi dan sosial[sunting | sunting sumber]

Yon Koeswoyo adalah anak keenam dari sembilan bersaudara anak dari pasangan Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini asal Tuban Jawa Timur. Sang ayah adalah pensiunan pegawai di Kementrian Dalam Negeri. Pendidikan terakhir yang sempat ditempuh oleh Yon adalah Universitas Res Publica (sekarang Universitas Trisakti) jurusan Arsitektur di tahun 1965. Namun tidak selesai, meski sudah tingkat terakhir : Tingkat persiapan.

Yon menikah dua kali. Pertama ia menikah dengan Damiana Susi, seorang wanita asal Yogyakarta. Dari pernikahan ini ia memperoleh 2 orang anak yakni Ulung Gariyas (Gerry) Koeswoyo dan Otmar Veda (David Koeswoyo). David mengikuti jejaknya sebagai penyanyi dengan menjadi vokalis Kelompok Band Junior (Band). Namun pernikahan ini kandas dan berujung perceraian. Yon kemudian menikah lagi pada awal tahun 1990an dengan seorang wanita yang bernama Bonita Angelia. Pernikahan kedua ini Yon memperoleh 2 orang anak yang bernama Bela Aron Koeswoyo dan Kenas Koeswoyo. Bahkan kini sang istrilah yang menjadi managernya dalam setiap kegiatan bermusiknya.

Dalam pengakuannya kepada Kick Andy show di stasiun televisi MetroTV di tahun 2011, terkuak bahwa cinta sejatinya dahulu hinggap pada pemain drum Dara Puspita yang bernama Susy Nander. Sayang ketika cinta sedang menyala-nyala, Dara Puspita harus melanglang ke manca negara. Cinta mereka akhirnya kandas karena harus berjarak. Pada saat itulah kemudian ibu Gerry dan David masuk dalam kehidupannya dengan cara yang unik.

Sejak popularitas Koes Plus menurun pasca kematian Tonny KOeswoyo, kehidupan keluarga Yon semakin sulit. Sejak itu Yon mencoba hidup dengan usaha jual-beli mobil. Dia juga mendapat penghasilan dari menyewakan rumah. Dikatakannya bahwa pada pertengahan 1990-an hidupnya terbilang pas-pasan. Bahkan ketika istrinya melahirkan, Yon tidak mempunyai uang sama sekali. "Untuk membayar rumah sakit bersalin sebesar satu setengah juta rupiah aku harus meminjam uang...," cerita Yon dalam bukunya.

Pada usia tua, Yon mulai banyak mengisi hari-harinya dengan berkebun dan melukis. Ia mulai intensif melukis sejak 2001 meski tidak ditujukan untuk komersil. Selain melukis, ia juga masih aktif mencipta lagu dan menyiapkan album baru Koes Plus formasi terakhir.

Instrumen[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]